• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menonjolkan Ketekunan dalam Menghadapi Kanker Matanya

N/A
N/A
Nani Nuraini

Academic year: 2024

Membagikan " Menonjolkan Ketekunan dalam Menghadapi Kanker Matanya"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Hai, aku Kenny. Tepat tanggal 2 November kemarin, usia ku genap 7 tahun. Bagi sebagian orang, masa kecil digunakan untuk bermain bersama teman sebaya. Tapi tidak denganku. 3 tahun yang lalu, aku divonis terkena penyakit Retinoblasma. Bahasa Indonesianya sih kanker mata. Dokter bilang, penyakit ini umumnya terjadi dari bayi hingga usia 5 tahun. Tapi entah kenapa sampai sekarang kanker itu masih bersarang di mataku. Malah sekarang bola mataku nampak menonjol. kalau kata para dokter, bupthalmos. Itu artinya kanker ku ini sudah stadium lanjut.

Bunda bukannya tak mau mengobati kanker yang sudah menemani hari-hariku selama lebih kurang 4 tahun ini. Tapi masalah ekonomilah yang menghalangi bunda. Bunda hanya tinggal denganku. Jauh dari keluarga. Ayah? Entahlah. Dan bunda hanya bekerja sebagai guru TK. Gajinya mungkin tak seberapa.

Aku pernah iseng membaca buku milik bunda. Ternyata itu diary bunda. Dari buku itu, aku tau, kalau bunda diusir dari rumah karena menikah dengan ayah. Dan ayah, ayah diberi 2 pilihan oleh

orangtuanya. Pilih bunda atau keluarga. Ternyata ayah memilih keluarganya. Tapi sumpah demi apapun, aku tidak pernah membenci ayah. Aku mencintaimu, ayah. Aku tau, ayah juga mencintai aku dan bunda.

Suatu ketika, aku terobsesi dengan sesosok anak dalam sebuah novel fiksi, yang jatuh bangun demi menemukan orangtuanya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan orangtuanya dan mereka hidup bahagia. Seingatku nama anak itu Renny. Hahaha, mirip dengan namaku. Dan aku harap kisahku juga mirip dengan kisahnya. Semoga!

Melalui wawancara singkat dengan bunda, aku berhasil mengetahui nama ayah. Namanya Teguh Putra. Bunda bilang ayah meninggal saat aku baru lahir. Tentu saja aku tau bunda berbohong, karena diary bunda itu ditulis sejak bunda berusia 14 tahun hingga sekarang. Pokoknya aku tau segalanya.

Aku memang tak pernah keluar rumah. Tapi aku juga tidak kuper. Aku punya facebook dan twitter.

Bunda yang buatkan. Facebook dan twitter ku namanya “Kenny Puspita”. Tapi baru-baru ini aku menggantinya menjadi, “Kenny Merindukan Ayah”. Terserah aku sajalah.

Iseng-iseng di pencarian fb-ku, aku ketik nama ayah, Teguh Putra. Ternyata ada 14 nama Teguh Putra.

Dan, oh, itu ayah! Aku mengenali ayah karena aku sering lihat fotonya di diary bunda. Ayah tak berubah. Tetap ganteng. Hehe… Aku membuka profilnya. Teguh Putra. Bekerja di Rage Publishing.

Alamat Jalan Flamboyant Jakarta Barat.

Hah? Flamboyant? Hanya berjarak beberapa meter dari rumahku. Tuhan, apa ini petunjukmu?

“Bunda, Rage Publishing itu apa?” tanya ku pada bunda saat kami tengah menonton tv.

“Rage publishing itu tempat percetakan buku. emang kenapa?”

(2)

“Nggak. kalau yang kerja disana pulangnya kapan?”

“Ehhmm, bunda nggak tau. Mungkin malam.”

“Ada hari liburnya nggak, Bun?”

“Ya, hari minggu”

“makasih ya Bunda infonya. Kenny mau tidur dulu.”

“Obatnya udah diminum belum?”

“Udah tadi. Kenny minum sendiri loh bun.”

“Wah, pinter. Ya udah, tidur sana.”

Minggu, ya hari minggu! Hari minggu aku akan ke jalan flamboyant. Barangkali ayah sedang baca koran di halaman rumahnya.

“Bunda”

“Ya, sayang”

“Kenny mau ke warung depan beli coklat.”

“Bunda ganti baju dulu ya.”

“Kenny sendiri aja. Kenny berani kok.”

Awalnya bunda ragu. Tapi dengan 1001 jurusku, bunda mengizinkanku.

“Ya udah. Hati-hati. kalau udah dapet coklatnya, langsung pulang.”

“Siap, Bun!!”

Aku segera keluar pagar dan menuju jalan flamboyant. Pergi ke warung tadi cuma alasan aja, biar diizinin sama bunda. Oh, ya aku juga membawa diary bunda. Sukses deh hari ini.

Hampir 1/2 jam aku keliling keliling. Tapi aku tak menemukan ayah. Dan tiba-tiba, Mataku, mataku, arrrghh. Mataku kenapa? Kenapa perih? Kenapa kabur? Arrrghh…

Tiiitt, tiitt, bunyi klakson mengangetkanku. Tapi aku tak tau darimana asalanya. Hingga akhirnya, aku merasa punggungku dihatam benda keras. Ahhhh…

Referensi

Dokumen terkait

Terbatasnya akses screening & pengobatan, kurangnya informasi serta pelayanan akan kanker serviks menyebabkan penyakit ini terus berkembang.Tujuan dari penelitian

Bahan penelitian adalah Rekam Medik Kesehatan (RMK) pasien dengan diagnosa penyakit kanker payudara yang menggunakan carboplatin sebagai terapi pengobatan pada

Selain perubahan fisik yang dialami oleh pasien kanker, kondisi psikologis pasien kanker juga mengalami perubahan sebagai akibat dari penyakit dan setiap pengobatan

Rima Melati / salah satu public figure yang berhasil menjinakkan kanker payudara / dalam kesempatan. ini menjelaskan tentang pengalaman dan pengetahuannya seputar perjuangan

4. Pengetahuan dan pandangan subjek tentang penyakit payudara 5. Pengalaman subyek terkait dengan penyakit kanker payudara 6. Dampak psikologis akibat menderita kanker payudara1.

Kanker mulut merupakan penyakit mulut yang berdampak pada kualitas hidup penderita dan merugikan secara fungsional yang disebabkan oleh modalitas pengobatan bahkan dengan

Meninjau dari hasil penelitian ini diketahui bahwa, berpikir positif yang dimiliki oleh pasien penyakit kanker berpengaruh pada makna hidupnya, yang artinya bahwa

Terapi fotodinamik merupakan terapi pengobatan penyakit kanker yang relatif lebih aman karena memiliki resiko efek samping yang lebih rendah jika dibandingkan dengan terapi kanker yang