• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL PENELITIAN NOVA WINDIARTI (2302211007)

N/A
N/A
Industri Engineer

Academic year: 2025

Membagikan "TUGAS METODOLOGI PENELITIAN PROPOSAL PENELITIAN NOVA WINDIARTI (2302211007)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS PERMASALAHAN PENJUALAN PRODUK CARDINAL CASUAL DI PT. MULTI GARMENJAYA BOROBUDUR DEPARTEMEN STORE MENGGUNAKAN

METODE VALUE STREAM MAPPING

Disusun oleh :

NOVA WINDIARTI 2302211007

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS BANTEN JAYA SERANG

2024 - 2025

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam dunia bisnis modern, penjualan produk merupakan salah satu indikator utama keberhasilan sebuah perusahaan. Industri garmen, termasuk PT. Multi Garmenjaya, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan daya saing di pasar yang dinamis.

Perubahan selera konsumen, tren fashion, dan persaingan antar merek menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat penjualan.

Berdasarkan data penjualan PT. Multi Garmenjaya cabang Borobudur Departemen Store pada periode Januari hingga Juni 2024, terdapat fluktuasi yang signifikan. Penjualan produk Cardinal Casual mencapai puncaknya pada bulan April, namun menunjukkan penurunan pada bulan lainnya. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan yang memerlukan analisis lebih mendalam untuk meningkatkan efektivitas strategi penjualan.

Metode Value Stream Mapping (VSM) merupakan alat analisis yang efektif untuk mengidentifikasi pemborosan dalam proses bisnis, termasuk dalam alur penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi yang terukur dan berbasis data, guna meningkatkan kinerja penjualan produk Cardinal Casual.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa saja faktor yang menyebabkan penurunan penjualan produk cardinal casual di PT. Multi Garmenjaya ?

2. Bagaimana metode value stream mapping dapat digunakan untuk menganalisa dan mengatasi permasalahan ?

3. Solusi apa yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi proses penjualan ?

1.3. Tujuan Penelitian

1. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penurunan penjualan produk cardinal casual.

2. Menggunakan metode value stream mapping untuk menganalisa proses penjualan.

3. Memberikan rekomendasi solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi dan penjualan produk.

(3)

1.4. Batasan Masalah

1. Penelitian ini hanya berfokus pada produk cardinal casual di PT. Multi Garmenjaya cabang Borobudur Departemen Store.

2. Data yang digunakan terbatas pada periode januari hingga desember 2024.

3. Analisis menggunakan metode value stream mapping.

1.5. Manfaat Penelitian

1. Bagi perusahaan : Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi proses penjualan produk dan mempertahankan kualitas produk

2. Bagi Akademis : Menambah literatur tentang penerapan metode value stream mapping dalam analissi proses penjualan.

3. Bagi Penulis : Meningkatkan pemahaman praktis tentang analisis proses menggunakan pendekatan teknik industri.

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Value Stream Mapping

Value Stream Mapping (VSM) adalah salah satu alat dalam lean manufacturing yang bertujuan untuk memvisualisasikan proses bisnis dari awal hingga akhir guna mengidentifikasi aktivitas yang menambah nilai (valuer-added)) dan aktivitas yang tidak menambah nilai (non-value-added). Menurut Rother dan Shook (2003), VSM membantuk organisasi dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi proses.

2.2. Lean Manufacturing

Lean Manufacturing merupakan filosofi manajemen yang berfokus pada pengurangan pemborosan (waste) dalam proses bisnis. Womack dan Jones (2003) menjelaskan bahwa penerapan Lean dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas, sekaligus mengurangi biaya operasional.

2.3. Analisis Penjualan

Penjualan merupakan aktivitas inti dalam bisnis yang menentukan kelangsungan perusahaan. Kotler dan Keller (2016) mengungkapkan bahwa strategi penjualan yang efektif harus didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen dan tren pasar.

2.4. Penerapan Lean Dalam Industri

Penerapan Lean dalam Industri Garmen Penelitian oleh Tilaar (2018) menunjukkan bahwa penerapan Lean Manufacturing, termasuk VSM, dapat mengurangi waktu siklus produksi dan meningkatkan efisiensi di industri garmen. Hal ini relevan untuk diterapkan pada proses penjualan di PT. Multi Garmenjaya.

2.5. Studi kasus Terkait

Nelly dan Irsan (2022) melakukan analisis persediaan barang dagang terhadap penjualan di PT. Multi Garmenjaya dan menemukan bahwa pengelolaan stok yang efisien berdampak signifikan pada peningkatan penjualan.

(5)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Pengumpulan Data

Data penjualan dan alur proses diperoleh dari laporan internal PT. Multi Garmenjaya untuk periode januari sampai desember 2024

3.2. Analisis Data

1. Peta aliran proses saat ini unutk mengidentifikasi alur proses penjualan yang ada 2. Analisis pemborosan menggunakan prinsip lean manufacturing unutk

mengidentifikasi aktivitas non-valuer-added.

3. Peta aliran proses masa depan unutk mendesain proses yang lebih efisien.

3.3. Hasil Analisi

Hasil analisis digunakan untuk Menyusun rekomendasi berbasis daya untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja penjualan.

3.4. Kerangka Teoritis

1. Faktor yang memepngaruhi penjualan adalah kualitas produk, strategi pemasaran, tren konsumen, dan persaingan pasar.

2. Metode Value Stream Mapping :

A. Current State Map : menganalisis proses bisnis saat ini.

B. Future State Map : Mendesain proses bisnis yang lebih baik.

C. Identifikasi pemborosan (waste) dalam proses.

3. Lean manufacturing digunakan untuk menerapkan prinsip lean guna meningkatkan efisiensi proses bisnis.

3.1. Referensi 5 Jurnal Nasional Dan 3 Internasional

1. Fabrice (2013). Konsumsi Domestik Masih Akan Terus Tumbuh 5-10 Tahun Mendatang. Jurnal Ekonomi Nasional.

2. Ridwan (2011). Penjualan Produk Pakaian Jadi Melonjak. Media Industri Tekstil.

3. Sulaeman, M. (2018). Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen pada Merek Cardinal. Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen.

(6)

4. Nelly & Irsan (2022). Analisis Persediaan Barang Dagang Terhadap Penjualan Celana Casual pada PT Multi Garmenjaya. Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah (JIAR).

5. Tilaar, N. M. (2018). Analisa Pengendalian Kualitas di PT. Multi Garmenjaya Terhadap Produk Cacat. Skripsi.

6. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson Education.

7. Rother, M., & Shook, J. (2003). Learning to See: Value Stream Mapping to Create Value and Eliminate Muda. Lean Enterprise Institute.

8. Womack, J. P., & Jones, D. T. (2003). Lean Thinking: Banish Waste and Create Wealth in Your Corporation. Simon & Schuster.

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Pengolahan data dalam membuat perbaikan yaitu mengetahui aliran material dan fisik sepanjang value stream dengan metode VSM, selanjutnya mengetahui peringkat waste terbesar

Untuk mereduksi waste yang teridentifikasi, digunakan pendekatan lean manufacturing dengan salah satu tools dalam konsep lean yaitu value stream mapping (VSM) yang

Sehingga pada penelitian yang dilakukan metode yang digunakan adalah metode Value Stream Mapping (VSM) untuk mengetahui gambaran aliran material dan informasi dari

Minimasi Cycle Time Proses Produksi Mebel Berdasar Pendekatan Lean Manufacturing Dengan Menggunakan Metode Value Stream Mapping (VSM) (STUDI KASUS CV Ania Karyatama) TUGAS AKHIR

Metode lean manufacturing yang digunakan pada penelitian ini yaitu Value Stream Mapping (VSM) dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT), kemudian dilakukan identifikasi

Tahapan yang ada pada metodologi penelitian antara lain tahap pemilihan indikator yang relevan, tahap pengembangan model Sustainable Value Stream Mapping berdasarkan

yang nantinya akan menciptakan lingkungan produksi yang efektif dan efisien Talang STD - Value Stream Mapping (VSM) 2015 Danang Triagus Setiyawan, Sudjito Soeparman dan

3 non value added dan non value added, dengan menggunakan tools Value Stream Manufacturing VSM untuk membuat current dan future map aliran proses produksi, Value Stream Analysis Tools