TOLUENE
Oleh :
Irma Juliana
Mendrofa
NIM.217032050
Pendahulua n
Toluena merupakan senyawa turunan benzena yang salah satu atom hidrogennya tersubstitusi oleh gugus metil (-CH3)
Disebut juga metilbenzena atau fenilmetana
Toluena merupakan cairan bening tak berwarna, memiliki aroma khas tetapi tidak setajam benzene
Digunakan sebagai bahan pelarut bagi industri
Bersifat mudah terbakar
Toluen
e Rumus kimia : C7H8
Titik lebur: -95°C
Kepadatan: 867 kg/m³
Titik didih: 110,6°C
Massa molar: 92,14 g/mol
Klasifikasi: Hidrokarbon aromatic
Bahaya utama: sangat mudah terbakar
Toluena dapat dihasilkan dari reaksi alkilasi Friedel-
Crafts. Reaksi ini merupakan reaksi benzena dengan
alkil halida serta bantuan katalis aluminium klorida.
Transportasi
Kegunaan Toluene
Industri Produk Kosmetik
• Toluena biasanya digunakan dalam produksi cat, karet, pernis, lem dan tinta karena dapat membantu mengeringkan, melarutkan, dan mengencerkan zat lain.
• Digunakan dalam proses produksi bahan kimia lainnya, termasuk benzene, rinitrotoluena (TNT), asam benzoat, benzoil klorida dan toluena diisosianat.
• Hingga saat ini sudah ada beberapa produsen besar toluena di Indonesia antara lain PT. Pertamina Cilacap, PT.
Styrindo Mono Indonesia (anak perusahaan PT. Chandra Asri Petrochemical) serta PT. Trans pacific Petrochemical Indotama yang mampu memproduksi toluene hingga 300.000 ton/tahun
• Toluena digunakan sebagai bahan penghapus cat kuku, karena kemampuannya
untuk membantu
melarutkan zat lain, seperti resin dan plasticizer.
• Toluena juga digunakan dalam formulasi produk cat kuku, agar dapat mengeras.
• Toluena diproduksi dalam pembuatan bensin, dan juga merupakan aditif bensin yang dapat digunakan untuk
meningkatkan nilai oktan bahan bakar, seperti pertamax dan pertalite.
• Semakin tinggi angka atau peringkat oktan, semakin efisien proses pembakaran sehingga emisi gas buangan yang dikeluarkan juga menjadi lebih kecil.
Contoh industri yang menggunakan toluene
Toluen di percetakan digunakan sebagai bahan campuran tinta printing. Selain itu toluen juga digunakan sebagai pelembab mesin printing
.Salah satu bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam industri
kantong plastik adalah toluene. Toluena biasanya digunakan sebagai
pelarut cat pada proses pencetakan kantong plastik
Toksisita s Toluene
Jalur pajanan : Ingestion, inhalasi, absorbsi
Dampak : rusaknya organ utama yaitu susunan syaraf pusat, hati, ginjal, kulit
Tanda dan gejala : konjungtivitis dan kekeruhan kornea, iritasi kulit disertai lepuh, mual dan muntah, sakit kuning, anemia
nilai ambang batas menurut Kepmenaker No 5 Tahun 2018 : 50 ppm
paparan pada pria selama 8 jam pada 200 ppm menyebabkan kelelahan, kelemahan, kebingungan, dan parathesia pada kulit.
Pada 400 ppm, kelainan mental menjadi gejalanya.
Pada 600 ppm, kelelahan ekstrim, kebingungan, kegembiraan, mual, sakit kepala, dan pusing terjadi dalam 3 jam
Kecacatan : perubahan sistem saraf pusat permanen
Tindakan
Pencegahan
Area kerja memiliki ventilasi yang baik
Menggunakan kacamata laboratorium
Menggunakan masker cartridge
Menggunakan sarung tangan karet Pemeriksaan
kesehatan setiap tahun. pemeriksaan mata, pemeriksaan darah, urine
cuci mata dengan air. Cuci area tubuh yang terkontaminasi dengan sabun dan air
Biomarker
Asam benzoat di atas 2 gr dalam urin dalam 24 jam menunjukkan adanya paparan.
Peningkatan asam hipurat dalam urin. Nilai
Ambang Batas yang ditentukan yaitu sebesar 1600 mg/g kreatinin
Toluen dalam darah