SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PROKRASTINASI (PENUNDAAN AKADEMIK) DIKALANGAN MAHASISWA
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PROCRASTINATION (ACADEMIC DELAY) AMONG STUDENTS
Afina Nur Aini ¹, Fadillah Fiqri Fatwa ², Mita Liana ³
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jl. Ir. H. Juanda No. 15, Sidodadi, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75124, Indonesia
e-mail: [email protected]
ABSTRACT
Academic procrastination is the activity of postponing work related to academic tasks. This research has the purpose of research to provide an overview of academic procrastination that occurs in students. The method used is a systematic literature review based on articles published on Google Scholar in the last ten years (2012-2022) with the keyword "Academic procrastination among students". The results obtained from the study that describes procrastination in students show that the level of procrastination in students is still quite high. The causes of procrastination also vary, including from within the individual itself such as laziness, impulse factors from the surrounding environment, anxiety factors related to the assessment or evaluation of tasksthat are carried out and many more.
Keywords: Academic Procrastination, Students, Systematic Literature Review, Academic Task
ABSTRAK
Prokrastinasi akademik adalah kegiatan penundaan pekerjaan terkait tugas-tugas akademik. Penelitian ini memiliki tujuan penelitian untuk memberikan gambaran tentang prokrastinasi akademik yang terjadi pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berdasarkan artikel yang dipublikasikan pada Google Scholar dalam sepuluh tahun terakhir (2012-2022) dengan kata kunci
“Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa”. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang menggambarkan prokrastinasi pada mahasiswa ini menunjukan bahwa tingkat prokrastinasi pada mahasiswa masih cukup tinggi. Penyebab terjadinya prokrastinasi tersebut juga beraneka ragam antara lain dari dalam individu itu sendiri seperti kemalasan, faktor dorongan dari lingkungan sekitar, faktor kecemasan terkait penilaian atau evaluasi tugas akademik yang dikerjakan dan masih banyak lagi.
Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa, Tinjauan Pustaka Literatur, Tugas Akademik
PENDAHULUAN
Penundaan secara psikologis dikenal sebagai penundaan. Orang yang tidak tahu bagaimana mengatur waktu dengan baik dan terlambat bekerja. Penundaan adalah kecenderungan umum untuk menunda memulai atau menyelesaikan suatu prestasi untuk terlibat dalam kegiatan lain yang tidak berguna, menyebabkan mereka melambat,
gagal menyelesaikan tugas tepat waktu, dan sering terlambat menghadiri rapat (Solomon et al Rothblum, 1984:505). Procrastination berasal dari bahasa Latin Pro, artinya maju, memajukan, menahan dan Crustinus artinya besok (Steel, 2006). Itu sebabnya sejak awal dia mengatakan bahwa menunda-nunda berarti melakukan tugas besok, bukan tugas hari ini. Orang yang Prokrastinasi disebut FIRST RECEIVED:
05 Maret 2023
REVISED:
24 Maret 2023
ACCEPTED:
26 Maret 2023
PUBLISHED:
Prokrastinator. Prokrastinasi adalah penundaan yang disengaja dari perilaku yang diinginkan meskipun penundaan tersebut dapat memiliki konsekuensi negatif.
Prokrastinasi akademik adalah menunda kegiatan akademik dalam pendidikan tinggi, prokrastinasi akademik sangat berbahaya karena dapat dan memang mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Bentuk-bentuk prokrastinasi misalnya mengabaikan tugas- tugas dari dosen, tugas-tugas dianggap remeh atau dianggap terlalu mudah, browsing internet yang terlalu lama yang tidak ada kaitannya dengan tugas kuliah, misalnya tugas sudah tertukar ddengan user lain, kehilangan fitur-fitur yang sangat penting.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jannah (2014) di Fakultas Universitas Negeri Surabaya menunjukkan bahwa 55%
mahasiswa kategori sedang untuk melakukan prokrastinasi dan 29% dalam kategori tinggi.
Sisanya 16% dari mereka terlibat dalam prokrastinasi akademik tingkat rendah.
Penelitian lain oleh Muyana (2018) menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik mahasiswa adalah 6% pada kategori sangat tinggi, 81% pada kategori tinggi, 13% pada kategori sedang dan 0% pada kategori rendah.
Prokrastinasi mahasiswa terjadi karena beberapa faktor seperti: Keyakina pada kompetensi, Gangguan defisit perhatian, Faktor sosial, Spontanitas, Kemalasan, Manajemen waktu.
Menurut hasil beberapa Wawancara dengan mahasiswa Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Rabu, 15 Oktober 2014), alasan penundaan pekerjaan termasuk tugas kuliah adalah kemalasan mereka, suka main dan moddy, waktu pengumpulan masih lama (rencana sangat sedikit). Selain itu, persepsi mahasiswa terhadap kesulitan tugas terkait dengan bantuan teman, kurangnya
referensi untuk tugas yang diberikan, prioritas kegiatan ekstrakulikuler seperti organisasi, tugas tidak menarik, persepsi fakultas, pekerjaan dan organisasi.
Meskipun penundaan akademik memiliki konsekuensi negatif, banyak ahasiswa yang masih melakukannya. Bernard (1991) memberikan 10 alasan mengapa mahasiswa prokrastinasi. Secara khusus, memiliki aktivitas yang tidak menyenangkan, ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas yang sulit, tidak tahu dimana harus mengerjakan tugas, ketidakmampuan mengatur waktu, gangguan dari lingkungan, kecemasan tentang penilaian kemampuan dan keinginan untuk memberontak terhadap otoritas, stres, depresi dan kelelahan.
Penelitian ini berkaitan dengan Prokrastinasi Mahasiswa (penundaan akademik), penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi mahasiswa terkait dengan kecenderungan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Hasil penelitian juga diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi perkembangan kajian psikologi terkait prokrastinasi akademik mahasiswa. Selain itu, ini memberi mahasiswa pemahaman tentang faktor-faktor apa yang dapat memengaruhi perkuliahan di dunia akademik sehingga mereka dapat menerapkan strategi manajemen waktu yang lebih baik dan menyeimbangkan kehidupan kampus.
METODE PENELITIAN
Metode pada penelitian ini yaitu systematic literature review, merupakan proses yang digunakan untuk mengkaji, mengevaluasi, dan menginterpretasikan semua penelitian yang ada dan relevan dengan rumusan masalah atau topik yang diteliti. (Calderon, 2015). Systematic
literature review (SLR) adalah metode untuk mengidentifikasikan, mengevaluasi, dan menafsirkan semua bukti penelitian yang ada untuk menjawab klaim penenlitian tertentu.
Proses ini membantu dalam mengumpulkan dan menganalisis semua informasi yang tersedia untuk memahami suatu masalah atau topik (Kitchenham et. Al., 2009).
Bahan acuan yang digunakan adalah hasil penelitian tentang Prokrastinasi (penundaan akademik) dikalangan mahasiswa dari tahun 2010 hingga 2022. Dokumen- dokumen yang dijadikan acuan dicari menggunakan Google Scholar sebagai panduan pencarian data ilmiah, kemudian disimpan dalam software Mendeley untuk diarsipkan.
Penelitian ini menggunakan Google Scholar sebagai database untuk mencari bahan acuan tentang Prokrastinasi (penundaan akademik) dikalangan mahasiswa. Hasil penelusuran menemukan sekitar 8.040 publikasi yang mengandung frase tersebut pada judul, abstrak, atau isi makalah. Ini terjadi karena kedua database internet ini mengumpulkan banyak sekali artikel, buku, laporan dan jenis pubikasi lainnya dari berbagai disiplin ilmu.
Dalam penelitian ini, ada beberapa kriteria pemilihan yang digunakan untuk menentukan bahan acuan yang akan digunakan. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penelitian membahas tentang Prokrastinasi (penundaan akademik) dikalangan mahasiswa.
2. Artikel dipublikasikan pada jurnal ilmiah.
3. Artikel mudah diakses dan mengandung informasi yang jelas.
4. Artikel dalam bahasa indonesia.
Setelah menemukan dokumen yang memenuhi kriteria tersebut, peneliti membaca
judul dan abstraknya untuk memastikan bahwa dokumen tersebut sesuai dengan kriteria penilaian.
Gambar 1. Alur Pencarian Literatur Tabel 1. Artikel yang lolos penyaringan
systematic literature review Artikel Lokasi
Penelitian
Sumber
(Fauziah, 2015) Indonesia Google Scholar (Muyana, 2018) Indonesia Google Scholar (Haryanti &
Santoso, 2020) Indonesia Google Scholar (Jannah &
Muis, 2014) Indonesia Google Scholar (Siregar et al.,
2022) Indonesia Google Scholar (Nur Wangid,
2014) Indonesia Google Scholar (Jamila, 2020) Indonesia Google Scholar
Hasil Pencarian Berdasarkan Kata Kunci
N= 8.040
Artikel lolos penyaringan kriteria setelah lihat judul dan
abstrak N= 15
Artikel memenuhi syarat menurut kriteria
yang ditentukan N= 10
Artikel yang memenuhi syarat
N= 10
Artikel tidak lolos penyaringan
N=8.025
Artikel tidak sesuai kriteria
N=5
IdentificationScreening EligibilityInclude
(Khoirunnisa et
al., 2021) Indonesia Google Scholar (Wicaksono,
2017) Indonesia Google Scholar (Novia
Solichah, 2020) Indonesia Google Scholar Setelah melakukan penelusuran dan pemilihan bahan acuan yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan, peneliti berhasil mengumpulkan 10 artikel yang memenuhi syarat. Diantara artikel-artikel tersebut, ada 1 artikel yang ditulis oleh dosen (Jamila, 2020), 1 artikel yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa (Jannah & Muis, 2014), 8 artikel ditulis oleh mahasiswa (Fauziah, 2015, Muyana, 2018, Haryanti dkk, 2020, Siregar dkk, 2022, Nur Wangid, 2014, Khoirunnisa dkk, 2021, Wicaksono, 2017 dan Novia Solichah, 2020). Semua artikel tersebut dianalisis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Prokrastinasi akademik secara operasional adalah kecenderungan seseorang untuk menunda atau mengabaikan tugas kuliah, seringkali tanpa menyelesaikannya tepat waktu. Tahap selanjutnya adalah tahap sintesa naratif, dimana hasil analisis akan ditulis dan dirangkum secara sistematis dan terstruktur dalam tabel hasil kajian yang terdapat dalam bagian hasil dan pembahasan esai. Kesimpulan dari kajian pustaka akan diuraikan secara rinci di bagian tersebut
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah melakukan pencarian dan penyaringan bahan acuan, peneliti membuat klasifikasi hasil penyaringan. Langkah ini merupakan bagian penting dari systematic literature review karena hasil dan pembahasan yang diperoleh akan menjadi inti dari penelitian ini. Hasil dari penyaringan bahan acuan dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini.
No Penulis Judul Tujuan Metode Subjek Hasil 1 (Fauziah,
2015)
Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi
Prokrastinasi Akademik Pada
Mahasiswa Fakultas Psikologi Uin Sunan Gunung Djati Bandung
Untuk mengetahui faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhi
prokrastinasi akademik pada mahasiswa serta membuat alat ukur
prokrastinasi akademik
Kombinasi kuantitatif
dan kualitatif
113 diambil melalui
teknik random sampling
Diperoleh 3 faktor yang menyebabkan prokrastinasi yaitu fisik, psikis dan lingkungan,
2 (Muyana, 2018)
Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa Prodi
Bimbingan dan Konseling
Memberikan gambaran mengenai
prokrastinasi akademik yang
dialami oleh mahasiswa
Deskriptif Kuantitatif
Mahasiswa prodi BK sejumlah 229 melalui
random sampling
Terdapat beberapa indikator prokrastinasi
yang dapat
mengidentifikasikan mahasiswa mana saja yang cenderung melakukannya
Tabel 2. Hasil Pencarian Artikel
3 (Haryanti &
Santoso, 2020)
Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang
Aktif Berorganisasi
Untuk mendapatkan gambaran dari kondisi mahasiswa
terkait dengan kecenderungan dalam melakaukan
prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi
Analisis Deskriptif
127 mahasiswa
yang aktif dalam organisasi
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa mayoritas responden
masuk dalam
kategori sedang dalam melakukan prokrastinasi
akademik. Terdapat banyak alasan yang mendasari mereka melakukan
prokrastinasi
diantaranya kegiatan organisasi cenderung membuat mahasiswa lebih
memprioritaskan kegiatan organisasi sehingga lebih memilih menunda tugas akademik.
4 (Jannah &
Muis, 2014)
Prokrastinasi Akademik
(Perilaku Penundaan Akademik) Mahasiswa Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Untuk Mengetahui perilaku prokrastinasi akademik pada mahaisswa Fakultas
Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Surabaya
Kuantitatif deskriptif
dengan metode survei dan korelasional
307 mahasiswa
dari populasi
2749 mahasiswa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 307 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya tingkat perilaku
prokrastinasi
akademik terdapat 167 mahasiswa (55%) pada kategori
sedang, 90
mahasiswa (29%) pada kategori tinggi, dan 50 mahasiswa (16%) tergolong melakukan
prokrastinasi
akademik pada
kategori rendah 5 (Siregar et
al., 2022)
Pengaruh Self- Management
Terhadap Prokrastinasi Akademik pada
Mahasiswa Tingkat Akhir
dilakukan untuk menyurvey pengaruh self
management terhadap prokrastinasi
akademik
Kuantitatif Kausalitas
71 responden terdiri dari laki-laki sebanyak 12,6% dan perempuan
87,3%
dengan rentang usia
21-29 tahun.
menunjukkan bahwa self management berfungsi sebagai mekanisme
pengaturan diri dan dapat membantu mahasiswa untuk mengontrol
perilakunya sehingga terhindari dari perilaku
prokrastinasi akademik.
6 (Nur Wangid, 2014)
Prokrastinasi akademik:
Perilaku yang harus dihilangkan
Untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa
prilaku Prokrastinasi Akademik harus
dihilangkan
Studi Kepustakaan
- Prokrastinasi pasif harus segera dihentikan
dikalangan
mahasiswa. Hal ini Karena membawa kerugian yang luar biasa. Strategi umum
yang dapat
Dilakukan untuk menghentikan
prokrastinasi adalah dari diri sendiri dan Luar individu.
7 (Jamila, 2020)
Konsep Prokrastinasi
Akademik Mahasiswa
Untuk mengetahui faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhi
prokrastinasi akademik pada
mahasiswa
Studi Kepustakaan
- salah satu faktor yang mempengaruhi prokatinasi adalah kontrol diri. Semakin rendahnya kontrol diri maka semakin tinggi prokartinasi akademik. Faktor fisik berkaitan dengan kondisi tubuh mahasiswa itu sendiri di mana mahasiswa merasa mengantuk dan
kelelahan karena aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa baik di kampus maupun di
luar kampus
sehingga menjadi penghalang bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas kuliah karena mahasiswa lebih memilih beristirahat.
8 (Khoirunnisa et al., 2021)
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir
pada Masa Pandemi COVID-
19
Untuk mengetahui gambaran prokrastinasi
akademik mahasiswa tingkat
akhir masa pandemi COVID-
19
Survei 224 orang Menunjukkan prokrastinasi
akademik pada subjek berada pada kategori sedang.
Tempat tinggal ditemukan menjadi faktor yang berkaitan dengan prokrastinasi akademik selama mengerjakan skripsi dari rumah. Namun, jenis kelamin dan
tahun masuk
universitas tidak terbukti sebagai
faktor yang
mempengaruhi prokrastinasi akademik mahasiswa.
9 (Wicaksono, 2017)
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa
- Studi
Kepustakaan
- Prokrastinasi
merupakan perilaku penundaan atau menunda-nunda suatu kegiatan Dengan kegiatan lain
yang tidak terlalu penting. kegiatan pengganti biasanya berupa keinginan
yang lebih
menyenangkan hampir semua individu pernah melakukan
prokratinasi namun biasanya yang merugikan apabila individu selalu melakukan
penundaan pada semua kegiatan.
10 (Novia Solichah, 2020)
Konseling Pendekatan Terapi Realitas untuk Mengatasi
Prokrastinasi Akademik
Untuk mengetahui efektifitas konseling dengan pendekatan terapi
realitas untuk mengatasi prokrastinasi akademik pada
mahasiswa
Kuantitatif eksperimental
Single case experiment
design
Dari intervensi yang telah dilakukan pada evaluasi berdasarkan hasil observasi dan wawancara setelah konseling ,subjek melakukan
perubahan yang positif dalam mengerjakan
tugas.oleh krna itu, dapat disimpulkan bahwa konseling menggunakan
pendekatan terapi realistis mampu mengatasi
prokatinasi akademik,dan
mampu membuat prilaku yang lebih aktif pada saat menerima beberapa penugasan.
(Muyana, 2018) Menyatakan bahwa Prokrastinasi tidak terbatas pada pengeditan dan penyelesaian tugas. Tindakan lambat adalah bagian dari proses pengambilan keputusan. Perilaku ini umum terjadi pada orang dewasa normal dalam artian orang tersebut tidak memiliki penyakit klinis (mental). Prokrastinasi sendiri merupakan kegiatan yang tidak perlu dilakukan yaitu menunda suatu kegiatan meskipun orang tersebut perlu melakukannya. Atau mengklasifikasikannya sebagai Prokrastinasi jika memang dimaksudkan demikian.
Mahasiswa yang ragu-ragu cenderung menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan tugas, menyelesaikan tugas, dll. Ini mencegah Anda melakukan tugas dengan cepat dan membuang-buang waktu untuk menyelesaikan sesuatu. Dengan demikian, kepribadian orang yang suka menunda-nunda sering dicirikan sebagai
“lambat”, sulit mengatur waktunya dan cenderung terlambat.
Ferrari dan McCown (Ferrari et al., 1995: 97) menyatakan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh keyakinan irasional dan perfeksionisme. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan misalnya
Faktor internal yang menyebabkan penundaan pribadi meliputi:
1). Lingkungan alami anak, termasuk jenis kelamin, usia dan urutan kelahiran. Tren keluarga bisa membuat orang ragu-ragu.
Misalnya, anak pertama akan lebih diasuh dan dilindungi sedangkan anak terakhir akan dimanjakan, apalagi jika perbedaan usianya jauh.
2). Kondisi fisik dan kesehatan mempengaruhi keterlambatan belajar.
3). Karakter atau keadaan pikiran seseorang.
Perfeksionisme. Kepribadian pribadi sebagai kompetensi sosial dan tingkat
kecemasan dalam hubungan sosial.
Perfeksionisme di sisi lain, bisa membuat Anda curiga. Karena tugas yang harus diselesaikan harus sebaik dan selengkap mungkin, sehingga bisa diselesaikan tanpa mengenal batas waktu yang diberikan.
Faktor eksternal: Mendorong kecenderungan seseorang untuk menunda- nunda pekerjaan sekolah. Ini adalah lingkungan yang permisif, terutama bagi orang yang suka menunda-nunda, dan cenderung meningkat dari waktu ke waktu daripada dikendalikan sepenuhnya.
Prokrastinasi dapat terjadi saat Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu, saat Anda malas, saat Anda tidak punya waktu, atau saat Anda tidak menyukai tugas tersebut.
Dampak Prokrastinasi Akademik dapat memengaruhi kesuksesan akademik dan pribadi seseorang. Dini (dalam Westri, 2016: 13), dampak negatif yang ditimbulkannya. b) stres tinggi; c) penyebab penyakit, yaitu kecemasan yang tinggi
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan beberapa literatur yaitu, Tingkat prokrastinasi pada mahasiswa yang masih cukup tinggi memang harus segera diatasi karena dampak yang disebabkan prokrastinasi yang dapat menyebabkan hasil belajar mahasiswa menurun, oleh sebab itu maka penerapan beberapa metode belajar yang dapat mengurangi prokrastinasi dapat diterapkan mulai dengan menyusun manajemen waktu kegiatan, menerapakan prioritas kegiatan, dan menumbuhkan semangat dalam diri untuk segera menyelesaikan tugas dapat dijadikan saran untuk membantu mahasiswa dalam
menyelesaikan tugas-tugas akademiknya yang banyak.
DAFTAR PUSTAKA
Fauziah, H. H. (2015). Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Uin Sunan Gunung Djati Bandung.
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi,
2(2), 123–132.
https://doi.org/10.15575/psy.v2i2.453 Haryanti, A., & Santoso, R. (2020).
Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi. Sukma: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 41–47.
http://jurnal.untag-
sby.ac.id/index.php/sukma/article/view/3 592
Jamila. (2020). Konsep prokratinasi akademik mahasiswa. Jurnal EduTech, 6(2), 257–
261.
Jannah, M., & Muis, T. (2014). Prokrastinasi Akademik (Perilaku Penundaan Akademik) Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.
Jurnal BK Unesa, 4(3), 1–8.
Khoirunnisa, R. N., Jannah, M., Dewi, D. K.,
& Satiningsih, S. (2021). Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 11(3), 278–292.
https://doi.org/10.26740/jptt.v11n3.p278 -292
Muyana, S. (2018). Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa program studi bimbingan dan konseling. Counsellia:
Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 45–52.
https://doi.org/10.25273/counsellia.v8i1.
1868
Novia Solichah. (2020). Konseling
Pendekatan Terapi Realitas untuk Mengatasi Prokrastinasi Akademik.
Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 8–15.
https://doi.org/10.29080/jpp.v11i1.346 Nur Wangid, M. (2014). Prokrastinasi
akademik: perilaku yang harus dihilangkan. TAZKIYA: Journal of Psychology, 2(2), 235–248.
https://doi.org/10.15408/tazkiya.v2i2.10 772
Siregar, M., Fitria, S., & Damayanti, E.
(2022). Pengaruh Self-Management Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(1), 403–
409.
Wicaksono, L. (2017). Prokrastinasi akademik mahasiswa. Jurnal Pembelajaran Prospektif, 2(2), 67–73.
[email protected] Calderon, O A. Barrios-Aranibar, D. (2015).
„Optimal selection of factors using Genetic Algorithms and Neural Networks for the prediction of students‟
academic performance‟, Latin America Congress on Computational Intelligence (LA-CCI), pp. 1–6. 10.1109/LA- CCI.2015.7435976
Kitchenham, B., Brereton, O. P., Budgen, D., Turner, M., Bailey, J., & Linkman, S.
(2009). Systematic Literature Reviews in Software Engineering–a Systematic Literature Review. Information and software technology, 51(1), 7-15. doi:
10.1016/j.infsof.2008.09.009
Liberati, A., Altman, D. G., Tetzlaff, J., Mulrow, C., Gøtzsche, P. C., Ioannidis, J. P., & Moher, D. (2009). The PRISMA statement for reporting systematic reviews and meta-analyses of studies that evaluate health care interventions:
explanation and elaboration. Journal of
clinical epidemiology, 62(10), e1-e34.