3.1.1 huruf dan hukum bacaan qalqalah pada:
a. Az Zumar/39:53
1. ّۚق َحْلاِب ( bil haq ) pada ayat 41 merupakan qolqolah kubro, karena huruf qaf diwakafkan pada akhir kalimat
2. َن ْوُر ِشْبَت ْسَي ( yastabyirun ) pada ayat 45 merupakan qoloqolah sugro, karena huruf ta bertemu dengan ba sukun ditengah kalimat
3. ْمِهِلْبَق (qoblihim ) pada ayat 50 merupakan qolqolah sugro, karena huruf qaf bertemu dengan ba sukun ditengah kalimat
4. ُطُسْبَي(yabtsutu ) pada ayat 52 merupakan qolqolah sugro, karena huruf ya bertemu dengan ba sukun ditengah kalimat
5. ْوُطَنْقَت (taqnatu ) pada ayat 53 merupakan qolqolah sugro, karena huruf ta bertemu denga qaf sukun ditengah kalimat
b. An Najm/53:39-42
Jumlah lafadz yang mengandung hukum bacaan qalqalah pada syat ke 39 hingga ayat ke 42 surah an najm ada 1 lafadz. Lafadz tersebut terdapat pada ayat ke 41 yaitu lafadz ُهىىى ٰز ْجُي. Pada lafadz ُهىىى ٰز ْجُي terjdi hukum bacaan qalqalah sughra karena huruf jim berharkat sukun pada tengah-tengah lafadz.
c. Ali Imran/3:159
Tidak terdapat hukum bacaan qalqalah dalam surah ali imran ayat 159. Baik itu hukum bacaan qalqalah sughra maupun qalqalah kubra tidak ada dalam surah ali imran ayat 159.
3.1.2 lafadz dalam:
a. An Najm/53:39-42
Huruf lam (مل) pada firman-Nya lil insaani (ناسنلل) berarti memiliki b. Ali Imran/3:159
Makna (ظفلا) adalah keras lagi bengis dan akhlak yang dibenci
3.1.3 menerjemahkan sebagian dari QS. Ali Imran/3:159
ْمُهَل َتنِل ِ للٱ َنّم ٍةَم ْح َر اَمِبَف
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
3.1.4 kandungan surat Az Zumar/39:53
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Allah SWT menurunkan ayat ini sebagai seruan kepada orang-orang yang durhaka termasuk orang kafir untuk bertaubat kepada Allah SWT. Manusia juga diseru untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya
3.1.5 kandungan surat An Najm/53:39-42
1. Manusia hanya akan mendapatkan pahala dari apa yang ia amalkan, bukan apa yang diamalkan orang lain tanpa keterlibatan atau usahanya.
2. Pentingnya ikhtiar, sebab apa yang ia dapatkan berbanding lurus dengan apa yang ia ikhtiarkan.
3. Setiap amal yang ia lakukan akan diperlihatkan di akhirat nanti, baik amal baik maupun amal buruk. Tidak hanya dirinya, bahkan orang lain juga akan
melihatnya.
4. Seseorang akan mendapatkan balasan yang sempurna atas apa yang ia usahakan/amalkan. Tidak akan dizalimi atau dirugikan sekecil apa pun.
5. Akhir kesudahan nanti adalah kembali kepada Allah.
6. Kembali kepada Allah –yakni masuk surga atau neraka- akan sesuai dengan apa yang ia amalkan semasa di dunia.
3.3.1 Iman kepada hari akhir
Keimanan yang benar terhadap hari akhir mancakup tiga hal pokok yaitu mengimani adanya hari kebangkitan, mengimani adanya hisaab (perhitungan) dan jazaa’ (balasan), serta mengimani tentang surga dan neraka. Termasuk juga keimanan kepada hari akhir adalah mengimani segala peristiwa yang akan terjadi setelah kematian seperti fitnah kubur, adzab kubur, dan nikmat kubur.
3.3.2 peristiwa setelah manusia wafat
1. Yaumul barzakh
Tahapan alam kubur ini adalah yang paling awal dan merupakan pintu gerbang menuju akhirat.
2. Yaumul ba'ats
Pada tahap ini, seluruh manusia dibangkitkan kembali menuju Padang Mahsyar.
Kebangkitan manusia pertama hingga paling akhir terjadi usai malaikat Izrail meniup sangkakala yang kedua
3. Yaumul mahsyar
Manusia selanjutnya dikumpulkan di Padang Mahsyar pada tahap yang juga kerap ditulis yaumul masyar. Seluruh manusia akan menerima catatan amalnya secara rinci tanpa kecuali.
4. Yaumul hisab
Setelah menerima catatan amal, segala perbuatan manusia selama hidup dihitung dan diperlihatkan. Umat pertama yang dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW terkait sholatnya.
5. Yaumul mizan
Pada tahap ini, manusia akan menerima hasil timbangan seluruh perbuatannya selama di dunia. Semua akan ditimbang mulai dari yang terkecil hingga paling besar tanpa ada yang luput.
6. Yaumul jaza
Di tahap paling akhir ini, manusia akan menerima balasan atas segala amal perbuatannya. Balasan diberikan sesuai porsi tanpa ada yang luput.
3.3.3 Kiamat Kubra dan Sugra
Dalam Islam, kiamat dibedakan menjadi dua yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra.
Kiamat sugra merupakan kiamat kecil, sedangkan kiamat kubra adalah kiamat besar.
3.3.4 Tempat berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan
Mahsyar (Arab: رشحم) adalah dataran yang sangat luas tempat berkumpul para makhluk pertama, hingga makhluk yang terakhir hidup, disebut juga sebagai Padang Mahsyar.
3.3.5 Dalil Naqli amal manusia walaupun seberat “Zarrah”
QS Al Zalzalah ayat 1-8
3.3.6 Yaumul Ba’ats
Yaumul ba'ats adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju ke padang mahsyar.
3.3.7 identifikasi peristiwa setelah kematian
Umat Islam wajib percaya dan yakin bahwa hari akhir atau hari kiamat itu pasti akan datang. Kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur untuk menerima pengadilan Allah swt. Perhatikan firman Allah berikut:
Artinya: "Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya;
dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (QS. al-Hajj/22:
7).
Ayat ini menegaskan bahwa hari Kiamat itu bukanlah omong kosong, tapi kejadian yang benar adanya. Hanya saja, manusia tidak ada yang tahu, kapan itu akan terjadi. Ini adalah rahasia Allah swt. Hanya Allah yang Maha Tahu kapan hari Kiamat akan terjadi.
Ketika kiamat tiba, bumi akan hancur, semua makhluk mati, lalu Allah menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur.
3.3.8 contoh tanda-tanda kiamat kubra dan sugra Tanda kiamat sugra:
1. Wanita yang Berpakaian Namun Telanjang 2. Masjid yang Dijadikan Tempat Wisata 3. Banyak Terjadi Bencana
4. Meluasnya Kebodohan 5. Banyaknya Riba
Tanda-tanda Kiamat Kubra
1. Muncul Asap dari Timur ke Barat
2. Terbitnya Matahari dari Barat dan Tenggelam di Timur 3. Munculnya Dajjal
4. Turunnya Nabi Isa as
5. Ditiupnya Trompet Sangkakala
3.5.1 Pengetian Jujur
Pengertian jujur dalam Islam berasal dari bahasa Arab merupakan terjemahan dari kata Sidiq yang artinya benar dan dapat dipercaya. Sehingga, jujur secara bahasa dan istilah adalah perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan kebenaran.
3.5.2 Sikap Menepati Janji
1. Menjalankan perjanjian yang telah disepakati dengan sungguh-sungguh.
2. Memenuhi segala janji-janji yang pernah diutarakan ketika masa kampanye.
3. Tidak mengkhianati teman seperjuangan.
4. Tidak bersumpah palsu atau berdusta.
3.5.3 Dalil Naqli tentang kejujuran
Dalil tentang jujur disebutkan dalam Al Qur'an. Allah SWT berfirman: {اوُقلتا اوُنَمآ َنيِذللا اَهّيَأ اَي ) اًديِدَس ل ْوَق اوُلوُق َو َ لا
) اًمي ِظَع ا ًز ْوَف َزاَف ْدَقَف ُهَلوُس َر َو َ لا ِع ِطُي ْنَم َو ْمُكَبوُنُذ ْمُكَل ْرِفْغَي َو ْمُكَلاَمْعَأ ْمُكَل ْحِلْصُي (70
71 ) }
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan- amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS.
Al Ahzab: 70-71).
3.5.4 Sikap Jujur
1. Tidak mencontek walaupun memiliki peluang besar untuk bisa mencontek.
2. Berkata jujur apa adanya tanpa menambahi atau mengurangi kata walaupun menyakitkan.
3. Membayar barang yang dibeli sesuai dengan harga yang sudah ditentukan oleh penjual.
4. Tidak melakukan suap, baik suap terhadap hakim, suap terhadap polisi, suap terhadap panitia kegiatan, dsb.
5. Berani bertanya kepada guru apabila belum mengerti terhadap pelajaran yang dipelajari, jangan berkata paham padahal sesungguhnya belum paham hanya karena gengsi terhadap teman-teman.
3.5.5 ciri-ciri orang munafik
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianati.” (HR Bukhari dan Muslim).
3.5.6 hikmah jujur dan menepati janji
1. Menjadi pribadi yang amanah dan bisa dipercaya.
2. Banyak disenangi orang lain sehingga dipercaya dalam melaksanakan berbagai hal.
3. Mendapatkan pahala dan kemuliaan di sisi Allah dan juga di mata manusia.
4. Terhindar dari dosa dan laknat Allah SWT
5. Terhindar dari perbuatan yang merugikan sesama manusia.
3.6.1 dalil berbakti kepada orang tua
Di dalam Al Quran, perintah untuk hormat dan patuh pada orang tua ditempatkan di bawah iman kepada Allah SWT, sebagaimana tergambar dalam surah Al-Isra' ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu ... ” (QS. Al-Isrā’[17]: 23).
3.6.2 istilah arab berbakti kepada orang tua
Dalam istilah Bahasa Arab, sebutan berbakti kepada orangtua adalah BIRRUL WALIDAIN. Birrul Walidain ini merupakan etika dalam agama islam yang hukumnya adalah fardhu ain untuk semua umat muslim tanpa terkecuali bahkan apabila kedua orangtuanya bukan muslim sekalipun
3.6.3 kewajiban kepada orang tua setelah meninggal
Kewajiban seorang anak ketika orang tuanya sudah meninggal adalah mendoakannya agar amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT\
3.6.4 contoh berbakti kepada orang tua
1. Melaksanakan nasihat dan perintah orang tua
2. Merawat dengan orang tua dengan penuh keikhlasan dan kesabaran 3. Berkata halus dan sopan
4. Berbuat baik kepada orang tua 5. Menjaga nama baik orang tua
1. Memuliakan dan tidak meremehkan mereka 3.6.5 contoh memuliakan guru:
1. Memuliakan dan tidak meremehkan mereka
2. Mengamalkan ilmunya dan membaginya kepada orang lain 3. Tidak bertindak kasar, menipu, atau membuka aib guru 4. Bersikap sabar terhadap guru
5. Selalu mendengarkan perkataan guru
3.6.6 hukuman kepada orang yang durhaka
balasan yang akan diberikan oleh Allah SWT kepada anak durhaka di akhirat kelak adalah dimasukkan ke dalam neraka dan mendapat siksanya
3.6.7 hikmah taat kepada guru
Terdapat sejumlah hikmah yang didapatkan dari perilaku hormat kepada guru, antara lain sebagai berikut: Mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT sebab hormat kepada guru adalah termasuk perilaku terpuji. Dimudahkan jalannya dalam mendapatkan ilmu serta dibuka jalan pikirannya agar mudah memahami ilmu tersebut
3.6.8 balasan di akhirat bagi anak yang durhaka
Balasan yang akan diterima oleh anak yang durhaka kepada orag tua di akhirat kelak dari Allah adalah akan dimasukkan kedalam neraka. Neraka merupakan seburuk- buruknya tempat tinggal di hari akhiraat kelak.
3.8.1 arti zakat secara Bahasa
Menurut Bahasa kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah.
Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang
3.8.2 waktu zakat fitrah maupun maal
Waktu menunaikan zakat mal sendiri, seperti disebutkan sebelumnya adalah di saat haul dan waqtul ashad.
Sementara, untuk zakat fitrah, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Namun, pada intinya zakat fitrah dibayarkan di momen menjelang Idul Fitri.
3.8.3 nishab binatang ternak
Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi yaitu 30 ekor. Artinya jika seseorang telah memiliki sapi (kerbau/kuda) sebanyak 30 ekor, maka ia telah terkena wajib zakat.
Nishab kambing/domba adalah 40 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 40 ekor kambing/domba maka ia telah terkena wajib zakat.
Nishab unta adalah 5 ekor, artinya bila seseorang telah memiliki 5 ekor unta maka ia terkena kewajiban zakat. Selanjtnya zakat itu bertambah, jika jumlah unta yang dimilikinya juga bertambah
3.8.4 Pengertian salah satu asnaf
Fakir; Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
3.8.5 menghitung zakat pertanian
Kadar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata/air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram / irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya 5%. Dari ketentuan ini dapat dipahami bahwa pada tanaman yang disirami zakatnya 5%.