Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme pembiayaan gadai emas syariah di BPRS Metro Madani. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk melakukan kegiatan gadai emas syariah (Ar-Rahn), nasabah harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diberikan oleh BPRS Metro Madani untuk melakukan kegiatan gadai emas syariah (Ar-Rahn). Berdasarkan pemaparan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “MEKANISME PEMBIAYAAN GAKI EMAS SYARIAH (AR-RAHN) PADA BPRS METRO MADANI”.
Melihat dari rumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui mekanisme pembiayaan agunan emas syariah pada BPRS Metro Madani. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para pembaca, BPRS dan peneliti sendiri tentang mekanisme pembiayaan agunan emas syariah di BPRS Metro Madani. Mengenai penelitian yang dilakukan peneliti yaitu Mekanisme Pembiayaan Gadai Emas Syariah (Ar-Rahn) tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui syarat dan ketentuan yang diberikan oleh BPRS Metro Madani untuk mengetahui pakan kegiatan gadai emas syariah (Ar- Rahn).
Sehingga dapat diketahui mekanisme kegiatan Gadai Emas Syariah (Ar-Rahn) di BPRS Metro Madani. Dalam penelitian ini peneliti akan memaparkan data penelitian yang diperoleh di lapangan yaitu mekanisme pembiayaan gadai emas syariah (Ar-Rahn) di BPRS Metro Madani. Sesuai dengan judul tugas akhir ini yaitu mekanisme pembiayaan emas syariah (Ar-Rahn) di BPRS Metro Madani, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif.
Penelitian deskriptif yang dimaksud dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme pembiayaan Gadai Emas Syariah (Ar-Rahn) di BPRS Metro Madani.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian dan Sifat Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Sistematika Pembahasan
LANDASAN TEORI
Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah
- Definisi BPRS
- Tujuan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
- Kegiatan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
- Produk-produk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menurut Undang-Undang Perbankan (UU) No. 7 Tahun 1992, bank adalah lembaga keuangan yang hanya menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai urusan DPR. Padahal dalam UU Perbankan No. 10 Tahun 1998 menyebutkan bahwa BPR adalah lembaga keuangan bank yang melakukan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Penyelenggaraan BPR yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia No.32/36/KEP/DIR/1999 tanggal 12 Mei 1999 tentang BPR Berdasarkan Prinsip Syariah.
Dalam hal ini BPRS secara teknis dapat diartikan sebagai lembaga keuangan seperti halnya BPR konvensional yang penyelenggaraannya menganut prinsip syariah. Menempatkan dana pada bank syariah lain dalam bentuk simpanan berdasarkan akad wadi'ah atau investasi berdasarkan akad mudharabah dan/atau akad lain yang tidak melanggar prinsip syariah. Menyampaikan produk atau melakukan kegiatan usaha Bank Syariah lainnya sesuai dengan Prinsip Syariah berdasarkan persetujuan Bank Indonesia.5.
Penghimpunan dana, meliputi: deposito (tabungan); Investasi (tabungan, deposito); Menerima pinjaman/pembiayaan dan kegiatan penghimpunan dana lainnya yang lazim dilakukan oleh BPRS sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip syariah. Pembiayaan kembali (refinancing); Pemindahan utang atau pembiayaan dan kegiatan penyaluran harta lainnya yang lazim dilakukan oleh BPRS, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip syariah.
Gadai (Rahn)
- Pengertian Gadai (Rahn)
- Pengertian Gadai Emas
- Landasan Hukum Gadai Emas
- Rukun Gadai Emas
- Syarat-syarat Gadai Emas
- Status dan Ketentuan Barang Gadai
- Mekanisme Gadai Emas Syariah
Penanggung jawab Penilai dan Penatausahaan Emas di BPRS Metro Madani adalah Edi Fitriadin dan Hendri Agung P. Seorang penatausaha harus mengetahui dan mempersiapkan syarat-syarat yang akan digunakan oleh nasabah dalam transaksi gadai emas di BPRS Metro. Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan gadai emas di BPRS Metro Madani melalui beberapa tahapan, antara lain: 13.
Berdasarkan ketentuan MUI tentang mekanisme gadai emas, peneliti menyimpulkan mekanisme gadai emas di BPRS Metro Madani sebagai berikut: 15. BPRS Metro Madani bertindak sebagai murtahin (penerima barang) dan nasabah bertindak sebagai rahin (pemberi barang). barang-barang). Adapun jangka waktu Pembiayaan Gadai Emas Syariah diberikan selama 4 (empat) bulan dan dapat diperpanjang atau digadaikan kembali (setelah dilakukan appraisal dan pembayaran hipotek).
Berdasarkan hasil penelitian di kantor pusat BPRS Metro Madani Metro tentang Mekanisme Pembiayaan Pembiayaan Emas Syariah (Ar-Rahn) dapat disimpulkan bahwa, dalam rangka melakukan kegiatan pemblokiran emas (Ar-Rahn) syariah nasabah harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diberikan oleh BPRS Metro Madani untuk pelaksanaan kegiatan syariah pencegahan emas (Ar-Rahn).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum BPRS Metro Madani Pusat Metro
- Sejarah Singkat BPRS Metro Madani
- Visi dan Misi BPRS Metro Madani
- Struktur Organisasi BPRS Metro Madani
- Produk-produk yang Ditawarkan Di BPRS Metro Madani 29
Sekilas Produk Pembiayaan Gadai Emas di BPRS Metro Madani Gadai Emas merupakan produk pembiayaan dengan agunan emas sebagai alternatif pencairan dana cepat. Produk pembiayaan bendera emas ini dapat digunakan untuk pembiayaan konsumer seperti biaya pendidikan, biaya pengobatan dan penyelenggaraan hajatan serta untuk pembiayaan produktif seperti modal usaha jika BPRS Metro Madani memenuhi semua persyaratan. Mengisi formulir yang disediakan oleh BPRS Metro Madani (Diisi sesuai kondisi sebenarnya) kemudian nasabah menyerahkan fotokopi identitas nasabah.
Setelah semua syarat yang ditetapkan Bank terpenuhi, nasabah dapat melakukan transaksi gadai emas di BPRS Metro Madani. Keunggulan sistem gadai emas di BPRS Metro Madani adalah prosesnya cepat, nasabah tidak dipungut biaya, nasabah tidak dipungut biaya-biaya berikut, materai, jasa penilai, formulir akad, fotokopi, dan nasabah hanya dikenakan biaya perawatan sebesar Rp 5.500/ gram. Setelah penilai emas menjelaskan kepada nasabah, langkah selanjutnya nasabah mengisi formulir BPRS Metro Madani, isi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, kemudian nasabah akan memberikan fotokopi identitas nasabah.
BPRS Metro Madani merupakan lembaga keuangan Syariah Islam yang memberikan pinjaman sosial kepada nasabah. Berdasarkan wawancara peneliti dengan penilai properti emas dan staf tata usaha BPRS Metro Madani, klien memberikan feedback positif terhadap properti emas karena properti emas sangat membantu nasabah yang sudah berpengalaman dengannya. Rahma (klien) menandatangani perjanjian kontrak dan agunan diterima oleh BPRS Metro Madani, setelah itu BPRS Metro Madani mencairkan pembiayaan yang diajukan klien.
Misalnya nasabah bernama Rahma menggadaikan gelang emas seberat 5 gram kepada BPRS Metro Madani, maka tata cara menggadaikan emas dengan nilai kurang dari Rp 2.125.000 adalah maksimal pinjaman yang dapat diajukan nasabah ke BPRS Metro Madani. BPRS Metro Madani hanya memiliki sistem gadai emas, hal ini dikarenakan emas merupakan barang yang paling mudah digadaikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan proses yang cepat. Perhiasan yang dapat diagunkan di BPRS Metro Madani adalah emas batangan, koin emas, dinar emas, perhiasan emas (emas dan emas putih) dan barang berharga lainnya seperti berlian.
BPRS Metro Madani berhak menahan barang berupa emas sampai nasabah melunasi seluruh utangnya. Dalam hal terjadi jatuh tempo dan nasabah tidak mampu melunasi seluruh pembiayaannya, BPRS Metro Madani berhak menjual marhun tersebut. Hasil penjualan asuransi tersebut akan digunakan BPRS Metro Madani untuk membayar atau melunasi utang nasabah kepada BPRS Metro Madani setelah dikurangi biaya-biaya yang timbul dalam penjualan tersebut.
Pembahasan
PENUTUP
Kesimpulan
Berbagai mekanisme pengajuan pembiayaan gadai emas yang harus dipenuhi adalah: Menyerahkan identitas diri (KTP/SIM) atau identitas lainnya, agunan berupa emas (berat minimal 1 gram, kadar minimal 80%/20k) dan sertifikat emas (tidak diperlukan). Kriteria barang yang digadaikan harus milik rahin, untuk mengetahuinya dapat dilihat dari sertifikat hak milik/jual beli emas.
Saran
Surat Edaran Bank Indonesia No.14/7/DPbS tanggal 29 Februari 2012 tentang Produk Qardh Beragun Emas bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.