TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN STRATEJIK
“Analisis Perusahaan Sido Muncul “
Disusun untuk Memenuhi Tugas Kuliah Mata Kuliah: Manajemen Stratejik (M1)
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Syukri Lukman, SE, Ms
Disusun Oleh Kelompok 10:
Azzahra Cahyani (2210522073)
Ulfy Azizah (2210521035)
Varin Mayshanda Putri (2210521021E) Eka Nilam Cahya (2210522030)
DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ANDALAS 2024
1. PROFIL PERUSAHAAN SIDO MUNCUL
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) adalah salah satu perusahaan jamu dan farmasi terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1951 di Yogyakarta, perusahaan ini fokus memproduksi jamu tradisional dan produk herbal, serta terus berkembang ke farmasi modern dengan tetap mengedepankan produk berbahan dasar alami.
PT SidoMuncul adalah pabrik jamu tradisional yang didirikan dari home industri yang dikelola oleh Ibu Rakhmat Sulistio di Yogyakarta pada tahun 1940. Saat itu, beliau hanya memiliki tuga karyawan yang membantu beliau menghasilkan ramuan dalam bentuk yang lebih praktis (bubuk). Pada tahun 1951, beliau kemudian mendirikan sebuah perusahaan sederhana, bernama SidoMuncul dengan produk pertama yang dapat melawan influenza yang membuat SidoMuncul menjadi terkenal dan mendapatkan banyak permintaan pasar. Namun sayangnya, pabrik ini tidak mampu menghasilkan produk yang lebih banyak. Maka, pada tahun 1984, Ibu Rakhmat pindah ke rumah industri di Jalan Kaligawe.
Dengan pindahnya beliau, perusahaan mampu merespon permintaan pasar. Pabriknya mulai dilengkapi dengan mesin modern. Jumlah karyawan juga ditambahkan. Perusahaan pun terus menambah jumlah pabrik dan karyawan untuk terus mengembangkan perusahaan. Pada tahun 1997, SidoMuncul memiliki pabrik seluas 29 ha di Klepu, Ungaran, dan Bergas.
Pada tanggal 11 November 2000, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia, dr. Achmad Sujudi mengesahkan pabrik SidoMuncul yang pada saat itu menerima dua sertifikat sekaligus, yaitu sebagai perusahaan yang mampu meracik obat-obatan tradisional yang baik dan juga sebagai perusahaan yang memiliki cara meracik obat yang baik yang setara dengan ilmu farmasi. Kedua sertifikat ini membuat SidoMuncul menjadi satu-satunya pabrik jamu dengan standar farmasi.
PT. SidoMuncul bertujuan untuk mengembangkan industri jamu yang baik. Niat ini membuat pabrik lebih berkonsentrasi dan menjadi lebih inovatif. Dengan bahan yang tepat (jenis, jumlah, dan kualitas) akan menghasilkan ramuan yang baik.
Maka, untuk mewujudkan niat ini, semua rencana merilis produk baru selalu didahului dengan studi pustaka dan penelitian intensif mengenai keamanan, kualitas, dan pengambilan sampel pasar. Untuk menjamin kualitas, semua tahapan produksi, mulai dari bahan baku yang diproses sampai ke penjualannya ke pasar, berada di bawah pengawasan mutu yang ketat. Semua karyawan dimotivasi untuk berkembang setiap saat, sehingga akan memproduksi hasil yang lebih baik.
SidoMuncul bertekad untuk menjadi industri jamu yang memberikan keuntungan kepada masyarakat sehingga mereka menjalankan misinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam ramuan tradisional, mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan pengembangan pemulihan menggunakan bahan-bahan alami, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki bentuk kehidupan yang sehat, menggunakan bahan-bahan alami, dan perawatan tradisional, mendorong pemerintah atau instansi resmi untuk melibatkan lebih banyak pada pengembangan pemulihan tradisional.
PT SidoMuncul terus berinovasi dan menjaga kualitas produk, baik di sektor jamu tradisional maupun farmasi modern. Dengan menggabungkan tradisi dan teknologi, perusahaan
berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan lingkungan. Fokus pada kualitas bahan baku dan standar produksi memastikan kontribusi positif SidoMuncul dalam mempromosikan gaya hidup sehat berbasis bahan alami.
2. VISI PERUSAHAAN 2.1. Visi
Menjadi perusahaan jamu dan farmasi yang terkemuka di Indonesia dan pasar global dengan kualitas produk yang terpercaya dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
3. MISI PERUSAHAAN 3.1. Misi
1. Mengembangkan produk-produk berbahan baku herbal berdasarkan penelitian yang rasional, aman, dan jujur.
2. Melakukan penelitian berkesinambungan untuk obat-obat herbal.
3. Mendukung pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia kedokteran dalam pengembangan obat dan pengobatan herbal.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan melalui pola hidup sehat dan penggunaan bahan alami.
5. Melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) secara intensif.
6. Mengelola perusahaan dengan orientasi ramah lingkungan.
7. Menjadi perusahaan obat herbal yang mendunia.
3.2. Values (Nilai-Nilai Perusahaan):
1. Integritas: Sido Muncul selalu berpegang teguh pada etika bisnis dan transparansi dalam seluruh operasionalnya.
2. Inovasi: Mengembangkan produk baru dan memperbaiki produk yang ada melalui riset dan teknologi modern.
3. Kepuasan Pelanggan: Mengutamakan kebutuhan dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk yang bermanfaat dan berkualitas tinggi.
4. Peduli Lingkungan: Mengelola dampak operasional terhadap lingkungan melalui praktik ramah lingkungan.
5. Komitmen pada Kesehatan: Fokus pada pengembangan produk yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
4. EKSTERNAL AUDIT (OPPORTUNITIES AND THREATS) CPM- Competitive Profile Matrix
Faktor Kunci Bobot Sido Muncul Sariwangi Herbalife rating skor rating skor rating skor
Kualitas Produk 0.25 4 1 3 0.75 4 1
Faktor Kunci Bobot Sido Muncul Sariwangi Herbalife rating skor rating skor rating skor
Inovasi Produk 0.20 3 0.6 2 0.4 4 0.8
Distribusi 0.15 4 0.6 3 0.45 3 0.45
Pemasaran dan Branding 0.15 4 0.6 2 0.3 3 0.3
Harga 0.15 3 0.45 4 0.6 2 0.3
Respons terhadap Pelanggan 0.10 4 0.4 3 0.3 4 0.4
Total 1.00 3.65 2.8 3.25
Analisis Eksternal Peluang
● Tren Kesehatan dan Kebugaran: Masyarakat semakin peduli dengan kesehatan, sehingga permintaan untuk produk herbal dan suplemen kesehatan meningkat.
Sidomuncul dapat memanfaatkan tren ini dengan meluncurkan produk yang lebih inovatif.
● Ekspansi Pasar Internasional: Ada potensi untuk memperluas jangkauan produk ke pasar luar negeri, terutama di negara-negara yang mengapresiasi tradisi herbal. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan diversifikasi pasar.
Ancaman
● Persaingan yang Ketat: Banyak perusahaan baru yang masuk ke pasar herbal dan jamu, baik lokal maupun internasional. Ini dapat mengurangi pangsa pasar Sidomuncul jika tidak ada diferensiasi yang jelas.
● Perubahan Regulasi: Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan produk kesehatan dan herbal bisa berpengaruh pada operasional. Peraturan yang lebih ketat atau perubahan persyaratan bisa meningkatkan biaya kepatuhan.
PT Sidomuncul berada di posisi yang kuat, tetapi perlu menghadapi tantangan dari ketergantungan produk dan persaingan yang meningkat. Dengan memanfaatkan peluang di pasar kesehatan dan memperluas jangkauan, perusahaan dapat memperkuat posisi di industri sambil menjaga inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
a. Matriks EFE (External Factor Evaluation) Faktor Eksternal Bobot Rating Skor Peluang
Tren Kesehatan dan kebugaran 0,30 4 1,20 Ekspansi pasar internasional 0,20 3 0,60 Ancaman
Persaingan yang ketat 0,30 2 0,60
Perubahan regulasi 0,20 2 0,40
Total 1,00 2,80
Skor Matriks EFE yaitu sebesar 2,80, secara eksternal, Sidomuncul memiliki peluang besar dengan tren kesehatan, tetapi tetap harus was-was akan datangnya ancaman dari para peasaing yang cukup banyak dan perubahan regulasi
POSITIONING MAP
Blackmores
K-Link Herbalife
Sidomuncul Jamu Iboe
Sari Wangi
Tolak Angin (Antangin)
Air Mancur Antangin Brand Loyalty
(Low)
Price (High)
Price (Low)
Brand Loyalty (High)
5. INTERNAL AUDIT (STRENGHTS AND WEAKNESS) Analisis Internal
Kekuatan
● Merek yang Kuat: Sidomuncul dikenal luas sebagai salah satu pionir di industri jamu dan minuman herbal di Indonesia. Kepercayaan konsumen yang tinggi terhadap produk mereka memperkuat posisi merek.
● Inovasi Produk: Perusahaan secara aktif melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan produk baru, seperti suplemen kesehatan dan minuman herbal modern, yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
● Jaringan Distribusi yang Luas: Sidomuncul memiliki jaringan distribusi yang efektif, termasuk toko-toko tradisional dan modern, serta penjualan online, yang memungkinkan produk mereka menjangkau berbagai segmen konsumen.
Kekurangan
● Ketergantungan pada Produk Tertentu: Pendapatan perusahaan sangat bergantung pada produk unggulan seperti jamu tradisional. Jika ada perubahan preferensi konsumen, hal ini bisa mempengaruhi kinerja keuangan.
● Biaya Produksi Tinggi: Penggunaan bahan baku alami berkualitas tinggi untuk produk jamu dapat meningkatkan biaya produksi, yang berpotensi mempengaruhi margin keuntungan.
b. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)
Faktor Internal Bobot Rating Skor
Kekuatan
Merek yang kuat 0,20 4 0,80
Inovasi Produk 0,15 3 0,45
Jaringan distribusi kuat 0,15 4 0,60
Kelemahan
Ketergantungan pada produk tertentu 0,25 2 0,50
Biaya produksi tinggi 0,25 2 0,50
Total 1,00 2,85
Skor matriks IFE yaitu 2,85 menunjukkan bahwa secara internal, PT. Sidomuncul berada di posisi yang cukup kuat, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan dalam
mengefisiensi dan diversifikasi produk.
6. SWOT
- STRENGTHS (Kekuatan) 1) Brand Awareness yang Kuat
PT Sido Muncul dikenal luas di Indonesia sebagai produsen obat herbal dengan merek-merek terkenal seperti Tolak Angin dan Kuku Bima. Brand awareness yang tinggi ini membuat konsumen lebih memilih produk Sido Muncul dibandingkan dengan pesaing.
2) Produk Berbasis Herbal yang Alami
Sido Muncul menawarkan produk yang berbasis bahan alami dan herbal, yang menjadi tren di kalangan konsumen yang lebih peduli dengan kesehatan dan produk alami. Ini menjadi keunggulan kompetitif, terutama dalam menghadapi produk berbasis bahan kimia.
3) Jaringan Distribusi yang Luas
Produk Sido Muncul tersedia di seluruh pelosok Indonesia, baik di pasar tradisional maupun modern, serta di berbagai platform e-commerce. Jaringan distribusi yang luas ini memastikan produknya mudah diakses oleh konsumen.
4) Kualitas Produk yang Konsisten
Konsumen memiliki kepercayaan tinggi terhadap produk-produk Sido Muncul karena kualitas dan standar produksinya yang terjaga. Hal ini berkat penggunaan teknologi modern dan sertifikasi standar internasional seperti GMP (Good Manufacturing Practice).
5) Inovasi Berkelanjutan
Sido Muncul terus berinovasi dengan meluncurkan berbagai produk baru di sektor kesehatan, seperti minuman energi dan suplemen. Inovasi ini penting untuk menjaga relevansi perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.
- WEAKNESESS (Kelemahan)
1) Ketergantungan pada Pasar Domestik
Meskipun Sido Muncul telah mulai memperluas operasinya ke luar negeri, sebagian besar pendapatannya masih berasal dari pasar dalam negeri.
Ketergantungan ini dapat menjadi risiko jika terjadi perubahan ekonomi atau regulasi yang signifikan di Indonesia.
2) Diversifikasi Produk yang Terbatas
Sebagian besar pendapatan perusahaan masih bergantung pada produk unggulan seperti Tolak Angin. Hal ini menimbulkan risiko jika terjadi penurunan permintaan untuk produk-produk utama, sehingga diversifikasi yang lebih besar diperlukan untuk memitigasi risiko ini.
3) Tantangan dalam Ekspansi Internasional
Meskipun telah mencoba memasuki pasar internasional, tantangan regulasi, distribusi, dan preferensi konsumen di berbagai negara menjadi kendala bagi Sido Muncul. Selain itu, merek-merek lokal di negara tujuan juga bisa menjadi kompetitor kuat.
4) Biaya Produksi yang Terpengaruh oleh Bahan Baku Alamiah
Produk herbal sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku alami. Fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku akibat kondisi cuaca atau lingkungan dapat mempengaruhi biaya produksi, dan pada akhirnya, harga jual produk.
- OPPORTUNITIES (Peluang)
1) Peningkatan Kesadaran akan Gaya Hidup Sehat
Ada tren global di kalangan konsumen yang lebih peduli dengan kesehatan dan memilih produk yang alami dan minim efek samping. Kesadaran ini memberikan peluang besar bagi Sido Muncul untuk memperluas penjualan produk herbalnya.
2) Ekspansi ke Pasar Internasional
Banyak negara berkembang, terutama di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika, memiliki pasar yang potensial untuk produk-produk herbal. Selain itu, produk herbal sedang naik daun di negara-negara Barat karena konsumen di sana mulai tertarik pada pengobatan alternatif.
3) Pengembangan Produk Baru
Tren kebutuhan akan produk kesehatan baru seperti suplemen untuk meningkatkan imun, minuman energi, atau produk kecantikan berbasis herbal memberikan ruang bagi Sido Muncul untuk meluncurkan produk-produk inovatif. Mengembangkan produk untuk berbagai segmen pasar juga membuka peluang yang lebih besar.
4) Kemajuan Teknologi dan Penelitian
Kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset untuk meningkatkan penelitian bahan-bahan herbal bisa membantu Sido Muncul memperkenalkan produk baru dengan manfaat yang lebih jelas dan terbukti ilmiah. Selain itu, pengembangan teknologi manufaktur juga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.
- THREATS (Ancaman)
1) Persaingan Ketat dengan Produk Lokal dan Internasional
Meskipun Sido Muncul memiliki posisi yang kuat di Indonesia, persaingan di industri obat herbal dan kesehatan semakin ketat. Produsen lokal dan multinasional lain juga memperkenalkan produk serupa, yang dapat mengancam pangsa pasar Sido Muncul.
2) Perubahan Regulasi Pemerintah
Produk herbal diatur oleh regulasi yang ketat, baik di Indonesia maupun di negara tujuan ekspor. Perubahan regulasi terkait dengan perizinan, standar keamanan, atau pelabelan dapat menghambat operasi perusahaan atau menambah biaya kepatuhan.
3) Fluktuasi Harga Bahan Baku
Ketergantungan pada bahan baku alami seperti tanaman herbal menghadapkan Sido Muncul pada risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh perubahan cuaca, kondisi pertanian, atau kebijakan perdagangan.
4) Perubahan Preferensi Konsumen
Meskipun saat ini ada tren peningkatan permintaan terhadap produk herbal, perubahan preferensi konsumen di masa depan dapat menjadi ancaman. Jika konsumen mulai beralih ke produk yang lebih modern atau berbasis teknologi, permintaan terhadap produk herbal tradisional bisa menurun.
Sido Muncul berada dalam posisi yang kuat di pasar domestik dengan merek yang solid, produk berkualitas, dan jaringan distribusi yang luas. Namun, perusahaan ini perlu memitigasi beberapa kelemahan internal, seperti ketergantungan pada pasar lokal dan produk tertentu, dengan memperluas pasar internasional dan diversifikasi produk. Peluang ekspansi global dan inovasi produk baru dapat menjadi mesin pertumbuhan bagi perusahaan, namun persaingan dan perubahan regulasi tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sido Muncul perlu terus berinovasi dan menjaga hubungan baik dengan pihak regulator serta mengelola sumber daya alam dengan bijaksana untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.
7. SPACE MATRIX
-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 7
-6 -1
-7 -5 -4 -3 -2 7
6 5 4 3 2 1
Defensive Competitive
Aggressive Conservative
1 2 3 4 5 6
IS
ES CS
FS
Financial Stability (FS) Environmental Stability (ES)
Return on Investment 5 Unemployment -3
Leverage 4 Technological Changes -4
Liquidity 5 Price Elasticity of Demand -5
Working Capital 4 Competitive Pressure -4
Cash Flow 5 Barriers to Entry -5
Financial Stability (FS) Average 23 Environmental Stability (ES) Average
-21
Competitive Stability (CS) Industry Stability (IS)
Market Share -5 Growth Potential 5
Product Quality -4 Financial Stability 4
Customer Loyalty -4 Ease of Market Entry 4
Competition’s Capacity Utilization -3 Resource Utilization 5
Technological Know-How -4 Profit Potential 5
Competitive Stability (CS Average -20 Industry Stability (IS) Average 23
Y-axis: FS + ES = = 23+(20) = 3 X-axis: CS + IS = (-21)+23 = 2
8. GRAND STRATEGY MATRIX
Quadran II Quadran I
Quadran III Quadran IV
Weak Compotitive Position
Strong Compotitive Position
Slow Market Growth Rapid Market Growth
1. Market development
2. Market penetration 3. Product development 4. Forward integration 5. Backward integration 6. Horizontal integration 7. Related diversification
9. THE INTERNAL-EXTERNAL (IE) MATRIX
Setelah mendapatkan skor dari Matriks IFE dan EFE, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan matching ke Matriks IE (Internal-External). Matriks IE adalah alat yang digunakan untuk memetakan posisi perusahaan berdasarkan kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) serta eksternal (peluang dan ancaman).
Matriks IE:
Skor IFE : Internal Factor Skor EFE: External
Factor
Kuat (3,0-4,0) Sedang (2,0-2,99)
Tinggi (3,0-4,0) i. Grow and Build i.Grow and Build
Sedang (2,0-2,99) i. Grow and build ii.Hold and Maintain
Rendah (1,0-1,99) ii. Hold and
Maintain
iii.Harvest or Divest Skor IFE = 2,85 (kategori “sedang” di sumbu horizontal)
Skor EFE = 2,80 (kategori “sedang” di sumbu vertikal)
Berdasarkan skor tsb, Sidomuncul berada di sel ii, yang berarti strategi yang direkomendasikan adalah Hold and Maintain.
Dengan posisi di Sel II dalam Matriks IE, Sidomuncul harus fokus pada strategi Hold and Maintain, di mana perusahaan sebaiknya menjaga stabilitas dan mempertahankan kekuatan yang sudah ada, sambil terus melakukan inovasi dan pengembangan produk. Ini bisa melibatkan peningkatan efisiensi produksi dan menjaga relevansi produk dengan tren pasar yang sedang berkembang, seperti tren kesehatan dan kebugaran.
Jika Sidomuncul bisa menjalankan strategi ini dengan baik, perusahaan dapat tetap kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat dan ancaman regulasi yang mungkin muncul.
10. QSPM
QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) ->Descision, Stage
Mengembangkan
penelitian yang berkaitan dengan
pengembangan pemulihan menggunakan
Menawarkan produk dengan kualitas yang
baik dan harga
bahan-bahan alami guna menunjang hidup
sehat. terjangkau
Key Factors Weight AS TAS AS TAS
Opportunities
Tren kesehatan dan kebugaran 0.2 4 0.8 3 0.6
Ekspansi pasar internasional 0.15 2 0.3 4 0.6
Pengembangan Produk Baru 0.1 3 0.3 3 0.3
Kemajuan Teknologi dan Penelitian 0.15 3 0.45 3 0,45
Threats
Persaingan yang ketat 0.09 2 0.18 4 0.36
Fluktuasi Harga Bahan Baku 0.06 2 0.12 4 0.24
Perubahan Preferensi Konsumen 0.2 3 0.6 1 0,2
Perubahan regulasi 0.05 3 0.15 1 0.05
TOTAL 1.00 2.9 2.8
Strengths
Merk yang kuat 0.1 2 0.2 2 0.2
Inovasi produk 0.08 2 0.16 1 0.08
Jaringan distribusi yang luas 0.1 3 0.3 3 0.3
Produk Berbasis Herbal yang Alami 0.2 4 0.8 2 0.4
Weaknesses
Ketergantungan pada pasar domestik 0.12 2 0.24 3 0,36
Produk Berbasis Herbal yang Alami 0.2 1 0.2 4 0.8
Tantangan dalam Ekspansi Internasional 0.1 2 0.2 2 0.2
Biaya Produksi yang Terpengaruh oleh Bahan Baku Alamiah
0.1 2 0.2 4 0.4
SUBTOTAL 1.00 2.3 2.74
SUM TOTAL ATTRACTIVENESS SCORE 4.5 5.54
11. RECOMMENDATIONS
Perkenalkan lini produk minuman herbal revolusioner: minuman siap saji yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan holistik. Dengan formula rendah kalori, rasa alami yang nikmat, dan khasiat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, memulihkan energi, serta membantu relaksasi, produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern yang sehat dan dinamis.
Ditargetkan untuk kaum muda berusia 20-30 tahun yang peduli kesehatan dan memiliki gaya hidup aktif, minuman ini akan menjadi pilihan cerdas untuk menghindari minuman manis yang kurang sehat. Dengan kemasan praktis, ramah lingkungan, dan desain yang elegan, produk ini cocok dinikmati kapan saja, baik saat bekerja, berolahraga, atau bersantai.
Visi produk ini adalah menjadikan minuman herbal bukan hanya sekadar alternatif, tetapi juga simbol gaya hidup baru yang sehat, modern, dan berkelanjutan.
12. EPS/EBIT Analysis
Dana yang diperlukan: Rp2 triliun
Harga saham: Rp1.500
Jumlah saham beredar: 6 miliar saham
Tingkat bunga utang: 12%
Tingkat pajak: 25%
EBIT skenario:
Resesi: Rp500 miliar
Normal: Rp1 triliun
Boom: Rp1,5 triliun
Pembiayaan Ekuitas (Common Stock Financing):
Skenario EBIT Bunga EBT Pajak (25%) EAT EPS
Resesi Rp500 miliar Rp0 Rp500 miliar Rp125 miliar Rp375 miliar Rp51,17 Normal Rp1 triliun Rp0 Rp1 triliun Rp250 miliar Rp750 miliar Rp102,33 Boom Rp1,5 triliun Rp0 Rp1,5 triliun Rp375 miliar Rp1,125 triliun Rp153,50
Pembiayaan Utang (Debt Financing):
Skenario EBIT Bunga EBT Pajak (25%) EAT EPS
Resesi Rp500 miliar Rp240 miliar Rp260 miliar Rp65 miliar Rp195 miliar Rp32,50 Normal Rp1 triliun Rp240 miliar Rp760 miliar Rp190 miliar Rp570 miliar Rp95,00 Boom Rp1,5 triliun Rp240 miliar Rp1,260 triliun Rp315 miliar Rp945 miliar Rp157,50
13. EPILOGUE