• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Tentang Sektor Informal

Ketika sektor informal tidak memiliki batasan usia, pekerja di sektor informal biasanya memiliki pendidikan rendah dan jam kerja tidak teratur (Indrawati, 2009). Keith Hart mengatakan bahwa sektor informal adalah bagian dari angkatan kerja perkotaan yang berada di luar pasar tenaga kerja yang terorganisir (Manning, 1991).

Pedagang Asongan Sebagai Sektor Informal

Pedagang asongan sebagai salah satu pelaku kegiatan perekonomian di sektor informal memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional dengan menyerap tenaga kerja serta mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Sebagai sektor informal, pedagang asongan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Pendekatan Konsep Sosiologi Ekonomi

Sedangkan Tadjuddin Noer Effendi (dalam Suharto, 2008) menyatakan: kriteria memasuki usaha di sektor informal adalah teknologi sederhana, keterampilan rendah, tidak dilindungi pemerintah, modal kecil dan padat karya. Lebih lanjut, yang dimaksud dengan fenomena ekonomi adalah suatu gejala bagaimana seseorang atau masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-harinya terhadap jasa dan barang yang langka. Cara yang dimaksud di sini adalah seluruh kegiatan manusia dan masyarakat yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi barang langka.

Organisasi ekonomi (seperti bank, perusahaan asuransi, koperasi) Kegiatan ekonomi secara sosial diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh interaksi sosial dan pada gilirannya mempengaruhinya. Aspek sosial demografi antara lain meliputi: reformasi sosial, perilaku, motivasi masyarakat, serta kependudukan dan migrasi. Aspek pelayanan sosial antara lain: sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana olah raga, dan sarana transportasi.

Untuk memahami tindakan ekonomi sebagai satu bentuk tindakan sosial boleh dirujuk kepada konsep tindakan sosial yang dicadangkan oleh Weber (dalam Damsar, 2009), tindakan ekonomi boleh dilihat sebagai tindakan yang memberi perhatian kepada tingkah laku daripada orang lain.

Teori Struktural Fungsional

Sedangkan masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang berada di luar, dianggap sebagai sesuatu yang sudah ada (dalam Damsar, 2009:46). Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah kumpulan sistem sosial yang saling berhubungan dan saling bergantung. Paradigma struktural fungsional menyatakan bahwa masyarakat dibangun dari suatu sistem yang kompleks dan setiap bagian dari sistem tersebut bekerja sama untuk menjaga stabilitas.

Pertama, masyarakat terdiri dari struktur-struktur sosial, kedua, setiap bagian struktural mempunyai fungsi sosial (Ritzer, 2009). Masyarakat sebagai struktur sosial dipahami sebagai suatu pola tingkah laku sosial yang relatif stabil, artinya kehidupan masyarakat terbentuk dari struktur sosial, sedangkan yang dimaksud dengan fungsi sosial adalah akibat pola sosial terhadap berfungsinya masyarakat secara keseluruhan. Semua pola tersebut, dari yang kompleks hingga yang sederhana, memiliki fungsi membantu masyarakat untuk tetap eksis dan bertahan hidup.

Hakikat pendekatan struktural fungsional menekankan pandangan bahwa masyarakat merupakan suatu kesatuan yang utuh utuh, terdiri dari bagian-bagian yang bekerja saling menunjang, dalam suatu organisme biologis seperti organ-organ tubuh manusia, yang masing-masing bagian tersebut mempunyai fungsi dan fungsinya masing-masing. Saling membutuhkan, menurut Herbert Spencer yang merupakan pemikir fungsionalisme.

Teori Pertukaran

Berkenaan dengan biaya transaksi ekonomi, Williamson (dalam Damsar, 2009) berpendapat bahwa ide dasar dari pendekatan biaya transaksi ekonomi adalah permasalahan yang muncul pada titik persimpangan antara ekonomi, hukum dan organisasi dapat diselesaikan, dengan asumsi bahwa lembaga-lembaga tersebut cenderung menciptakan kondisi yang secara efisien mengurangi biaya transaksi. Dimana sistem ini pada dasarnya terdiri dari pemberi kerja dan pemilik modal yang melakukan penilaian terhadap sejumlah subkontraktor internal. Menurut Clegg (dalam Damsar, subkontraktor ini membayar jumlah tetap dalam kontrak dengan kapitalis.

Smelser (1987) memahami kontrak internal sebagai transaksi barang dan jasa, yang didefinisikan sebagai pertukaran barang dan jasa melintasi batas-batas teknologi. Dalam praktiknya, transaksi pertukaran tersebut terlihat dari adanya kerjasama antar keduanya yang tentunya saling menguntungkan. Carles Horton Cooley (Soekanto, 1990) mengatakan kerjasama terjadi ketika orang-orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama dan sekaligus mempunyai pengetahuan dan kendali yang cukup terhadap diri mereka sendiri untuk memenuhi kepentingan yang sama dan keberadaan organisasi adalah sebuah fakta. penting dalam kerja sama yang bermanfaat.

Transaksi pertukaran yang dilakukan oleh penjual dan pembeli harus ada kesepakatan kedua belah pihak yaitu antara penjual dan pembeli.

Teori Kemiskinan

Misalnya, data wawancara harus didukung oleh rekaman wawancara dengan pedagang asongan di terminal Malengkeri. Kehidupan Sosial Pedagang Kaki Lima di Terminal Mallengkeri Makassar Kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh pelaku sektor informal di Terminal Mallengkeri beragam. Berikut potret PKL di Terminal Mallengkeri berdasarkan latar belakangnya sebagai PKL, umur dan daerah asal.

Penghasilan saya sebagai pedagang asongan keliling cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dari hasil wawancara dengan informan, pedagang asongan pada umumnya mempunyai keinginan untuk bekerja keras. Bekerja sebagai pedagang asongan di Terminal Mallengkeri Makassar merupakan salah satu bentuk usaha di sektor informal ini.

Menurut anda (i) berapa penghasilan yang anda peroleh dari menjadi pedagang asongan di Terminal Mallengkeri?

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, yaitu penelitian yang memandang objek penelitian sebagai satu kesatuan yang utuh, dipelajari dan dilaksanakan secara intensif, mendalam, rinci dan menyeluruh pada satu kasus. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai kondisi, situasi dan variabel yang menjadi objek penelitian. Selain itu landasan teori juga berguna untuk memberikan gambaran umum mengenai latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.

Lokasi Penelitian

Fokus dan Deskripsi Fokus

Teknik Pengumpulan Data

Observasi yang dimaksud peneliti adalah berupa pengamatan langsung di lapangan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui objektivitas realitas yang ada ditinjau dari keadaan dan kondisi objek yang akan diselidiki. Data ini diperoleh dari penelitian kepustakaan yaitu mencari sumber literatur yang berkaitan dengan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan objek penelitian.

Jenis Atau Sumber Data

Teknik Analisis Data dan Keabsahan Data

Untuk lebih tekunnya, peneliti seringkali dapat menguji data melalui teknik pengumpulan data, yaitu ketika mengumpulkan data melalui teknik observasi dan wawancara, peneliti lebih teliti dalam mencatat hal-hal yang detail dan tidak ragu untuk mencatat data kembali, juga tidak mudah. sedikit data dan informasi. Dengan teknik dokumentasi, peneliti akan membaca referensi buku yang berkaitan dengan kumpulan pengajian dengan lebih teliti sebagai wawasan peneliti untuk memverifikasi kebenaran data. Untuk memverifikasi kredibilitas data, dilakukan dengan cara memeriksa data yang telah diperoleh dari beberapa sumber, artinya jika data yang diterima dari satu sumber diragukan, sebaiknya periksa kembali dengan sumber lain.

Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara pengecekan data dari sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu terlebih dahulu menggunakan teknik observasi kemudian dilakukan pengumpulan data kembali dengan menggunakan teknik wawancara dari sumber data yang sama. Misalnya mengumpulkan data terlebih dahulu pada pagi hari, kemudian mengumpulkan data lagi pada malam harinya. Yang dimaksud dengan bahan acuan disini adalah adanya dukungan untuk membuktikan data yang ditemukan peneliti.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh sesuai atau tidak dengan apa yang diberikan oleh penyedia data.

Jadwal Penelitian

Beragam aktivitas di sektor informal menjadikan Terminal Mallengkeri sebagai lahan basah yang menjadi tempat menggantungkan penghidupan para pedagang ambulans. Berbagai aktivitas yang dilakukan para pedagang dapat dengan mudah kita temui di kawasan Terminal Mallengkeri. Dari hasil wawancara dengan informan diketahui sebagian besar pedagang di Terminal Mallengkeri berusia antara 8 hingga 50 tahun.

Banyaknya pedagang asongan yang menjajakan dagangannya di Terminal Mallengkeri membuat para pedagang ambulans harus bersaing untuk mendapatkan keuntungan. Teori ini sejalan dengan fenomena yang terjadi pada aktivitas yang dilakukan oleh penjual ambulans.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Saat kita memasuki area terminal, pedagang asongan hampir bisa ditemui di setiap sudut terminal. Bergantung pada kecukupan ekonomi dari hasil perdagangan, para pedagang menyesuaikan kebutuhan mereka dengan hasil yang dicapai. Pedagang asongan merupakan sumber daya potensial dan ekonomi yang memposisikan ruang publik sebagai lokasi usaha.

Salah satu strategi yang digunakan para pedagang untuk tetap menjual barangnya adalah strategi pemilihan lokasi. Terminal ini merupakan lokasi yang strategis bagi para pedagang asongan karena merupakan salah satu terminal terbesar di Kota Makassar. Para pedagang asongan ini juga harus mempunyai keberanian yang besar untuk menjaga keberlangsungan usahanya.

Sebab, strategi yang dilakukan para pedagang kaki lima ini adalah berjualan di tempat lain. Kesetiaan dan tanggung jawab para pedagang asongan terhadap keluarga mendorong mereka untuk tetap optimis dalam melakukan penjualan rutin di terminal. Keberadaan PKL di sekitar kita merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan perkotaan masa kini.

Pembahasan

Kemudian sebagian PKL merupakan masyarakat yang tidak cocok dengan pasar kerja, sehingga pendidikan menjadi syarat utama. Dengan modal yang terbatas dan keterampilan yang relatif minim, banyak orang yang memilih profesi PKL. Kondisi ini membuat Terminal Mallengkeri tidak pernah sepi dari pedagang asongan dan hal ini menjadikan Terminal Mallengkeri sebagai kawasan yang sangat menguntungkan bagi para pedagang asongan yang menjajakan dagangannya.

Misalnya, pedagang kaki lima yang berusaha semaksimal mungkin mencari nafkah menunjukkan semangat kerja yang tinggi. Lingkungan kerja berupa kegiatan yang berlangsung di Terminal Mallengkeri Makassar yaitu yang berlangsung di tempat perdagangan Asongan menjadi faktor yang merangsang semangat kerja para pedagang Asongan. Pedagang asongan, sebagai salah satu sektor informal, berperan sebagai sektor alternatif bagi para migran dan memberikan kontribusi penting terhadap pembangunan perkotaan.

Masyarakat yang bekerja di sektor formal hendaknya memberikan arahan dan bimbingan kepada para PKL agar tidak mengganggu tata tertib Terminal. Roberto, Irvan 2008, Strategi Kelangsungan Hidup Anak PKL di Terminal Palopo, Skripsi, Jurusan Sosiologi, Unhas, Makassar. Menurut Anda (i) apakah ada program pemerintah daerah bagi para pelaku usaha di sektor informal, termasuk PKL?

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Sebaiknya Terminal menganggap pedagang asongan sebagai objek dan subjek pembangunan, karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai martabat dan nilai-nilai tertentu, tidak sembarangan dikembangkan, dapat tumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya menjadi ekonomi formal. aktivitas. Saking banyaknya pedagang asongan yang tersebar di setiap sudut terminal, jika tidak diatur dengan baik otomatis dapat mengganggu kenyamanan pengguna terminal lainnya. Potret kehidupan sosial ekonomi pedagang kaki lima di kota Makassar (contoh pedagang pisang epe' di pantai losari).

Terminal Mallengkeri terletak di Jalan Mallengkeri dan Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar dan beroperasi sebagai terminal Tipe B. Sebagai salah satu terminal tipe B di Makassar, hal ini berarti terminal Mallengkeri tidak luput dari incaran para pelaku sektor informal untuk menjalankan aktivitasnya. Menurut anda (i) apa dampak dari banyaknya pelaku usaha di sektor informal?

Apakah Anda mampu memenuhi kebutuhan keluarga Anda, seperti menyekolahkan anak dengan pekerjaan ini?

Referensi

Dokumen terkait

Ciri dari situasi konflik adalah suatu keberhasilan (keuntungan) dari pihak pertama akan merupakan kegagalan pihak lain.. Ciri-ciri penting lain banyak

1) Otak merupakan processor parrarel. Pikiran, perasaan, sifat bawaan, dan emosi saling berhubungan satu sama lain dan berinteraksi dengan berbagai macam model