• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRI SANTYA.pdf - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TRI SANTYA.pdf - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Bagi peneliti pada khususnya dan masyarakat pada umumnya akan menambah pengetahuan bagaimana KBIHU Makrifatul Ilmi menetapkan standar kinerja mengenai strategi pemberian bimbingan ibadah haji kepada jamaah haji lanjut usia, sehingga akan berujung pada kualitas yang lebih baik serta kepuasan dan kepercayaan calon jamaah haji. jamaah haji. .

Penelitian Terdahulu

Ketiga, Praktek Keempat, Simulasi.6 Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan penulis adalah sama-sama membahas tentang tuntunan ibadah haji, sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penulis terletak pada tempat dan fokus penelitian. fokus pada metode bimbingan ibadah haji di KBIHU Nurul Haramain, sedangkan penulis fokus pada strategi pemberian bimbingan ibadah haji bagi jamaah haji lanjut usia di KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. 6 Mu'tasim Billah Didin Chonyta, Taufiqur Rahman, 'Metode Bimbingan Manasik Haji di KBIHU Nurul Haramain', Manajemen Bisnis hal. Penelitian Ani Sulistina Wati, Rahima Zakia dalam penelitian jurnal berjudul “Manajemen Bimbingan Manasik Haji di Muaro Al-Hikmah Kelompok Pembinaan Haji SiJunjung (KBIH)".

Pembinaan ibadah haji meliputi unsur pelatihan yaitu peserta, pengajar, materi, metode, media dan biaya. Tulisan ini akan mengungkap bagaimana pengelolaan bimbingan ibadah haji hanya sebatas pelaksanaan fungsi perencanaan, pengorganisasian, mobilisasi, dan pengawasan. Untuk menjamin terselenggaranya pembinaan maka dilakukan pengawasan secara langsung dan tidak langsung.8 Persamaan penelitian ini dengan penelitian penulis adalah sama-sama membahas tentang bimbingan ibadah haji pada kelompok bimbingan haji di KBIH, adapun perbedaan penelitian ini dan penulis adalah pusatnya.

8 Ani Sulistina Wati dan Rahima Zakia, 'Manajemen Bimbingan Manasik Haji di Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) Al-Hikmah Muaro Sijunjung, 2018, hal. Penelitian ini fokus pada pengelolaan bimbingan ibadah haji di Kelompok Pembinaan Haji (KBIH) Al-Hikmah Muaro SiJunjung, sedangkan penulis fokus pada strategi penyelenggaraan bimbingan ibadah haji bagi jamaah haji lanjut usia di KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Metode penelitian ini merupakan ilmu alam karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah sehingga disebut metode kualitatif. Peneliti menganalisis gejala yang terjadi di KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan yang terjadi pada bulan Oktober 2021, kemudian peneliti mengkaji gejala yang terjadi pada bulan Februari 2022 dan melakukan penelitian lebih lanjut dengan mewawancarai Ketua KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan dan Jamaah Haji mulai bulan Maret. 10 Tahun 2022 sampai dengan tanggal 10 April 2022. Informan penelitian ini adalah ketua dan jamaah senior di KBIHU Makrifaul Ilmi Bengkulu Selatan yang dapat memberikan informasi mengenai data yang dibutuhkan oleh peneliti.

Wawancara dalam penelitian ini merupakan wawancara bebas terstruktur dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang dirancang secara sistematis dan komprehensif untuk mengumpulkan data. Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kajian teoritis, data dari informan penelitian, data penelitian yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji yang diperoleh dari literatur dan dokumen yang relevan dengan fokus penelitian ini, seperti buku, artikel dari ilmuan. majalah, misalnya buku, dokumen profil KBIHU, dan arsip KBIHU. Dalam hal ini peneliti melakukan observasi langsung yang dilakukan secara bertahap mulai dari menganalisis permasalahan yang ada di KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan hingga memperoleh data tertulis yang dianggap relevan.

Dalam penelitian ini wawancara diarahkan kepada ketua KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan dan 4 Jemaah Haji. Teknik pengumpulan data ini penulis gunakan untuk memperoleh data dari dokumen atau arsip yang ada di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan (KBIHU).

Sistematika Penulisan

KAJIAN TEORI

Pengertian Strategi

Model-model Pembuatan Strategi

Model pembuatan strategi yang dikemukakan oleh Henry Mintzberg dalam artikel “tiga pembuatan strategi” pada tahun 1973 telah mengkaji proses pembuatan strategi di bidang ekonomi, kebijakan publik, dan manajemen. Dalam model ini, manajer sangat aktif mencari peluang-peluang baru, sehingga manajer yang mempunyai kekuatan dalam bisnis berani mengambil risiko tinggi di saat krisis dibandingkan hanya mengandalkan alternatif yang aman. Model ini biasanya digunakan oleh usaha muda atau kecil yang tujuan utamanya adalah pertumbuhan.

Model ini dicirikan oleh pembuat strategi sebagai respon terhadap permasalahan baru, sehingga pembuatan strategi harus fleksibel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis dan kompleks.

Penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji

Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu (istitho'ah) untuk menunaikannya satu kali seumur hidup. Penyelenggaraan Ibadah Haji di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Ibadah Haji. Salah satu undang-undang tersebut menyatakan bahwa pemerintah wajib memberikan bimbingan, pelayanan, dan perlindungan kepada setiap jamaah haji dari tanah airnya, di Arab Saudi, hingga kembali ke tanah airnya.

Undang-undang ini (khususnya Pasal 8 ayat 2) menyatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Oleh karena itu, menjadi kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan kegiatan bimbingan ibadah haji secara intensif bagi calon jemaah haji.

Bimbingan Manasik Haji

  • Pengertian Bimbingan Manasik Haji
  • Tujuan Bimbingan Manasik Haji
  • Pengertian Haji
  • Hukum dan Waktu Mengerjakan Haji
  • Tata Cara Manasik Haji

21 Ablah Muhammad Al-Kahlawi, Haji dan Umrah Rujukan Utama Wanita Segala-galanya Yang Wanita Perlu Tahu Tentang Menjadi Tetamu Tuhan di Tanah Suci (Jakarta: Zaman, 2015), hlm. Ibadah haji dilakukan pada bulan Haji (Dzulhijjah), tepatnya ketika tiba waktu wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah), hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan hari Tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijjah). 23. 22 Muhammad Sholikhin, Keajaiban Haji dan Umrah Mendedahkan Keajaiban Pesona Kaabah dan Tanah Suci (Jakarta: Erlangga, 2013), hlm.

Pakaian ihram pria terdiri dari dua helai kain lebar yang menutupi bahu dan panggul bawah seperti sarung. 25 Muhammad Sholikhin, Keajaiban Haji dan Umrah Mengungkap Hebatnya Pesona Ka'bah dan Tanah Suci (Jakarta: Erlangga, 2013), hal. 28 Ablah Muhammad Al-Kahlawi, Referensi Utama Haji dan Umrah Wanita: Segala Hal yang Perlu Diketahui Wanita Tentang Menjadi Tamu Allah di Tanah Suci (Jakarta: Zaman, 2015), hal.

Wukuf berkumpul di Padang Arafa pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika matahari terbenam pada tanggal 10 Dzulhijjah.29. 31 Muhammad Sholikhin, Keajaiban Haji dan Umrah Mengungkap Hebatnya Pesona Ka'bah dan Tanah Suci (Jakarta: Erlangga, 2013), hal. Setelah melakukan Tawaf Ifadhah dilanjutkan dengan Sa'i yaitu lari dari Shafa ke Marwa.

36 Syahrin Harahap, Manasik Hikmah-Falsafi Haji dan Umroh Menelaah Sumber Tauhid (Jakarta: Prenadamedia Group, 2018), hal. Usap dan cium batu hitam setelah selesai tawaf dan shalat dua rakaat. Kemudian keluar dari pintu Shafa (pintu yang berhadapan dengan dua tiang Yamani) untuk melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa. Pendakian puncak Bukit Shafa dan Marwa khusus laki-laki agar bisa melihat Ka'bah melalui pintu masjid.

Jemaah haji sering mendaki puncak Shafa dan Marwa, walaupun wanita tidak disyariatkan untuk melakukannya, kerana ia akan sesak dengan lelaki. Tahallul tsani ialah keadaan jamaah yang telah melakukan tiga aktiviti iaitu melontar aqabah jamrah, menggunting atau mencukur rambut, dan tawaf ifadhah dan sa'i. 38 Muhammad Sholikhin, Keajaiban Haji dan Umrah Mendedahkan Keajaiban Kaabah dan Tanah Suci (Jakarta: Erlangga, 2013), hlm.

Penyelenggaraan Bimbingan Haji dan Umrah

43 Tawaf Ifadhah dan melaksanakannya sebelum meninggalkan Makkah, maka Tawaf Ifadhah sudah memadai untuk menggantikan Tawaf Wada. Bimbingan haji yang dilakukan oleh rombongan pengiring hendaklah berpandukan manasik dan buku panduan perjalanan haji yang disediakan oleh Ketua Pengarah. Akreditasi digunakan sebagai bahan penilaian kelayakan dan kualiti bimbingan yang diberikan oleh kumpulan bimbingan.Kualiti bimbingan ditetapkan dengan tahap A (sangat baik), B (baik), C (cukup) dan D (lemah).

Kelompok Pembina atau perseorangan yang tidak mematuhi ketentuan akan dikenakan sanksi berupa teguran tertulis, penerbitan izin, pencabutan izin atau. Ketentuan lebih lanjut mengenai pendampingan haji dan kelompok pendamping ditetapkan dengan keputusan Direktur Jenderal.41.

Lanjut Usia

  • Pengertian Lanjut Usia
  • Hak dan Kewajiban Lanjut Usia

Selain hak-hak lanjut usia, mereka juga mempunyai kewajiban-kewajiban yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, yang mana lanjut usia mempunyai kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

GAMBARAN UMUM DAN OBJEK PENELITIAN

Letak Geografis KBIHU Makrifatul Ilmi

Materi yang disampaikan dalam bimbingan ibadah haji di KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan adalah: 52. Pembinaan dalam bimbingan ibadah haji berlangsung minimal 16 sampai 21 kali pertemuan, dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa strategi KBIHU Makrifatul Ilmi dalam menyelenggarakan bimbingan ibadah haji adalah untuk memberikan kemudahan bagi calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Dalam pemberian materi panduan manasik haji, berbagai metode digunakan agar calon jamaah haji peserta ibadah dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan. Materi yang disampaikan juga mudah dipahami dan sesuai dengan pedoman tata cara ibadah haji selama melaksanakan di Tanah Suci, informasi yang disampaikan baik, metode yang digunakan juga baik yaitu ceramah, tanya jawab dan praktek. adalah mengikuti ibadah haji, karena haji adalah ibadah dan waktunya ditentukan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa strategi penyelenggaraan bimbingan ibadah haji telah berjalan dengan baik, sehingga jamaah haji lansia secara keseluruhan dapat memahami materi yang disampaikan oleh pemandu.

Meskipun masih terdapat beberapa jamaah pada saat bimbingan ibadah haji yang belum maksimal dalam memahami materi karena sebagian besar jamaah sudah berusia lanjut, namun demikian penggunaan metode yang berbeda merupakan strategi yang tepat dalam bimbingan ibadah haji di KBIHU mengingat, bahwa mayoritas jemaah haji adalah lansia. 61 B. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Bimbingan Ritual Haji Bagi Jamaah Haji Lanjut Usia Oleh Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan.

Dari segi sarana dan prasarana yang disediakan KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan telah memenuhi salah satu aspek yang menunjang keberhasilan penyelenggaraan kegiatan bimbingan ibadah haji dan umroh. Prasarana pelaksanaan ibadah haji adalah gedung/tempat pelaksanaan ibadah, laptop, papan tulis LCD, spidol, penghapus dan alat tulis. Jamaah yang melakukan bimbingan ibadah haji diberikan jadwal bimbingan kepada KBIHU Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan agar calon jamaah dapat meluangkan waktunya sesuai jadwal.

Pembinaan ibadah haji dilakukan minimal 16 sampai 21 kali pertemuan. Status pendidikan jamaah haji KBIHU Makrifatul Ilmi juga mempengaruhi pelaksanaan bimbingan ibadah haji. Kepada KBIHU Makrifatul Ilmi agar lebih meningkatkan pelaksanaan ibadah haji karena calon jamaah haji pada umumnya sudah berusia lanjut agar para calon jamaah lebih mudah memahami dan mengingat materi pada saat bimbingan ibadah haji dan waktu pelaksanaan ibadah haji. jamaah akan siap dan mampu menunaikan ibadah haji secara mandiri dan menjadi haji yang sejahtera.

Didin Chonyta, Taufiqur Rahman, Mu'tasim Billah, 'Hajj Manasik-begeleidingsmethode bij KBIHU Nurul Haramain', Bedrijfsmanagement, 1 (2021). Wati, Ani Sulistina en Rahima Zakia, 'Management van Hajj Manasik-begeleiding in de Al-Hikmah Muaro Sijunjung Hajj Guidance Group (KBIH), 2018.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Hasil tes

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Hasil tes

Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis

Berdasarkan pada jenis permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, maksudnya adalah data

Jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti ialah penelitian deskriptif deskriptif dengan pendekatan penelitian yaitu penelitian kualitatif, merupakan penelitian yang

(3) Bagaimana Trik-Trik dosen prodi bimbingan konseling Islam di IAIN Bengkulu ?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif

Herman “Dari hasil wawancara dengan Bapak Herman sesepuh warga baik pihak pekerja petani karet maupun pihak pemilik karet toke, menyatakan bahwa dengan perjanjian bagi hasil yang

Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip oleh Moleong menyatakan bahwa “kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata penulis atau tulisan dari