• Tidak ada hasil yang ditemukan

tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

0

TINGKAH LAKU SALAH SUAI PESERTA DIDIK DILIHAT DARI PENDEKATAN RATIONAL EMOTIF BEHAVIOR

THERAPY DI KELAS VII MTsN SALIDO KABUPATEN PESISIR SELATAN

JURNAL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)

DELLA AFRITA GENI M NPM: 12060145

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2016

(2)

1

Tingkah Laku Salah Suai Peserta Didik Dilihat dari Pendekatan Rational Emotif Behavior

Therapy di Kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan

Della Afrita Geni M * Rahma Wira Nita, M.Pd.,Kons **

Septya Suarja, M.Pd **

*Student

** lecturers

Program Bimbingan dan Konseling, STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACK

The background of this research was the students has maladjustment that can be seen from rational emotif behavior therapy approach. Purpose of this research was to describe: What is kind of students maladjustment that can be seen from rational emotif behavior therapy approach. Result of this research tells that students maladjustment seen from rational emotif behavior therapy approach to categorized much. There are elevent maladjustment from rational emotif behavior therapy approach, the students often doing maladjustment: 1) Responsible with other problem, 2) Expensive human, 3) Want to love and likes by others, 4) Unhappy, 5) Always have right answer for every problem. Based on the result of the research it can recommended to counseling and guidance teacher to more understanding student behavior and giving more counseling and guidance service, also to increase students wants which have maladjustment, and until the students did not maladjustment.

Keyword: Maladjusment , Rational Emotif Behavior Therapy Approach.

Pendahuluan

Peserta didik memasuki masa remaja pada rentang usia 13-16 tahun.

Masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa remaja. Masa-masa remaja adalah masa di mana remaja sangat rentan dengan berbagai hal yang dapat mempengaruhi kepribadiannya. Pada masa ini semua aspek akan berpengaruh pada pembentukan pribadi remaja. Pembentukan kepribadian remaja akan berpengaruh pada bentuk tingkah laku anak. Hal yang berada di sekeliling remaja yang sedang berkembang akan berdampak pada bentuk tingkah lakunya.

Peserta didik MTsN yang memiliki rentang umur 13-16 tahun merupakan masa remaja awal yang memiliki kebutuhan yang bersifat psikologis, seperti mendapat kasih sayang, menerima pengakuan terhadap dorongan

untuk semakin mandiri, memperoleh prestasi dalam berbagai bidang yang dihargai oleh orang dewasa dan teman sebaya, mempunyai hubungan persahabatan dengan teman sebaya, merasa aman dalam kerjasamanya sendiri. Jika kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi maka seseorang menjadi kurang semangat untuk bekerja keras, gelisah, kepekaan perasaan, dan mengalami masalah sehingga menunjukkan sikap yang bermasalah, salah satunya dengan menunjukkan tingkah laku salah suai.

Dalam proses pembelajaran, peserta didik melakukan berbagai cara untuk tercapainya suatu tujuan yang diinginkan adalah mengikuti peraturan yang telah diterapkan di sekolah. Peraturan yang diterapkan sekolah harus dipatuhi peserta didik dengan cara berinteraksi dengan teman sebaya dan guru. Dalam interaksi tersebut, membantu peserta didik untuk mendapatkan apa yang di cita-

(3)

2 citakannya. Namun masih ada juga peserta didik yang mengabaikan aturan tersebut, hal ini disebabkan oleh pemikiran peserta didik yang irasional terhadap peraturan yang ada di sekolah.

Peserta didik yang berfikiran secara irasional akan menunjukkan tingkah laku salah suai yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Menurut Cohen (Willis, 2010:5)

“Perilaku salah suai adalah tingkah laku yang melanggar, bertentangan, atau menyimpang dari aturan-aturan normatif ataupun harapan-harapan lingkungan yang bersangkutan”. Dalam perspektif pendekatan konseling rasional emotif tingkah laku bermasalah di dalamnya merupakan tingkah laku yang didasarkan pada cara berfikir yang irasional.

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perilaku bermasalah yang dihadapi peserta didik di sekolah seringkali tidak dapat dihindari, meski dengan pengajaran yang baik sekalipun. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh perilaku bermasalah peserta didik yang berasal dari pemikiran yang irasional.

Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan dari orang lain, salah satu bantuan yang disediakan sekolah adalah dengan sarana layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan oleh guru BK melalui pendekatan-pendekatan konseling.

Menurut Ellis (Komalasari, 2011:

201) “Rational Emotif Behavior Therapy menekankan bahwa tingkah laku yang bermasalah disebabkan oleh pemikiran yang irasional”. Bentuk tingkah laku salah suai berdasarkan pemikiran yang irasional yaitu :

a. Dicintai dan disetujui oleh orang lain adalah sesuatu yang sangat essensial.

b. Untuk menjadi orang yang berharga, individu harus kompeten dan mencapai setiap usahanya.

c. Orang yang tidak bermoral, kriminal dan nakal merupakan pihak yang harus disalahkan.

d. Hal yang sangat buruk dan menyebalkan adalah bila segala sesuatu

tidak terjadi seperti yang saya harapkan.

e. Ketidakbahagiaan merupakan hasil dari peristiwa eksternal yang tidak dapat di kontrol oleh diri sendiri.

f. Sesuatu yang membahayakan harus menjadi perhatian dan harus selalu diingat dalam pikiran.

g. Lari dalam kesulitan dan tanggungjawab lebih mudah dari pada menghadapinya.

h. Seseorang harus memiliki orang lain sebagai tempat bergantung dan harus memiliki seseorang yang lebih kuat yang menjadi tempat bersandar.

i. Masa lalu menentukan tingkah laku saat ini dan tidak bisa diubah.

j. Individu bertanggung jawab atas masalah dan kesulitan yang dialami oleh orang lain.

k. Selalu ada jawaban yang benar untuk setiap masalah. Dengan demikian, kegagalan mendapatkan jawaban yang benar merupakan bencana.

Berdasarkan hasil observasi pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2015 yang penulis lakukan di MTsN Salido selama melakukan PPL-BK, penulis melihat ada peserta didik yang menunjukkan tingkah laku yang bermasalah itu disebabkan oleh pemikiran yang irasional seperti: ragu mengeluarkan pendapat di depan kelas, tidak percaya diri, ingin menang sendiri, lari dari tanggung jawab yang telah diberikan (Contohnya: Piket kelas), berkelahi, merusak fasilitas sekolah dan saling menghina temannya.

Kemudian, penulis juga melakukan wawancara pada hari Senin tanggal 05 Oktober 2015 dengan guru BK, Wali kelas dan peserta didik, dan dari hasil wawancara tersebut terungkap ada peserta didik yang merasa rendah diri, merasa putus asa, merasa tidak diterima dalam lingkungan belajar dan merasa diabaikan.

Sikap yang di tunjukkan oleh peserta didik ini akan sangat mengganggu peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk mengubah pemikiran peserta didik yang irasional tersebut peneliti menggunakan teori ABCD untuk mengubah pemikiran

(4)

3 peserta didik yang irasional menjadi rasional.

Metode Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dimana mendiskripsikan suatu gejala, fakta, peristiwa atau kejadian yang sedang atau sudah terjadi apa adanya (Yusuf, 2005: 83)

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang akan menghasilkan data mengenai gejala, fenomena, atau fakta yang diteliti dengan menggunakan data deskriptif dengan kata-kata dan tindakan dari perilaku yang telah diamati.

Penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan hal-hal yang saat ini berlaku.

Penelitian ini tidak menguji hipotesis melainkan hanya mendekripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel yang diteliti. Penelitian ini akan mengungkapkan gambaran mengenai bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy.

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2016. Adapun tempat atau lokasi untuk melaksanakan penelitian adalah di MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan.

Adapun alasan peneliti melakukan penelitian di tempat ini karena berdasarkan observasi dan wawancara yang peneliti lakukan banyaknya peserta didik yang melakukan tingkah laku salah suai disebabkan oleh pemikiran peserta didik yang irasional.

Peneliti mengambil sasaran yang akan diteliti yaitu peserta didik kelas VII di MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan. Populasi dari penelitian ini sebanyak 243 orang dan sampel penelitian yaitu sebanyak 70 orang.

Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.

Jenis data yang digunakan ialah jenis data interval. Menurut Yusuf (2005:133) variable interval adalah antara kategori dalam variable ini dapat diketahui selisih atau jumlahnya dansatuan ukuran mempunyai unit sama. Jadi data yang di intervalkan dalam penelitian ini adalah “ Tingkah Laku Salah Suai Peserta Didik Dilihat dari Pendekatan

Rational Emotif Behavior Therapy

”.

Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder sejalan dengan pendapat Bungin (2013:132) menjelaskan:

a. Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian.

b. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder dari data yang kita butuhkan.

Analisis data dilakukan setelah data terkumpul melalui angket. Data yang terkumpul melalui angket dideskripsikan melalui pengolahan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Memeriksa kelengkapan isi instrumen (angket) yang telah diterima dari sampel penelitian.

b) Membuat tabel pengolahan data berdasarkan item pernyataan penelitian yang telah dijawab responden.

c) Mencari dan menghitung jumlah skor serta memasukkan data ke tabel pengolahan.

d) Mencari presentase untuk setiap data atau total skor pernyataan sabyek penelitian dengan rumus presentase yang dikemukakan oleh Yusuf (2007:224) sebagai berikut:

 100 N P F

Keterangan : P = Persentase F = Frekuensi n = Jumlah sampel 100 = Bilangan tetap

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di Kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan sebagai berikut:

1. Bentuk Tingkah Laku Salah Suai Peserta Didik Dilihat dari Pendekatan Rational Emotif Behavior Therapy di Kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan Secara Umum

(5)

4 Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, gambaran secara umum bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido berada pada kategori banyak.

Bentuk tingkah laku salah suai yang banyak dilakukan oleh peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy yaitu : 1) Ingin dicintai dan disetujui oleh orang lain, 2) Menjadi orang yang berharga, 3) Orang yang tidak bermoral merupakan pihak yang harus disalahkan, 4) Apabila sesuatu tidak sesuai dengan yang diinginkan, 5) Ketidakbahagiaan, 6) Sesuatu yang membahayakan harus menjadi perhatian, 7) Lari dari tanggungjawab, 8) Harus memiliki tempat bergantung, 9) Masa lalu menentukan tingkah laku saat ini, 10) Bertanggung jawab atas masalah orang lain, 11) Selalu ada jawaban yang benar untuk setiap masalah.

Dari sebelas indikator, ada satu indikator yang berada paling banyak dari indikator lainnya yaitu bertanggung jawab atas masalah orang lain. Dan jika ini dibiarkan terjadi, tentunya akan banyak peserta didik yang menyalahkan diri sendiri jika peserta didik tidak bisa membantu temannya. Peserta didik yang menyalahkan diri sendiri ini, itulah yang diakibatkan oleh pemikiran yang irasional.

Dan jika bentuk tingkah laku salah suai ini dibiarkan terjadi dan tidak segera diatasi oleh guru BK, maka akan membuat peserta didik semakin banyak melakukan tingkah laku salah suai, dan ini juga akan menjadi contoh bagi peserta didik yang lain untuk mengikuti tingkah laku salah suai dikarenakan pemikiran peserta didik yang irasional.

Jika tingkah laku salah suai ini dapat diatasi oleh guru BK, guru mata pelajaran dan peserta didik itu sendiri, tentunya tidak akan ada lagi peserta didik yang melakukan tingkah laku salah suai, dan peserta didik lebih bisa untuk berfikiran dan memandang segala sesuatu secara rasional. Dan peserta didik juga lebih bisa untuk menjalankan kegiatan belajar sehari-hari dengan lebih efektif dan bertanggung jawab sebagai peserta didik.

Sukardi (1985: 89) mengemukakan

“Individu yang berfikir tidak rasional itu individu yang merasa dicela, diejek dan tidak

diacuhkan oleh individu lain karena ia memiliki keyakinan dan berfikir bahwa individu lain itu mencela dan tidak mengacuhkan dirinya”. Dari pemikiran peserta didik yang irasional itulah yang membuat peserta didik banyak melakukan tingkah laku salah suai yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain

a. Indikator Ingin Dicintai dan Disetujui oleh Orang Lain

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Hal ini disebabkan oleh peserta didik yang berfikir secara irasional.

Menurut Ellis (Hartono, 2012: 133) “ Manusia memiliki kecenderungan untuk berfikir secara irasional, kebiasaan untuk merusak diri, berfikir sia-sia, dan tidak toleransi terhadap lingkungannya. Hal ini akan semakin kuat jika lingkungan dimana mereka ada pendukungnya”.

b. Indikator Menjadi Orang yang Berharga

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Jika peserta didik terus menunjukkan sikap yang seperti ini, tentunya akan sangat merugikan peserta didik itu sendiri. Karena peserta didik menampilkan sikap yang bukan dirinya hanya karena ingin dihargai.

Menurut Elida (2006: 140) “Tingkah laku bermasalah peserta didik dapat dikelompokkan menjadi tingkah laku yang melanggar hukum, merusak dan menghancurkan kehidupan orang lain, menghancurkan diri sendiri, dan menghancurkan alam sekitar”.

c. Indikator Orang yang Tidak Bermoral Merupakan Pihak yang Harus Disalahkan

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah

(6)

5 laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Dan jika ini dibiarkan terjadi, tentunya peserta didik akan selalu menyalahkan teman yang tidak mau menolongnya. Hal ini disebabkan oleh pemikiran pesrta didikn yang irasional.

Menurut Elida (2006: 140) “Tingkah laku bermasalah peserta didik dapat dikelompokkan menjadi tingkah laku yang melanggar hukum, merusak dan menghancurkan kehidupan orang lain, menghancurkan diri sendiri, dan menghancurkan alam sekitar”.

d. Indikator Apabila Sesuatu Tidak Sesuai dengan yang Diharapkan

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Jika hal ini dibiarkan terjadi, tentunya akan banyak peserta didik yang merasa dijauhi oleh lingkungan sekitarnya. Peserta didik yang merasa diacuhkan ini, itulah yang diakibatkan oleh pemikiran peserta didik yang irasional.

Dan jika ini dibiarkan terjadi, tentunya akan banyak peserta didik yang melakukan tingkah laku salah suai akibat pemikiran yang irasional.

Menurut Ellis (Hartono, 2012: 133)

“Manusia memiliki kecenderungan untuk berfikir secara irasional, kebiasaan untuk merusak diri, berfikir yang sia-sia, dan tidak toleransi terhadap lingkungannya.

Hal ini akan semakin kuat jika lingkungan dimana mereka ada pendukungnya”.

e. Indikator Ketidakbahagiaan

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan. Peserta didik yang menunjukkan sikap seperti ini dikarenakan pemikiran yang irasional yang menganggap bahwa dirinya tidak dianggap

oleh lingkungan sekitar. Dan jika ini dibiarkan terjadi, akan membuat peserta didik selalu menunjukkan tingkah laku salah suai.

f. Indikator Sesuatu yang Membahayakan Harus Menjadi Perhatian

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak.

Menurut Almighwar (2006: 190)

“tingkah laku bermasalah yang kuat atau tingkah laku salah suai adalah tingkah laku yang muncul akibat adanya rasa tidak enak, rasa tercekam, rasa tertekan yang didorong oleh faktor-faktor yang kontradiktif dalam diri seseorang, yang secara kuat pula menimbulkan berbagai tindakan mengundurkan diri secara berlebihan atau agresif yang berlebihan”.

g. Indikator Lari dari Tanggung Jawab Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak.

Menurut Elida (2006: 140) “Tingkah laku bermasalah peserta didik dapat dikelompokkan menjadi tingkah laku yang melanggar hukum, merusak dan menghancurkan kehidupan orang lain, menghancurkan diri sendiri, dan menghancurkan alam sekitar”.

h. Indikator Harus Memiliki Tempat Bergantung

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Jika peserta didik selalu mengandalkan bantuan orang lain untuk mengerjakan sesuatu, peserta didik tidak akan bisa mengandalkan kemampuan yang dimilikinya. Dan jika hal ini terus

(7)

6 dibiarkan, peserta didik akan menjadi malas, dan akan selalu bergantung pada orang lain dan tidak mau bekerja sendirian.

i. Indikator Masa Lalu Menentukan Tingkah Laku Saat Ini

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Jika peserta didik selalu menunjukkan sikap yang seperti ini, peserta didik tidak akan bisa berkembang dan akan selalu lari dari kenyataan. Hal ini disebabkan oleh pemikiran yang irasional.

j. Indikator Bertanggung Jawab Atas Masalah Orang Lain

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak. Dan jika ini dibiarkan terjadi, tentunya akan banyak peserta didik yang menyalahkan diri sendiri jika peserta didik tidak bisa membantu temannya. Peserta didik yang menyalahkan diri sendiri ini, itulah yang diakibatkan oleh pemikiran yang irasional. Dan jika bentuk tingkah laku salah suai ini dibiarkan terjadi dan tidak segera diatasi oleh guru BK, maka akan membuat peserta didik semakin banyak melakukan tingkah laku salah suai, dan ini juga akan menjadi contoh bagi peserta didik yang lain untuk mengikuti tingkah laku salah suai dikarenakan pemikiran peserta didik yang irasional.

k. Indikator Selalu Ada Jawaban yang Benar Untuk Setiap Masalah

Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido Kabupaten Pesisir Selatan berada pada kategori banyak.

Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa

tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido sebagai berikut: Tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido secara keseluruhan berada pada kategori banyak.

1. Bentuk Tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator ingin dicintai dan disetujui oleh orang lain berada pada kategori banyak.

2. Bentuk Tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator menjadi orang yang berharga berada pada kategori banyak.

3. Bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator orang yang tidak bermoral merupakan pihak yang harus disalahkan berada pada kategori banyak.

4. Bentuk Tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator apabila sesuatu tidak sesuai dengan yang diharapkan berada pada kategori banyak.

5. Bentuk Tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator ketidakbahagiaan berada pada kategori banyak.

6. Bentu tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator sesuatu yang membahayakan harus menjadi perhatian berada pada kategori banyak.

7. Bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator lari

(8)

7 dari tanggung jawab berada pada kategori banyak.

8. Bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator harus memiliki tempat bergantung berada pada kategori banyak.

9. Bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator masa lalu menentukan tingkah laku saat ini berada pada kategori banyak.

10. Bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator bertanggung jawab atas masalah orang lainberada pada kategori banyak.

11. Bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy di kelas VII MTsN Salido dilihat dari indikator selalu ada jawaban yang benar untuk setiap masalah berada pada kategori banyak.

b. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diberikan beberapa saran kepada:

1. Peserta Didik, diharapkan agar peserta didik bisa meminimalisir tingkah laku salah suai yang banyak dilakukan oleh peserta didik diantaranya cemburu bila teman dekat berteman dengan orang lain, cabut dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, suka mengingkari janji dengan teman dan malas melaksanakan piket kelas.

2. Guru BK, diharapkan kepada guru BK dapat menjadi informan dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik dan dapat memahami karakter peseta didik yang terkait dengan bentuk tingkah laku salah suai yang banyak dilakukan diantaranya cemburu bila teman dekat berteman dengan orang lain, cabut dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, suka mengingkari janji dengan teman dan malas melaksanakan piket kelas.

3. Guru Mata Pelajaran, diharapkan untuk dapat mengatasi tingkah laku salah suai yang banyak dilakukan oleh peserta didik diantaranya cemburu bila teman dekat berteman dengan orang lain, cabut dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, suka mengingkari janji dengan teman dan malas melaksanakan piket kelas, sehingga pembelajaran di sekolah dapat berjalan optimal.

4. Wali Kelas, diharapkan untuk dapat mengatasi tingkah laku salah suai yang banyak dilakukan oleh peserta didik diantaranya cemburu bila teman dekat berteman dengan orang lain, cabut dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, suka mengingkari janji dengan teman dan malas melaksanakan piket kelas.

5. Kepala Sekolah, gar dapat bekerjasama dengan pihak guru, orang tua, dan masyarakat sekitar untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif tanpa adanya tingkah laku salah suai yang dilakukan oleh peserta didik, diantaranya cemburu bila teman dekat berteman dengan orang lain, cabut dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, suka mengingkari janji dengan teman dan malas melaksanakan piket kelas.

6. Pengelola Program Studi BK, hendaknya

meningkatkan mutu dalam

mengembangkan dan meningkatkan kualitas calon guru BK yang akan mamasuki dunia kerja baik di lapangan maupun di sekolah secara profesional.

7. Peneliti selanjutnya, melalui penelitian ini diharapkan bisa menjadi pedoman dan acuan untuk meneliti lebih lanjut dengan variable yang berbeda khususnya bentuk tingkah laku salah suai peserta didik dilihat dari pendekatan rational emotif behavior therapy.

Kepustakaan

Almighwar, Muhammad. 2006.

PsikologiRemaja. Bandung:

Pustaka Setia

(9)

8 Bungin, Burhan. 2011. Metodologi Penelitian

Kuantitatif : Komunikasi, Ekonomi dan Kebijakan Publik serta Ilmu- ilmu Lainnya (Edisi Kedua).

Jakarta: Kencana.

Hartono. 2012. Psikologi Konseling. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Komalasari, Gantina. 2011. Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: INDEKS.

Prayitno, Ellida. 2006. Psikologi Perkembangan Remaja. Padang:

Angkasa Raya.

Willis, S. Sofyan.2010. Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta Yusuf A. Muri. 2005. Metodologi Penelitian.

Padang: UNP Press.

Referensi

Dokumen terkait

Membentuk kedisiplinan perlu diberikan punishment (hukuman) yang merupakan bagian dari sebuah pendidikan yaitu untuk memperbaiki tingkah laku peserta didik. Tujuan

Jika dilihat dari nilai koefisien β maka didapatkan hasil bahwa untuk meningkatkan disiplin kita dapat menggunakan jalur langsung, yaitu dengan cara memperbaiki iklim organisasi yang