• Tidak ada hasil yang ditemukan

UAS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

N/A
N/A
Jean zuliana

Academic year: 2024

Membagikan "UAS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

UAS PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Disusun Oleh Jean Zuliana Lestari

20231101058

Dosen Pengampu Ainur Rosyid, SpdI, MA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA

2023/2024

(2)

I. OBESITAS

Menurut Kemenkes RI tahun 2017 Obesitas adalah akumulasi lemak

berlebihan yang dapat menganggu kesehatan. Jika kegemukan tejadi pada masa balita memungkinkan kgemukan akan menetap sampai dewasa. Obesitas adalah

permasalahan yang umum terjadi pada anak-anak masa sekarang. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan. Menurut WHO, obesitas menyebakan 10,3% kematian.Obesitas pada masa anak-anak secara khusus akan menjadi masalah pada kesehatan karena obesitas merupakan faktor resiko dari berbagai masalah kesehatan yang biasa dialami oleh orang dewasa seperti diabetes, mellitus, hipertensi dan kolestrol tinggi. Obesitas pada anak adalah kondisi dimana anak memiliki berat badan berlebihan yang melebihi standar normal untuk usia dan tinggi badannya.Ini terjadi ketika anak mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang mereka bakar melalui aktivitas fisik dan metabolisme mereka.

Faktor-faktor seperti pola makan yang tiak sehat, kurangnya aktivitas fisik, genetika, dan faktor lingkungan dapat memengaruhi terjadinya obesitas pada anak.

Kondisi ini dapat menyebabkan resiko tinggi terkena berbagai masalah kesehatan dimasa yang akan datang, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan manajemen yang tepat. Faktor pola makan konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan kalori tinggi. Kurangnya aktivitas fisik gaya hidup yang aktif seperti duduk terlalu lama dan kurang olahraga menyebabkan penimbunan lemak. Selain itu, faktor seperti genetika, lingkungan, psikologi dan kondisi medis juga menyebabkan penyebab obesitas.

Disertai dengan tanda-tanda obesitas yaitu wajah yang membulat, pipi tembam, leher terlihat pendek, bagian leher belakang hitam, dada membusung, payudara membesar, suara nafas berbunyi perut buncit, tungkai berbentuk huruf x, gerakan panggul terbatas, dan penis mengecil. .

Obesitas dapat menyebabkan sejumlah komplikasi kesehatan serius, yanng akhirnya menyebabkan kematian. Beberapa penyebab kematian yang terkait obesitas antara lain; Penyakit Jantung : Obesitas meningkatkan resiko penyakit jantung seperti serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Penyakit Diabetes : Obesitas berkontribusi pada diabetes tipe 2, yang menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, gangguan penglihatan, dan amputasi. Masalah Pernafasan : Sleep apnea ( gangguan tidur yang menyebabkan pernfasan berhenti sementara ) sering berkaitan dengan obesitas dan menyebabkan komplikasi serius. Kanker : Beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, usus besar, dan rahim memiliki hubungan dengan obesitas. Penyakit Hati : Obesitas menyebabkan masalah hati seperti penyakit hati berlemak non-alkoholik, yang berkembang menjadi kondisi serius.Selain itu, obesitas juga meningkatkan resiko mengalami komplikasi lainnya seperti osteoarthritis, gangguan kesehatan mental, serta masalah reproduksi dan kesuburan.

(3)

Obesitas pada anak memiliki dampak signifikan pada fungsi kognitif mereka.

Beberapa pengaruh kognitif yang terjadi pada obesitas anak-anak; Pengaruh pada Kinerja Akademik : Anak yang mengalami obesitas mengalami kesulitan dalam konsentrasi, memproses informasi, dan belajar yang mempengaruhi hasil akademis mereka. Masalah Perhatian : Obesitas mempengaruhi kemampuan anak untuk memusatkan perhatian pada tugas tertentu yang mempengaruhi prestasi sekolah dan keterlibatan dalam aktivitas belajar. Kognisi Eksekutif : Keterkaitan obesitas dan kognisi eksekutif ( seperti kemampuan perencanaan, pengaturan diri dan kontrol implus) dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam mengatur perilaku dan pengambilan keputusan. Emosi dan Kesejahteraan Mental : Obesitas dapat

berkontribusi pada stres, depresi, dan masalah emosional lainnya yang mempengaruhi fungsi kognitif anak. Persepsi Diri : Anak yang mengalami obesitas mungkin

memiliki persepsi diri yang negatif yang mempengaruhi kinerja kognitif mereka.

Penting untuk memahami bahwa obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik anak tapi juga memiliki dampak yang buruk pada aspek-aspek kognitif dan psikologis mereka. Adapula pencegahan agar tidak terjadi obesitas pada anak yaitu; batasin waktu bermain gadget dan menonton televisi, atur olahraga yang menyenangkan, makan perlahan dan buat jadwal makan setiap hari, perbanyak konsumsi buah dan sayur serta beri porsi makan tidak berlebihan, anak cukup tidur, dan menjadi role model yang baik bagi anak.

(4)

II. Observasi

Berikut ini adalah hasil observasi saya terkait dengan perkembangan anak mulai dari fisik, bahasa, emosi dan kognitif.

Nama : Ghiffalisa Maulana Umur : 3 tahun 1 bulan Tinggi badan : 95 cm

Berat badan : 14,2 kg

1. Umur 0-1 tahun

Pada usia 1 bulan belum bisa berkomunikasi dengan baik, seperti pada bayi umumnya mereka akan menangis jika ingin menyusu dan lainnya. Saat umur 6bulan ghiffa mulai bisa berinteraksi sedikit mendengar dan merespon walau masih sulit dan kaku menganggukan kepalanya atau menggoyangkan tangan untuk merespon

pertanyaan. Berat badannya pun mulai bertumbuh cepat. Dan saat umur 1tahun ghiffa mulai berteriak jika ada yang mengusili atau diajak bicara. Meski bahasanya belum terlalu cukup hanya bisa sebut “Bu”, “Yah”. Sedangkan kemampuan kognitif, emosional ghiffa bereaksi nangis dan tertawa jika ada yang berbica nada tinggi atau bersin.

2. Umur 2 tahun

Pada umur 2tahun ghiffa sudah pintar berbicara, bahkan sudah bisa berjalan, berlari, dan bermain dengan anak seusianya atau seumuran kakaknya. Ghiffa juga sudah pintar berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Diumur 2tahun ghiffa belajar sedikit demi sedikit tentang angka dan huruf, juga sudah meminta untuk belajar makan dan minum sendiri. Dia sudah bisa menyebut “Mama” dan “Ayah”

juga berbicara “Want” jika meminta sesuatu, atau “No”.

3. Umur 3 tahun

(5)

Dimana usia sebelumnya ghiffa masih memanggil “Bu” “Mama” dan “Ayah” tapi di usia 3 tahun ghiffa sudah bisa memanggil dengan sebutan “Omma”, “Uncle”, “Abang ganteng”, dan “Onty”. Ghiffa juga sudah bisa belajar pertambahan. Sudah sangat lancar untuk bernyanyi macam lagu. Di usia 3tahun ini dia sudah sangat pintar dalam segala hal, dalam berbicara, berhitung, bernyanyi dan sebagainya. Ghiffa diusia 3 tahun sangat lincah ingin ikut pergi kemanapun jika anggota keluarga berpakaian rapih. Jika ada orang datang atau pergi ghiffa selalu mengambil tangan lawan bicaranya untuk “SALIM”. Bahkan jika ada seseorang yang membagi dia sesuatu dia akan menyimpannya sendiri. Ghiffa sudah bisa memilih bajunya snediri yang mau dipakai setelah mandi, juga selalu ingin memakai minyak wangi. Dia juga sudah pintar berbicara “Sarange” atau “ Love u” dan membuat bentuk love pada tangannya.

III. KESIMPULAN TAARE ZAMEEN PAR

Film Taare Zameen Par mengajarkan saya sebagai calon ibu rumah tangga dan calon guru bahwa setiap anak memiliki kepribadian dan keunikan berbeda yng perlu dihargai. Kisah ini menggambarkan perjuangan Ishaan yang menghadapi kesulitan dalam belajar, tapi menemukan kembali semangatnya dalam belajar karena bimbingan guru yang peduli pada Ishaan. Film ini meperlihatkan kepada saya betapa pentingnya empati, pemahaman, dan dukungan dari orang dewasa, khususnya peran guru dalam pendidikan. Setiap anak berhak

mendapatkan pendidikan yang mendukung perkembangan mereka. Bukan hanya dalam akademik, tetapi juga pengembangan kreativitas, bakat, dan kepercayaan diri. Film ini mrmberi pelajaran bahwa seberapa pentingnya melihat melebihi standar dalam penilaian anak-anak, juga mengeksplorisasi metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu anak tersebut.

Film “Taare Zameen Par” menggarisbawahi bahwa tanggungjawab kita sebagai masyakarat dan guru untuk menciptakan lingkungan yang baik dan nyaman untuk semua anak. Dalam cerita Ishaan kita diajak untuk merenungi tentang bagaimana kita dapat mendukung keras untuk anak-anak yang berjuang dengan kemampuan yang dibatasi tersebut. Film ini menciptakan kesadaran akan kebutuhan untuk menciptakan sistem pendidikan yang baik, nyaman dan ramah untuk banyaknya keberagaman dan menghargai potensi yang dimiliki setiap anak.

DAFTAR PUSTAKA

(6)

Mulyani, S., Musfiroh, M., Cahyanto, E. B., Sumiyarsi, I., & Nugraheni, A.

(2020). Obesitas Terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Balita.

PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya, 8(1), 6-12.

Mariam, D. A., & Larasati, T. A. (2016). Obesitas anak dan peranan orangtua. Jurnal Majority, 5(5), 161-165.

Sugiatmi, S., Rayhana, R., Suryaalamsah, I. I., Rahmini, R., Akbar, Z. A., Harisatunnasyitoh, Z., ... & Naufal, F. R. (2019, December). Peningkatan Pengetahuan Tentang Kegemukan Dan Obesitas Pada Pengasuh Pondok Pesantren Igbs Darul Marhamah Desa Jatisari Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat. In Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ.

Referensi

Dokumen terkait

Anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik adalah anak-anak yang mengalami hambatan satu/beberapa proses psikologis dasar, seperti: koordinasi motorik,

Berfokus pada berbagai konsep, strategi dan keterampilan yang spesifik, seperti konsep angka serta perbandingan “lebih”, dan “kurang” Æ anak-anak berkembang secara kognitif

kemampuan kognitif yang kurang daripada anak yang tidak mengalami obesitas dan sekolah diharapkan untuk membantu meningkatkan minat anak terhadap belajar dengan

Perkembangan kognitif masa kanak-kanak awal digambarkan dari berbagai hal berikut; Menurut Piaget tahap ini anak berada pada pra operasional kongkret tahap symbolic

Tidak sedikit anak usia sekolah dasar yang mengalami kesulitan membaca terutama dari anak yang berkebutuhan khusus, padahal kesulitan menulis akan menghambat prestasi

Konseling: Suatu proses yang terjadi dalam hubungan pribadi antara seseorang yang mengalami kesulitan dengan seorang profesional yang berpengalaman untuk membantu

Perkembangan manusia melibatkan serangkaian perubahan yang terjadi sepanjang kehidupan individu, melibatkan aspek fisik, bahasa, kognitif, personal, sosial, dan moral.. Dalam makalah

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak adalah faktor kematangan dan pengalaman yang berasal dari