TUGAS TERSTRUKTUR PERTEMUAN 3
DISUSUN OLEH:
NAMA: OKTIFERIANI HURA NIM:2215201028
PRODI S1 KEBIDANAN UNIVERSITAS IMELDA MEDAN
T.A 2025/2026
PILIHAN GANDA
1.Layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya dinamakan layanan ...
a. Primer b. Kolaborasi c. Rujukan d. Rekomendasi e. Mandiri
JAWAB:C.RUJUKAN
ALASANNYA: Layanan rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh bidan untuk mengirim atau merujuk klien ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan tingkat yang lebih tinggi, atau sebaliknya jika pasien sudah stabil dapat dirujuk kembali ke tingkat pelayanan dasar. Hal ini dilakukan ketika kondisi pasien berada di luar batas kewenangan atau kompetensi bidan, atau membutuhkan tindakan lanjutan dari tenaga kesehatan lain.
Contohnya:
• Seorang ibu hamil dengan preeklamsia berat dirujuk ke rumah sakit oleh bidan karena membutuhkan perawatan lebih intensif.
• Bayi baru lahir dengan gangguan pernapasan dirujuk ke fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit).
2. Seluruh tugas yang menjadi tanggungjawab praktek profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kaum perempuan khususnya ibu dan anak merupakan pengertian dari...
a. Tanggungjawab bidan b. Kewajiban bidan c. Profesi Bidan
d. Pelayanan kebidanan e. Praktek Bidan
JAWAB: E.PRAKTEK BIDAN
ALASANNYA: Praktek Bidan adalah seluruh kegiatan atau tugas yang menjadi tanggung jawab bidan dalam sistem pelayanan kesehatan, yang meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan ibu, bayi, anak, dan perempuan secara keseluruhan.
Praktik bidan tidak hanya mencakup tindakan klinis, tetapi juga konseling, pendidikan kesehatan, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Ini adalah definisi yang paling luas dan menyeluruh tentang peran bidan dalam sistem pelayanan kesehatan.
3. Berikut ini merupakan tugas bidan sebagai p eneliti adalah ...
a. Memajukan ilmu pengetahuan b. Memproses masalah
c. Menyusun rencana
d. Mengumpulkan data penelitian e. Menilai praktik klinik
JAWAB:D.PENGUMPULAN DATA PENELITIAN
ALASANNYA: Sebagai peneliti, salah satu tugas utama bidan adalah mengumpulkan data penelitian yang valid dan sistematis untuk menjawab pertanyaan ilmiah atau masalah dalam praktik kebidanan. Proses pengumpulan data merupakan bagian penting dari metode penelitian, yang mendasari analisis dan kesimpulan ilmiah.
Bidan sebagai tenaga profesional diharapkan mampu mengembangkan praktik berbasis bukti (evidence-based practice). Untuk itu, mereka harus terlibat dalam proses riset, termasuk merancang penelitian, mengumpulkan data, menganalisis, dan menyebarkan hasil penelitian.
4. Seorang bidan harus mempunyai prinsip penelitian, yaitu...
a. Sukarela
b. Informed consent
c. Bermanfaat bagi umat manusia d. Kerahasiaan
e. Privacy
JAWAB:B INFORMED CONSENT
ALASANNYA: Informed consent (persetujuan setelah penjelasan) adalah prinsip utama dan wajib dalam setiap penelitian yang melibatkan manusia, termasuk dalam praktik kebidanan. Artinya, peserta penelitian harus diberi penjelasan yang lengkap, jujur, dan jelas tentang tujuan, prosedur, manfaat, risiko, dan hak-hak mereka sebelum mereka memutuskan secara sukarela untuk ikut serta dalam penelitian.
Seorang bidan yang melakukan penelitian harus memastikan bahwa partisipan
memahami sepenuhnya apa yang akan mereka jalani dan memberikan persetujuan tertulis secara sadar dan bebas. Ini merupakan prinsip dasar dalam etika penelitian kesehatan, sebagaimana diatur dalam pedoman internasional seperti Deklarasi Helsinki.
5. Berikut ini merupakan peran bidan sebagai pendidik adalah ...
a. Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan b. Memproses masalah
c. Menyusun rencana
d. Mengumpulkan data penelitian e. Melakukan supervisi
JAWAB: a. Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan
ALASANNYA: Sebagai pendidik (educator), bidan memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kesehatan, pelatihan, dan bimbingan kepada berbagai kelompok, termasuk:
• Kader kesehatan masyarakat, agar mereka mampu menyampaikan informasi kesehatan dasar di komunitas.
• Siswa bidan atau mahasiswa kebidanan, dalam praktik klinik dan pembelajaran di lapangan.
Peran ini mencerminkan fungsi edukatif bidan, yaitu mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan oleh kader dan calon tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kebidanan dan kesehatan masyarakat.
6. Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa hamil, bersalin dengan penyulit, nifas, BBL dan balita dengan kelainan, resiko tinggi dan kegawatdaruratan merupakan ...
a. Tugas rujukan
b. Tugas kolaborasi c. Tugas mandiri
d. Peran sebagai pengelola e. Peran sebagai peneliti JAWAB: b. Tugas kolaborasi
ALASANNYA: Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan kepada tenaga kesehatan lain (misalnya dokter, spesialis, atau rumah sakit rujukan) pada kasus penyulit, risiko tinggi, atau kegawatdaruratan, termasuk pada masa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan balita — merupakan bentuk dari tugas kolaborasi.
Artinya, bidan bekerja sama atau berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan yang optimal dan aman bagi pasien yang kondisinya melebihi kewenangan praktik mandiri bidan.
7. Memberikan asuhan kebidanan pd ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan balita, dengan resiko tinggi (risti) dan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dan tindakan kolaborasi merupakan ...
a. Tugas rujukan b. Tugas kolaborasi c. Tugas mandiri
d. Peran sebagai pengelola e. Peran sebagai peneliti JAWAB: b. Tugas kolaborasi
ALASANNYA: Ketika bidan memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan balita yang mengalami risiko tinggi (risti) atau
kegawatdaruratan, dan memerlukan pertolongan pertama serta tindakan kolaborasi, maka hal tersebut jelas termasuk dalam tugas kolaborasi.
Dalam situasi ini, bidan:
• Melakukan penanganan awal (first aid) sesuai kewenangan,
• Kemudian segera berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain seperti dokter umum, dokter spesialis, atau merujuk ke fasilitas yang lebih lengkap,
• Bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan/atau bayi.
8. Dibawah ini merupakan bagian dari bidan sebagai pengelola fasilitas pelayanan adalah ...
a. Mengelola SDM b. Mengelola alat
c. Membuat program pelayanan d. Mengelola pelayanan
e. Membuat program
JAWAB:D.MENGELOLA PELAYANAN
ALASANNYA: Peran bidan sebagai pengelola fasilitas pelayanan mencakup tanggung jawab dalam mengatur, mengkoordinasi, dan mengevaluasi seluruh aspek pelayanan kesehatan, termasuk sumber daya manusia (SDM), alat, sarana, dan program pelayanan kesehatan. Namun, secara keseluruhan, yang mencakup semua aspek tersebut adalah
"mengelola pelayanan".
9. Mempertahankan, meningkatkan mutu dan keamanan praktik profesional melalui ...
a. Membimbing dukun bayi
b. Pendidikan, pelatihan, magang dan kegiatan dalam kelompok profesi c. Kader dan petugas kesehatan lain
d. Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi e. Melaksanakan penilaian pelayanan
JAWAB: b. Pendidikan, pelatihan, magang dan kegiatan dalam kelompok profesi
ALASANNYA: Untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu serta keamanan praktik profesional, bidan perlu terus mengembangkan kompetensinya. Ini dilakukan melalui:
• Pendidikan berkelanjutan
• Pelatihan dan magang
• Kegiatan ilmiah atau diskusi dalam kelompok profesi (seperti seminar, workshop, dan peer review)
10. Berikut ini merupakan peningkatan peran serta masyarakat dalam kebidanan adalah ...
a. Membina posyandu, dasa wisma, kader, dukun b. Pelayanan KB
c. Kie d. Poliklinik e. Kamar bersalin
JAWAB: a. Membina posyandu, dasa wisma, kader, dukun
ALASANNYA: Peningkatan peran serta masyarakat dalam kebidanan melibatkan pemberdayaan masyarakat agar mereka dapat turut berperan aktif dalam upaya kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak. Salah satu caranya adalah melalui:
• Pembinaan Posyandu
• Pemberdayaan Dasa Wisma
• Pelatihan dan pembinaan kader kesehatan
• Pendekatan kepada dukun bayi agar peran mereka selaras dengan pelayanan kesehatan formal