• Tidak ada hasil yang ditemukan

tinjauan hukum islam terhadap praktik jual beli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "tinjauan hukum islam terhadap praktik jual beli"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Aktiviti muamalah yang sering dilakukan oleh manusia ialah berjual beli atau jual beli, hukum jual beli adalah dibenarkan. Untuk melakukan transaksi jual beli, terdapat peraturan dan syarat yang perlu dipatuhi sebelum transaksi jual beli dibuat.

Rumusan Masalah

Oleh karena itu penulis terdorong untuk melakukan kajian dan analisis mendalam mengenai proses penyembelihan dan penjualan daging kambing yang sakit dalam bentuk skripsi yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Daging Kambing Sakit di Desa Sraten Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo”.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Telaah Pustaka

14 Mutiara Puspita, “Tinjauan Hukum Islam Tentang Jual Beli Kambing Sakit Melalui Biaya Masyarakat (Studi di Desa Gisting Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus)”. 15 Nurul Amalia, Tinjauan Perundang-undangan Islam Tentang Jual Beli Ternak Sakit (Studi di Desa Bumisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan)”, Skripsi (Lampung Selatan: UIN Raden Intan Lampung, 2019).

Metode Penelitian

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian saya adalah penelitian ini membahas tentang hukum akad jual beli sapi bunting di desa Sritirejo Kencono kecamatan Kota Gajah kabupaten lampung tengah. Sedangkan penelitian saya adalah proses penyembelihan dan jual beli daging kambing sakit di Desa Sraten Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian saya adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam Penelitian Kualitatif pengamat atau peneliti memegang peranan penting dalam pengumpulan data, dalam penelitian ini sangat disarankan kehadiran peneliti untuk melakukan observasi lapangan secara langsung, peneliti dalam hal ini disebut dengan partisipan pengamat.

Data penelitian merupakan data yang dihasilkan dari kegiatan penelitian terhadap permasalahan yang diteliti.19 Data yang dihasilkan berupa hasil wawancara yang berkaitan dengan proses penyembelihan kambing dan jual beli daging kambing yang sakit. Informan dalam penelitian ini adalah Mbah Meseri dan 4 orang lainnya sebagai peternak kambing dan pembeli daging kambing yang sakit. Uji validasi dan reliabilitas dalam penelitian kualitatif disebut dengan pemeriksaan keabsahan data dengan memperhatikan kriteria derajat reliabilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Dalam kaitannya dengan pengecekan data, triangulasi berarti suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data yang ditransfer. dengan menggunakan data lain untuk memeriksa atau membandingkan data,25 seperti penelitian sebelumnya atau tinjauan pustaka.

PENYEMBELIHAN DAN JUAL BELI MENURUT SYARIAT

Proses Penyembelihan Hewan

  • Pengertian penyembelihan Hewan
  • Jenis-jenis penyembelihan Hewan
  • Jaminan keamanan pangan
  • Syarat Penyembelihan Hewan
  • Cara Penyembelihan Hewan
  • Hal-hal yang makruh dalam penyembelihan Hewan

An-Nahr, An-Nahr menyembelih dengan cara menusuk leher unta, iaitu rongga yang terletak di antara pangkal kerongkong dan dada unta, supaya alat sembelihan dapat sampai ke jantung dan haiwan yang disembelih itu cepat mati b . Dalam ayat di atas dapat disimpulkan bahawa Allah SWT telah memberikan kepada manusia kemampuan untuk dapat mengukur halal dan haram mengikut syariat Islam, khususnya dalam hal makanan yang berkaitan dengan penyembelihan ini, yang tidak disembelih. dengan nama Allah sama seperti bangkai dan haram dimakan. Alat-alat yang digunakan untuk penyembelihan mestilah berupa alat tajam yang boleh digunakan untuk mencederakan, membolehkan darah mengalir dan memotong kerongkong binatang tersebut, seperti pisau, batu, pedang, kaca dan kayu yang berunsur tajam, kecuali gigi, tulang dan kuku.

Dengan menyebut nama Allah, sebarang penyembelihan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah adalah haram dimakan sama ada secara sengaja atau tidak sengaja. 35. Semua alat yang digunakan untuk memotong binatang adalah dibenarkan kecuali yang dilarang oleh Rasulullah SAW iaitu menggunakan tulang, gigi dan kuku. 36. Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Dru>quthni> daripada Abu> Hurayra r.a bahawa Rasu>lull>ah saw bersabda: "jangan tergesa-gesa mengakhiri hidup sebelum disembelih". Islam mengajar sembelihan. menggunakan senjata tajam, dan juga dilarang menyembelih binatang dengan mengulitinya sebelum disembelih, kerana ini sama seperti memakan bangkai.

Penyembelihan hewan menurut Fatwa MUI No 12 tahun 2009

  • Ketentuan umum
  • Ketentuan hukum

Hal ini berlaku pada saat keadaan darurat, misalnya pada hewan liar atau berukuran besar, sehingga penyembelihan tidak dapat dilakukan dengan baik.38.

Konsep Jual Beli

  • Pengertian jual beli
  • Dasar hukum jual beli
  • Rukun dan Syarat Jual Beli
  • Macaam-macam jual beli
  • Khiya>r dalam Jual Beli
  • Etika dalam jual Beli

Jual beli bayi hewan yang masih dalam kandungan induknya karena barang yang diperjualbelikan belum ada sehingga tidak diperbolehkan. Jual beli itu ada tiga macam, yaitu: jual beli barang yang kasat mata, jual beli yang ciri-cirinya tercantum dalam janji, dan jual beli barang yang tidak ada.50. Jual Beli Benda Yang Terlihat Maksudnya dalam pelaksanaan akad jual beli antara penjual dan pembeli terdapat suatu barang yang diperjualbelikan atau terlihat oleh mata.

Jual beli fasid ialah jual beli yang rosak dan apabila kerosakan itu berkaitan dengan harga barang dan boleh dibaiki. Ia adalah jual beli yang barangannya tidak diketahui secara global jika kemajuannya menyeluruh. Hanafi>yah membolehkan walaupun tanpa ilmu alam sekalipun dengan syarat khiya>r seperti jual beli barang yang berkotak-kotak atau bermeterai dan sebagainya.

Jual beli barang beserta hartanya merupakan bagian dari yang diperuntukkan (Bai’ul Atba Wal Aushof Binahwi > Maqsud). Khiya>r majlis hanya berlaku pada akad yang mengikat kedua belah pihak, misalnya jual beli dan sewa.

PRAKTIK JUAL BELI DAGING KAMBING SAKIT DI DESA

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Mbah Meseri merupakan informan pertama yang peneliti wawancarai, Mbah Meseri lahir pada tahun 1957 di Ponorogo dan kini berusia 66 tahun, beralamat di Desa Sraten Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Mbah Meseri mulai melakukan praktik penyembelihan kotak pada tahun 2000an, dimana banyak orang yang menggunakan tenaganya untuk membantu menyembelih kambing yang sakit. Ia lebih tertarik menyembelih kambing yang sakit karena harga beli kambingnya relatif murah dan daging kambingnya bisa dijual kembali dengan harga yang relatif lebih murah.

Dan juga sebagian besar masyarakat yang mendapati kambingnya sakit lebih memilih untuk menjualnya kepada Mbah Meseri karena masih ada harga jualnya, sedangkan jika mereka membawanya ke tukang jagal hewan lain, mereka menganggap daging kambing tersebut tidak layak untuk dijual atau dikonsumsi. . Selain menyembelih kambing, Mbah Meseri juga bekerja sebagai petani, tukang pijat, pedagang grosir buah-buahan seperti mangga, rambutan dan lain-lain yang kemudian dialihkan menjadi pemetik buah.

Proses Penyembelihan Hewan

Mbah Meseri juga mengatakan cara menyembelih kambing mempengaruhi bau (prengus) dan rasa daging kambing, karena cara menyembelih kambing adalah dengan mengayunkan pisau beberapa kali atau maju mundur. Pergerakan pisau mempengaruhi rasa dan bau daging kambing (solahe ladeng daso iromo ora angger), jika ditebaskan pada bulu kambing setelah pukulan pisau dapat dipastikan daging kambing tersebut berbau prengus dan pisau yang digunakan harus tajam dan merupakan pisau yang khusus digunakan untuk menyembelih. Jangan dicampur karena bisa mempengaruhi rasa daging kambing.” 56. Masyarakat Desa Sraten sudah lama mengenal Mbah Meseri sebagai tukang jagal kotak, namun kambingnya istimewa.

Dalam hal ini yang menentukan halal atau haramnya hewan yang disembelih adalah jika hewan yang disembelih tidak memenuhi syarat penyembelihan maka dapat dikatakan gagal penyembelihan atau hewan tersebut menjadi haram untuk dimakan. Rukun dalam penyembelihan hewan ada tiga macam, yaitu orang yang menyembelih, hewan yang akan disembelih, dan alat yang akan digunakan dalam penyembelihan. Hewan yang akan disembelih haruslah hewan yang halal untuk dimakan serta harus dalam keadaan hidup dan sehat.

Jual beli daging Kambing sakit di Desa Sraten kecamatan jenangan

Jual beli yang dilakukan masyarakat Sraten adalah jual beli daging kambing yang sakit. Pertama, peternak kambing menyadari kambingnya sakit, setelah diberi obat dan menunggu selama 24 jam tidak ada perubahan, maka kambing tersebut disembelih di tempat pemotongan kambing. Analisis Hukum Islam Jual Beli Daging Kambing Sakit di Desa Sraten Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo Desa Sraten Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Jual beli disini adalah jual beli daging kambing yang sedang sakit, namun sakitnya tidak menahun seperti masok.

Jual beli daging kambing yang sakit dengan cara memotong dagingnya menjadi 14 bagian, dan sisanya juga dipotong menjadi 14 bagian. Berdasarkan uraian di atas maka jual beli daging kambing yang sakit adalah sah menurut hukum Islam karena kambing yang disembelih tidak mempunyai penyakit berat atau penyakit kronis seperti PMK, antraks dan lain-lain sehingga daging tersebut aman untuk dikonsumsi. Hukum Islam Pengendalian jual beli daging kambing yang sakit di Desa Sraten Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sah menurut hukum Islam karena kambing yang disembelih tidak mempunyai penyakit kronis seperti PMK, penyakit antraks dan lain-lain.

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI

Analisis Hukum Islam Terhadap Jual Beli Daging Kambing Sakit di

Seiring berjalannya waktu, jual beli terus berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi, dimana semakin hari semakin banyak pelaku ekonomi. Tinjauan Hukum Islam terhadap Proses Penyembelihan Kambing Sakit di Desa Sraten Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, sah menurut syariat Islam. Penjual kambing hendaknya hanya menjual kambing yang sehat agar baik untuk dikonsumsi manusia dan tidak menimbulkan kerugian dikemudian hari.

Penjual daging kambing hendaknya melakukan transaksi muamalah sesuai dengan syariat Islam yang baik dan benar agar muamalahnya mendapat keberkahan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Amalia Nurul, Tinjauan Hukum Islam Tentang Jual Beli Ternak Sakit (Studi di Desa Bumisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan)", skripsi (Lampung Selatan: UIN Raden Intan Lampung, 2019. Carito Purwo, "Praktik Jual Beli Ternak akad peternakan sebagai hukum ekonomi berperspektif syariah (Studi kasus jual beli sapi bunting di Desa Sritirejo Kencono.

PENUTUP

KESIMPULAN

Karena proses penyembelihannya sesuai dengan syariat Islam dan hewan yang disembelih tidak membahayakan orang yang mengkonsumsi daging tersebut.

SARAN

Pembeli kambing yang sakit hendaknya selektif dalam membeli daging kambing terutama dalam hal konsumsi dan mengutamakan kesehatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ahmad Jahya Al-Falfi Sulaiman Ringkasan Fiqih Sunnah, diterjemahkan oleh Ahmad Tirmidzi dkk, dari judul asli Fiqih Sunnah, (Jakarta: Pustaka al-Kutsar, 2013). Mardani, Fiqih Muamalah Fiqih Ekonomi, (Jakarta: Kencana, 2012) Rahman Ghazaly Abdul, Fikh Muamalat, (Jakarta: Kencana, 2010).

Rosyidi Djalal, Rumah Potong Hewan dan Teknik Penyembelihan Ternak Islami, (Malang: Brawijaya University Press, 2017). Soemitra Andri, Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqih Muamalah pada Lembaga Keuangan dan Bisnis Modern, (Jakarta Timur, Prenada Media Group, 2019), 64 Soemitra Andi, Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqih. Sulaiman Ahmad Yahya Al-Falfi Syaikh, Rangkuman Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq, (Jakarta: Pustaka Al-Kutsar, 2013).

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dikaji, dilihat dari rukun dan syarat jual beli, ada beberapa kasus yang tidak memenuhi syarat dan rukun jual beli, seperti kasus penipuan blackberry oleh Hafid

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa: Obyek jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli di Rumah Sakit Umum Daerah Harjono Ponorogo ada

analisis, yakni penelitian yang menggambarkan data dan informasi yang diperoleh peneliti di lapangan mengenai praktik jual beli teralis pada bengkel Logam Jaya di Desa Ngadiluwih

Collection Desa Singosaren Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo dengan sistem kredit mengenai perihalperspektif penjual mengarahkan ke jual beli kredit, perspektif

Dalam jual-beli yang belum menimbulkan hak dan kewajiban penjual dan pembeli memiliki hak pilihan Untuk membatalkan jual beli itu Pasal 93 KHES.79 Analisis penulis terkait Praktik Jual

Dalam jual beli ini tidak ada yang dirugikan atau di untungkan penjual atau pembeli selain menggunakan sistem timbangan dalam jual beli merupakan salah satu cara yang sah dalam Islam

Dilihat dari segi objek jual belinya ma’qu>d „alaih, penulis melihat bahwa sebagian syarat-syarat hukum Islam telah terpenuhi dalam praktek jual beli motor kredit dengan pengalihan

Dari data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penetapan harga dalam praktik jual beli kelapa sawit di Desa Sri Agung Kecamatan Batang asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi ini