• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terminologi Berpikir Kritis Clinical Reasoning dan Clinical Judgement

N/A
N/A
Untuk tugas Kuliah

Academic year: 2024

Membagikan "Terminologi Berpikir Kritis Clinical Reasoning dan Clinical Judgement"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Terminologi Berpikir Kritis, Clinical

Reasoning, dan

Clinical Judgement

Makalah ini membahas tiga konsep penting dalam praktik keperawatan: berpikir kritis, clinical reasoning, dan clinical judgement. Ketiga konsep ini saling terkait dan berperan krusial dalam pengambilan keputusan klinis yang efektif dan aman bagi pasien. Makalah ini akan menguraikan definisi, perbedaan, dan hubungan

ketiganya, serta tahapan penyelesaian masalah dalam konteks keperawatan.

by BINA MARGA SELAYAR

(2)

Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah proses menganalisis informasi secara sistematis dan objektif untuk

mengambil keputusan rasional. Ini melibatkan evaluasi bukti, asumsi, dan argumen. Dua aspek penting adalah kemampuan kognitif dan kemampuan intelektual untuk menggunakan

kemampuan tersebut dalam bertindak. Meningkatkan kemampuan membaca, mendengarkan, mengamati, dan menganalisis secara kritis sangat penting.

1 Meningkatkan Kemampuan Membaca

Menggarisbawahi ide utama, diskusi kelompok, dan merangkum dalam kata sendiri.

2 Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan

Mencatat poin penting dan fokus pada inti pembicaraan.

3 Meningkatkan Kemampuan Mengamati

Menghapus batasan pikiran, mengurangi gangguan, dan melihat di luar situasi.

4 Meningkatkan Kemampuan Menganalisis

Menggunakan logika yang jelas, mempertimbangkan detail, dan proses sistematis.

(3)

Clinical Reasoning

Clinical reasoning adalah proses kognitif kompleks yang mengintegrasikan pengetahuan teoritis dan pengalaman klinis untuk pengambilan keputusan berpusat pada pasien. Ini melibatkan interpretasi data, pengambilan keputusan dalam ketidakpastian, dan refleksi. Model-model seperti Potter & Perry, Tanner, dan Levett-Jones memberikan kerangka kerja untuk memahami proses ini.

Pengumpulan Data

Riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan data laboratorium.

Interpretasi Data

Menganalisis data untuk mengidentifikasi masalah kesehatan.

Hipotesis

Kemungkinan penyebab masalah kesehatan.

Pemilihan Tindakan

Tindakan yang tepat berdasarkan hipotesis.

Evaluasi

Mengevaluasi efektivitas tindakan.

(4)

Clinical Judgement

Clinical judgement adalah hasil akhir dari berpikir kritis dan clinical reasoning. Ini adalah

kemampuan membuat penilaian klinis tepat berdasarkan bukti ilmiah, pengalaman, dan etika.

Komponen utamanya meliputi pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan intuisi. Faktor- faktor seperti karakteristik pasien dan konteks klinis juga berpengaruh.

Pengetahuan

Anatomi, fisiologi, patofisiologi, farmakologi, dan berbagai penyakit.

Keterampilan

Komunikasi, pemeriksaan fisik, prosedur, dan berpikir kritis.

Pengalaman

Pengalaman klinis luas membantu mengenali pola penyakit.

Intuisi

Perasaan atau firasat berdasarkan pengalaman.

(5)

Perbedaan Ketiga Terminologi

Berpikir kritis adalah fondasi, clinical reasoning adalah penerapannya dalam kesehatan, dan clinical judgement adalah keputusan akhir. Berpikir kritis bersifat universal, sedangkan clinical reasoning dan judgement spesifik untuk bidang kesehatan. Tabel berikut merangkum

perbedaan utamanya.

Fitur Berpikir Kritis Penalaran Klinis Penilaian Klinis

Fokus Proses berpikir

umum

Proses berpikir dalam konteks kesehatan

Pengambilan keputusan klinis

Lingkup Berbagai bidang Bidang kesehatan Situasi klinis spesifik

Komponen Analisis, evaluasi, sintesis

Pengetahuan medis,

pengalaman klinis, berpikir kritis

Berpikir kritis, penalaran klinis, intuisi

(6)

Tahapan Penyelesaian Masalah

Penyelesaian masalah melibatkan berpikir kritis, clinical reasoning, dan clinical judgement. Tahapannya meliputi identifikasi masalah (pengumpulan dan definisi masalah), analisis masalah (evaluasi data, identifikasi faktor relevan, dan hipotesis), generasi alternatif (brainstorming dan evaluasi alternatif), pengambilan keputusan (clinical judgement dan justifikasi), implementasi (pelaksanaan dan monitoring), dan observasi (refleksi dan pembelajaran).

1

Identifikasi Masalah

Pengumpulan dan definisi masalah.

2

Analisis Masalah

Evaluasi data, identifikasi faktor, dan hipotesis.

3

Generasi Alternatif

Brainstorming dan evaluasi alternatif.

4

Pengambilan Keputusan

Clinical judgement dan justifikasi.

5

Implementasi

Pelaksanaan dan monitoring.

6

Observasi

Refleksi dan pembelajaran.

(7)

Kesimpulan

Berpikir kritis, clinical reasoning, dan clinical judgement saling terkait dan penting dalam praktik klinis. Berpikir kritis membentuk dasar pengumpulan dan analisis data, clinical reasoning

mengintegrasikan pengetahuan dan data untuk menghasilkan rencana tindakan, dan clinical judgement menghasilkan keputusan yang tepat dan terukur.

Berpikir Kritis

Analisis informasi dan pengambilan keputusan rasional.

Clinical Reasoning

Integrasi pengetahuan dan data untuk rencana tindakan.

Clinical Judgement

Keputusan tepat dan terukur berdasarkan informasi yang ada.

(8)

Saran

Pendidikan tenaga kesehatan perlu menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, clinical reasoning, dan clinical judgement melalui pembelajaran berbasis masalah, simulasi, dan studi kasus. Lingkungan yang mendukung di institusi kesehatan juga penting, termasuk akses mudah terhadap informasi dan fasilitasi diskusi antar tenaga

kesehatan.

Pembelajaran

Pembelajaran berbasis masalah, simulasi, dan studi kasus.

Lingkungan Kerja

Akses informasi dan diskusi antar tenaga kesehatan.

(9)

Daftar Pustaka

Berikut adalah daftar pustaka yang digunakan dalam penulisan makalah ini:

Ivone, July. (2010). Critical Thinking, Intelectual Skills, Reasoning And Clinical Reasoning :

https://repository.maranatha.edu/1652/1/Critical%20thinking,%2 0intelectual%20skills,%20reasoning,%20and%20critic.pdf

2. Alfaro-LeFevre, R. (2013). Critical thinking, clinical reasoning, and clinical judgment: A practical approach. Elsevier

3. Watson, Jean. Nursing: Human science and human care: A

theory of nursing. National League for Nursing Press, 1985.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan penalaran matematis siswa setelah mendapatkan perlakuan; pada kelas eksperimen pembelajaran melalui

Hal ini dilakukan untuk melihat validitas data proses berpikir kritis siswa dengan cara. membandingkan hasil pengambilan data pertama dengan hasil pengambilan data

Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan keefektifan diperoleh dari penilaian tes keterampilan berpikir kritis, aktivitas keterampilan berpikir kritis

Dalam kategori berpikir kritis penilaian dideskripsikan bahwa subjek menyebutkan informasi yang dibutuhkan dan informasi yang tidak dibutuhkan dalam memecahkan

Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan keefektifan diperoleh dari penilaian tes keterampilan berpikir kritis, aktivitas keterampilan berpikir kritis

Penilaian kemampuan berpikir kritis siswa dapat dilakukan secara konsisten dengan menggunakan rubrik kemampuan berpikir kritis sebagai acuan dalam melakukan

Fitur E-modul Fitur Keterangan Indikator Keterampilan Berpikir Kritis Bio- Fact Fitur ini dikemas berisikan bacaan singkat yang berkaitan dengan materi Interpretasi,

“Berpikir kritis adalah sebuah proses yang dalam mengungkapakan tujuan yang dilengkapi alasan yang tegas tentang suatu kepercayaan dan kegiatan yang telah dilakukan.” Berdasarkan