• Tidak ada hasil yang ditemukan

tesis - Repository - Nobel Indonesia Institute

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tesis - Repository - Nobel Indonesia Institute"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

Saya sendiri menyatakan dengan sebenar-benarnya, bahwa sepanjang hidup saya, dalam teks skripsi ini, tidak ada karya ilmiah yang diminta oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik di suatu perguruan tinggi: Tiaggi dar : tidak ada karya* atau opini yang ditulis atau dipublikasikan *1eh *komentar lain. Tesis ini disusun sebagai tugas akhir dan syarat untuk memperoleh gelar Magister PPS STIE Nobel Indonesia Program Studi Magister Manajemen dengan judul: “Dampak Pengembangan Sumber Daya Manusia, Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Personil Direktorat Lalu Lintas Sulawesi Selatan POLISI". Saripuddin D, S.Pd., M.M dan selaku pembimbing II yang dengan sabar dan penuh perhatian memberikan bimbingan, arahan, kritik dan saran serta bersedia meluangkan waktunya selama penyusunan skripsi ini.

The author hopes that this thesis can be developed as a basis for the next researcher in the field of research management. This study aims to (1) partially analyze the effect of human resource development, motivation and discipline on the performance of South Sulawesi Police Traffic Directorate (2) simultaneously the effect of human resource development, motivation and discipline on the performance of Sulawesi Police Personnel of the Circulation Directorate. South (3) the most dominant variable affecting the performance of South Sulawesi Police Traffic Directorate personnel.

Determination of the sample using random sampling technique namely simple random sampling and obtained a sample of 72 employees from South Sulawesi Regional Police Directorate. The results of the study concluded that (1) in part, human resource development, motivation and discipline have a positive and significant effect on staff performance in the Traffic Directorate of the South Sulawesi Regional Police.

Latar Belakang

Operasi Kepolisian Pelaksanaan operasi kepolisian di bidang lalu lintas dalam rangka penyelenggaraan keamanan dan ketertiban lalu lintas. Mendorong partisipasi masyarakat Melalui kerjasama lintas sektoral, Dikmaslantas, dan pengkajian permasalahan di bidang lalu lintas. Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan dipimpin oleh Direktorat Lalu Lintas yang bertanggung jawab kepada Kapolda dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari berada di bawah kendali Wakil Kapolda.

SUBBAG RENMIN

Urren Yang bertanggung jawab atas penyusunan Rencana Strategis, Rencana Perencanaan, Renja, RKAKL, DIPA, Penilaian Kinerja, KAK atau TOR, RAB dan susunan LAKIP Satker serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program transportasi di lingkungan PU.

BAGBIN OPSNAL

Rumusan Masalah

Apakah pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan kedisiplinan berpengaruh secara parsial terhadap kinerja pegawai Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan? Apakah pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan kedisiplinan berpengaruh secara simultan terhadap kinerja personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan? Variabel manakah yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bagi pegawai Ditlantas Polda Sulsel, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wacana positif bagi pegawai dan instansi untuk meningkatkan pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan kedisiplinan sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Bagi peneliti diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan disiplin terhadap kinerja pegawai Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan.

KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator motivasi kerja terbagi menjadi dua kategori yaitu sedang dan tinggi. Indikator yang termasuk dalam kategori sedang adalah kebebasan berpendapat, sedangkan indikator yang termasuk dalam kategori tinggi antara lain semangat kerja, loyalitas terhadap pimpinan, perasaan bangga terhadap hasil yang dicapai, upah atau gaji, hadiah atau reward, tunjangan, suasana kerja, pengembangan. potensi dan kemampuan.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia

Karena perbedaan antara kegiatan pelatihan (sekarang) dan pengembangan (di masa depan) seringkali kabur, dan ini menjadi salah satu permasalahan utama. Dilihat dari sudut pandang keseluruhan, perbedaan antara kegiatan pelatihan untuk bidang pekerjaan saat ini dan kegiatan pengembangan untuk tanggung jawab di masa depan semakin kabur. Pada umumnya perusahaan yang berupaya menciptakan sesuatu adalah suatu organisasi tempat orang-orang berkumpul untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang berkesinambungan.

Meskipun Pembina dapat membantu karyawan dalam pekerjaannya saat ini, manfaat program pelatihan dapat diperoleh sepanjang karier mereka dan dapat membantu mereka maju dalam karier masa depan. Pembangunan, sebaliknya, dapat membantu individu mengambil tanggung jawab di masa depan (Subekhi danjauhar, 2012). Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan oleh perusahaan agar pengetahuan, keterampilan, dan kemampuannya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan yang dilakukannya. Pengembangan sumber daya manusia dalam jangka panjang, berbeda dengan pelatihan untuk posisi tertentu, semakin berkembang. dan banyak lagi. penting bagi departemen personalia.

Pengembangan sumber daya manusia bagi karyawan merupakan suatu proses pembelajaran dan pelatihan yang sistematis untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja mereka dalam pekerjaannya saat ini dan untuk mempersiapkan peran dan tanggung jawab di masa depan.

Tujuan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Tujuan pengembangan karyawan adalah untuk meningkatkan efisiensi energi, waktu, bahan baku dan mengurangi keausan mesin. Pengembangan pegawai ditujukan untuk mengurangi kerusakan barang, produksi, mesin karena pegawai menjadi lebih terampil dan terampil dalam melakukan pekerjaannya. Tujuan dari pengembangan tersebut adalah untuk menurunkan angka kecelakaan dikalangan karyawan, sehingga biaya pengobatan yang dikeluarkan pun berkurang.

Pengembangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan karyawan yang lebih baik terhadap pelanggan perusahaan, karena memberikan pelayanan yang baik merupakan daya tarik yang sangat penting bagi mitra perusahaan. Dengan adanya pengembangan, semangat kerja karyawan akan meningkat seiring dengan keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya, sehingga mereka bersemangat dalam melakukan pekerjaannya dengan baik. Dengan perkembangan, para manajer menjadi mampu dan lebih cepat dalam mengambil keputusan yang lebih baik karena keterampilan teknis, keterampilan manusia, dan keterampilan kepemimpinan mereka lebih baik.

Dengan berkembangnya kompensasi pegawai (gaji, upah, insentif dan tunjangan) akan meningkat karena prestasi kerjanya semakin besar. Pengembangan karyawan akan membawa manfaat yang baik bagi masyarakat konsumen karena mereka akan memperoleh barang atau jasa yang lebih berkualitas.

Tahapan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Meramalkan atau memprediksi ketersediaan pasokan dan permintaan sumber daya manusia saat ini dan di masa depan. Sementara itu, pendekatan yang digunakan dalam perencanaan sumber daya manusia adalah berorientasi pada tindakan, yang memudahkan organisasi untuk lebih fokus pada bagian atau kebutuhan keterampilan tertentu, daripada membuat jumlah yang besar untuk seluruh bagian organisasi. Menurut Manullang, tujuan pengembangan pegawai sebenarnya sama dengan tujuan pelatihan pegawai. Padahal, tujuan pelatihan atau pengembangan pegawai yang efektif menurut Manullang (2009) adalah untuk mencapai tiga hal, yaitu:

Metode Pengembangan SDM

  • Motivasi Kerja
  • Disiplin
  • Kinerja
  • Kerangka Konseptual
  • Hipotesis Penelitian
  • Definisi Operasional Variabel
  • Desain Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Skala dan Pengukuran Data
  • Pengujian Instrumen Penelitian
    • Uji Validitas Instrumen (test of validity)
    • Uji Reliabilitas Instrumen (Test Of Relibiality)
  • Metode Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data
  • Karakteristik Responden
  • Jenis Kelamin
  • Usia
    • Deskripsi Data Hasil Penelitian
  • Disiplin
  • Kinerja Pegawai
    • Pengujian Hipotesis
  • Analisis Regresi Berganda
  • Uji Statistik
  • Koefisien Determinasi (R 2 )
    • Pembahasan Hasil Penelitian

Pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan kedisiplinan turut mempengaruhi kinerja Direktorat Lalu Lintas Polda. Staf tersebut berpengaruh terhadap kinerja Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel. Pengembangan potensi manusia, motivasi dan kedisiplinan secara simultan berpengaruh terhadap kinerja personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan. Pengembangan sumber daya manusia mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel.

Disiplin merupakan kesadaran dan kemauan personel Ditlantas Polda Sulsel untuk mentaati seluruh peraturan lalu lintas Polda Sulsel sesuai dengan seluruh peraturan organisasi dan norma sosial yang berlaku. Kinerja personel merupakan prestasi/hasil kerja yang dicapai personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan dalam melaksanakan tugasnya.Variabel kinerja diukur dengan menggunakan tiga indikator yaitu: tujuan, akuntabilitas dan komitmen. Alasan penggunaan metode ini karena didasarkan pada pertimbangan bahwa metode ini sangat relevan dengan permasalahan yang akan diteliti mengenai dampak pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan disiplin terhadap kinerja personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi. Selatan.

Penelitian ini dilakukan dengan personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, lokasinya diambil berdasarkan instansi tempat peneliti bekerja, sehingga memudahkan dalam memperoleh data dan informasi yang diperlukan. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subyek yang mempunyai jumlah dan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi. Jumlah pegawai atau sumber daya manusia yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 160 orang.

Di bawah ini akan kami jelaskan ciri-ciri umum responden berdasarkan jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan senioritas responden yang bekerja di Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan. Dari Tabel 5.3 di atas, mengenai tingkat pendidikan responden pegawai Direktorat Lalu Lintas POLDA Sulawesi Selatan, sebanyak 24 orang (15%) bergelar Magister (S2). Dengan demikian, persentase terbesar responden pada jenjang pelatihan staf Strata Satu di Direktorat Lalu Lintas POLDA Sulawesi Selatan menggambarkan bahwa proses rekrutmen staf di lingkup Direktorat Lalu Lintas POLDA Sulawesi Selatan efektif mendukung kinerja pegawai.

Berdasarkan data pelatihan formal, staf Direktorat Lalu Lintas POLDA Sulawesi Selatan saat ini sangat mendukung kompetensi pegawai dan motivasi kerja untuk meningkatkan kinerja pegawai dan termasuk dalam kategori sangat mendukung. Kinerja pegawai di Direktorat Lalu Lintas POLDA Sulawesi Selatan juga dapat dipengaruhi oleh faktor senioritas, Masa kerja adalah lamanya seseorang bekerja dan juga pengalaman kerja dari pegawai yang bersangkutan. Rumusan regresi linier berganda di atas memperoleh nilai konstanta sebesar 0,079 yang artinya apabila skor yang meliputi pengembangan sumber daya manusia, motivasi kerja dan disiplin bernilai konstan, maka kinerja personel Ditlantas Polda Sulsel mempunyai nilai konstan. nilai 0,079.

Nilai koefisien regresi kedisiplinan sebesar 0,188 artinya terdapat pengaruh positif terhadap kinerja personel di Satlantas Polda Sulsel 0,188, sehingga apabila skor kedisiplinan meningkat sebesar 1 poin maka akan diikuti pula dengan peningkatan kinerja. skor personel di Satlantas Polda Sulsel 0,188 poin. Berdasarkan Tabel 16 nilai F statistik sebesar 390,933 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05 sehingga dapat diketahui terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan disiplin terhadap kinerja Sulawesi Selatan. Staf Direktorat Perhubungan Kepolisian. Hasil analisis statistik konkuren menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara pengembangan sumber daya manusia, motivasi dan kedisiplinan terhadap kinerja personel Satlantas Polda Sulawesi Selatan.

Hasil analisis parsial pengaruh motivasi terhadap kinerja personel Ditlantas Polda Sulawesi Selatan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,004<0,05 sehingga disimpulkan H1 diterima yaitu.

Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian
Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian

Simpulan

Perlu adanya peningkatan partisipasi pegawai dalam pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan baik oleh Ditlantas Polda Sulsel maupun instansi lainnya. Pengaruh motivasi terhadap peningkatan prestasi kerja ASNDinas Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. Analisis persamaan persepsi ASN terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ASN Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Jeneponto. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.

Sahrun.2010. Pengaruh budaya organisasi dan perilaku kerja terhadap kinerja ASN di Universitas Haluoleo Kendari. Tesis, Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar.

TANDA BUKTI BEBAS PLAGIASI

Dr.H.Muhammad Hidayat,SE,.MM Ketua

Gambar

Gambar 3.1. Kerangka Konsep Penelitian
Tabel 16  Hasil Uji F  Model  Sum  of
Tabel 17  Hasil Uji Parsial

Referensi

Dokumen terkait

I sl am adal ahagama Rahmatanl i lal ami n.Yangdi bawaol eh Rasul ul l ah saw.manusi a yang pal i ng mul i a,unt uk membawa kesel amat an bagisel ur uh al am.I sl am hadi r menj