• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS 5 MATA KULIAH ILMU KEALAMAN DASAR

N/A
N/A
Muhammad Alparezi

Academic year: 2024

Membagikan "TUGAS 5 MATA KULIAH ILMU KEALAMAN DASAR"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS 5 MATA KULIAH ILMU KEALAMAN DASAR

Anggota : Muhammad Alparezi (2308016029) Yudias Fernandes (2308016030)

Dicky Wimanjaya Limanto (2308016032) Muhammad Afrian (2308016050)

Kelas : A-2023

Matkul : Ilmu Kealaman Dasar

1. Asal usul alam semesta?

Jawab :

Alam semesta sering didefinisikan sebagai “keseluruhan keberadaan”, atau segala sesuatu yang ada, segala sesuatu yang telah ada, dan segala sesuatu yang akan ada. Kata universe (semesta) biasanya didefinisikan mencakup keseluruhan. Namun, dengan menggunakan definisi alternatif, beberapa kosmolog berspekulasi bahwa universe hanya merujuk pada alam di mana keberadaan kita berada. Hal ini terkait dengan pemaknaan alam semesta kita yang hanya merupakan satu dari banyak “semesta” yang secara kolektif disebut multiverse.

Alam Semesta adalah ruangan yang sangat besar dan mungkin tak terbatas dalam volume, hal yang dapat diamati adalah tersebarnya ruang pada ukuran setidaknya 93 miliar tahun cahaya. Berdasarkan hasil pengamatan para astronom dengan menggunakan teropong binokular atau teleskop yang mutakhir bahwa di alam semesta ini terdapat bintang-bintang beredar mengikuti suatu pusat berupa kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok bintang yang sangat dekat satu dengan lain (cluster) dan juga dikelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk matahari selanjutnya disebut Galaksi. Menurut para ahli, ternyata galaksi itu jumlahnya banyak dan galaksi di mana bumi kita berinduk diberi nama galaksi Milky Way atau Bhima Sakti, dan galaksi tetangga Bhima Sakti yang dapat dilihat oleh para astronom adalah galaksi

(2)

Andromeda. Galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya tidak kurang 100 milyar, termasuk di antaranya matahari.

Alam semesta sendiri diungkapkan terus mengalami perluasan. Ilmu pengetahuan telah mengungkap hal tersebut. Pada awal abad ke-20 seorang fisikawan Rusia bernama Alexander Friedmann menemukan bahwa alam semesta mengembang. Fakta itu makin ditegaskan melalui teleskop oleh Edwin Hubble, astronom Amerika yang menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak atau saling menjauh. Sementara dalam kitab suci Alquran, fakta sains ini ternyata sudah lama diungkap sekira 14 abad lalu. Dalam salah satu surah Alquran, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa alam semesta mengalami perluasan.

“Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.” (Q.S.Az-Zariyat: 47)

Terdapat beberapa teori mengenai terbentuknya alam semesta 1. Teori Big Bang

Teori Big Bang adalah teori yang paling dominan saat ini dalam menjelaskan asal- usul alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta bermula dari sebuah titik tunggal yang sangat kecil, padat, dan panas yang kemudian meledak dengan dahsyat sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Ledakan tersebut menghasilkan gas-gas yang kemudian gas- gas tersebut membentuk galaksi-galaksi, bintang-bintang dan planetplanet. Impilikasinya jagat raya punya awal dan akhir. Dengan kata lain bahwa alam semesta ini asalnya berupa 1 benda raksasa saja, kemudian pecah akibat tekanan tenaga dalam di tengah-tengahnya sehingga pecah menjadi berkeping-keping. Kepingan-kepingan itu menjadi benda-benda alam.

Ada beberapa tahapan proses dalam teori Big Bang ini :

1. Singularitas: Semesta berada dalam keadaan yang sangat padat dan panas, yang disebut singularitas.

2. Ekspansi: Terjadi ledakan dahsyat yang menyebabkan materi dan energi menyebar ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi.

(3)

3. Pendinginan: Seiring waktu, materi dan energi mendingin dan mulai membentuk partikel-partikel subatomik.

4. Pembentukan Atom: Partikel-partikel subatomik bergabung membentuk atom-atom sederhana seperti hidrogen dan helium.

5. Formasi Struktur: Atom-atom ini kemudian bergabung membentuk bintang, galaksi, dan struktur kosmik lainnya.

Adapun bukti yang mendukung teori ini adalah :

1. Radiasi Kosmik Latar Belakang (CMB): Sinar kosmik yang sangat lemah dan merata di seluruh alam semesta, dianggap sebagai sisa-sisa panas dari Big Bang.

2. Pergeseran Merah: Cahaya dari galaksi yang jauh tampak bergeser ke arah spektrum merah, menunjukkan bahwa galaksi-galaksi tersebut sedang menjauh satu sama lain.

3. Kelimpahan Unsur-Unsur: Kelimpahan unsur-unsur ringan seperti hidrogen dan helium di alam semesta sesuai dengan prediksi teori Big Bang.

Teori Big Bang juga menjelaskan bahwa alam semesta memiliki siklus yang berulang.

Pada suatu titik, alam semesta akan berhenti mengembang dan malah menyusut. Semua akan ditarik dan menyisakan lubang hitam besar. Inilah yang disebut Big Crunch, yang merupakan kelanjutan dari teori Big Bang. Menurut teori Big Crunch, alam semesta tidak mengalami akhir karena membentuk sebuah siklus. Ia akan meledak, mengembang, menyusut, lalu menghilang dan terus menerus seperti itu. Dalam kata lain, alam semesta akan bereinkarnasi.

2. Teori keadaan tetap (Steady State Theory)

Teori ini berlawanan dengan Teori Big Bang. Teori Keadaan Tetap menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki awal atau akhir, melainkan selalu ada dan tetap sama sepanjang waktu. Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Pada setiap saat ada partikel-partikel yang kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih besar dari pada yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan

(4)

pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritik pada 10 milyar tahun lagi. Tetapi dalam waktu 10 milyar ini akan dihasilkan kabut-kabut baru. Materi baru terus-menerus diciptakan untuk mengisi ruang yang ditinggalkan oleh galaksi yang menjauh.

Akan tetapi teori ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Radiasi Kosmik Latar Belakang: Penemuan CMB sangat bertentangan dengan teori ini, karena CMB menunjukkan adanya suatu peristiwa awal (Big Bang).

2. Kurangnya Bukti Observasi: Tidak ada bukti kuat yang mendukung adanya penciptaan materi secara terus-menerus. Teori ini tidak bisa menjelaskan di mana materi dibentuk, dan bahan apa, dan bagaimana prosesnya

3. Tidak bisa menjelaskan mengapa jagat raya mengembang

3. Teori Mengembang dan Memampat atau Teori Ekspansi dan Kontraksi (Oscillation Theory)

Teori ini merupakan kombinasi dari Teori Big Bang dan siklus alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mengalami siklus ekspansi dan kontraksi secara berulang. Layaknya seperti sebuah bola yang terus-menerus mengembang dan mengempis. Dimana, setelah mencapai titik ekspansi maksimum, alam semesta akan mulai menyusut dan akhirnya runtuh ke dalam dirinya sendiri. Setelah itu, siklus ekspansi baru akan dimulai. Pada masa ekspansi terbentuklah galaksi-galaksi serta bintang- bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya tenaga-tenaga yang bersumber dari reaksi inti hidrogen yang pada akhirnya akan membentuk berbagai unsur lain yang kompleks. Pada masa kontraksi, galaksi dan bintang-bintang yang terbentuk meredup sehingga unsur yang terbentuk menyusut dengan menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi.

Proses terbentuknya alam semesta menurut teori ini adalah,

1. Ekspansi: Alam semesta dimulai dengan sebuah ledakan dahsyat (Big Bang) seperti yang dijelaskan sebelumnya. Setelah ledakan, alam semesta terus mengembang.

2. Kontraksi: Ketika ekspansi mencapai titik maksimum, gaya gravitasi antar galaksi dan materi akan mulai menarik semuanya kembali ke pusat.

(5)

3. Runtuhan: Alam semesta akan terus menyusut hingga mencapai titik yang sangat padat dan panas, mirip dengan keadaan sebelum Big Bang.

4. Big Bounce: Pada titik ini, akan terjadi ledakan besar lagi (Big Bounce) yang memulai siklus ekspansi baru.

Akan tetapi teori ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Kurangnya Bukti: Hingga saat ini, belum ada bukti observasi yang kuat untuk mendukung teori ini.

2. Masalah Entropi: Hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa entropi (ketidakaturan) alam semesta selalu meningkat. Jika alam semesta mengalami siklus berulang, bagaimana entropi dapat terus meningkat?

3. Kesulitan dalam Pembuktian: Sifat siklus yang sangat panjang dan skala kosmik yang sangat besar membuat teori ini sulit untuk diuji secara empiris.

4. Teori Nebular

Hipotesis ini dikemukakan pertama kali oleh Laplace pada tahun 1796. Ia yakin bahwa sistem tata surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas.

Kondensasi awan panas tersebutlah yang akan membentuk matahari. Selanjutnya, pada proses kondensasi tersebut ada sebagian yang terpisah dan merupakan cincin yang mengelilingi pusat. Bagian yang mengelilingi pusat itu dengan cara yang sama berkondensasi membentuk suatu formula yang serupa dengan terbentukya matahari tadi.

Setelah mendingin benda-benda ini akan menjadi planet-planet seperti Bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya berupa sateliti atau bulan. Dapat dibayangkan bahwa berdasarkan teori ini, planet Saturnus yang dikelilingi oleh cincin Saturnus itulah merupakan bakal satelitnya. Salah satu keberatan dari hipotesis ini adalah ditemukannya dua buah bulan pada Jupiter dan sebuah bulan di Saturnus yang berputar berlawanan arah dengan rotasi planet-planet tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa satelit tersebut bukan merupakan bagian dari planetnya.

(6)

5. Teori Planettesimal

Dikemukakan pertama kali oleh Chamberlin dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan teori nebular yaitu bahwa sistem tata surya ini terbentuknya dari kabut gas yang sangat besar yang berkondensasi. Perbedaannya adalah terletak pada asumsu bahwa terbentuknya plant-planet itu tidak harus dari satu badan, tetapi diasumsikan ada bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat dekat bintang di mana tata surya kita merupakan bagiannya. Kabut gas dari bintang lain itu sebagaian terpengaruh oleh daya tarik kita dengan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut planettesimal. Planettesimal merupakan benda-benda kecil yang padat. Karena daya tarik menarik antarbenda itu sendiri, benda-benda kecil tersebut akan bergumpal menjadi besar dan menjadi panas. Hal ini disebabkan oleh tekanan akibat akumulasi dari massanya. Teori ini daptat menjawab pertanyaan mengapa ada satelit-satelit pada Jupiter maupun pada Saturnus yang mempunyai orbit berlawanan dengan rotasi planet-planet itu.

2. Benda-benda langit!

Jawab :

Tata surya terdiri dan Matahari sebagai pusat dan benda-benda lain seperti planet, satelit, meteor-meteor, komet- komet, debu, dan gas antarplanet beredar mengelilinginya.

Keseluruhan sistem ini bergerak mengelilingi pusat galaksi.

1. Planetoida atau Asteroida

Benda-benda itu mengorbit mengelilingi Matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter. Pada saat ini, benda semacam itu telah diketahui sebanyak ± 2000 buah, berbentuk bulat dan kecil. Yang terbesar bernama Ceres dengan diameter 750 km. Benda- benda langit itu disebut planetoida atau "bukan planet", untuk membeda- kannya dengan planet utama yang telah diterangkan.

2. Komet atau Bintang Berekor

Meskipun komet disebut sebagai bintang berekor, tetapi komet bukan tergolong bintang alam dalam arti yang sebenarnya. Komet merupakan anggota tata surya, yang beredar mengelilingi Matahari dan menerima energinya dari Matahari.

Komet sebenamya merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi kabut gas. Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedangkan lainnya berupa sinar ultraviolet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet.

(7)

Akibat eksitasi ini akan terjadi resonansi atau fluorescensi, dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.

3. Meteor atau Bintang Beralih

Meteor bukan tergolong bintang karena meteor merupakan anggota tata surya. Meteor berupa batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 mm dan massanya tidak lebih dari 1 gram. Meteor ini semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik atau 60 x 60 x 60 km per jam.

Jika oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer Bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul panas dan tampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jadi, suatu meteor akan tampak jika memasuki atmosfer Bumi.

Dan karena suhunya yang tinggi, meteor itu sendiri akan hancur sebelum sampai ke permukaan Bumi.

Ada beberapa anggapan yang menduga meteor berasal dan letusan di Bulan, ada pula yang beranggapan berasal dari debu asteorida yang terlepas dari garis edarnya. Dan ada pula anggapan bahwa meteor berasal dari debu komet yang terlepas.

4. Satelit

Satelit merupakan pengiring planet. Satelit beredar mengelilingi planet, dan bersama- sama beredar mengelilingi Matahari. Peredaran satelit mengelilingi planet disebut gerak revolusi satelit. Di samping itu, satelit juga melakukan gerak rotasi, yaitu beredar mengelilingi sumbunya sendiri. Pada umumnya, arah rotasi dan revolusi satelit sama dengan arah rotasi dan revolusi planetnya, yaitu dari Barat ke Timur, kecuali satelit dari planet Neptunus. Planet yang telah diketahui tidak mempunyai satelit adalah Merkurius, Venus, dan mungkin juga Pluto.

Bulan merupakan satu-satunya satelit dari planet Bumi. Kala rotasi Bulan adalah satu bulan, sama dengan kala revolusinya satu bulan. Berakibat permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi selalu tetap. Atau, kita akan selalu melihat bagian permukaan Bulan yang sama sepanjang waktu.

Jarak antara Bumi dengan Bulan kurang lebih 384.403 km dan merupakan benda langit yang paling dekat terhadap bumi. Jika dibandingkan Bumi, Bulan mempunyai ukuran:

a. Massa Bulan = 1/10 massa Bumi

b. Diameter Bulan = 1/4 diameter Bumi 3000 km.

(8)

c. Gravitasi Bulan = 1/6 gravitasi Bumi.

Permukaan Bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung. Bagian Bulan yang gelap, halus, dan datar disebut lembah Maria. Di permukaan Bulan tidak ada hawa.

Tidak adanya hawa di Bulan mengakibatkan:

1. Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 110° C sedangkan suhu terendah-173° C;

2. Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi;

3. Langit tampak kelam; dan

4. Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang.

3. Planet-planet!

Jawab :

Kata “planet” berasal dari bahasa Yunani yaitu “planetai” yang memiliki arti

“pengembara”, penamaan tersebut diberikan dikarenakan planet memiliki kedudukan yang tidak tetap atau terus bergerak. Planet merupakan susunan dari benda langit yang mengorbit pada suatu bintang serta memiliki massa yang sangat besar. Planet umumnya akan bergerak mengelilingi sebuah bintang karena adanya tarikan gaya gravitasi dari bintang itu yang membuat planet-planet disekitarnya akan bergerak mengelilingi bintang tersebut. Menurut International Astronomical Union (2006), sebuah benda langit dapat dikatakan planet apabila memenuhi persyaratan, sebagai berikut:

1. Harus mengorbit sebuah bintang (kalau di tata surya kita adalah Matahari);

2. Harus cukup besar untuk memiliki gaya gravitasi agar tetap bisa berada di lintasan;

3. Harus cukup besar agar gravitasinya dapat menyingkirkan benda lain yang berada di sekitar lintasannya.

Dalam tata surya kita planet-planet bergerak mengelilingi matahari, planet biasanya akan beredar dan bergerak mengelilingi matahari dengan arah yang sama, akan tetapi waktu yang dibutuhkan untuk peredaran suatu planet biasanya tergantung dari jarak planet tersebut dengan matahari. Sebagian besar planet juga umumnya memiliki satelit yang juga bergerak mengelilingi planet tersebut karena adanya gaya gravitasi yang muncul disekitar planet. Satelit biasanya bergerak sebagai pengikut atau penggiring planet tersebut dalam melakukan perputaran atau rotasinya mengelilingi matahari.

Berikut adalah daftar planet-planet yang ada di tata surya kita : 1. Merkurius

(9)

Merkurius merupakan planet yang memiliki jarak terdekat dengan matahari, yakni sekitar 57,9 juta kilometer yang membuat planet ini memiliki suhu yang sangat panas sekitar 430 derajat celcius. Merkurius memiliki massa sebesar 3,30 x 1023kg, serta diameter 4.879,4km. Merkurius memiliki struktur planet yang berbatu dengan inti besi yang besar sekitar 85% dari radius planet tersebut. Inti dari planet Merkurius dikelilingi oleh mantel tipis yang sebagian besar terdiri dari silikat dan kerak yang tipis. Merkurius memiliki rotasi yang sangat lambat yaitu memerlukan sekitar 59 hari bumi dan memerlukkan sekitar 88 hari untuk sekali revolusi (mengelilingi matahari). Selain itu Merkurius juga tidak memiliki satelit

2. Venus

Venus merupakan planet kedua terdekat dengan matahari setelah Merkurius, jarak dari planet Venus ke matahari sekitar 108,9 juta kilometer. Venus memiliki massa sebesar 4,86 x 1024kg atau sekitar 82% dari massa Bumi. Venus memiliki diameter sebesar 12.104km atau 638km lebih kecil dari planet Bumi. Venus memiliki struktur planet dengan inti logam yang dikelilingi mantel berbatu seperti bumi, Venus memiliki atmosfer yang sangat tebal dan beracun yang terdiri dari 96,5% karbon dioksida dan diselimuti awan tebal berwarna kuning yang mengandung asam sulfat. Awan tersebut membuat panas terperangkap didalamnya dan menciptakan efek rumah kaca yang sangat ekstrim dengan suhu permukaan yang bisa mencapai 464 derajat celcius. Venus berotasi selama 243 hari bumi dan uniknya Venus berotasi berlawanan arah dengan rotasi planet-planet lainnya sehingga hal ini dikenal dengan rotasi retrograde, hal ini menyebabkan matahari terbit di Venus bukan dari arah Timur melainkan arah Barat. Satu hari di Venus lebih panjang dari satu tahunnya, karena Venus berevolusi mengelilingi Matahari dalam 224,7 hari Bumi. Venus juga tidak memiliki satelit.

3. Bumi

Bumi merupakan planet ketiga dalam urutan tata surya dan menjadi satu-satunya planet di tata surya kita yang memungkinkan adanya kehidupan didalamnya. Bumi berjarak sekitar 149 juta kilometer dari matahari, Bumi memiliki massa 5,97 x 1024kg, dan memiliki diameter 12.756km. Planet Bumi memiliki struktur inti besi-nikel, yang dibagi lagi menjadi inti dalam yang berupa bola padat dengan jari-jari 1.220km, inti luar setebal 2.000km, mantel bumi yang berbentuk silikat tebal, serta kerak bumi yang tersusun dari batu-batuan. Permukaan bumi 70% sebagian besar merupakan wilayah perairan dan

(10)

30% merupakan wilayah daratan. Bumi berotasi sekali setiap 24 jam dan berevolusi selama 365 hari serta Bumi memiliki 1 satelit alami, yaitu Bulan, dengan diameter 3.474 km.

4. Mars

Mars merupakan planet keempat yang berjarak sekitar 228 juta kilometer dari matahari. Jarak Mars ke Matahari tidak selalu sama, hal ini dikarenakan Mars memiliki orbit yang berbentuk elips. Jarak terdekat Mars dari Matahari adalah sekitar 206,6 juta kilometer, sedangkan jarak terjauhnya adalah sekitar 248,2 juta kilometer. Mars memiliki massa 6,41 x 1023kg, diameter 6.779km, serta suhu planet Mars antara -113 sampai 0 derajat celcius. Planet Mars memiliki struktur inti yang terdiri dari besi, nikel, dan sulfur, dikelilingi oleh mantel silikat. Mars memiliki permukaan berdebu seperti gurun atau padang pasir dengan warna kemerah-merahan karena berasal dari oksida besi, memiliki gunung berapi yang besar serta lembah atau kawah-kawah yang dalam. Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis dan dingin dengan komposisi dari karbon dioksida, nitrogen, argon, oksigen, dan uap air. Planet Mars berotasi selama 24,6 jam dan berevolusi selama 687 hari serta Mars memiliki 2 satelit kecil, yaitu Phobos dan Deimos, yang diduga merupakan asteroid yang tertangkap oleh gravitasi Mars.

5. Jupiter

Jupiter merupakan planet kelima dalam urutan tata surya dan merupakan planet terbesar. Jupiter memiliki jarak 778 juta kilometer dari matahari, Jupiter memiliki massa 1,89 x 1027kg, dan diameter 139.820km. Jupiter memiliki struktur planet gas raksasa yang terdiri dari 90% hidrogen (H2) dan 10% helium (He), dengan sedikit elemen berat lainnya seperti metana (CH4), serta zat ammonia (NH3). Jupiter tidak memiliki permukaan padat atmosfernya bertransisi ke dalam laut hidrogen cair dan akhirnya ke inti yang mungkin berbatu. Jupiter memiliki atmosfer yang sangat tebal serta memiliki gas yang berwarna merah yang akan berputar mengelilingi tengah-tengah planet jupiter yang akan membentuk ikat pinggang merah raksasa yang kemudian menghasilkan badai besar di permukaan Jupiter. Jupiter memerlukan waktu 9 jam 50 menit untuk sekali rotasi dan sekitar 12 tahun untuk sekali untuk sekali berevolusi. Jupiter memiliki 95 satelit, dengan yang paling terkenal adalah Ganymede (satelit terbesar di tata surya), Europa (dengan kemungkinan laut bawah permukaan), Io (paling aktif secara vulkanik), dan Callisto.

(11)

6. Saturnus

Saturnus merupakan planet ke enam dalam urutan tata surya dan merupakan planet tercantik karena saturnus memiliki ciri khas cincin yang terlihat mengelilingi planet tersebut. Cincin-cincin kecil yang ada di planet Saturnus ini tersusun dari gas beku dan butiran-butiran debu yang menurut para peneliti merupakan peninggalan dari satelit yang lebih dulu yang sudah hancur karena benturan dengan planet-planet yang lainnya. Jarak dari Saturnus ke matahari sekitar 1.426.666.422km atau 1,4 miliar kilometer, Saturnus memiliki massa 5,68 x 1026kg, dan diameter 116.460km. Mirip seperti Jupiter, Saturnus sebagian besar terbuat dari hidrogen dan helium. Di pusat Saturnus terdapat inti padat yang terbuat dari logam seperti besi dan nikel yang dikelilingi oleh material berbatu dan senyawa lain yang dipadatkan oleh tekanan dan panas yang kuat. Interior Saturnus kemungkinan besar terdiri dari inti yang mengandung besi, nikel, dan batuan (senyawa silikon dan oksigen). Inti Saturnus dikelilingi oleh lapisan dalam yang terdiri dari hidrogen metalik, lapisan menengah yang terdiri dari hidrogen cair dan helium cair, dan lapisan luar yang mengandung gas. Saturnus memerlukan 10,4 jam untuk sekali berotasi dan 29 tahun untuk sekali berevolusi. Saturnus memiliki sekitar 147 satelit, dengan satelit terbesarnya adalah Titan yang ukurannya lebih besar dari Merkurius serta memiliki atmosfer tebal yang kaya nitrogen. Kemudian Satelit penting lainnya adalah Enceladus yang mengeluarkan gas dan debu serta memiliki geyser air yang memancar dari permukaannya.

7. Uranus

Uranus adalah planet ketujuh dalam sistem tata surya, jarak Uranus ke matahari sekitar 2.870.927.200km atau sekitar 2.8 miliar kilometer. Berbeda dengan planet lainnya, planet Uranus memiliki keunikan dimana salah satu kutub dari planet uranus ini menghadap ke matahari dan berotasi pada sumbu yang sebidang dengan bidang edarnya yang mengelilingi matahari. Uranus merupakan planet yang pertama kali ditemukan dengan menggunakan teleskop. Uranus adalah planet yang paling dingin di antara planet lainnya dengan suhu terendah yaitu -224 derajat celcius. Uranus memiliki massa 8.68 x 1025kg dan diameter 50.724km. Uranus memiliki atmosfer planet terdingin di Tata Surya, dengan suhu minimum 49K (224°C; 371 F), dan memiliki struktur awan yang kompleks dan berlapis dengan air yang diperkirakan membentuk awan terendah dan metana membentuk lapisan awan teratas. Bagian dalam Uranus sebagian besar terdiri dari es dan batu. Sebagai raksasa es, Uranus tidak memiliki permukaan yang sebenarnya. Planet ini juga sebagian besar terdiri dari cairan yang berputar-putar. Selain itu, atmosfer Uranus juga sebagian

(12)

besar adalah hidrogen serta helium, dengan sedikit metana serta jejak air dan amonia.

Metana memberi warna biru yang khas pada Uranus. Uranus memerlukan 17 jam untuk berotasi dan 84 tahun untuk sekali berevolusi. Uranus memiliki 27 satelit, dengan yang paling terkenal adalah Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.

8. Neptunus

Neptunus merupakan planet kedelapan dalam sistem tata surya, jarak Neptunus ke matahari adalah sekitar 4,5 miliar kilometer. Neptunus adalah planet yang memiliki angin dan badai yang sangat kuat sehingga disebut dengan planet yang paling berangin dalam tata surya. Neptunus memiliki mass 1.02 x 1026kg dan diameter 49.244km. Struktur internal Neptunus mirip dengan Uranus, yaitu mencakup atmosfer atas yaitu atmosfer yang terdiri atas hidrogen, helium, dan gas metana, kemudian mantel yang terdiri atas es air, amonia, dan metana serta inti yang terdiri atas bebatuan (silikat dan nikel-besi). Neptunus memerlukan waktu 16 jam untuk sekali berotasi dan 165 tahun untuk sekali berevolusi.

Neptunus memiliki 14 satelit, dengan Triton sebagai yang terbesar. Triton memiliki orbit retrograd dan dianggap sebagai objek dari Sabuk Kuiper yang ditangkap gravitasi Neptunus. Satelit Neptunus dari yang terdekat ke yang terjauh adalah Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, Larissa, S/2004N1, Proteus, Triton, Nereid, Halimede, Sao, Laomedeia, Psamathe, Neso, dan beberapa planet lainnya.

9. Pluto

Pluto merupakan planet yang berukuran sangat kecil dengan jarak sekitar 5,9 miliar kilometer dari matahari. Pluto memiliki massa 1,30 x 1022kg dan diameter 2.376,6km.

Pluto memiliki struktur lebih dari 98% permukaan Pluto terdiri atas es nitrogen dengan jejak-jejak metana dan karbon monoksida. Permukaan Pluto yang menghadap Charon mengandung lebih banyak es metana, sedangkan permukaan sebaliknya mengandung lebih banyak es nitrogen dan karbon monoksida. Pluto memerlukan waktu 6,39 hari untuk berotasi dan 248,4 tahun untuk berevolusi. Pluto memiliki 5 satelit yang berdasarkan jarak dari Pluto, satelit alami tersebut adalah Charon, Styx, Nix, Kerberos, dan Hydra.

Pluto ditemukan oleh astronom Amerika, Clyde Tombaugh, pada tahun 1930 dan menjadi planet kesembilan dalam tata surya. Namun, pada tahun 2006, International Astronomical Union (IAU) menurunkan status Pluto menjadi planet kerdil. Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet karena tidak memenuhi salah satu kriteria dari definisi planet,

(13)

yaitu dominasi orbital. Dominasi orbital adalah kemampuan planet untuk membersihkan orbitnya dari objek lain dengan gaya gravitasi yang dimilikinya.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet:

1. Orbit Pluto Tidak Bersih

Pluto tidak memiliki dominasi orbital, sehingga orbitnya tidak bersih dari objek lain.

2. Orbit Pluto Unik dan Elastis

Orbit Pluto berbentuk elips yang sangat ekstrem dan miring 17 derajat.

3. Ukuran Pluto Terlalu Kecil

Pluto memiliki diameter sekitar 2.377 km, sedangkan Bumi memiliki diameter 12.742 km.

4. Pluto Berada di Zona Trans-Neptunus

Pluto berada di wilayah Trans-Neptunus, yaitu zona objek lain yang mungkin melintasi jalur orbitnya.

4. Bumi sebagai planet dan lapisan bumi yang mendukung kehidupan?

Jawab :

1. Bumi Sebagai Planet A. Pengertian

Bumi adalah planet yang menempati urutan ketiga dalam Tata Surya, setelah planet Mercurius dan Venus, dan planet Bumi merupakan satu-satunya planet pada Tata Surya ini yang dihuni mahluk hidup terutama manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

Bumi adalah suatu planet daratan (land planet), artinya bahwa Bumi tersusun dari batuan bukan tersusun dari gas berukuran raksasa seperti planet Jupiter dan Bumi merupakan planet daratan yang terbesar ke empat dari planet-planet daratan yang ada, baik dari segi ukuran maupun masanya. Bumi juga memiliki gaya gravitasi permukaan yang paling tinggi, medan magnet yang terkuat, tercepat dalam berotasi, dan kemungkinan merupakan satu-satunya planet yang lempeng tektoniknya aktif. Bumi juga memiliki densitas yang paling tinggi di dalam Sistem Tata Surya, yaitu 5,515 g/cm³, lebih berat sedikit dibandingkan dengan planet Mercury yang berdensitas 5,427 g/cm

B. Bentuk Bumi

Bumi berbentuk bulat pepat (oblate spheroid), dengan diameter khatulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub, akibat rotasi bumi. Diameter

(14)

rata-rata Bumi adalah 12.742 km. Topografi lokal Bumi sedikit bervariasi dari bentuk bulatan ideal, dengan toleransi sekitar 0,17%. Deviasi terbesar adalah Gunung Everest (8.848 m) dan Palung Mariana (10.911 m). Gunung Chimborazo di Ekuador adalah titik terjauh dari pusat Bumi karena buncitan khatulistiwa. Proses alam endogen berasal dari dalam Bumi dan membangun permukaan Bumi, sementara proses eksogen berasal dari luar dan bersifat merusak. Kedua proses ini menciptakan berbagai relief di permukaan Bumi seperti gunung, lembah, bukit, danau, dan sungai, yang menyebabkan permukaan Bumi menjadi tidak rata.

2. Lapisan Bumi yang Mendukung Kehidupan Manusia

Bumi terdiri dari beberapa lapisan yang masing-masing memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan:

- Kerak Bumi (Crust):

o Kerak Benua: Lebih tebal dan terdiri dari batuan granit yang kaya akan silika dan aluminium. Kerak benua membentuk daratan yang kita huni.

o Kerak Samudra: Lebih tipis dan terdiri dari batuan basalt yang kaya akan magnesium dan besi. Kerak samudra membentuk dasar lautan.

- Mantel: Terletak di bawah kerak, mantel terdiri dari batuan silikat yang kaya akan magnesium dan besi. Mantel ini semi-cair dan memungkinkan pergerakan lempeng tektonik yang membentuk permukaan Bumi. Mantel dibagi menjadi dua bagian:

o Mantel Atas: Lebih kaku dan bersama dengan kerak membentuk litosfer.

o Mantel Bawah: Lebih plastis dan memungkinkan konveksi yang menggerakkan lempeng tektonik.

- Inti Luar (Outer Core): Lapisan cair yang terdiri dari besi dan nikel. Gerakan di inti luar ini menghasilkan medan magnet Bumi yang melindungi kita dari radiasi matahari yang berbahaya. Medan magnet ini juga penting untuk navigasi dan kehidupan di Bumi.

- Inti Dalam (Inner Core): Lapisan terdalam yang padat, juga terdiri dari besi dan nikel. Inti dalam ini sangat panas, dengan suhu mencapai sekitar 5.400°C, dan berperan dalam menjaga suhu internal Bumi serta mempengaruhi dinamika inti luar.

(15)

Planet Bumi terdiri atas campuran suatu system kehidupan dan sistem yang tidak hidup. Bumi merupakan suprasystem dari suatu sistem melampaui batas-batas negara seperti halnya total sistem yang ekologis, dengan semua kehidupan dan komponen yang tidak hidup. Bumi dipelajari di artikel ini dalam kaitan dengan suatu teori yang umum dari semua sistem yang konkret, dengan memperhatian yang khusus bagi subset yang penting dari kehidupan suatu sistem. Planet Bumi adalah suatu sistem terbuka, saling berinteraksi dengan atmosfir,hidrosfir (samudra) dan litosfer (daratan) menjadi satu fungsi interaksi menjadi satu kesatuan, yang lebih kita kenal dengan nama biosfir.Satu Kesatuan baik Atmosfir, Hydrosfir dan Litosfir menjadi suatu system yang saling berkait

1. Atmosfer: Atmosfer adalah lapisan gas yang mengelilingi Bumi. Ketika radiasi matahari memasuki atmosfer, sebagian dipantulkan oleh awan dan debu, sementara sebagian lainnya mencapai permukaan Bumi. Permukaan reflektif seperti es, salju, dan air memantulkan radiasi ini kembali sebagai radiasi infra merah yang panas. Gas-gas tertentu dalam atmosfer menyerap radiasi infra merah ini, meningkatkan suhu permukaan Bumi, yang dikenal sebagai efek rumah kaca (GRK). Tanpa efek rumah kaca, Bumi akan jauh lebih dingin dan banyak bentuk kehidupan tidak akan bertahan. Gas-gas utama dalam atmosfer adalah nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, metana, dan ozon, yang mengatur dan menyeimbangkan energi di Bumi.

2. Hidrosfir (perairan): Samudra dan perairan besar menyerap dan menahan panas dari radiasi matahari lebih lama dibandingkan daratan. Perbedaan panas ini menyebabkan terbentuknya arus vertikal dari permukaan ke perairan dalam dan arus horizontal dari garis lintang tinggi ke rendah.

Ketika panas dilepaskan, sering kali jauh dari tempat asalnya, interaksi dengan atmosfer menghasilkan siklus harian dan musiman serta temperatur yang mempengaruhi iklim dan kondisi setempat.

3. Air (hidrologis): Sumber-sumber air di Bumi terus menerus didaur ulang oleh kekuatan gravitasi dan energi matahari. Curah hujan, dalam bentuk hujan dan salju, adalah sumber utama kelembaban untuk sistem hidrologi Bumi. Hujan yang turun di samudra menguap membentuk awan yang menghasilkan lebih banyak hujan. Sebagian hujan yang turun di vegetasi, tanah, dan perairan juga menguap. Air yang masuk ke tanah diserap oleh akar tanaman atau merembes ke bawah melalui tanah untuk muncul kembali

(16)

sebagai rembesan atau mata air, menuju sungai, danau, dan samudra. Air dapat menghabiskan waktu beratus-ratus hingga beribu-ribu tahun di dalam tanah.

4. Daratan (Litosfir): Litosfer, atau kerak Bumi, menopang berbagai ekosistem unik dan luas, mulai dari daerah kering hingga hutan tropis. Setiap ekosistem terdiri dari tanaman, binatang, tanah, dan nutrisi yang saling tergantung. Seiring waktu, ekosistem berubah melalui evolusi tanaman dan binatang serta kejadian seperti kekeringan dan banjir. Dalam ribuan tahun, ekosistem berubah dengan siklus glasial dan aktivitas geologis seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi

5. Biosfir: Biosfer adalah ruang di Bumi yang mencakup atmosfer, hidrosfer, dan litosfer di mana kehidupan berkembang. Biosfer terdiri dari tanah, bagian atas kerak bumi, lapisan bawah atmosfer, dan hidrosfer. Biosfer adalah tempat bersama yang dihuni oleh manusia, tanaman, burung, ikan, bakteri, dan binatang lainnya. Semua ekosistem digabung dalam biosfer, yang memiliki kemampuan mengatur sendiri. Jika terjadi perubahan di biosfer yang tidak dapat diadaptasi oleh organisme, kemampuan mereka untuk menyerap zat-zat untuk tumbuh dan bereproduksi akan terpengaruh.

6. Lempeng tektonik: Pergerakan lempeng tektonik membantu dalam daur ulang nutrisi dan membentuk berbagai habitat yang mendukung keanekaragaman hayati. Aktivitas tektonik juga menyebabkan fenomena alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, yang meskipun dapat merusak, juga berperan dalam pembentukan tanah subur dan pegunungan

Referensi

Dokumen terkait

5 Kompetensi Dasar : Mahasiswa mampu menjelaskan tentang proses pembentukan alam semesta dan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya termasuk sistem tata surya dan

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan terkait hasil pengamatan mereka tentang objek ilmu pengetahuan alam; serta pengertian

Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang

Berdasarkan lembar observasi yang dilakukan oleh 2 (dua) orang observer yaitu satu orang dosen dan satu orang mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir. Rerata nilai

Memuaskan Di bawah standard SKOR Kebenaran konsep Diungkapkan dengan tepat, terdapat aspek penting, analisis dan membantu memahami konsep Diungkap dengan tepat tetapi

Pengtahuan yang diperoleh ini akhirnya tidak hanya terbatas pada objek yang diamati ( dengan ) panca indera saja, tetapi juga masalah-masalah lain misalnya yang berhubungan dengan

Zaman modern dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh dizaman modern karena munculnya berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang dengan baik.. Tokoh yang menjadi pioner

Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan pendarahan internal dan pendarahan luar dikarenakan fungsi vitamin K sebagai pembekuan darah tidak berjalan sesuai dengan fungsinya yang akan