Nama : Amabelista Permata Cintaa
NIM : 1401418379
Rombel : H/2018 No. urut : 26
RESUME
CONTOH NYATA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS, TERKAIT GURU SEBAGAI AGEN PENDIDIKAN
Banyak orang beranggapan bahwa pendidik yang baik adalah yang memiliki rasa humor tinggi, berkepribadian hangat, dan peduli kepada peserta didik. Sebagian lain beranggapan bahwa pendidik yang baik yaitu pendidik yang bekerja keras dan memiliki disiplin tinggi. Sebagian lainnya ada juga yang berpandangan bahwa pendidik yang baik yaitu pendidik yang suka belajar dan memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif.
Pada dasarnya pandangan tersebut tidak salah, namun juga tidak seluruhnya benar, karena pendidik yang baik harus memiliki persyaratan akademik dan kompetensi tertentu. Pendidik merupakan jabatan profesional dan memberikan layanan ahli yang menuntut persyaratan kemampuan yang secara akademik dan paedagogis maupun secara professional dapat diterima oleh pihak di mana pendidik bertugas, baik penerima jasa layanan secara langsung maupun pihak lain terhadap siapa pendidik bertanggung jawab.
Kompetensi pendidik merupakan sesuatu yang utuh, sehingga proses pembentukannya tidak bisa dilakukan secara instan, karena pendidik merupakan profesi yang akan menghadapi individu-individu, yakni pribadi unik yang mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang. Kompetensi pendidik yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi professional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Peran Guru Sebagai Agen Pendidikan dan Contoh Nyata dalam Pembelajaran
1. Guru sebagai fasilitator
Tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada siswa, tetapi harus menjadi fasilitator yang bertugas memberikan tugas belajar kepada peserta didik, agar mereka dapat belajar dalam suasaana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka. Untuk kepentingan tersebut perlu dikondisikan lingkungan belajar yang kondusif, dan menantang rasaa ingin tahu, sehingga proses pembelajaran akan berlangsung secara efektif.
Menciptakan pembelajaran yang kondusif, inspiratif, menantang dan menyenangkan, tentu saja bukan hal yang mudah, karena menuntut strategi dan keterampilan guru. Dalam menata dan melaksanakan pembelajaran didalam kelas atau diluar kelas.
Agar dapat melaksanakan peran sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, ada beberapa hal yang harus difahami guru, khususnya hal- hal yang berhubungan dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber pembelajar.
a. Guru perlu memahami berbagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut.
b. Guru perlu memiliki keterampilan dalam merancang suatu media.
c. Guru dituntut untuk mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar.
d. Sebagai fasilitator guru dituntut agar memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa.
2. Guru sebagai motivator
Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan belajar dengan sungguh- sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik,sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.Sebagai motivator, maka fungsi guru adalah memberikan
surport kepada siswa-siswi agar belajar dengan sungguh-sungguh demi masa depannya. Guru memberikan penguat baik yang bersifat positif (Positive Reinforcement) maupun yang bersifat negatif (Negative Reinforcement). Penguat positif berupa pemberian pujian dan hadiah kepada siswa-siswi. Siswa-siswi yang berprestasi baik diberikan hadiah sebagai penghargaan atas usahanya. Sedangkan siswa-siswi yang berprilaku baik diberikan pujian, sehingga dengan demikian pada diri siswa-siswi tertanam nilai prilaku untuk berbuat baik. Penguat negative berupa hukuman (Punishment) ataupun pembatalan terhadap sesuatu yang telah diberikan (Ekkstention). Bilamana siswa-siswi melakukan prilaku- prilaku yang menyimpang dalam belajar seperti menyontek, tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, maka guru perlu memberikan hukuman agar prilaku seperti itu tidak diulangi lagi.Sedangkan pembatalan adalah penarikan kembali suatu penghargaan atau keputusan yang telah diberikan kepada siswa-siswi karena mengetahui apa yang dilakukan oleh siswa tersebut ternyata tidak benar.
Sebagai contoh misalnya membatalkan hasil ujian yang telah diumumkan karena mengetahui bahwa ternyata siswa bekerja sama dalam menjawab soal ujian tersebut. Hakekat dari motivasi yang diberikan oleh guru adalah pada dasarnya membangun harga diri dan kepercayaan siswa- siswi dalam melakukan perbuatan belajar.
Sebagai motivator, guru harus mampu menerapkan prinsip-prinsip motivasi belajar sebagai berikut :
1. Kebermaknaan
2. Pengetahuan dan Keterampilan Prasyarat 3. Model.
4. Komunikasi terbuka.
5. Keaslian dan tugas yang menantang 6. Latihan yang tepat dan aktif.
7. Penilaian tugas.
8. Kondisi dan konsekuensi yang menyenangkan.
9. Keragaman pendekatan.
10. Mengembangkan beragam kemampuan.
11. Melibatkan sebanyak mungkin indera.
12. Keseimbangan pengaturan pengalaman belajar.
3. Guru sebagai pemacu
Sebagai pemicu, guru harus mampu melipatgandakan potensi siswa dan mengembangkannya sesuai dengan aspirasi dan cita-cita mereka di masa yang akan datang. Hal ini sangat penting karena guru sangat berperan dalam membantu perkembangan siswa-siswi untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki siswa-siswi tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan siswa-siswi secara individual karena antara satu siswa-siswi dengan siswa-siswi yang lain memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Sehingga dalam memberikan bantuan memerlukan penanganan yang berbeda.
Dalam mengembangkan potensi dan kemampuan siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar melalui penyampaian meteri pembelajaran, guru harus mampu menyampaikan materi pelajaran secara jelas dan dapat difahami oleh siswa-siswi.
Untuk itu terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran sebagai berikut :
a. Membuat ilustrasi : pada dasarnya ilustrasi menghubungkan sesuatu yang sedang dipelajari siswa dengan sesuatu yang telah diketahuinya, dan pada waktu yang sama memberikan tambahan pengalaman kepada mereka.
b. Mendifinisikan: meletakan sesuatu yang dipelajari secara jelas dan sederhana, dengan menggunakan latihan dan pengalaman serta pengertian yang dimiliki siswa-siswi.
c. Menganalisa: membahas masalah yang telah dipelajari bagian demi bagian
d. Mensentisis: mengembalikan bagian-bagian yang telah dibahas ke dalam suatu konsep yang utuh sehingga memiliki arti, hubungan bagian yang satu dengan yang lain nampak jelas, dan setiap maslah itu tetap berhubungan dengan kseluruhan yang lebih besar.
e. Bertanya: mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berarti dan tajam agar pa yang dipelajari menjadi lebih jelas.
f. Merespon: mereaksi dan menanggapi pertanyaan siswa-siswi.
Pembelajaran akan lebih efektif, jika guru dapat merespon setiap pertanyaan siswa-siswi.
g. Mendengarkan: memahami siswa-siswi, dan berusaha menyederhanakan setiap masalah, serta membuat kesulitan nampak jelas baik bagi guru maupun siswa-siswi.
h. Menciptakan kepercayaan: siswa-siswi akan memberikan kepercayaan terhadap keberhasilan guru dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi dasar.
i. Memberikan pandangan yang bervariasi: melihat bahan yang dipelajari dari berbagai sudut pandang dan melihat masalah dalam kobinasi yang bervariasi.
j. Menyediakan media untuk mengkaji materi standar: memberikan pengalaman yang bervariasi melalui media pembelajaran dan sumber belajar yang berhubungan dengan materi standar.
k. Menyesuaikan metode pembelajaran: menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan dan tingkat perkembangan siswa serta mengubungkan materi baru dengan sesuatu yang telah dipelajari.
l. Memberikan nada perasaan: membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan hidup melalui antusias dan semangat.
4. Guru sebagai Inspriasi
Sebagai pemberi inspirasi belajar, guru harus mampu memerankan diri dan memberikan inspirasi bagi siswa, sehingga kegiatan belajar dan pembelajaran dapat membangkitkan berbagai pemikiran, gagasan dan ide- ide baru.
Sebagai pemberi inspirasi, guru dapat memerankan diri sebagai pembawa cerita. Dengan cerita-cerita yang menarik diharapkan dapat membangkitkan berbagai inspirasii siswa. Cerita adalah cermin yang bagus dan merupakan innstrumen pengukur. Dengan cerita manusia bisa mengamati bagaimana memecahkan masalah yang sama dengan yang
dihadapinya, menemukan gagasan dan kehidupan yang nampak diperlukan oleh manusia lain yang bisa disesuaikan dengan kehidupan mereka, belajar untuk menghargai kehidupan sendiri setelah membandingkan dengan apa yang telah mereka baca tentang kehidupan manusia di masa lalu.
Guru berusaha mencari cerita untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang. Sebagai pendengar siswa dapat mengidentifikasi watak-watak pelaku yang ada dalam cerita, dapat secara obyektif menganalisa, menilai manusia, kejadian-kejadian dan pikiran- pikiran. Siswa dapat menjadikan tokoh-tokoh dalam cerita sebagai idiola yang menjadi pendorong baginya untuk mengejarnya mimpi- mimpinya,untuk mengapai cita-citanya.
DAFTAR PUSTAKA
Rifai, Achmad dan Catharina Tri Anni. 2018. Psikologi Pendidikan. Semarang : UNNES PRESS
http://sarir6193.blogspot.com/2016/01/guru-sebagai-agen-pembelajaran.html diakses tanggal 17 maret 2020 pukul 7.11