Pondok pesantren menjadi salah satu alternatif dalam mengembangkan kemampuan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kurikulum Pondok Pesantren Al-Bidayah dalam menjaga nilai-nilai spiritual.
Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu, banyak pesantren yang mengikuti arus zaman, sehingga pesantren Al-Bidayah menetapkan prioritas dan tuntutan agar para santrinya dapat membaca Kitab Kuning. Kedua, selain santri yang mengikuti kegiatan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Bidayah, para santri juga belajar mandiri di Perpustakaan Al-Bidayah.
Fokus Penelitian
Pembimbing rakan sebaya ini merupakan rakan sebaya yang memberikan pelajaran khas kepada pelajar yang masih belum memahami pelajaran kitab kuning. 11. Berdasarkan hal tersebut, pengkaji akan memfokuskan kajiannya kepada perancangan tujuan Kurikulum Pondok Pesantren Al-Bidayah dalam Melestarikan Nilai Kerohanian, Struktur Kurikulum Pondok Pesantren Al-Bidayah dalam Melestarikan Nilai Kerohanian, Strategi Kurikulum Pesantren Al-Bidayah dalam Melestarikan. Nilai Kerohanian-Nilai Kerohanian dan Kurikulum Penilaian pondok pesantren Al-Bidayah dalam menjaga nilai kerohanian.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan penyempurnaan kurikulum pesantren dan melestarikan nilai-nilai spiritual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bacaan tambahan bagi institusi IAIN Jember dan mahasiswa yang ingin mengembangkan kurikulum.
Definisi Istilah
Tempat tinggal Islam juga dikenal sebagai pengembang literatur keagamaan klasik dan oleh karena itu tempat tinggal Islam identik dengan kitab kuning. Kitab Kuning adalah sebutan untuk kitab-kitab berbahasa Arab yang ditulis di atas kertas berwarna kuning.
Sistematika Pembahasan
Sedangkan metode sorogan merupakan kegiatan mengajar dimana setiap santri secara bergiliran menghadap ustaz atau kiai untuk membacakan untuknya, sebagai cara untuk mengecek penguasaan santri terhadap materi kitab yang telah dibaca sebelumnya.
Pendahuluan
Kajian Kepustakaan
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
Kesimpulan
Penelitian Terdahulu
- Kurikulum Pesantren a. Pengertian Kurikulum
- Asas-Asas Kurikulum
- Landasan Pengembangan Kurikulum
- Kurukulum Pesantren a. Pengertian Pesantren
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pelaksanaan pengembangan kurikulum Madrasah Tsanawiyah Madrasah Nurul Huda Al-Islami kurikulum Pondok Pesantren Al-Islami mencakup beberapa komponen utama yaitu komponen sasaran pondok pesantren; yaitu “agar peserta didik mampu. Landasan Sosiologi-Teknologi dalam pengembangan kurikulum Sekolah bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dalam masyarakat.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Metode penelitian dalam bidang pendidikan adalah suatu cara ilmiah untuk memperoleh data yang valid dengan tujuan menemukan, mengembangkan dan membuktikan suatu pengetahuan tertentu.34 Beberapa hal yang menjadi bagian dari suatu metode penelitian adalah sebagai berikut.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengmpulan Data 1. Observasi
Dengan ini peneliti akan melakukan wawancara mendalam kepada subjek penelitian untuk memperoleh data yang valid. Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu analisis berdasarkan data yang diperoleh, kemudian dikembangkan menjadi hipotesis. Analisis data dalam penelitian kualitatif juga dilakukan sebelum terjun ke lapangan, selama berada di lapangan, dan setelah menyelesaikan lapangan.
Miles dan Huberman menyatakan bahwa kegiatan dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga datanya jenuh. 40 Sugiono, Metode penelitian kualitatif untuk penelitian karakteristik; Eksploratori, Interpretif, Interaktif dan Konstruktif (Bandung: Alfabeta. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi atau gabungan ketiganya (triangulasi).
42 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian Karakteristik; Eksplorasi, Interpretif, Interaktif dan Konstruktif (Bandung: Alfabeta Mathew B Miles, A. Data yang dikumpulkan diperoleh pada tahap ini kemudian dievaluasi terutama dari segi kualitas dan kecukupan data. Data yang diperoleh setelah melakukan penelitian, akan kemudian disederhanakan dan ditransformasikan dengan berbagai cara, yaitu melalui seleksi yang ketat, melalui rangkuman atau uraian singkat, pengklasifikasian data ke dalam pola yang lebih luas, dan sebagainya.
Keabsahan Data
Namun apabila kesimpulan yang diambil pada tahap awal didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti turun ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang diambil merupakan kesimpulan yang kredibel. Teknik triangulasi untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Jika ketiga teknik tersebut menghasilkan data yang berbeda, peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data untuk memastikan mana yang dianggap benar.
Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara pada pagi hari ketika sumbernya masih segar dan tidak banyak permasalahan akan menghasilkan data yang lebih valid sehingga lebih dapat dipercaya. Oleh karena itu, pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain pada waktu atau situasi yang berbeda.
Tahap-tahap Penelitian
Selanjutnya peneliti memilih daerah penelitian yang sesuai dengan rencana, kemudian mengurus pengajuan judul dan pengurusan izin penelitian. Bentuk kesiapan penelitian adalah kesiapan dalam menentukan dan memilih informan untuk dijadikan sumber informan dengan membawa peralatan yang telah disiapkan dalam proses penelitian. Tahapan analisis data setelah terjun ke lapangan adalah pengumpulan seluruh data yang diperoleh kemudian dilakukan kondensasi yang meliputi seleksi yaitu penentuan dimensi-dimensi penting.
Selanjutnya memfokuskan artinya membatasi data berdasarkan rumusan masalah, selanjutnya adalah mengabstraksi yaitu upaya peneliti untuk membuat ringkasan inti, terakhir penyederhanaan dan transformasi adalah kegiatan yang dilakukan peneliti untuk menyederhanakan dan.
Gambaran Obyek Penelitian
- Letak geografis Pondok Pesantren Al-Bidayah
- Profil Pondok Pesantren Al-Bidayah
Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Al-Bidayah merupakan buah dari keresahan segelintir santri UIJ dan IAIN Jember (dahulu STAIN Jember) yang merasa kering terhadap para intelektual keagamaan khususnya dalam bidang pemahaman si kuning. buku, karena yang terjadi di UIJ dan IAIN Jember materi perkuliahan dan interaksi intelektual yang ada tidak banyak menyentuh pemahaman dan pembacaan Kitab Kuning yang berarti akses terhadap hasil yang diciptakan, oleh karena itu perlu disadari bahwa pemahaman dan membaca Kitab Kuning Kitab Kuning merupakan suatu hal yang penting bagi para pelajar untuk melanjutkan studi, meneliti isi kitab dan mengabdi kepada masyarakat dalam hal masalah keagamaan. Dari banyaknya santri yang berminat dan menetap pada kajian agama, Ustad Abdul Haris berniat membentuk eksistensi lembaga kajiannya menjadi lembaga kajian pembelajaran kitab kuning. Dalam perkembangan selanjutnya, pesantren bernama Al-Bidayah dipilih berdasarkan pertimbangan yang matang.
Proses selanjutnya, sebagai pengurus seperti halnya pada hunian Islam lainnya, ia mempunyai fungsi administrator yang artinya melakukan hal-hal seperti: perencanaan,. Pondok Pesantren Al-Bidayah merupakan pesantren khusus santri laki-laki. Jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Al-Bidayah berasal dari berbagai jenjang pendidikan, ada yang santri, pelajar SMA, pelajar MTs dan pelajar SD, namun mayoritas adalah Santri. Kegiatan di Pondok Pesantren Al-Bidayah dimulai menjelang subuh, para santri dianjurkan untuk melaksanakan sholat.
Sejak awal berdirinya, Pondok Pesantren Al-Bidayah secara bertahap berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pembelajaran. Sarana dan prasarana yang ada di Pondok Pesantren Al-Bidayah sebagian besar berasal dari bantuan ustadz dan selebihnya berasal dari santri atau orang tua santri dan masyarakat. Jadi, pastikan seluruh sarana dan prasarana yang ada di asrama Islam ini berasal dari swadaya ustadz dan santri, bukan dari bantuan pemerintah.52.
Penyajian Data dan Analisis Data
- Perencanaan tujuan kurikulum pesantren Pondok Pesantren Al- Bidayah dalam Mengembangkan Membaca Kitab Kuning
- Struktur kurikulum pondok pesantren Al-Bidayah dalam Mengembangkan Membaca Kitab Kuning
- Strategi kurikulum pondok pesantren Al-Bidayah dalam Mengembangkan Membaca Kitab Kuning
- Evaluasi kurikulum pesantren dalam mempertahankan nilai-nilai Spritual
Oleh karena itu, dalam proses pembelajarannya, santri di Pondok Pesantren Al-Bidayah mengutamakan membaca Kitab Kuning seperti halnya mempelajari kitab Ushul Fiqh. Berdasarkan hasil wawancara dengan lembaga pesantren, strukturnya lebih menekankan pada kemampuan santri dalam membaca Kitab Kuning, khususnya dalam mempelajari kitab Ushul Fiqh, dimana kitab ini mengupas tentang kaidah-kaidah fiqih. Peneliti juga melakukan wawancara mengenai strategi pembelajaran kitab Ushul Fiqh dengan M. Safiuddin selaku santri di Pondok Pesantren Al-Bidayah mengenai struktur kurikulum dalam rangka menjaga nilai-nilai spiritual.
Haris selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Bidayah mengenai strategi kurikuler yang digunakan dalam kajian kitab Ushul Fiqh. Permasalahan dalam pembelajaran sering terjadi pada santri di Pondok Pesantren Al-Bidayah, khususnya dalam mempelajari kitab Ushul Fiqh. Peneliti melakukan wawancara mengenai kendala dalam mempelajari kitab Ushul Fiqh dengan Rahmad Hidayat selaku pengurus Pondok Pesantren Al-Bidayah.
Abdul Haris, M.Ag selaku pengasuh dan guru di pondok pesantren Al-Bidayah berkenaan penilaian pembelajaran kitab Ushul Fiqh. Pengkaji turut menemu bual Rahmad Hidayat selaku pengurus pondok Al-Bidayah berkenaan penilaian pembelajaran kitab Ushul Fiqh. Strategi kurikulum pesantren Al-Bidayah dalam mendukung nilai kerohanian. a.. a) strategi kurikulum yang sedia ada ialah mempelajari kitab menggunakan kaedah hafazan, syarahan, perbincangan, perbahasan, pembimbing rakan sebaya dan sebagainya terutamanya dalam mempelajari kitab Ushul Fiqh bagi mewujudkan suasana PAIKEM.
Pembahasan Temuan
- Perencanaan tujuan kurikulum pesantren Pondok Pesantren Al- Bidayah dalam mempertahankan nilai-nilai spritual
- Struktur kurikulum pondok pesantren Al-Bidayah dalam mempertahankan nilai-nilai spritual
- Strategi Kurikulum Pondok Pesantren Al-Bidayah Dalam Mengembangkan Membaca Kitab Kuning
- Evaluasi kurikulum pondok pesantren Al-Bidayah Dalam Mengembangkan Membaca Kitab Kuning
Perancangan Tujuan Kurikulum Pondok Pesantren Al-Bidayah dalam Pembelaan Nilai Rohani Bidayah dalam Pembelaan Nilai Rohani. Di pesantren Al-Bidayah, beberapa langkah telah dikembangkan untuk mengatur perencanaan tujuan kurikulum, antaranya adalah: Struktur kurikulum pesantren Al-Bidayah dalam pembelaan nilai-nilai kerohanian pembelaan nilai-nilai kerohanian.
Dalam kajian kitab Ushul Fiqh memuat metode dan perangkat yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan analisis di atas dapat dijelaskan bahwa implementasi kajian kitab Ushul Fiqh dalam pemeliharaan nilai-nilai spiritual di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember selama proses pembelajaran dimulai dari awal jam pelajaran sampai dengan akhir jam pelajaran. Berdasarkan analisis di atas dapat dijelaskan bahwa media yang digunakan guru dalam mengajarkan kitab kuning untuk menjaga nilai-nilai spiritual di Wisma Islam Al-Bidayah Tegal Besar Jember adalah media berbasis manusia, audio dan cetak.
Media berbasis cetak yang digunakan dalam pembelajaran Kitab Kuning adalah buku milik masing-masing santri dan kamus yang disediakan oleh Pondok Pesantren Al-Bidayah Guna. Permasalahan yang sering terjadi di Pondok Pesantren Al-Bidayah pada saat pembelajaran kitab Ushul Fiqh adalah ketika pembelajaran kitab Ushul Fiqh dimulai, ada sebagian santri yang tidak mengikuti pembelajaran dan ada juga yang datang terlambat. . Evaluasi pembelajaran kitab Ushul Fiqh untuk meningkatkan pemahaman santri Pondok Pesantren Al-Bidayah dilakukan pada setiap pertemuan.
Kesimpulan
Saran
Kurikulum Pondok Pesantren dalam Menjunjung Nilai-Nilai Kerohanian di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember. Perencanaan Tujuan Kurikulum Pondok Pesantren Dalam Mengembangkan Bacaan Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember. Struktur Kurikulum Pondok Pesantren Dalam Pengembangan Bacaan Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember.
Strategi Kurikulum Pondok Pesantren Dalam Mengembangkan Bacaan Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember. Evaluasi Kurikulum Pondok Pesantren Dalam Mengembangkan Bacaan Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember. Bagaimana perencanaan pengembangan persiapan pendidikan yang dilakukan pada kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren Al-Bidayah Tegal Besar Jember.
Bagaimana struktur pembelajaran yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di Wisma Islam Al-Bidayah Tegal Besar Jember.