Teknik Pengambilan Gambar
Teknik Das ar
Pengambil an Gambar
Apa itu Teknik Pengambilan Gambar ?
Teknik pemilihan luas area frame yang di berlakukan pada subjek sesuai dengan aturan teknik
pengam-bilan gambar yang telah diten- tukan secara umum.
01
Teknik kamera angle02
Teknik framing / sudut pandang
03
Teknik kamera movementTeknik pengambilan gambarTeknik pengambilan gambar
Pengambilan gambar dengan sudut pandang yang normal atau sejajar dengan mata manusia.
Normal Angle /Eye Level 01
Contoh eye level
01
7 Teknik kamera angleNormal Angle /Eye Level
Cara pengambilan Gambar :
Pada Angle ini tingginya kamera saat membidik harus sejajar dengan objek.
Karena posisi ini menghasilkan foto yang hanya menangkap apa yang Anda lihat, maka akan menyampaikan bidikan gambar yang paling realistis.
Eye-level angle (Sudut level mata)
Cara pengambilan Gambar :
Ini adalah sudut pemotretan standar, di mana Anda memegang kamera sama tinggi dengan level mata Anda tanpa memiringkan kamera.
Saat Anda memotret pada level mata yang sama seperti subjek, yaitu level yang sama seperti penglihatan normal pada manusia, hasil foto akan tampak wajar dan akrab, serta memiliki kesan stabil.
High angle adalah teknik pengambilan gambar di mana fotografer berada pada posisi atas atau lebih tinggi daripada obyek foto. Ketika menggunakan teknik ini,obyek akan terlihat kecil sehingga dapat memberikan kesan yang lemah atau inferior
High Angle 02
Contoh High Angle
High Position (Posisi tinggi)
Cara pengambilan Gambar :
Pada Angle ini pegang kamera pada posisi tinggi dengan mengangkat lengan Anda di atas level mata/ naik ke posisi yang lebih tinggi dengan bantuan pijakan kaki atau platform.
Pada posisi pemotretan ini, Anda dapat menangkap lebih jauh ke latar belakang. Dengan mengombi-
nasikan ini dengan sudut tinggi, akan menciptakan perspektif yang tegas.
High angle (Sudut tinggi)
Cara pengambilan Gambar :
Pada Sudut ini, Anda bisa memiringkan kamera ke bawah, menghadap ke subjek yang juga dirujuk seba- gai bird’s eye view (pandangan dari udara). Karena sudut ini menangkap subjek secara keseluruhan, maka akan menghasilkan gambar yang deskriptif, yang secara jelas menangkap keadaan di sekeliling seperti yang Anda lihat.
Angle ini merupakan kebalikan dari High Angle yaitu sudut pengambilan gambar yang rendah dan jika digunakan untuk memotret seeorang maka tingginya
sorotan kamera harus lebih rendah dari kepala orang tersebut.
Low Angle 03
Contoh Low Angle
Low position (Posisi rendah)
Cara pengambilan Gambar :
Inilah posisi di mana Anda memegang kamera pada posisi yang lebih rendah dari level mata Anda.
Karena pada posisi ini bisa menangkap pandangan berbeda dari yang biasanya Anda lihat, maka akan menghasilkan foto yang sangat bagus dan menawan. Dengan mengombinasikan ini dengan sudut rendah akan memperkuat efek ini.
Low angle (Sudut rendah)
Cara pengambilan Gambar :
Inilah sudut di mana Anda mengarahkan kamera ke atas pada subjek. Apabila memotret subjek tinggi atau jangkung dari sudut rendah, ini menciptakan kesan kedalaman dan intimidasi, yang memungkinkan Anda menggambarkan kehadiran dan intensitas
subjek. Karena langit biasanya membentuk latar
belakang, maka akan mudah menyesuaikan komposisi foto.
Foto yang diambil dengan posisi angle ini akan memperlihatkan sudut pengambilan gambar dari ketinggian. Maksudnya pemotretan dilakukan dari tempat yang sangat tinggi, contohnya seperti foto yang menampilkan seluruh isi kota,
(gedung tinggi, ramainya kendaraan, dan aktivitas di jalan).
Bird Angle
04
Frog eye view memposisikan kamera sejajar dengan mata katak atau hampir menyentuh
tanah. Ketika menggunakan teknik ini, terkadang seorang fotografer harus berada pada posisi
tiarap untuk membidik obyek. Angle frog eye view ini banyak digunakan oleh fotografer jika obyek foto berada tepat di atas tanah.
Frog eye view 05
Contoh Eye View
Disebut juga Oblique Angle yaitu pemilihan sudut pengambilan gambar yang sengaja
dimiringkan. Angel ini biasanya digunakan untuk menghasilkan foto yang unik.
Canted Angle 06
Contoh Canted Angle
Teknik shooting ini mengambil gambar dari arah belakang bahu obyek. Akibatnya obyek hanya nampak bagian bahu atau kepalanya saja.
Biasanya teknik ini dipakai untuk menunjukkan bahwa obyek sedang melihat sesuatu ataupun sedang berbincang-bincang.
Over Shoulder 07
Contoh Over Shoulder
Content Here Content Here
02
Teknik framing / SUDUT PANDANG
Bidang pandangan/framing adalah suatu langkah pengambilan gambar yang harus menentukan luas bidang pandangan
untuk suatu objek utama dan objek lainnya dalam hubungannya dengan latar belakang.
Shot dari jarak sangat jauh dan menyajikan bidang yang sangat luas, kamera mengambil objek secara menyeluruh. Objek utama terlihat sangat kecil dan latar belakang terlihat sangat dominan.
Teknik pengambilan gambar yang jauh tapi tidak sejauh extreme long shoot. Objek utama masih terlihat kecil (tapi fisiknya manusia sudah terlihat jelas) jika
dibandingankan dengan keseluruhan latarnya.
Lebih dekat daripada ELS dan LS. Manusia biasanya ditampakkan dari atas
pinggang sampai atas kepala dalam shot ini. Latar
belakang dan objek utama pun juga nampak sebanding.
Shoot yang satu ini tidak jauh beda dengan MLS bedanya kalau ini agak lebih dekat lagi namun perbedaanya tidak jauh / tipis dengan MLS yaitu:
Mengambil Gambar dari perut atau pusar perut hingga atas kepala.
Teknik Framing / Sudut Pandang
Shot sangat dekat, objek diperlihatkan dari bagian dada hingga atas kepala.
MCU ini paling sering digunakan dalam dunia perfilman
Shot teramat dekat. Objek menjadi titik perhatian utama dalam shot ini dan latar belakang terlihat kurang dominan. Manusia biasanya ditampilkan pada bagian bahu hingga atas
Shot yang menampilkan bagian tertentu dari tubuh manusia. Objek mengisi layar secara menyeluruh dan sangat terlihat detil- nya.
Shot yang menampilkan bagian tertentu objek dengan sangat detil memenuhi layar.
Teknik Framing / Sudut Pandang
KEUNTUNGAN MELAKUKAN FRAMING
Memberikan konteks pada foto, karena fram- ing akan memberikan kesan sebuah pembat- asan dan pemahaman terhadap lingkungkan yang Sobat potret.
Menggugah rasa keingin tahuan Seseorang,
terkadang ketertarikan pada apa yang tidak terlihat bisa jadi sama besarnya dengan apa yang terlihat.
Penggunaan framing yang tepat bisa membuat penikmat foto berpikir, bahkan berimajinasi apa yang ada di belakang frame tersebut.
Menuntun mata menuju ke Focal Point,
karena framing berarti menutup ruang kosong dan memaksa mata menuju ke arah Point of
Memberikan kedalaman pada foto, karena framing biasanya akan menempatkan sesuatu benda atau obyek pada foreground yang bisa