PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Batasan Istilah
KAJIAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian Sebelumnya
Hasil penelitian terdahulu yang mengkaji topik moralitas dalam karya sastra dapat digunakan peneliti untuk memperkaya bahan kajian moralitas tokoh dalam novel Hafalan Sholat Delisa karya Tere Liye dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penelitian mengenai nilai moral dalam karya sastra telah banyak dilakukan oleh para peneliti, diantaranya Darojah (2013) yang melakukan penelitian dengan judul Nilai Moral dalam Novel 5 Cm (Studi Semiotik Roland Barthes). Nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel 5 cm antara lain (1) Nilai-nilai moral dalam hubungan antara manusia dengan diri sendiri, seperti kejujuran, kerja keras, percaya diri, tanggung jawab, disiplin, berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu dan cinta terhadap sesama. pengetahuan.
Penelitian mengenai nilai moral juga dilakukan oleh Wahyuni Hasbul (2013) dengan judul Nilai moral dalam novel Ibuku Tidak Gila karya Anggie D. Widowati. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan sumber data berupa dokumen yaitu novel Ibuku Not Gila karya Anggie D. Hasil analisis penelitian yang dilakukan Hasbul (2013) menunjukkan bahwa novel Ibuku Not Gila mengandung nilai-nilai moral yang digolongkan menjadi dua yaitu akhlak yang baik yaitu kejujuran, kesabaran, amanah, kesetiaan, pengendalian diri dan penyesalan.
Kajian Teori dan Konsep
- Tinjauan Hermeutika
- Moral dalam Sastra
- Teknik Penyampaian Moral
- Wujud Nilai Moral dalam Sastra
Dengan demikian, moral dalam karya sastra dapat disimpulkan dari tindakan, sikap, kewajiban, watak dan akhlak setiap tokoh dalam karya sastra tersebut. Misalnya moral dalam sebuah karya sastra mengandung nilai-nilai kebenaran dan pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarangnya dengan tujuan agar seseorang dapat membedakan nilai-nilai yang baik dan yang buruk. Pantiwintaro dkk mengemukakan ajaran moral sebagai berikut. Ajaran yang mengandung nilai moral antara lain: (1) nilai moral yang terkandung dalam hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri, (2) nilai moral yang terkandung dalam hubungan antara manusia dengan sesama manusia, (3) nilai moral terkandung dalam hubungan manusia dengan alam semesta, (4) nilai-nilai moral yang terkandung dalam hubungan manusia dengan Tuhannya.”
Kaitannya dengan moralitas dalam karya sastra, moralitas dalam karya sastra merupakan seperangkat nilai-nilai baik dan benar yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya agar pembaca mempunyai kesempatan untuk membedakan antara nilai baik dan nilai buruk. Secara umum dapat dikatakan bahwa bentuk penyampaian moralitas dalam cerita fiksi dapat dibedakan menjadi beberapa metode. Keberadaan moralitas dalam novel tidak lepas dari pandangan pengarang terhadap nilai-nilai kebenaran yang dianutnya.
Dengan demikian, dalam sebuah novel, moral adalah sesuatu yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya, dan moral adalah makna yang terkandung dalam karya, makna yang tersirat dalam cerita. Menurut Dharma (dalam Wiyatmi, ajaran moral dalam karya sastra seringkali tidak disampaikan secara langsung, melainkan melalui hal-hal yang seringkali bersifat maksiat.
Kerangka Pikir
Namun sebelum katarsis tersebut dialami, pembaca atau penonton diajak untuk menikmati dan menyaksikan peristiwa-peristiwa yang sebenarnya tidak dapat dibenarkan secara moral, yaitu adegan-adegan seperti pembunuhan atau aliran darah yang menggembirakan namun juga membuat penonton merasa jijik. Perkembangan novel di Indonesia berkembang cukup pesat, terbukti dengan hadirnya berbagai jenis novel yang telah terbit, sehingga bentuk dan isi novel tersebut pun beragam. Tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa yang dihadirkan dalam novel merupakan cerminan realitas yang dihadirkan pengarang dari suatu situasi tertentu.
Novel Hafalan Sholat Delisa karya Tere Liye dan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata merupakan karya sastra yang penuh dengan nilai moral. Kedua novel ini akan dikaji dengan menggunakan pendekatan internal dan eksternal untuk mengembangkan pemahaman terhadap novel secara komprehensif, setelah itu akan dilakukan perbandingan nilai moral para tokoh dalam kedua novel yang dianalisis.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Uji Keabsahan Data
Kedua teknik di atas akan digunakan untuk mengidentifikasi moralitas tokoh dalam novel Hafalan Salat Delisa karya Tere Liye dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Ketuhanan merupakan salah satu bentuk moralitas agama yang dapat diidentifikasi dalam novel HSD karya Tere Liye. Dalam novel HSD karya Tere Liye, syukur kepada Tuhan merupakan gambaran moral tokoh sang pencipta.
Penafsiran moralitas tokoh dalam novel HSD ini meliputi aspek, 1) peduli terhadap orang lain, 2) bersyukur dan 3) menghargai orang lain. Dalam novel HSD karya Tere Liye tergambar kehidupan saling menghormati antarindividu, seperti pada kutipan berikut. Sikap tersebut ditunjukkan tokoh Delisa kepada temannya Tiur dalam novel HSD karya Tereliye.
Selain itu, keimanan kepada Tuhan dalam novel LP karya Andrea Hirata juga terungkap dalam penggambaran azan sebagai tanda azan, seperti pada kutipan berikut. Kisah bersyukur kepada Tuhan dalam novel LP karya Andrea Hirata dapat dilihat pada kutipan berikut. Dalam LP novel karya Andre Hirata, kita bisa menemukan permohonan Ikal agar menjadi apapun yang diinginkannya, seperti pada kutipan berikut.
Kutipan di atas dapat dihadirkan sebagai kisah konsistensi dan ketabahan baik guru maupun siswa dalam novel LP karya Andre Hirata. Kepedulian terhadap sesama dalam konteks ini dalam novel LP karya Andrea Hirata dapat dilihat pada kutipan berikut. Berkat LP novel karya Andrea Hirata dapat dilihat pada kutipan di bawah ini.
Perbandingan moralitas hubungan manusia dengan orang lain menunjukkan bahwa aspek Peduli Sesama mempunyai 5 sitasi pada novel HSD dan 4 sitasi pada novel LP.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penyajian Data Penelitian
Kutipan di atas menyampaikan makna bahwa shalat merupakan perkara yang sangat penting bagi setiap muslim. Kutipan di atas menunjukkan sikap kepedulian terhadap sesama pasca tsunami Aceh dalam novel HSD Tere Liyes. Kutipan di atas menggambarkan pengorbanan Abi dengan memutuskan berhenti dari pekerjaannya di kapal tanker dan mengorbankan dirinya dengan menjadi relawan.
Kutipan di atas menunjukkan sikap mulia Sersan Ahmed yang akan melewati kota tersebut untuk mengevakuasi jenazah korban tsunami di Aceh. Kutipan di atas menunjukkan betapa pentingnya konsep amar mekruf nahi munker sebagai pesan dakwah Ilahi. Kutipan di atas dapat dimaknai sebagai pemahaman akan bahaya penyembahan berhala terhadap tatanan keimanan di mata Tuhan yang diyakini sebagai Yang Maha Esa.
Kutipan di atas menunjukkan pentingnya kedudukan doa agar setiap pemimpin juga didoakan karena amanah yang diemban oleh setiap pemimpin sangatlah berat. Kutipan di atas menunjukkan bahwa tekad penting untuk ditransformasikan melalui jalur pendidikan menjadi bekal individu. Kutipan di atas menggambarkan penyesalan Ikal yang tidak dapat membantu Lintang karena baik Lintang maupun Ikal sama-sama berada dalam situasi yang membutuhkan ketika mereka sedang menuntut ilmu.
Berdasarkan kutipan di atas, kita dapat mengatakan bahwa penyesalan adalah perasaan yang sangat tidak menyenangkan yang dirasakan akibat perbuatan tidak pantas yang dilakukan pada orang lain. Sudah seminggu, dia masih belum menemukan konsep apa pun." (LP Kutipan di atas menunjukkan rasa kasih sayang antar sesama manusia. Kutipan di atas menunjukkan bahwa kepedulian bisa berbentuk apa pun dalam arti positif.
Kutipan di atas menunjukkan arti kata terima kasih yang merupakan kata singkat namun mempunyai makna yang luas dan dalam. Kutipan di atas menunjukkan betapa Ikal sangat menghargai teman-temannya yang sama-sama berasal dari keluarga bermasalah. Makna moral yang dapat dipahami dari kutipan di atas adalah sikap demokratis Ibu Mus dalam setiap situasi.
Pembahasan
Hubungan Tere Liye antara manusia dengan Tuhan merupakan sebuah sinergi yang terkoneksi dalam keimanan setiap tokoh didalamnya. Tere Liye mempunyai moralitas budi pekerti pada aspek hubungan manusia dengan Tuhan yang ditunjukkan dalam teks novel yang menceritakan akidah atau keyakinan para tokohnya, yaitu: keyakinan bahwa Allah SWT, Allah Maha Besar, Allah Maha Bijaksana, dan Allah SWT. adalah yang paling pemaaf. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai moral yang terkandung dalam hubungan manusia dengan Tuhan antara lain bersabar dan selalu menaati perintah serta tidak melakukan hal-hal yang dilarang Tuhan.
Novel HSD dan LP sama-sama mengangkat isu sosial, namun berbeda dalam memilih peristiwa yang melatarbelakangi cerita kedua novel tersebut. Berdasarkan pernyataan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai moral yang terkandung dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri merupakan peraturan atau tata tertib yang ditaati seseorang. Dilihat dari aspek moral tokoh dan aspek hubungan manusia dengan dirinya sendiri, maka kedua novel ini saling berkaitan, yaitu masing-masing novel mengkonstruksi tokoh yang mempunyai keteguhan pendirian, optimis, dan sebagai manusia biasa mempunyai rasa kekeluargaan. menyesali.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa nilai moral yang terkandung dalam hubungan antar manusia adalah interaksi antar manusia dalam kegiatan saling mengenal, saling membantu, saling menghormati, karena tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa bantuan. milik orang lain. Wujud moralitas tokoh dalam novel HSD dan LP yang dikaji menunjukkan moralitas hubungan manusia dengan Tuhan dalam aspek ketuhanan. Novel HSD memiliki delapan kutipan, sedangkan novel LP memiliki sembilan kutipan, aspek bersyukur kepada Tuhan, Novel HSD memiliki 3 kutipan, sedangkan novel LP memiliki 4 kutipan. , aspek doa pada novel HSD terdapat 4 kutipan, sedangkan pada novel LP terdapat 3 kutipan. Dilihat dari aspek moralitas hubungan manusia dengan dirinya sendiri, terlihat bahwa aspek Tegas dalam Pendirian novel HSD terdapat dua kutipan, sedangkan novel LP terdapat empat kutipan.
Aspek Gratitude pada novel HSD terdapat 2 sitasi sedangkan LP terdapat 1 sitasi, dan aspek Respect for Other pada novel HSD terdapat 2 sitasi sedangkan novel LP terdapat 4 sitasi. Berdasarkan standar kajian moral yang digunakan dalam penelitian ini, . Nampaknya akhlak tokoh dalam novel HSD dan novel LP antara lain 1) hubungan manusia dengan Tuhan yaitu amanah, syukur dan doa, 2) hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu teguh pada keyakinan, optimis dan menyesal, dan 3) hubungan manusia dengan manusia, orang lain, yaitu peduli terhadap sesama, bersyukur dan menghargai orang lain. Berdasarkan standar kajian moral yang diterapkan dalam penelitian ini, terlihat bahwa moral tokoh dalam novel HSD dan novel LP meliputi 1) hubungan antara manusia dengan Tuhan yaitu amanah, syukur dan doa, 2) hubungan antara manusia dan dirinya sendiri yaitu teguh pada keyakinannya, optimis dan menyesal, dan 3) hubungan kemanusiaan dengan orang lain yaitu peduli terhadap orang lain, bersyukur dan menghargai orang lain.
Novel HSD karya Tere Liye dan LP karya Andrea Hirata sangat sarat akan refleksi moral para tokoh dalam kehidupan, sehingga dapat dijadikan sebagai media pencerahan dan nalar bagi pembacanya.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Saran
Kajian terhadap moralitas tokoh dalam novel merupakan suatu keharusan untuk memperkaya pengetahuan sastra, sehingga penelitian yang fokus pada permasalahan ini tetap harus dilakukan secara terus menerus dengan memilih objek dari genre sastra yang berbeda.