• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Pustaka Sistematis

N/A
N/A
Afina Nur Aini

Academic year: 2024

Membagikan " Tinjauan Pustaka Sistematis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PROKRASTINASI (PENUNDAAN AKADEMIK) DIKALANGAN MAHASISWA

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PROCRASTINATION (ACADEMIC DELAY) AMONG STUDENTS

Afina Nur Aini ¹, Fadillah Fiqri Fatwa ², Mita Liana ³

Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No. 15, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75124, Indonesia

e-mail: [email protected]

ABSTRACT

Academic procrastination is the activity of postponing work related to academic tasks. This research has the purpose of research to provide an overview of academic procrastination that occurs in students. The method used is a systematic literature review based on articles published on Google Scholar in the last ten years (2012-2022) with the keyword "Academic procrastination among students". The results obtained from the study that describes procrastination in students show that the level of procrastination in students is still quite high. The causes of procrastination also vary, including from within the individual itself such as laziness, impulse factors from the surrounding environment, anxiety factors related to the assessment or evaluation of tasksthat are carried out and many more.

Keywords: Academic Procrastination, Students, Systematic Literature Review, Academic Task

ABSTRAK

Prokrastinasi akademik adalah kegiatan penundaan pekerjaan terkait tugas-tugas akademik. Penelitian ini memiliki tujuan penelitian untuk memberikan gambaran tentang prokrastinasi akademik yang terjadi pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berdasarkan artikel yang dipublikasikan pada Google Scholar dalam sepuluh tahun terakhir (2012-2022) dengan kata kunci

“Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa”. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang menggambarkan prokrastinasi pada mahasiswa ini menunjukan bahwa tingkat prokrastinasi pada mahasiswa masih cukup tinggi. Penyebab terjadinya prokrastinasi tersebut juga beraneka ragam antara lain dari dalam individu itu sendiri seperti kemalasan, faktor dorongan dari lingkungan sekitar, faktor kecemasan terkait penilaian atau evaluasi tugas akademik yang dikerjakan dan masih banyak lagi.

Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa, Tinjauan Pustaka Literatur, Tugas Akademik

PENDAHULUAN

Penundaan secara psikologis dikenal sebagai penundaan. Orang yang tidak tahu bagaimana mengatur waktu dengan baik dan terlambat bekerja. Penundaan adalah kecenderungan umum untuk menunda memulai atau menyelesaikan suatu prestasi untuk terlibat dalam kegiatan lain yang tidak berguna, menyebabkan mereka melambat,

gagal menyelesaikan tugas tepat waktu, dan sering terlambat menghadiri rapat (Solomon et al Rothblum, 1984:505). Procrastination berasal dari bahasa Latin Pro, artinya maju, memajukan, menahan dan Crustinus artinya besok (Steel, 2006). Itu sebabnya sejak awal dia mengatakan bahwa menunda-nunda berarti melakukan tugas besok, bukan tugas hari ini. Orang yang Prokrastinasi disebut FIRST RECEIVED:

05 Maret 2023

REVISED:

24 Maret 2023

ACCEPTED:

26 Maret 2023

PUBLISHED:

(2)

Prokrastinator. Prokrastinasi adalah penundaan yang disengaja dari perilaku yang diinginkan meskipun penundaan tersebut dapat memiliki konsekuensi negatif.

Prokrastinasi akademik adalah menunda kegiatan akademik dalam pendidikan tinggi, prokrastinasi akademik sangat berbahaya karena dapat dan memang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Bentuk-bentuk prokrastinasi misalnya mengabaikan tugas- tugas dari dosen, tugas-tugas dianggap remeh atau dianggap terlalu mudah, browsing internet yang terlalu lama yang tidak ada kaitannya dengan tugas kuliah, misalnya tugas sudah tertukar ddengan user lain, kehilangan fitur-fitur yang sangat penting.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jannah (2014) di Fakultas Universitas Negeri Surabaya menunjukkan bahwa 55%

mahasiswa kategori sedang untuk melakukan prokrastinasi dan 29% dalam kategori tinggi.

Sisanya 16% dari mereka terlibat dalam prokrastinasi akademik tingkat rendah.

Penelitian lain oleh Muyana (2018) menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa adalah 6% pada kategori sangat tinggi, 81% pada kategori tinggi, 13% pada kategori sedang dan 0% pada kategori rendah.

Prokrastinasi mahasiswa terjadi karena beberapa faktor seperti: Keyakina pada kompetensi, Gangguan defisit perhatian, Faktor sosial, Spontanitas, Kemalasan, Manajemen waktu.

Menurut hasil beberapa Wawancara dengan mahasiswa Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Rabu, 15 Oktober 2014), alasan penundaan pekerjaan termasuk tugas kuliah adalah kemalasan mereka, suka main dan moddy, waktu pengumpulan masih lama (rencana sangat sedikit). Selain itu, persepsi mahasiswa terhadap kesulitan tugas terkait dengan bantuan teman, kurangnya

referensi untuk tugas yang diberikan, prioritas kegiatan ekstrakulikuler seperti organisasi, tugas tidak menarik, persepsi fakultas, pekerjaan dan organisasi.

Meskipun penundaan akademik memiliki konsekuensi negatif, banyak ahasiswa yang masih melakukannya. Bernard (1991) memberikan 10 alasan mengapa mahasiswa prokrastinasi. Secara khusus, memiliki aktivitas yang tidak menyenangkan, ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas yang sulit, tidak tahu dimana harus mengerjakan tugas, ketidakmampuan mengatur waktu, gangguan dari lingkungan, kecemasan tentang penilaian kemampuan dan keinginan untuk memberontak terhadap otoritas, stres, depresi dan kelelahan.

Penelitian ini berkaitan dengan Prokrastinasi Mahasiswa (penundaan akademik), penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi mahasiswa terkait dengan kecenderungan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Hasil penelitian juga diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi perkembangan kajian psikologi terkait prokrastinasi akademik mahasiswa. Selain itu, ini memberi mahasiswa pemahaman tentang faktor-faktor apa yang dapat memengaruhi perkuliahan di dunia akademik sehingga mereka dapat menerapkan strategi manajemen waktu yang lebih baik dan menyeimbangkan kehidupan kampus.

METODE PENELITIAN

Metode pada penelitian ini yaitu systematic literature review, merupakan proses yang digunakan untuk mengkaji, mengevaluasi, dan menginterpretasikan semua penelitian yang ada dan relevan dengan rumusan masalah atau topik yang diteliti. (Calderon, 2015). Systematic

(3)

literature review (SLR) adalah metode untuk mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan menafsirkan semua bukti penelitian yang ada untuk menjawab klaim penenlitian tertentu.

Proses ini membantu dalam mengumpulkan dan menganalisis semua informasi yang tersedia untuk memahami suatu masalah atau topik (Kitchenham et. Al., 2009).

Bahan acuan yang digunakan adalah hasil penelitian tentang Prokrastinasi (penundaan akademik) dikalangan mahasiswa dari tahun 2010 hingga 2022. Dokumen- dokumen yang dijadikan acuan dicari menggunakan Google Scholar sebagai panduan pencarian data ilmiah, kemudian disimpan dalam software Mendeley untuk diarsipkan.

Penelitian ini menggunakan Google Scholar sebagai database untuk mencari bahan acuan tentang Prokrastinasi (penundaan akademik) dikalangan mahasiswa. Hasil penelusuran menemukan sekitar 8.040 publikasi yang mengandung frase tersebut pada judul, abstrak, atau isi makalah. Ini terjadi karena kedua database internet ini mengumpulkan banyak sekali artikel, buku, laporan dan jenis pubikasi lainnya dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam penelitian ini, ada beberapa kriteria pemilihan yang digunakan untuk menentukan bahan acuan yang akan digunakan. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penelitian membahas tentang Prokrastinasi (penundaan akademik) dikalangan mahasiswa.

2. Artikel dipublikasikan pada jurnal ilmiah.

3. Artikel mudah diakses dan mengandung informasi yang jelas.

4. Artikel dalam bahasa indonesia.

Setelah menemukan dokumen yang memenuhi kriteria tersebut, peneliti membaca

judul dan abstraknya untuk memastikan bahwa dokumen tersebut sesuai dengan kriteria penilaian.

Gambar 1. Alur Pencarian Literatur Tabel 1. Artikel yang lolos penyaringan

systematic literature review Artikel Lokasi

Penelitian

Sumber

(Fauziah, 2015) Indonesia Google Scholar (Muyana, 2018) Indonesia Google Scholar (Haryanti &

Santoso, 2020) Indonesia Google Scholar (Jannah &

Muis, 2014) Indonesia Google Scholar (Siregar et al.,

2022) Indonesia Google Scholar (Nur Wangid,

2014) Indonesia Google Scholar (Jamila, 2020) Indonesia Google Scholar

Hasil Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

N= 8.040

Artikel lolos penyaringan kriteria setelah lihat judul dan

abstrak N= 15

Artikel memenuhi syarat menurut kriteria

yang ditentukan N= 10

Artikel yang memenuhi syarat

N= 10

Artikel tidak lolos penyaringan

N=8.025

Artikel tidak sesuai kriteria

N=5

IdentificationScreening EligibilityInclude

(4)

(Khoirunnisa et

al., 2021) Indonesia Google Scholar (Wicaksono,

2017) Indonesia Google Scholar (Novia

Solichah, 2020) Indonesia Google Scholar Setelah melakukan penelusuran dan pemilihan bahan acuan yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan, peneliti berhasil mengumpulkan 10 artikel yang memenuhi syarat. Diantara artikel-artikel tersebut, ada 1 artikel yang ditulis oleh dosen (Jamila, 2020), 1 artikel yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa (Jannah & Muis, 2014), 8 artikel ditulis oleh mahasiswa (Fauziah, 2015, Muyana, 2018, Haryanti dkk, 2020, Siregar dkk, 2022, Nur Wangid, 2014, Khoirunnisa dkk, 2021, Wicaksono, 2017 dan Novia Solichah, 2020). Semua artikel tersebut dianalisis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.

Prokrastinasi akademik secara operasional adalah kecenderungan seseorang untuk menunda atau mengabaikan tugas kuliah, seringkali tanpa menyelesaikannya tepat waktu. Tahap selanjutnya adalah tahap sintesa naratif, dimana hasil analisis akan ditulis dan dirangkum secara sistematis dan terstruktur dalam tabel hasil kajian yang terdapat dalam bagian hasil dan pembahasan esai. Kesimpulan dari kajian pustaka akan diuraikan secara rinci di bagian tersebut

HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah melakukan pencarian dan penyaringan bahan acuan, peneliti membuat klasifikasi hasil penyaringan. Langkah ini merupakan bagian penting dari systematic literature review karena hasil dan pembahasan yang diperoleh akan menjadi inti dari penelitian ini. Hasil dari penyaringan bahan acuan dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini.

No Penulis Judul Tujuan Metode Subjek Hasil 1 (Fauziah,

2015)

Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi

Prokrastinasi Akademik Pada

Mahasiswa Fakultas Psikologi Uin Sunan Gunung Djati Bandung

Untuk mengetahui faktor-faktor apa

saja yang mempengaruhi

prokrastinasi akademik pada mahasiswa serta membuat alat ukur

prokrastinasi akademik

Kombinasi kuantitatif

dan kualitatif

113 diambil melalui

teknik random sampling

Diperoleh 3 faktor yang menyebabkan prokrastinasi yaitu fisik, psikis dan lingkungan,

2 (Muyana, 2018)

Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa Prodi

Bimbingan dan Konseling

Memberikan gambaran mengenai

prokrastinasi akademik yang

dialami oleh mahasiswa

Deskriptif Kuantitatif

Mahasiswa prodi BK sejumlah 229 melalui

random sampling

Terdapat beberapa indikator prokrastinasi

yang dapat

mengidentifikasikan mahasiswa mana saja yang cenderung melakukannya

Tabel 2. Hasil Pencarian Artikel

(5)

3 (Haryanti &

Santoso, 2020)

Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang

Aktif Berorganisasi

Untuk mendapatkan gambaran dari kondisi mahasiswa

terkait dengan kecenderungan dalam melakaukan

prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi

Analisis Deskriptif

127 mahasiswa

yang aktif dalam organisasi

Berdasarkan

penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa mayoritas responden

masuk dalam

kategori sedang dalam melakukan prokrastinasi

akademik. Terdapat banyak alasan yang mendasari mereka melakukan

prokrastinasi

diantaranya kegiatan organisasi cenderung membuat mahasiswa lebih

memprioritaskan kegiatan organisasi sehingga lebih memilih menunda tugas akademik.

4 (Jannah &

Muis, 2014)

Prokrastinasi Akademik

(Perilaku Penundaan Akademik) Mahasiswa Fakultas Ilmu

Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Untuk Mengetahui perilaku prokrastinasi akademik pada mahaisswa Fakultas

Ilmu Pendidikan Universitas Negeri

Surabaya

Kuantitatif deskriptif

dengan metode survei dan korelasional

307 mahasiswa

dari populasi

2749 mahasiswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 307 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Surabaya tingkat perilaku

prokrastinasi

akademik terdapat 167 mahasiswa (55%) pada kategori

sedang, 90

mahasiswa (29%) pada kategori tinggi, dan 50 mahasiswa (16%) tergolong melakukan

prokrastinasi

akademik pada

(6)

kategori rendah 5 (Siregar et

al., 2022)

Pengaruh Self- Management

Terhadap Prokrastinasi Akademik pada

Mahasiswa Tingkat Akhir

dilakukan untuk menyurvey pengaruh self

management terhadap prokrastinasi

akademik

Kuantitatif Kausalitas

71 responden terdiri dari laki-laki sebanyak 12,6% dan perempuan

87,3%

dengan rentang usia

21-29 tahun.

menunjukkan bahwa self management berfungsi sebagai mekanisme

pengaturan diri dan dapat membantu mahasiswa untuk mengontrol

perilakunya sehingga terhindari dari perilaku

prokrastinasi akademik.

6 (Nur Wangid, 2014)

Prokrastinasi akademik:

Perilaku yang harus dihilangkan

Untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa

prilaku Prokrastinasi Akademik harus

dihilangkan

Studi Kepustakaan

- Prokrastinasi pasif harus segera dihentikan

dikalangan

mahasiswa. Hal ini Karena membawa kerugian yang luar biasa. Strategi umum

yang dapat

Dilakukan untuk menghentikan

prokrastinasi adalah dari diri sendiri dan Luar individu.

7 (Jamila, 2020)

Konsep Prokrastinasi

Akademik Mahasiswa

Untuk mengetahui faktor-faktor apa

saja yang mempengaruhi

prokrastinasi akademik pada

mahasiswa

Studi Kepustakaan

- salah satu faktor yang mempengaruhi prokatinasi adalah kontrol diri. Semakin rendahnya kontrol diri maka semakin tinggi prokartinasi akademik. Faktor fisik berkaitan dengan kondisi tubuh mahasiswa itu sendiri di mana mahasiswa merasa mengantuk dan

(7)

kelelahan karena aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa baik di kampus maupun di

luar kampus

sehingga menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah karena mahasiswa lebih memilih beristirahat.

8 (Khoirunnisa et al., 2021)

Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir

pada Masa Pandemi COVID-

19

Untuk mengetahui gambaran prokrastinasi

akademik mahasiswa tingkat

akhir masa pandemi COVID-

19

Survei 224 orang Menunjukkan prokrastinasi

akademik pada subjek berada pada kategori sedang.

Tempat tinggal ditemukan menjadi faktor yang berkaitan dengan prokrastinasi akademik selama mengerjakan skripsi dari rumah. Namun, jenis kelamin dan

tahun masuk

universitas tidak terbukti sebagai

faktor yang

mempengaruhi prokrastinasi akademik mahasiswa.

9 (Wicaksono, 2017)

Prokrastinasi Akademik Mahasiswa

- Studi

Kepustakaan

- Prokrastinasi

merupakan perilaku penundaan atau menunda-nunda suatu kegiatan Dengan kegiatan lain

(8)

yang tidak terlalu penting. kegiatan pengganti biasanya berupa keinginan

yang lebih

menyenangkan hampir semua individu pernah melakukan

prokratinasi namun biasanya yang merugikan apabila individu selalu melakukan

penundaan pada semua kegiatan.

10 (Novia Solichah, 2020)

Konseling Pendekatan Terapi Realitas untuk Mengatasi

Prokrastinasi Akademik

Untuk mengetahui efektifitas konseling dengan pendekatan terapi

realitas untuk mengatasi prokrastinasi akademik pada

mahasiswa

Kuantitatif eksperimental

Single case experiment

design

Dari intervensi yang telah dilakukan pada evaluasi berdasarkan hasil observasi dan wawancara setelah konseling ,subjek melakukan

perubahan yang positif dalam mengerjakan

tugas.oleh krna itu, dapat disimpulkan bahwa konseling menggunakan

pendekatan terapi realistis mampu mengatasi

prokatinasi akademik,dan

mampu membuat prilaku yang lebih aktif pada saat menerima beberapa penugasan.

(9)

(Muyana, 2018) Menyatakan bahwa Prokrastinasi tidak terbatas pada pengeditan dan penyelesaian tugas. Tindakan lambat adalah bagian dari proses pengambilan keputusan. Perilaku ini umum terjadi pada orang dewasa normal dalam artian orang tersebut tidak memiliki penyakit klinis (mental). Prokrastinasi sendiri merupakan kegiatan yang tidak perlu dilakukan yaitu menunda suatu kegiatan meskipun orang tersebut perlu melakukannya. Atau mengklasifikasikannya sebagai Prokrastinasi jika memang dimaksudkan demikian.

Mahasiswa yang ragu-ragu cenderung menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan tugas, menyelesaikan tugas, dll. Ini mencegah Anda melakukan tugas dengan cepat dan membuang-buang waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Dengan demikian, kepribadian orang yang suka menunda-nunda sering dicirikan sebagai

“lambat”, sulit mengatur waktunya dan cenderung terlambat.

Ferrari dan McCown (Ferrari et al., 1995: 97) menyatakan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh keyakinan irasional dan perfeksionisme. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan misalnya

Faktor internal yang menyebabkan penundaan pribadi meliputi:

1). Lingkungan alami anak, termasuk jenis kelamin, usia dan urutan kelahiran. Tren keluarga bisa membuat orang ragu-ragu.

Misalnya, anak pertama akan lebih diasuh dan dilindungi sedangkan anak terakhir akan dimanjakan, apalagi jika perbedaan usianya jauh.

2). Kondisi fisik dan kesehatan mempengaruhi keterlambatan belajar.

3). Karakter atau keadaan pikiran seseorang.

Perfeksionisme. Kepribadian pribadi sebagai kompetensi sosial dan tingkat

kecemasan dalam hubungan sosial.

Perfeksionisme di sisi lain, bisa membuat Anda curiga. Karena tugas yang harus diselesaikan harus sebaik dan selengkap mungkin, sehingga bisa diselesaikan tanpa mengenal batas waktu yang diberikan.

Faktor eksternal: Mendorong kecenderungan seseorang untuk menunda- nunda pekerjaan sekolah. Ini adalah lingkungan yang permisif, terutama bagi orang yang suka menunda-nunda, dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu daripada dikendalikan sepenuhnya.

Prokrastinasi dapat terjadi saat Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu, saat Anda malas, saat Anda tidak punya waktu, atau saat Anda tidak menyukai tugas tersebut.

Dampak Prokrastinasi Akademik dapat memengaruhi kesuksesan akademik dan pribadi seseorang. Dini (dalam Westri, 2016: 13), dampak negatif yang ditimbulkannya. b) stres tinggi; c) penyebab penyakit, yaitu kecemasan yang tinggi

SIMPULAN

Berdasarkan pembahasan beberapa literatur yaitu, Tingkat prokrastinasi pada mahasiswa yang masih cukup tinggi memang harus segera diatasi karena dampak yang disebabkan prokrastinasi yang dapat menyebabkan hasil belajar mahasiswa menurun, oleh sebab itu maka penerapan beberapa metode belajar yang dapat mengurangi prokrastinasi dapat diterapkan mulai dengan menyusun manajemen waktu kegiatan, menerapakan prioritas kegiatan, dan menumbuhkan semangat dalam diri untuk segera menyelesaikan tugas dapat dijadikan saran untuk membantu mahasiswa dalam

(10)

menyelesaikan tugas-tugas akademiknya yang banyak.

DAFTAR PUSTAKA

Fauziah, H. H. (2015). Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Uin Sunan Gunung Djati Bandung.

Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi,

2(2), 123–132.

https://doi.org/10.15575/psy.v2i2.453 Haryanti, A., & Santoso, R. (2020).

Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi. Sukma: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 41–47.

http://jurnal.untag-

sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/3 592

Jamila. (2020). Konsep prokratinasi akademik mahasiswa. Jurnal EduTech, 6(2), 257–

261.

Jannah, M., & Muis, T. (2014). Prokrastinasi Akademik (Perilaku Penundaan Akademik) Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Jurnal BK Unesa, 4(3), 1–8.

Khoirunnisa, R. N., Jannah, M., Dewi, D. K.,

& Satiningsih, S. (2021). Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 11(3), 278–292.

https://doi.org/10.26740/jptt.v11n3.p278 -292

Muyana, S. (2018). Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa program studi bimbingan dan konseling. Counsellia:

Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 45–52.

https://doi.org/10.25273/counsellia.v8i1.

1868

Novia Solichah. (2020). Konseling

Pendekatan Terapi Realitas untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik.

Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 8–15.

https://doi.org/10.29080/jpp.v11i1.346 Nur Wangid, M. (2014). Prokrastinasi

akademik: perilaku yang harus dihilangkan. TAZKIYA: Journal of Psychology, 2(2), 235–248.

https://doi.org/10.15408/tazkiya.v2i2.10 772

Siregar, M., Fitria, S., & Damayanti, E.

(2022). Pengaruh Self-Management Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(1), 403–

409.

Wicaksono, L. (2017). Prokrastinasi akademik mahasiswa. Jurnal Pembelajaran Prospektif, 2(2), 67–73.

[email protected] Calderon, O A. Barrios-Aranibar, D. (2015).

„Optimal selection of factors using Genetic Algorithms and Neural Networks for the prediction of students‟

academic performance‟, Latin America Congress on Computational Intelligence (LA-CCI), pp. 1–6. 10.1109/LA- CCI.2015.7435976

Kitchenham, B., Brereton, O. P., Budgen, D., Turner, M., Bailey, J., & Linkman, S.

(2009). Systematic Literature Reviews in Software Engineering–a Systematic Literature Review. Information and software technology, 51(1), 7-15. doi:

10.1016/j.infsof.2008.09.009

Liberati, A., Altman, D. G., Tetzlaff, J., Mulrow, C., Gøtzsche, P. C., Ioannidis, J. P., & Moher, D. (2009). The PRISMA statement for reporting systematic reviews and meta-analyses of studies that evaluate health care interventions:

explanation and elaboration. Journal of

(11)

clinical epidemiology, 62(10), e1-e34.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran financial leverage, operating leverage, risiko sistematis saham dan pengaruh financial leverage dan operating

Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri prokrastinasi akademik adalah penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi, keterlambatan dalam

Untuk memberikan gambaran Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2008, maka penelitian ini dilakukan dengan

Penanganan terhadap daun yang akan digunakan untuk ekstraksi berpengaruh pada kadar katekin gambir seperti yang terjadi pada penundaan daun gambir selama dua hari yang

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran disonansi kognitif dengan melihat apakah disonansi kognitif terjadi pada mahasiswa pelaku prokrastinasi akademik,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran stress akademik pada masa belajar online mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Islam Riau.. Peneliti

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prokrastinasi akademik pada mahasiswa Angkatan 2007 yang sedang skripsi di Program Studi PG PAUD. Jenis

Kerangka pikir ini dibuat untuk memberikan gambaran penelitian yang akan dilakukan yaitu mengenai pengukuran kinerja keuangan pada perusahaan makanan dan minuman