• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Investasi perekonomian

Selvi Meliana

Academic year: 2024

Membagikan " Teori Investasi perekonomian"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI INVESTASI

(2)

MINAT INVESTASI DI INDONESIA MENINGKAT

Data harian ekonomi terkemuka asal Inggris, The Eonomist, menyebutkan untuk tahun 2015 Indonesia bertengger di peringkat kedua setelah China sebagai tujuan investasi dunia.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada semester pertama 2015 naik dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah tenaga kerja yang terserap pun cukup signifikan, sekitar 685 ribu orang.

Ada beberapa Negara secara serius telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal ke Indonesia, seperti Jepang, Korea Selatan, India, Italia, Amerika dan lain sebagainya.

(3)
(4)

I. KONSEP DASAR INVESTASI

Pada dasarnya investasi merupakan pengeluaran perusahaan untuk

penyelenggaraan kegiatannya yaitu pengeluaran untuk pembelian tanah pembangunan pabrik, pembelian mesin untuk produksi, pengeluaran untuk pengadaan persediaan dan bentuk pengeluaran lainnya.

Secara umum investasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis : 1. Investasi tetap perusahaan

Investasi tetap perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk aset tetap yang bersifat jangka panjang misalnya berupa mesin, peralatan pendukung produksi, bangunan kantor dan pabrik.

2. Perubahan persediaan

Investasi juga berkaitan dengan perubahan persediaan yang dimiliki perusahaan yang dapat berupa perubahan persediaan bahan baku, perubahan persediaan barang setengah jadi dan perubahan persediaan barang jadi yang disimpan perusahaan untuk dijual pada waktu

tertentu. Jumlah persediaan perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal

(5)

3. Property/Perumahan

Property merupakan aktiva yang umur ekonomisnya panjang sehingga bentuk aktiva ini dapat digolongkan sebagai investasi.

Permintaan perumahan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : a. Jumlah kekayaan yang dimiliki

Semakin besar jumlah kekayaan yang dimilki maka semakin besar jumlah perumahan yang diminta

b. Perubahan harga jenis investsi lain akan berpengaruh pada permintaan perumahan

c. Tingakt pengembalian riil netto yang ddiperoleh dengan memiliki perumahan

4. Sekuritas

Sekuritas merupakan secarik kertas yang menunjukkan hak miliki kertas tersebut untuk memperoleh bagian dari prospek atau kekayaan Perusahaan yang menerbitkan sekuritas tersebu dan berbabagai kondisi untuk melaksanakan hak tersebut. Sekuritas secara umum terbagi dua: Saham dan Obligasi.

(6)

5. Tabungan dan Deposito

Tabungan dan deposito merupakan salah satu produk perbankan yang dapat dijadikan investasi

6. Emas dan logam mulia lainnya

Emas merupakan bentuk logam mulia yang memiliki nilai ekonomi yang fungsinya dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

(7)

1. Tingkat Bunga

Terdapat hubungan berkebalikan antara tingkat suku bunga dengan pengeluaran investasi yaitu semakin tinggi tingkat suku bunga pinjaman, maka semakin rendah keinginan

pengusaha untuk melakukan investasi. Sebaliknya apabila tingkat suku bunga pinjaman rendah , maka semakin tinggi keinginan pengusaha untuk melakukan investasi.

Tingkat Bunga ( % )

r 2 A

r 1 B

Kurva Investasi

0 I 2 I 1 Pengeluaran Investasi

II. FAKTOR PENENTU INVESTASI

(8)

2. Prakiraan kondisi di masa yang akan datang

Perkiraan mengenai kondisi yang akan datang sangat

mempengaruhi seorang investor untuk melakukan investasi misalnya mengenai perkiraan stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat yang

mendorong naiknya daya beli.

3. Inovasi teknologi

Terjadinya penemuan tehnologi baru dan penggunaan tehnologi yang lebih maju merupakan faktor pendorong terjadinya

investasi karena tehnologi baru akan dapat meningkatkan produktifitas dan menghemat biaya produksi.

4. Tingkat kesejahteraan suatu masyarakat

Tingkat kesejahteraan masyarakat akan mempengaruhi besarnya pengeluaran investasi . Semakin meningkat tingkat

kesejahteraan, maka semakin besar bagian dari kekayaannya yang digunakan untuk investasi.

(9)

III. PASAR MODAL DAN INVESTASI

Alternatif lain yang bisa dilakukan perusahaan untuk membiayai investasinya yaitu dengan menjual saham atau menerbitkan obligasi di pasar modal. Pasar modal adalah pasar untuk

berbagai instrumen keuangan (Sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan baik dalam bentuk hutang (Obligasi) ataupun modal sendiri (Saham).

Daya tarik pasar modal adalah :

1. Menjadi alternatif penghimpun dana selain perbankan dan lembaga keuangan non-bank

Memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi resiko mereka

2. Penjualan saham dipasar modal dilakukan dipasar primer dan pasar sekunder, harga saham dipengaruhi oleh faktor

fundamental perusahaan dan faktor

makro.

(10)

IV. NILAI SEKARANG DAN NILAI YANG AKAN DATANG ATAS KEPUTUSAN INVESTAASI

Dalam penilaian investasi diharuskan menghitung nilai sekarang aliran kas atau keuntungan yang diharapkan akan

dihasilkan oleh investasi tersebut. Perhitungan nilai

sekarang dari sejumlah uang yang diinvestasikan adalah sebagai berikut :

Nilai sekarang = Xn ( 1 + r )n Dimana :

Xn = Nilai sekarang sejumlah penerimaan dimasa yang akan datang

r = Tingkat Suku Bunga per tahun

(11)

Contoh :

Berapa nilai sekarang uang Rp. 700.000,- satu tahun yang akan datang dengan tingkat bunga 8 % per th?

Jawab : Nilai sekarang = Rp. 700.000,-

= Rp. 648.150,- ( 1 + 0,08 )1

Nilai kemudian merupakan nilai waktu uang yang memungkinkan simpanan menghasilkan bunga dan bunga tersebut akan menambah pokok simpanan. Nilai kemudian dapat dihitung sebagai berikut : Nilai Kemudian = Xn + ( Xn x r )n

Contoh :

Berapa nilai kemudian uang sejumlah Rp. 10.000.000,- dengan tingkat bunga 8 % per th ?

Jawab :

Nilai kemudian = Rp. 10.000.000,- +( 8 % x Rp. 10.000.000,- )

= Rp. 10.800.000,-

(12)

V. MARGINAL EFFICIENCY OF CAPITAL

Marginal Efficiency 0f Capital (MEC) adalah tingkat pengembalian dari suatu proyek investasi. Hasil MEC adalah keuntungan yang diharapkan dalam nilai prosentase (r) dari pengoperasian proyek invesasi ditambah dengan nilai sisa (Residu) investasi tersebut.

MEI = Hasil yang diharapkan = R = r Harga barang modal C

Kriteria kelayakan investasi :

Dalam mengambil keputusan apakah layak atau tidak layak untuk melakukan investasi dengan membandingkan antara tingkat hasil atau keuntungan yang diharapkan (r) dengan

tingkat bunga yang berlaku dipasar atau tingkat bunga umum (i) .

(13)

Apabila r > i : Investor layak melakukan investasi

Apabila r < i : Investor tidak layak melakukan investasi

Apabila r = i : Investor dapat melakukan investasi atau tidak tergantung prospek perekonomian dan proyek dimasa yang akan datang

Contoh :

Seorang pemilik modal ingin membeli mobil untuk usaha angkutan dengan harga Rp. 7000.000,-, merupakan biaya investasi (C) . Dalam melakukan investasi ini pemodal

mengharapkan keuntungan selama 5 tahun sebagai berikut : Tahun I : Rp. 3000.000,-

Tahun II : Rp. 2.500.000,- Tahun III : Rp. 2000.000,- Tahun IV : Rp. 1.500.000,- Tahun V : Rp. 1.000.000,-

(14)

Nilai residu (harga mobil bekas waktu dijual kembali) adalah Rp. 3000.000,- sehingga jumlah hasil yang diharapkan (R) adalah Rp.sebesar Rp. 13.000.000,- pada waktu dijual pada akhir tahun kelima.

Tingkat keuntungan yang diharapkan adalah :

r = R = Rp. 13.000.000,- - Rp. 7.000.000,- C Rp. 7000.000,-

r = 87 % selama lima tahun atau 17,1 % per tahun Kriteria kelayakan investasi :

Apabila r < i : maka investasi tidak layak untuk dilakuka

Karena 17,1 % < 18 % : maka investasi tidak layak untuk dilakukan

(15)

Nilai MEC dapat juga diartikan sebagai angka yang menyamakan harga investasi dengan nilai sekarang (present value) dari semua

penerimaan yang diharapkan dari pengopersian suatu proyek investasi ditambah dengan nilai sekarang dari nilai sisa atau residu investasi tersebut.

C = R1 + R2 + …. + Rn + S

( 1 + r ) (1 + r )2 (1+ r )n ( 1 + r )n Dimana :

C : Pengeluaran untuk melakukan investasi sampai siap pakai R1, R2, : Penerimaan yang diperkirakan dari investasi

S : Nilai residu

r : MEC atau Internal Rate of Return (IRR)

Untuk menentukan nilai MEC atau IRR dilakukan dengan coba-coba (Trial and error) sampai diperoleh sisi kiri sama dengan sisi

kanan atau

C = Nilai sekarang dari pendapatan + Residu

(16)

Contoh :

Suatu investasi memerlukan dana sebesar Rp. 10 juta dengan umur ekonomis 10 th. Pada 5 th pertama keuntungan sebesar Rp. 2.150.000dan 5 th berikutnya keuntungan sebesar Rp. 1.150.000 dengan nilai residu 0 (nol). Tingkat bunga umum yang berlaku 10 %.

Rp. 10.000.000 = Th 1– 5 Rp. 2.150.000 + Th 6 – 10 Rp. 1.150.000 ( 1 + r )t ( 1 + r )t Rp. 10.000.000 = Th 1– 5 Rp. 2.150.000 + Th 6 – 10 Rp. 1.150.000

( 1 + 0,12 )t ( 1 + 0,12 )t Rp. 10.000.000 = Rp. 10.000.000

Karena nilai r dari proyek tersebut sebesar 12 % > dari tingkat bunga yang berlaku sebesar 10 % maka investasi layak untuk

dilakukan.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisa kelayakan investasi ini dapat disimpulkan investasi bus Trans Padang ini layak di kota padang.. Kata Kunci : analisa kelayakan investasi, bus

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan perusahaan dalam membuat suatu keputusan investasi modal dalam rangka ekspansi dan untuk mengetahui

Studi kelayakan merupakan penelitian terhadap rencana bisnis atau rencana suatu investasi. Studi kelayakan tidak hanya menganalisis layak atau tidak bisnis dan investasi yang

Tingginya pendidikan seseorang akan mempengaruhi seseorang dalam memilih jenis investasi karena ketika akan mengambil keputusan investasi khususnya pada pasar modal,

Untuk menganalisis keputusan usulan investasi atau proyek investasi apakah suatu usulan investasi tersebut layak atau tidak untuk dilaksanakan, maka konsep yang

Dalam segi aspek finansial pada analisis kelayakan usaha memiliki tujuan yaitu menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan, dengan

Hasil Analisis Kelayakan Usaha Berdasarkan Kriteria Investasi Kriteria investasi Ketentuan Hasil Keterangan NPV ≥0 Rp 67.019.684.22 Layak Gross B/C ≥1 1,03 Layak Net B/C ≥1 3,14

Perhitungan dan evaluasi ekonomi untuk investasi modal, biaya produksi, pengeluaran umum, dan analisa kelayakan