TUGAS TUTORIAL KE-1
IDIK4500/TUGAS AKHIR PROGRAM
Nama Mahasiswa : Nurdin Firmansyah
NIM : 859029542
Kelas : A
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD) UNIVERSITAS TERBUKA
2023.1
TUGAS TUTORIAL 1 JAWABAN:
1. Identifikasi proses pembelajaran yang dilakukan Pak Gede Asmara adalah:
a) Proses pembelajaran yang dilakukan Pak Gede Asmara adalah pembelajaran Matematika dengan materi Pecahan, yaitu mengubah pecahan biasa ke pecahan desimal.
b) Pak Gede Asmara mengajarkan cara mengubah pecahan biasa menjadi desimal dengan menggunakan rumus pembagian yaitu membagi pembilang dengan penyebut.
c) Pak Gede Asmara mengajarkan bahwa ada beberapa angka mungkin dapat menghasilkan desimal berulang
d) Anak anak terlihat antusias mengikuti pembelajaran Matematika
e) Pembelajaran yang dilakukan Pak Gede Asmara sekilas tampak terburu-buru sehingga anak-anak tidak memiliki kesempatan lebih untuk membangun pengetahuan konseptual dan prosedural dalam konteks materi pecahan dan desimal
f) Pak Gede Asmara tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga partisipasi siswa kurang maksimal dalam proses pembelajaran
g) Pak Gede tidak membuat kesepakatan di awal pembelajaran tentang ketertiban dalam mengerjakan tugas dan konsekuensi apa yang akan didapatkan jika melanggar kesepakatan yang telah dibuat sehingga siswa lebih bertanggungjawab
h) Pak Gede Asmara tidak memberikan bimbingan kepada siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
i) Pak Gede Asmara tidak memberikan variasi metode mengajar, memberikan latihan yang cukup dan berulang,
j) Masih banyak siswa yang belum memahami konsep materi yang diajarkan dan langkah- langkah dalam menyelesaikan tugasnya sehingga mengakibatkan hasil belajar yang rendah dan mengecewakan pada sebagian besar peserta didik.
2. Kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Gede Asmara:
Kekurangan:
a) Pak Gede Asmara tidak melakukan kegiatan membuka pembelajaran seperti menanyakan kabar dan keadaan siswa, mengecek kehadiran siswa, dan berdoa sebelum memulai pembelajaran akibatnya suasana siap mental dan perhatian siswa belum terbangun dan terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.
b) Pak Gede Asmara langsung menyampaikan materi pelajaran yang diasuhnya tanpa memperhatikan apakah siswa sudah siap atau belum.
c) Pak Gede Asmara tidak bertanya untuk memastikan apakah siswa yang diajarkannya sudah paham atau belum sehingga terkesan kurang mampu mendeteksi sepenuhnya bagaimana kondisi siswa setelah menerima pelajaran dan seharusnya mengulang kembali materi yang dianggap sulit dengan memberikan contoh yang lebih beragam.
d) Pak Gede Asmara tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sehingga belum memunculkan proses pembelajaran berkmakna.
e) Pak Gede Asmara belum mampu mendiagnosis kesulitan belajar siswa dan menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan pemahamannya tentang informasi yang diberikan.
f) Pak Gede Asmara belum memanfaatkan siswa dalam memanfaatkan kesimpulan yang dapat mendorong kesempatan berpikir.
g) Saat siswa mengerjakan soal Pak Gede Asmara seharusnya bisa mengkondisikan kelas agar saat pengerjaan soal siswa hendaknya harus tertib tidak boleh ribut dan membuat suasana kelas menjadi gaduh apalagi sampai ada siswa yang bertengkar di dalam kelas.
Kelebihan:
a) Pada kegiatan awal, sudah melakukan apersepsi hal ini dapat memancing siswa untuk lebih antusias dan lebih bersemangat dengan topik atau kegiatan yang akan dipelajari siswa. Apersepsi juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam serta kemampuan berpikir kritis.
b) Pak Gede Asmara sudah memberikan penjelasan kepada siswa serta memberikan contoh cara penyelesaian soal pecahan.
c) Pak Gede Asmara sudah memberikan jawaban kepada siswa agar siswa nantinya bisa mengerjakan dan menyelesaikan soal pecahan.
Alasannya adalah karena pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Gede Asmara tersebut memang seperti apa yang sudah saya buat di atas terjadi kelamahan seperti itu dan kelebihan nya juga, cara menyampaikan materi memang ada penjelasan tetapi siswa tidak bisa menerima dengan baik. Cara mengajar sudah benar tetapi kurang mengkondisikan kelas seperti halnya membiarkan anak-anak rebut saat mengerjakan tugas tidak ada komitmen kelas dan sebagainya seharusnya kelas itu tercipta suasana yang nyaman untuk belajar bagi siswa.
3. Analisislah permasalahan kasus pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Gede Asmara:
a) Pak Gede Asmara tidak melakukan kegiatan pendahuluan untuk membangkitkan minat siswa dengan meyakinkankan siswa akan penting, manfaat dan menariknya materi yang akan mereka pelajari.
b) Pak Gede Asmara tidak menerapkan pembelajaran aktif (active learning) yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran.
c) Pak Gede Asmara belum memiliki kemampuan menciptakan iklim belajar yang kondusif, kemampuan memberikan umpan balik (feed back), dan penguatan (reinforcement).
d) Suasana kelas yang ribut dan tidak kondusif menjadi gambaran bahwa siswa tidak memahami materi pembelajaran Matematika yang baru saja Pak Gede Asmara sampaikan.
e) Pendapat Pak Gede Asmara yang menyatakan bahwa siswa pastilah paham setelah menerima materi yang diajarkan, tidak sepenuhnya benar karena harus ada pembuktian berdasarkan indikator ketuntasan belajar.
f) Pak Gede Asmara masih cenderung mendominasi kelas sehingga beranggapan bahwa dia adalah sumber informasi dan siswa adalah penerima informasi.
g) Pak Gede Asmara merasa kecewa ketika mengetahui bahwa dari 18 anak, hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 5 soal, dan yang lainnya salah semua.
4. Rumusan masalah pada kasus pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Gede Asmara yaitu:
a) Mengapa Pak Gede Asmara memulai pembelajaran di kelas 5 langsung kebagian inti tanpa diawali kegiatan pendahuluan?
b) Mengapa Pak Gede Asmara tidak menerapkan pembelajaran aktif (active learning) yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran?
c) Mengapa Pak Gede Asmara belum memiliki kemampuan menciptakan iklim belajar yang kondusif?
d) Bagaiman bisa Pak Gede Asmara berpendapat bahwa siswa langsung memahami materi penjumlahan pecahan secara mudah setelah selesai dijelaskan?
e) Bagaimana bisa Pak Gede Asmara tidak memahami keadaan kelasnya dan begitu saja membiarkan keributan diantara siswa?
f) Pak Gede Asmara merasa kecewa ketika mengetahui bahwa dari 18 anak, hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 5 soal, dan yang lainnya salah semua.
5. Jika anda yang menjadi Pak Gede Asmara, jelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan anda tempuh untuk mengajarkan pecahan desinal agar siswa dapat meningkatkan prestasinya. Beri alasan mengapa langkah-langkah itu yang anda tempuh.
a) Sebaiknya hal pertama yang dilakukan Pak Gede Asmara melakukan pendahuluan sebelum memulai pelajaran di kelasnya, seperti mengucapkan salam, berdoa, melakukan absensi terhadap siswa, memberikan apersepsi, mengemukakan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, memberikan motivasi terhadap siswa yang berkaitan dengan materi pelajaran, menarik perhatian siswa, ataupun memberikan gambaran mengenai manfaat materi pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
b) Sebagai seorang guru ketika memberikan pelajaran di dalam kelas hendaknya melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Pembelajaran aktif merupakan usaha untuk memperkuat dan memperlancar respons peserta didik dalam pembelajaran.
Melalui pembelajaran aktif proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan dan tidak menjadi hal yang membosankan. Terlebih lagi untuk pembelajaran matematika yang dianggap pembelajaran paling sulit dikelas, ketika memberikan penjelasan mintalah beberapa siswa untuk maju kedepan kelas menyelesaikan soal yang ada di papan tulis dan gunakan contoh yang banyak agar siswa lebih paham terhadap materi yang disampaikan.
c) Sebaiknya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi menemukan konsep mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal. Kegiatan tersebut akan mendorong adanya interaksi antar teman maka pembelajaran memungkinkan siswa bersosialisasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan berlatih untuk bekerja sama.
Semakin sering dilaksanakan kegiatan diskusi dapat meningkatkan interaksi serta kerja sama.
d) Sebaiknya guru tidak serta merta membangun persepsi bahwa siswa akan paham begitu saja terhadap materi yang disampaikan karena daya serap belajar dan kemampuan intelektual setiap siswa berbeda-beda. Untuk itu, dalam proses pembelajran guru harus kreatif dalam menentukan pendekatan dan metode pembelajaran, memilih sesuai rumusan tujuan pembelajaran. Setiap pendekatan dan metode yang dipilih dalam
kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan ketetapan keefektifannya. Sebuah tindakan yang keliru, bila guru beranggapan siswa sudah paham setelah diberikan beberapa contoh soal dan langsung memberikan tugas untuk diselesaikan.
e) Guru hendaknya dapat mengelola kondisi kelas secara baik untuk mengatasi hambatan- hambatan yang terjadi selama proses pembelajaran. Suasana kelas yang tidak terkontrol menjadi suatu pertanda bahwa pembelajaran yang dilakukan di kelas tersebut tidak berjalan dengan baik, keributan yang terjadi di dalam kelas bisa disebabkan siswa tidak memahami materi yang disampaikan, kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga ketenangan belajar di kelas, tidak berhasil menyelesaikan tugas, dan ada dorongan untuk mencontek kepada orang lain.
f) Guru hendaknya dapat memberikan reward atau pujian kepada siswa yang tertib dengan menyebutkan langsung nama siswanya. Siswa yang tadinya berisik akan termotivasi menjadi tertib seperti teman yang sudah disebutkan oleh gurunya.
g) Tindakan yang bisa dilakukan misalnya adalah 1) memberikan remedial kepada siswa yang gagal menyelesaikan tugas, 2) memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan metode yang lain, 3) menggunakan alat bantu berupa media pembelajaran dalam menyampaikan materi dan, 4) meminta kepada siswa pada bagian mana dalam materi tersebut yang belum bisa dipahami dengan baik, lalu bisa kembali diberikan penjelasan oleh guru.