ASAM BASA
Herin Mawarti
PENDAHULUAN
TEORI ASAM BASA
1. ARRHENIUS
• Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+.
• Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
Contoh:
1) HCl H+ + Cl-
2) NaOH Na+ + OH-
2. BRONSTED-LOWRY
•
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh
H2O + NH3 NH4+ + OH-
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1 Asam H+ + basa konjugasi
Basa + H+ asam konjugasi
• H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konjugasi.
• NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konjugasi.
• Di dalam tubuh terdapat ion dalam jumlah sangat sedikit, tetapi mempunyai fungsi sangat penting dalam tubuh : ion hidrogen (H+).
• Konsentrasi ion H+ < 0,0001 mEq/L (pH)
• pH darah arteri = 7,34-7,45
• pH darah vena = 7,31-7,42
• Perubahan pada ion hidrogen akan banyak menganggu fungsi fisiologis :
• Mengganggu fungsi hormon dan enzym
• Mengganggu distribusi elektrolit dan
menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
• Mengganngu eksitabel membran jantung, saraf, otot, pencernaan kurang/lebih aktif dari normal
• Menurunkan uptake, aktivitas dan distribusi hormon dan obat.
KIMIA ASAM BASA
ASAM
•
Adalah zat yang dapat memberikan atau melepaskan ion H+ ketika bereaksi dengan air konsentrasi ion hidrogen larutan meningkat
• Asam kuat : banyak mengeluarkan ion H+ (contoh : asam klorida)
HCL + H2O H+ + CL + H2O
• Asam lemah : sedikit mengeluarkan ion H+ (contoh : asam asetat)
CH3COOH + H2O H+ + CH3COO +H2O
Sumber Asam :
• Produksi CO2
• Metabolisme glukosa : glucosa 36 ATP + 6H2O + 6CO2
• CO2 ispirasi
• Metabolisme protein dan lemak asam sulfur (H2S), asam lemak
• Metabolisme anaerobik glukosa dan lemak asam laktat
• Kerusakan sel
BASA
• Adalah zat yang dapat menerima atau mengikat ion H+ ketika bereaksi dengan air konsentrasi ion hidrogen larutan menurun.
• Basa Kuat : Sodium Hidroklorit (NaOH), Ammonia (NH3)
• Basa Lemah : Aluminium hidroksida (ALOH), bicarbonat (HCO3-).
BUFFER
• Zat khusus yang dapat mengikat atau melepaskan ion hidrogen menjaga konsentrasi ion H+ dalam batas normal.
• Bila cairan basa maka buffer akan
mengeluarkan ion hidrogen, bila bersifat
asam buffer akan mengikat hidrogen.
KIMIA CAIRAN TUBUH
ION BICARBONAT
• Di dalam cairan tubuh banyak terdapat zat baik yang bersifat asam dan basa
• Zat asam yang paling banyak : asam bicarbonat (H2CO3) dan basa : bicarbonat (HCO3-)
• Dalam kondisi normal konsentrasi H2CO3:HCO3- = 1:20
• Rasio tersebut dijaga melalui produksi dan eliminasi CO2 dan H+
• Persamaan carbonik anhidrase :
CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3-
SUMBER ION BICARBONAT :
• Pemecahan H2CO3
• Absorbsi HCO3-
• Syntesis dan sekresi HCO3 pankreas
• Perpindahan HCO3 dari intra ke ekstra sel
• Reabsorbsi HCO3 ginjal
KESEIMBANGAN ASAM BASA
• Cairan tubuh bersifat netral : terdiri dari ion + ( kation / proton ) dan ion negatif (anion).
• Konsentrasi ion H+ (pH) dijaga normal dengan mengikat atau melepas ion hidrogen.
• Keseimbangan asam basa tergantung pada 3 faktor : 1. Produksi H+ konsisten dan tidak berlebihan
2. Pengeluaran CO2 dari pernapasan untuk menjaga produksi H+
3. Rasio H2CO3:HCO3- = 1:20
1. Sistem Pernapasan
• Merupakan sistem penyangga fisiologis
• Perubahan kadar CO2 dalam darah mempengaruhi pH (kadar H2CO3)
• CO2 bersifat asam jika cairan tubuh bersifat asam ( pH<7,43 ), maka CO2 akan dikeluarkan lewat
pernapasan dan sebaliknya
H2O + CO2 H2CO3 H+ + HCO3-
SISTEM MEKANISME
PENGATURAN ASAM BASA
Hambatan kemoreseptor
sentral
PaCO2 dan H+
menurun
hipoventilasi
Hiperventilasi Stimulasi
kemoreseptor sentral PaCO2 dan H+
meningkat
2. Ginjal
• Mekanisme penyangga pH lebih kuat dan lebih lama dari pernapasan
• Perubahan pH terjadi sekresi dan reabsorbsi ion asam atau basa urine asam/basa.
• Sekresi H+ > HCO3- menghilangkan asam darah / urin asam
• Sekresi HCO3- > H+ menghilangkan basa darah / urin basa
• Mekanisme pengaturan :
1. Pengeluaran HCO3- tubulus ginjal
2. Pembentukan asam : HPO42- + H+ H2PO4 (urine) 3. Pembentukan amonium ; NH3 + H+ NH4
Gb. Reabsorbsi ion bicarbonat diberbagai segmen Tubulus Ginjal.
Sekresi H+ dalam Tubulus Ginjal
• Disekresi oleh transport aktif sekunder pada tubulus awal ( ansa hanle, proksimal, distal)
• H+ disekresi melalui transport imbangan Natrium-Hidrogen (sodium-hydrogen
counter-transport)
• Untuk sekresi setiap ion H+ ke lumen
tubulus, akan diserab ion bicarbinat masuk
dalam darah
Reabsorbsi HCO3-
• HCO3- tidak dapat diabsorbsi secara langsung oleh membran luminal sel tubulus ginjal
• Proses absorbsi terlebih dahulu harus berikatan dengan H+
• Jumlah ionH+ dan HCO3- dalam lumen tubulus relatif sama dan bergabung membentuk CO2 dan H2O
• Kelebihan ion H+ atau HCO3- tidak bisa diabsorbsi
disekresi lewat urin.
3. Sistem Penyangga (Buffer)
• Zat khusus yang dapat mengikat atau melepaskan ion hidrogen menjaga konsentrasi ion H+ dalam batas normal.
• Ketika cairan bersifat basa maka buffer akan
mengeluarkan ion hidrogen, sebaliknya bila bersifat asam buffer akan mengikat hidrogen.
• 4 sitem buffer :
1. Sistem bikarbonat-asam karbonat (H2CO3)
yang merupakan sistem terbanyak dan terpenting, aktif baik pada cairan intra dan ekstrasel
2. Sistem penyangga fosfat (H2PO4)
Aktif pada cairan intrasel
3. Sistem penyangga protein (Hprot)
Protein cairan tubuh dapat melepaskan maupun mengikat H+ baik pada cairan intra dan ekstrasel
4. Sistem penyangga hemoglobin (HHb)
Sistem bikarbonat-asam karbonat (H2CO3)
• Terdiri dari larutan air yang mengandung 2 zat : asam lemah (H2CO3) dan Garam bicarbonat
(NaHCO3-).
• Persamaan Henderson-Hasselbalch :
Henderson-Hasselbalch
EquationRegulation of Carbonic Acid/Bicarbonate buffer pair
GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM BASA
Ada 4 jenis gangguan utama :
1. Asidosis( metabolik dan respiratorik )
suatu keadaan di mana kadar ion H+ dalam darah lebih tinggi dari normal (pH rendah),
1. Alkalosis ( metabolik dan respiratorik )
suatu keadaan di mana kadar H+ di dalam
darah lebih rendah dari normal (pH tinggi
MEKANISME KOMPENSASI
• Asidosis metabolik pH turun stimulasi pernapasan (hyperventilasi) pCO2 turun pH naik (normal)
• Alkalosis metabolik pH naik depresi pernapasan pCO2 naik pH turun (normal)
• Asidosis respiarorik pH turun reabsorbsi HCO3- diginjal naik (Acidic urine) pH naik (normal)
• Alkalosis Res pH naik reabsorbsi HCO3- diginjal turun ( Alkaline urine) pH turun (normal)
Etiologi :
• Penambahan asam:
• Oksidasi lemak tak sempurna, misalnya pada asidosis diabetika atau kelaparan.
• Oksidasi karbohidrat tak sempurna, misalnya pada asidosis laktat.
• Pengurangan bikarbonat:
• Renal tubular acidosis.
• Diare.
Dengan penambahan H+ sistem penyangga bikarbonat-asam karbonat akan bekerja dengan mengeluarkan HCO3- guna mengikat penambahan H+ itu sehingga perubahan pH yang
terjadi tidak begitu besar.
Asidosis metabolik
Etiologi :
• Pengurangan asam:
• Muntah-muntah, HC1 lambung dikeluarkan.
• Penggunaan antasida berlebihan.
• Penambahan basa:
• Infus bikarbonat berlebihan.
• Efek aldosteron/steroid.
• Dengan adanya pengeluaran ion H+ sistem
penyangga akan bekerja dengan mengeluarkan H+
guna mengurangi perubahan pH.
Alkalosis metabolik
ETIOLOGI :
• Terjadi karena adanya hipoventilasi, sehingga PCO2 Naik :
• Kelainan paru, misalnya Penyakit Paru Obstruksi Menahun (PPOM).
• Kelainan susunan saraf pusat, misalnya depresi pernapasan.
• Kelainan dinding dada.
Asidosis respiratorik
• Terjadi karena adanya hiperventilasi sehingga P CO2 darah akan turun.
• Hal ini dapat terjadi karena:
• Perangsangan S.S.P. : emosi, salisilat dan lain-lain.
• Stimulasi kemoreseptor perifer: hipoksemia.
• Stimulasi reseptor intratorakal: berbagai penyakit pam.
• Keadaan hipermetabolisme: sepsis, hipertiroid
Alkalosis respiratorik