TERAPI GANGGUAN RUHANIAH: METODE DZIKIR
Makalah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah TERAPI ISLAM
Dosen Pengampu:
Muhammad Nurdin, M.Ag Disusun Oleh:
Kelompok 12
Syafira Amalia Sholihah (303200032) Taufiq Nur Rohim (303200033)
Titik Hanifah (303200035)
JURUSAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
2022
A. PENDAHULUAN
Kehidupan manusia saat ini tidak pernah terlepas dari berbagai permasalahan yang membutuhkan solusi dalam menyelesaikannya. Masalah- masalah yang dihadapi berbagai macam, baik terkait dengan fisik maupun kondisi psikis. Untuk masalah yang menyangkut dengan fisik bisa ditangani secara medis oleh kedokteran. Sementara masalah yang menyangkut psikis atau jiwa dan mental manusia dapat disembuhkan secara psikologi.
Penyelesaian masalah yang dialami oleh manusia terkadang dapat diobati melalui penanganan secara medis atau kedokteran dan dapat pula secara psikologis.
Akan tetapi, manusia merupakan makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Yang mana dalam memenuhi segala kebutuhannya, sering sekali berbenturan dengan tingkat kemampuannya dan tingkat ketidakberdayaannya. Oleh karena itu, saat manusia sedang menghadapi suatu masalah yang sangat sulit dan tidak bisa menyelesaikannya, hendaknya ia melakukan suatu terapi kejiwaan (psikoterapi).
Ada beberapa orang yang mudah untuk menyerah, patah semangat, dan pasrah kepada keadaan, yang menjadikannya putus asa dan murung.
Terkadang berbagai nasihat dan hiburan dari orang-orang terdekatnya tidak dapat menolongnya dari perasaan tersebut. Keadaan jiwa yang seperti itu, menyebabkan dirinya menjadi murung, putus asa, serta sedih dan seolah- olah ia tidak mau berjuang menghadapi masalahnya.
Akan tetapi, Bagi orang yang taat beribadah, dan selalu merasa dekat kepada Allah swt berdzikir menjadi penunjang bagi kehidupan yang dijalaninya. Ia tidak akan pernah kehilangan semangat hidup, karena ia yakin bahwa yang memberi hidup itu adalah Allah, dan tiada suatu masalah yang tidak dapat diselesaikan, jika Allah mengizinkan. Berdzikir sangatlah penting dalam kehidupan manusia, karena dzikir adalah penunjang semangat hidup yang amat penting.
A. PENGERTIAN DZIKIR
Arti dzikir dari segi bahasa, dzikir berasal dari kata dzakara, yadzkuru, dzukr/dzikr yang artinya merupakan perbuatan dengan lisan (menyebut, menuturkan, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut).
Sedangkan dari segi istilah yang terdapat dalam kamus modern seperti al-Munawir, alMunjid, dan sebagainya, istilah seperti adz-dzikr artinya bertasbih dan mengagungkan Allah swt. Menurut Syekh Abu Ali ad-Daqqaq, Dzikir merupakan tiang penopang yang sangat kuat dan jalan menuju Allah SWT1. Sesungguhnya dzikir adalah landasan bagi thariqat itu sendiri. Tidak ada seorang pun yang dapat mencapai Allah SWT, kecuali mereka yang dengan terus-menerus berdzikir kepada-Nya.
Dzun Nuun al-Mishry menegaskan pula mengenai dzikir bahwa,
“Seseorang yang benar-benar dzikir kepada Allah swt. maka ia akan lupa segala sesuatu selain dzikirnya. Allah swt. akan melindunginya dari segala sesuatu, dan ia akan diberi ganti dari segala sesuatu
1 Joko S. Kahhar&Gilang Cita Madinah, Berdzikir kepada Allah Kajian Spiritual Masalah Dzikir dan Majelis Dzikir (Yogyakarta: Sajadah_press, 2007). http://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022
B. TERAPI DZIKIR
Secara ilmu jiwa, Dzikir ini dapat mengembalikan kesadaran
seseorang yang hilang, sebab aktivitas dzikir mendorong seseorang untuk mengingat, menyebut dan mereduksi kembali perkara-perkara yang
tersembunyi dalam hatinya2. Dzikir juga sebagai pengingat seseorang bahwa ia bisa membuat dan menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama penyakit yang menyangkut masalah hati seperti sombong, iri dan dengki, serta mampu meredam emosi seseorang yang sedang naik.
Terapi dzikir sendiri memiliki beberapa pengertian. Menurut beberapa para ahli mendefinisikan Terapi Dzikir sebagai berikut3:
1. Menurut Tulus & Qoth’iyah, Terapi Dzikir adalah sebuah metode terapi dengan menggunakan media dzikir guna untuk menstabilkan kesehatan jiwa.
2 Syamsidar, Doa Sebagai Metode Pengobatan Psikoterpi Islam. Artikel (online). Tahun 2020.
https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/aldin/article/download/1132/716, diakses pada 28 Agustus 2022
3
Kampus Wislah. Pengertian Terapi Dzikir (Zikir), Tahapan, Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Zikir. Artikel(online). Tahun 2022. https://wislah.com/terapi-dzikir/, diakses pada 28 Agustus 2022
2. Menurut Hawari, Terapi Dzikir merupakan bentuk psikoterapi yang didalamnya mengandung beberapa unsur, seperti unsur spritual,
kerohanian, keagamaan, yang dipercaya dapat membangkitkan harapan, kepercayaan dalam diri hingga terciptanya kestabilan dalam jiwa.
3. Menurut Siti Arofah, Terapi Dzikir merupakan salah satu bentuk upaya penyembuhan dengan cara mengingat Allah dan mengulang-ulang nama- Nya yang dapat dilakukan dalam bentuk lisan maupun dengan hati.
4. Menurut Tamama Rofiqah, Terapi Dzikir merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengobati seseorang yang mengalami gangguan mental melalui dzikir guna mencapai kesehatan mental yang stabil.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Terapi Dzikir merupakan suatu bentuk terapi dengan menggunakan pendekatan spiritual yang hasil akhirnya akan memberikan rasa nyaman bagi para pasiennya serta dapat meningkatkan kesehatan mental dan kestabilan jiwa yang dapat dilihat dari kemampuan pasien dalam mengelola emosi serta dapat terbebas dari berbagai gejala gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, stress dan lain-lain.
C. MACAM-MACAM TERAPI DZIKIR
Ibnu Athaillah membagi dzikir menjadi beberapa segi, diantaranya adalah sebagai berikut4:
1) Segi Sifat. Dalam hal ini beliau membagi dzikir menjadi 2 bagian, yakni:
a. Dzikir Muqayyad dan Mutlaq. Dzikir Muqayyad merupakan dzikir yang dibatasi (terikat dan ditentukan oleh waktu dan tempat).
Seperti dzikir dalam shalat, dzikir sesudah dan sebelum tidur, dzikir sebelum dan setelah makan dan lain sebagainya. Sedangkan Dzikir Mutlaq, merupakan dzikir yang tidak terikat oleh waktu dan tempat, serta lebih mengarah untuk memuji Allah SWT, membaca ayat- ayat-Nya, bermunajat kepada-Nya.
b. Dzikir bi Asmaillah, merupakan dzikir dengan asma Allah yang mulia (asma al-husna), seperti yang diungkapkan oleh seorang sufi besar perempuan Sayyidah Rabi’ah al-Adawiyah, bahwa menyebut asma Allah SWT (dzikir) sebagai obat bagi para salik.
4 http://repository.uinbanten.ac.id/7929/5/BAB%20III.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022
2) Segi pelafalan lafadz
Kemudian Ibnu Athaillah mmbagi lagi dzikir dari segi lafadz (pelafalan), menjadi lima bagian.
a. Dzikir dengan mengucap kalimah (lafadz) la ilahaillallah muhammadarrasulullah.
b. Dzikir dengan kalimah la ilahaillallah, dzikir ini disebut dzikir nafi wa al-lihbat, dzikir ini disebut dzikir nafi wa al-ithbat (billisan / jahr).
c. Dzikir dengan kalimah tasbih, disebut dzikir tanjih.
d. Dzikir dengan lafadz Allah, disebut dzikir mufrad (esa/tunggal).
e. Dzilir dengan lafadz huwa, disebut dzikir (a’lamaratib adh-dhikri), yakni tahappan dzikir yang paling tinggi diantara dzikir-dzikir yang lain.
3) Segi Tata Cara. Beliau membagi dzikir ini menjadi dua, yaitu:
a. Dzikir yang dilantunkan dengan keras (dzikir jahr) b. Dzikir yang dilantunkan dengan pelan (dzikir sir)
Ibnu Athallah berpendapat, bahwa lebih baik melakukan dzikir secara pelan (sirr) jika sedang sendiri, namun ketika dilakukan secara berjamaah sebaliknya dilantunkan dengan suara keras (jahr)5.
4) Segi pelaksanaannya. Beliau membagi dzikir menjadi dua secara khusus, yaitu:
a. Dzikir yang dilakukan para salik secara pribadi (individu) dalam khalwatnya atau dalam meditasinya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
b. Dzikir yang dilakukan secara bersama-sama (jamaah) dalam majlis dzikir tertentu, dengan duduk bersama, berkumpul bersama dengan arahan sang guru atau syaikh (mursyid). Seperti jam‟iyyah dalam suatu tarekat.
5 http://repository.uinbanten.ac.id/7929/5/BAB%20III.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022
Sedangkan menurut Imam Al-Ghazali (2001) terdapat 2 tingkatan dzikir kepada Allah. Tingkatan pertama adalah zikir para wali yang seluruh
pikirannya terserap dalam ingatan dan perenungan kepada Allah. Tak ada sedikitpun ruang dalam hatinya kecuali hanya Allah, setiap dari anggota tubuhnya telah dikendalikan oleh hatinya.
Tingkatan yang kedua adalah zikir golongan kanan (ashabul yamin).
Mereka menyadari bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang mereka dan mereka merasa malu di hadapan-Nya. Mereka selalu waspada atas segala pikiran yang terlintas dalam diri mereka, karena kelak di Hari
Perhitungan akan ditanyakan segala hal tentang apa yang mereka lakukan6.
D. KEUTAMAAN & MANFAAT TERAPI DZIKIR
Mengingat Allah (berdzikir) mampu memberikan efek psikologis bagi seseorang serta mampu merasakan kedamaian dalam pikiran dan jiwa.
Berdzikir akan membuat kita memiliki keyakinan bahwa Allah akan membantu kita dalam segala hal sebagai salah satu pentingnya Dzikir dalam Islam7.
6
Sodikin. Dahsyatnya Zikir untuk Mencapai Kesehatan Mental. Artikel (online). Tahun 2019.https://www.islampos.com/dahsyatnya-zikir-untuk-mencapai-kesehatan-mental-159649/, diakses pada 28 Agustus 2022
7
Saad Saefullah. 6 Manfaat Dzikir Pagi bagi Seorang Muslim. Artikel (online). Tahun 2021.https://www.islampos.com/manfaat-dzikir-pagi-233665/, diakses pada 28 Agustus 2022
Keutamaan dalam berdzikir secara umum sangatlah banyak. Menurut seorang penulis, Saiful Ghofur dalam karyanya “Rahasia dzikir dan doa”, diantaranya adalah sebagai berikut8:
a. Terlindung dari bahaya godaan setan. Dengan berdzikir kita memohon kepada Allah supaya terlindung dari godaan setan yang terkutuk.
b. Tidak mudah menyerah dan putus asa.
c. Memberi ketenangan jiwa dan hati. Untuk meraih ketenangan jiwa dan hati kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir.
d. Mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah.
e. Tidak mudah terpengaruh dengan kenikmatan dunia yang melenakan.
8 Ghofur, Samsul Amin, Rahasia Zikir dan Doa (Jogjakarta: Darul Hikmah, 2010). http://repo.iain- tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022.
Kemudian diantara beberapa manfaat jika kita melakukan terapi dzikir diantaranya adalah sebagai berikut9:
a. Menenteramkan dan membuat hati menjadi damai. Setiap manusia pasti sering merasakan kesusahan dan kegelisahan atas hiruk-pikuk kehidupan yang dijalaninya. Agar bisa merasakan kembali ketenangan dan
kedamaian, maka dzikir adalah cara yang cukup solutif. Sehingga dengan cara inilah, maka jiwa kita akan dipenuhi oleh emosi positif seperti bahagia dan optimis.
b. Menambah keyakinan dan keberanian
c. Mendapatkan kenikmatan, keselamatan dan kesejahteraan lahir batin.
Keselamatan merupakan karunia terbesar Tuhan yang dianugerahkan kepada hamba-Nya dan akan menjamin kedamaian dan kesejahteraan kita di dunia maupun di akhirat kelak.
d. Melepaskan manusia dari kesulitan hidup.
Sebenarnya masih banyak sekali keutamaan dzikir dalam kehidupan ini. Dengan berdzikir akan terbuka pintu kemudahan dalam memahami suatu hal maupun perkara, terhindar dari segala macam penyakit hati, terhindar dari segala macam penyakit ruhani maupun jasmani, terhindar dari rasa takut, cemas dan gelisah serta merasa aman dari segala macam gangguan.
Bahkan, dzikir bisa membuat kita mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah dan memperoleh kemudahan dalam melewati titian Shirath al-Mustaqim.
9 Ramadhani Dimas, 6 Manfaat Terapi Dzikir dalam Mengelola Emosi. Artikel (online). Tahun 2022.
https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/07/26/122937/6-manfaat-terapi-dzikir-dalam-mengelola-emosi, diakses pada 28 Agustus 2022
Orang yang berdzikir diumpamakan seperti orang yang hidup, yang tidak berdzikir dimisalkan seperti orang yang mati. Ini menunjukkan
bagaimanakah manfaat dzikir pada gerak-geriknya hati.
Berdzikir kepada Allah akan membuat hati kita merasakan kelezatan iman. Orang yang berdzikir kepada Allah akan dihiasi dengan cahaya dan batinnya akan terisi dengan cahaya ilmu dan ma’rifah.
DAFTAR PUSTAKA
Joko S. Kahhar&Gilang Cita Madinah, Berdzikir kepada Allah Kajian Spiritual Masalah Dzikir dan Majelis Dzikir (Yogyakarta: Sajadah_press, 2007). http://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022.
Kampus Wislah. Pengertian Terapi Dzikir (Zikir), Tahapan, Prosedur dan Pelaksanaan Terapi Zikir. Artikel (online). Tahun 2022.
https://wislah.com/terapi-dzikir/, diakses pada 28 Agustus 2022.
Syamsidar, Doa Sebagai Metode Pengobatan Psikoterpi Islam. Artikel (online). Tahun 2020. https://jurnal.iain-
bone.ac.id/index.php/aldin/article/download/1132/716, diakses pada 28 Agustus 2022.
http://repository.uinbanten.ac.id/7929/5/BAB%20III.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022.
Sodikin. Dahsyatnya Zikir untuk Mencapai Kesehatan Mental. Artikel (online).
Tahun 2019. https://www.islampos.com/dahsyatnya-zikir-untuk- mencapai-kesehatan-mental-159649/, diakses pada 28 Agustus 2022.
Saad Saefullah. 6 Manfaat Dzikir Pagi bagi Seorang Muslim. Artikel (online).
Tahun 2021. https://www.islampos.com/manfaat-dzikir-pagi- 233665/, diakses pada 28 Agustus 2022
https://ihram.republika.co.id/berita/rc6li3313/ada-tiga-tingkatan-dzikir-ini- penjelasannya, diakses pada 28 Agustus 2022.
Ghofur, Samsul Amin, Rahasia Zikir dan Doa (Jogjakarta: Darul Hikmah, 2010). http://repo.iain-tulungagung.ac.id/3172/2/BAB%20II.pdf, diakses pada 28 Agustus 2022.
https://journal.uii.ac.id/intervensipsikologi/article/download/12890/9406/30613, diakses pada 28 Agustus 2022
Ramadhani, Dimas, 6 Manfaat Terapi Dzikir dalam Mengelola Emosi. Artikel (online). Tahun 2022.
https://yoursay.suara.com/lifestyle/2022/07/26/122937/6-manfaat- terapi-dzikir-dalam-mengelola-emosi, diakses pada 28 Agustus 2022.