• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI TERJADINYA NEGARA - Dr. Abdul Kadir, SH, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TEORI TERJADINYA NEGARA - Dr. Abdul Kadir, SH, M.Si"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI TERJADINYA NEGARA DALAM ILMU NEGARA

Oleh

Mhd. Ansor Lubis, SH.,MH

Dosen Fakultas Hukum Universitas Medan Area

(2)

TEORI TERJADINYA NEGARA

1. Teori Kenyataan

Timbulnya suatu negara merupakan soal

kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsur-

unsur negara (wilayah, rakyat, pemerintah

yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saatitu

pula negara itu menjadi suatu kenyataan.

(3)

2. Teori Ketuhanan

Timbulnya negara itu adalah atas kehendak

Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjaditanpa

kehendak-Nya. Friederich Julius Stahl(1802-

1861) menyatakan bahwanegara tumbuh secara

berangsur-angsur melalui proses evolusi, mulai

dari keluarga,menjadi bangsa dan kemudian

menjadi negara.

(4)

- Negara bukan tumbuh disebabkan berkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena perkembangan dari dalam. Iatidak tumbuh disebabkan kehendak manusia, melainkan kehendak Tuhan,´ katanya.

- pada umumnya negara mengakui bahwa selain

merupakan hasil perjuanganatau revolusi,

terbentuknya negara adalah karunia atau kehendak

Tuhan

(5)

3. Teori Perjanjian Masyarakat

Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum

ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-

pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan

peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah

terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanpa peraturan,

kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup

binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh Thomas

Hobbes, John Locke dan JJ Rousseau dengan

kharakteristik perjanjian negara yang berbeda dan makin

menunjukkan peningkatan peradaban manusia dalam

bernegara

(6)
(7)

4. TEORI KEKUASAAN

Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk

berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-

tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu

ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang

lain. Sehingga ada perumpamaan bahwa “RAJA yang

pertama adalah prajurit yang berhasil”.

(8)
(9)
(10)

Karl Marx berpandangan bahwa:

-. Negara timbul karena kekuasaan.

Sebelum negara ada di dunia ini telah terdapat masyarakat komunis purba. Buktinyapada masa itu belum dikenal hak milik pribadi. Semua alat produksi menjadi milik seluruh masyarakat. Adanya hak milik pribadi memecah masyarakat menjadi dua kelas yang bertentangan, yaitu

1. kelas masyarakat pemilik alat-alat produksi

Kelas yang pertama tidak merasa aman dengan kelebihan yang dimilikinya dalam bidang ekonomi. Mereka memerlukan

organisasi paksa yang disebut negara, untuk mempertahankan pola produksi yang telah memberikan posisiistimewa kepada mereka dan untuk melanggengkan pemilikan atas alat-alat produksi tersebut.

2. Kelas masyarakat yang bukan pemilik.

-

(11)

5. Teori Hukum Alam

Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi dan universal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat).

Hukum alam bukan buatan negara, melainkan hukum

yang berlaku menurut kehendak alam.

(12)

6. Teori Hukum Murni

Menurut Hans Kelsen, negara adalah suatu kesatuan tata

hukum yang bersifat memaksa. Setiap orang harus taat dan

tunduk. Kehendak negara adalah kehendak hukum. Negara

identik dengan hukum.

(13)

7. Teori Modern

Teori modern menitikberatkan fakta dan sudut

pandangan tertentu untuk memeroleh

kesimpulan tentang asal mula, hakikat dan

bentuk negara.

(14)

TERJADINYA NEGARA...

Terjadiny a Negara

Primer Sekunder

Teori terjadinya Negara adalah teori ilmu kenegaraan yang membahas tahap-tahap yang dapat dianggap sebagai perkembangan daripada terbentuk atau tercapainya negara yang paling sederhana sampai kepada negara modern.

Terjadinya suatu negara dibagi dalam 2 tahap, diantaranya:

1. Tahapan negara secara Primer 2. Tahapan negara secara sekunder

(15)

TAHAP-TAHAP TERJADINYA NEGARA SECARA PRIMER

1. GEMEINSCAHFT/GENOSSEANSCHAFT

adalah suatu bentuk negara yang terdiri dari perkelompokan orang-orang yang menggabungkan diri untuk memenuhi kepentingan bersama dan didasarkan pada persamaan, karena sederhananya bentuk ini, belum adakoordinasi dan belum terorganisasi, demikian juga organ atau alat perlengkapan negara yang ada, seperti parlemen, kepala negara dan lainnya belum ada.

- Kedudukan antar individu adalah sama dan segala sesuatu disusahakan bersama secara gotong royong dan untuk kepentingan bersama, disini unsur masyarakat peguyuban jelas tampak sekali.

- Yang memimpin adalah masyarakat yang homogen ini ialah siapa yang paling kuat “Primus Interpares” disini untuk pertama kali bentuk negara yang paling sederhana, dimana titik tolaknya adalah unsur rakyat.

(16)

2. REICK/RIJK

- TAHAPAN YANG KEDUA INI ADALAH LEBIH BAIK DARI PADA BENTUK NEGARA YANG PALING SEDERHANA DAN MULAI BERKEMBANG.

- HAL INI DAPAT TERLIHAT PADA ADANYA PUSAT-PUSAT KEKUASAAN DIMANA ANTARA PEMEGANG KEKUASAAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN MULAI BERTENTANGAN

- PADA TAHAP INI, PIHAK YANG MEMEGANG KEKUASAAN ADALAH YANG BERDAULAT, SERTA MULAI LAHIR ADANYA PUSAT-PUSAT KEKUASAAN DIMANA SATU SAMA LAIN MULAI TIMBUL PERTENTANGAN

- BELUM ADA BENTUK PEMERINTAHAN YANG TETAP

- TITIK TOLAKNYA PADA TAHAPAN TERJADINYA NEGARA ADALAH ADANYA UNSUR PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT.

(17)

3. STAAT

- Staat adalah negara dalam artian sekarang

- Terdapat unsur konstitutif (unsur pembentukan) dari suatu negara sudah terpenuhi

- berpusat pada satu kekuasaan yaitu pemerintah sebagai alat perlengkapan negara

- Pada tahapan staat ini, unsur rakyat dan pemerintah sudah tidak lagi bersaing/bertentangan lagi, disini mulai ada kejelasan batas- batas dari aerah sudah ditentukan.

- Negara bukan atas kehendak rakyat tetapi dipaksakan oleh penguasa dan dengan adanya paksaan tersebut akan timbul gerakan-gerakan dari rakyat dan gerakan tersebut merupakan satu “Natie” untuk melepaskan tekanan dari orang yang berkuasa.

(18)

4. Democratie Natie

- Democratie Natie dikenal dengan istilah Negara Nasional, pada tahapan terjadinya negara ini merupakan hasil perkembangan dari bentuk Staat, karena tingkat peradaban/kecerdasan yang sudah meningkat dan maju.

- Perkembangan negara yang demikian itu yang sering disebut sebagai perkembangan negara secara prima dan perkembangan pada tahapan ini hanya sampai pada bentuk democratie natie

- Sedangkan diktatur hanya merupakan variasi dari democratie natie dan timbulnya diktatur diakibatkan adanya keputusan negara yang timbul secara cepat tanpa menghiraukan kepentingan masyarakat lainnya.

(19)

TAHAP-TAHAP TERJADINYA NEGARA SECARA SEKUNDER

NEGARA SUDAH

TERBENTUK PENGAKUAN

PADA tahap ini, masyarakat sudah memiliki peradaban yang maju dan telah membentuk suatu negara dan sudah memenuhi persyaratan negara.

TUGAS MASYARAKAT BER-NEGARA TIDAK HANYA SAMPAI MEMBENTUK NEGARA SAJA, TETAPI JUGA HARUS MENDAPATKAN PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN. ADAPUN

PENGAKUAN TERSEBUT DIANTARANYA:

DE FACTO

DE JURE

NEGARA

(20)

Pengakuan secara De Jure

Sifat dari pengakuan de Jure adalah tetap, dimana ada terdapat hubungan diplomatik

Mempunyai arti yang luas, karena pengakuan oleh negara lain berimbas pada kemampuan suatu negara melakukan hubungan dengan negara lain

Misal dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya

Pengakuan

secara De Facto

Didasarkan pada adanya kenyataan yang ada

Sifat pengakuan hanya sementara

Pada pengakuan ini tidak dirasakan adanya keperluan yang mendesak untuk mengadakan hubungan dengan negara/bangsa yang lain

Yang diakui dalam pengakuan de FACTO adalah pemerintahannya

Misalkan pemerintah yang diakui secara de facto oleh negara penjajah terhadap negara yang dijajah seperti Belanda-Indonesia

(21)

Pengakuan dari negara lain

Unsur ini bukan merupakan unsur atau syarat mutlak terjadinya negara karena unsur ini bukan merupakan unsur pembentuk bagi negara tetapi hanya bersifat menerangkan saja tentang adanya negara.

Tanpa pengakuan dari negara lain, suatu negara dapat berdiri.

Misalnya :

1)    Amerika Serikat memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1776, walaupun Inggris baru mengakuinya pada tahun 1873.

2)    Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tahun 1945,

Belanda baru mengumumkan pengakuannya pada tahun 1949.

(22)

Berkaitan dengan pengakuan dari negara lain, di kalangan ahli hukum internasional terdapat dua teori yang bertentangan, yaitu :

1) Declaratory Theory/Evidentiary Theory (Teori Deklaratif)

golongan yang menganut teori ini menyatakan bahwa apabila semua unsur-unsur negara dimiliki oleh suatu masyarakat politik, maka otomatis ia merupakan suatu negara dan harus diperlakukan sebagai negara oleh negara lain.

Dengan kata lain, hukum internasional secara ipso facto harus menganggap masyarakat politik yang bersangkutan sebagai suatu negara dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang dengan sendirinya melekat padanya. Pengakuan hanya bersifat ‘pencatatan’ dari negara-negara lain bahwa negara baru tersebut telah ada.

2) Constitutive Theory (Teori Konstitutif)

Golongan yang menganut teori ini menyatakan bahwa walaupun unsur-unsur kenegaraan telah dimiliki oleh suatu masyarakat politik, namun ia tidak secara otomatis diterima sebagai suatu negara di antara masyarakat internasional. Jika ada pernyataan dari negara-negara lain yang mengakui masyarakat politik tersebut sebagai suatu negara barulah masyrakat politik tersebut benar-benar telah memenuhi semua syarat sebagai suatu negara dan dapat menikmati hak-haknya sebagai suatu negara baru.

(23)

Unsur rakyat, wilayah dan pemerintahan yang berdaulat merupakan unsur konstitutif, sedangkan pengakuan dari negara lain merupakan unsur deklaratif.

Selain itu, Wright juga mengemukakan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh suatu negara, yaitu :

 Daerah dengan batas-batas yang ditentukan secara tegas dengan prospek yang wajar untuk mempertahankannya.

 Kekuasaan dengan kemampuan de facto untuk memerintah daerah tersebut.

 Undang-undang atau lembaga-lembaga yang dapat memberikan perlindungan yang layak kepada orang asing, golongan minoritas dan dapat menjamin ukuran keadilan yang patut diantara seluruh penduduk.

 Pendapat umum dengan lembaga-lembaga yang menyalurkannya yang

memberikan petunjuk yang layak mengenai keinginan untuk merdeka dan

jaminan yang wajar bahwa syarat-syarat yang terpenting yang

dikemukakan di atas mempunyai sifat yang tetap.

(24)

TEORI LENYAPNYA NEGARA

1.Teori Organis

Para penganut teori ini berpendapat bahwa negara adalah suatu organisme,selayaknya makhluk hidup.

Individu yang menjadi komponen negara diibaratkan

sebagai sel-sel makhluk hidup itu. Fisiologi negara

sama dengan makhluk hidupyang mengalami

kelahiran, pertumbuhan, perkembangan dan

kematian.

(25)

2. Teori Anarkhis 

Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena itu negara, pemerintahan,

beserta perangkatnya harus

dihilangkan/dihancurkan.

(26)

3. Teori Marxisme

Marxisme adalah sebuah paham yang

mengikuti pandangan-pandangan dari

KarlMarx. Marx menyusun sebuah teori

besar yang berkaitan dengan sistem

ekonomi, sistem sosial dan sistem politik.

(27)

- Menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar . Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum sementara hasil keringat mereka dinikmati oleh kaum kapitalis.  

- Banyak  kaum proletar  yang  harus  hidup di daerah  pinggiran dan  kumuh. Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya "kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya.

Untuk mensejahterakan kaum proletar,

(28)

4. Teori Mati Tuanya Negara

LENYANPNY A SUATU

NEGARA

FAKTOR

ALAM FAKTOR

SOSIAL

- suatu negara dapat lenyap secara alamiah, misalnya karenagunung meletus, tenggelamnya pulau atau bencana alam lain. Lenyapnyasuatu wilayah berarti lenyapnya negara dari percaturan dunia.

- suatu negara yang sudah diakui negara-negara lain suatu ketikadapat lenyap antara lain karena: terjadinya revolusi

(kudeta yang

berhasil),penaklukan,

persetujuan, penggabungan

(29)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

LEADERS ARE BORN a.SESEORANG HANYA KAN MENJADI SEORANG PIMPINAN YANG EFEKTIF KARENA DILAHIRKAN DENGAN BAKAT-BAKAT KEPEMIMPINAN b.PANDANGAN INI DIWARNAI FILSAFAT HIDUP YANG

PERKULIAHAN KOMUNIKASI DAN PENYULUHAN PERTANIAN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MEDAN AREA menumbuhkan perubahan yang lebih baik pada diri petani dalam

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris karena penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa hukum yang tertulis dari bahan pustaka dan data primer

Menurut Swastha 1984:192, yang dimaksud dengan saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen dalam menyalurkan barang tersebut dari produsen

Dalam menganalisa tingkat kepuasan pendekatan ini menggunakan kurva indefferen yang menunjukkan kombinasi atau campuran antar konsumsi dua macam produk yang memberikan tingkat kepuasaan

Dalam menganalisa tingkat kepuasan pendekatan ini menggunakan kurva indefferen yang menunjukkan kombinasi atau campuran antar konsumsi dua macam produk yang memberikan tingkat kepuasaan

Dari hasil pemaparan diatas, maka penelitian ini dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut:dengan membaca elemen bangunan rumah tinggal yang dijadikan sebagai penanda dapat

Grand Theory Merupakan sarana untuk mencari landasan teori utama yang digunakan sebagai dasar menentukan konsep dalam tulisan ini mengambil beberapa kutipan teori dasar dari Terry