• Tidak ada hasil yang ditemukan

Undangan Refreshing Nakes terlatih Pelayanan KtP/A dan TPPO Tahun 2024

N/A
N/A
ade melinda

Academic year: 2024

Membagikan "Undangan Refreshing Nakes terlatih Pelayanan KtP/A dan TPPO Tahun 2024"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor : KG.06.01/B.IV/666/2024 20 Maret 2024 Lampiran : satu lembar

Hal : Undangan Refreshing Nakes terlatih Pelayanan KtP/A dan TPPO Tahun 2024

Yth. Daftar undangan terlampir

Dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kesehatan melakukan deteksi dini, tatalaksana korban KtPA. serta pencatatan dan pelaporan pelayanan kasus KtP/A, maka akan diselenggarakan Refreshing bagi tenaga kesehatan yang sudah mengikuti Pelatihan Pelayanan Kesehatan Korban KtP/A yang akan dilaksanakan pada:

Hari : Selasa – Kamis (sesuai jadwal terlampir) Waktu : 07.30 – 13.00 WIB

Meeting ID : 449 086 0961 Password : KelRentan

Link :https://us02web.zoom.us/j/4490860961?pwd=Ugp MWjAyaExVYTZScmh6ci9JyitGQT09

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Saudara dapat menugaskan tenaga kesehatan yang sudah dilatih Pelayanan Kesehatan bagi Korban KtPA dan TPPO yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi dan dapat meneruskan surat kami ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Puskesmas yang sudah mengikuti Pelayanan Kesehatan bagi Korban KtPA dan TPPO serta Rumah Sakit sesuai daftar terlampir.

Peserta dapat melakukan registrasi di link https://lms.kemkes.go.id/ dan https://link.kemkes.go.id/RegistrasiRefreshingPelatihanKtPATPPO paling lambat tanggal 25 Maret 2024. Sebagai bahan referensi Kami lampirkan kerangka acuan dan jadwal kegiatan.

Untuk informasi lebih lanjut Narahubung dengan Saudari Yosnelli. (081374560418) dan Cahyaningrum,SKM (081282237724).

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia,

${ttd}

dr. Nida Rohmawati, MPH

(2)

Lampiran Surat

Nomor : KG.06.01/B.IV/666/2024 Tanggal : 20 Maret 2024

Daftar Undangan Regional I dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2024

1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

3. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan 4. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat 5. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu 6. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau

7. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau 8. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi

9. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

10. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung 11. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten

12. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 13. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 14. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

15. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 16. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

17. Direktur Utama RSIA Harapan Kita 18. Direktur Utama RSUP Persahabatan

19. Direktur Utama RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung 20. Direktur Utama RSUP dr. Kariadi Semarang

21. Direktur Utama RSUP Dr. Suraji Tirtonegoro Klaten 22. Direktur Utama RSUP Adam Malik Medan

23.Direktur Utama RSUP Dr. Mohammmad Hoesin Palembang 24.Direktur Utama RSUP Dr. Rivai Abdullah Banyuasin

25.Direktur Utama RSUP Surakarta

26.Direktur Utama RSUP Sitanala Tanggerang 27.Direktur Utama Rumkit Bhayangkara Lampung 28.Direktur Utama Rumah Sakit Suyoto Jakarta UN 29.Direktur Utama RSPAD Gatot Subroto Jakarta 30.Direktur Utama Rumkit TK II Putri Hijau Medan 31. Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari

32. Direktur Utama RSUD Bob Bazar Lampung 33. Direktur Utama RSUD dr. Soetomo Surabaya 34. Direktur Utama RSUD Kota Bogor

35. Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi 36. Direktur Utama RSUD Kota Tangerang

37. Direktur Utama RSUD RSUD Anugerah Sehat Afiat Depok

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN

(3)

Regional II dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2024 1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat 2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur 3. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 4. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah 5. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara 6. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali

7. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur 8. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat 9. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo

10. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat 11. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah 12. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara 13. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara 14. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan 15. Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar

16.Direktur Utama RSUP.Prof. Dr.R.D. Kandou Manado 17.Direktur Utama RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon 18.Direktur Utama RSUP Kupang

19.Direktur Utama RSUP Tadjuddin Chalid Makassar 20.Direktur Utama RSUD Undata Sulawesi Tengah 21.Direktur Utama RSUD AW Syahrani Samarinda

22.Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar Regional III dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2024

1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara 2. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku 3. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat 4. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua

5. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah 6. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Pegunungan 7. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan 8. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya

(4)

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

REFRESHING PESERTA PELATIHAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI KORBAN KTP/A DAN TPPO TAHUN 2024

A. Latar Belakang

Upaya pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi termasuk terbebas dari kekerasan merupakan komitmen global yang telah disepakati dalam Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) di Cairo pada tahun 1994, yang kemudian diikuti dengan Konferensi tentang Perempuan IV di Beijing pada tahun 1995 yang dihadiri oleh sekitar 180 negara termasuk Indonesia. Sebagai tindak lanjut komitmen global tersebut, Kementerian Kesehatan (Ditjen Bina Gizi dan KIA, sebelumnya Ditjen Binkesmas) mulai mengembangkan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan (PP-KtP) dan Program Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap anak (PP-KtA) sejak tahun 2000. Hingga tahun 2007, seluruh provinsi di Indonesia telah mendapat sosialisasi tentang PP-KtP dan PP-KtA, namun baru sebagian saja yang telah mengimplementasikan program ini di puskesmas.

Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, peran tenaga kesehatan sangatlah besar, yaitu mulai dari mengidentifikasi kasus kekerasan, memberikan pelayanan medis terhadap korban, melakukan rujukan baik medis, hukum, maupun sosial, serta melakukan upaya pencegahannya. Melihat pentingnya peran tenaga kesehatan dalam penyelenggaraan upaya perlindungan dan pemenuhan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi perempuan dan anak, maka Kementerian Kesehatan telah mengembangkan Puskesmas mampu tatalaksana kasus KtPA dan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)/Pusat Krisis Terpadu (PKT) di Rumah Sakit sebagai rujukannya.

Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan Pelatihan Tatalaksana Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) bagi tenaga kesehatan di 12 provinsi pada tahun 2016, dan bagi 6 provinsi pada tahun 2018.

Untuk mempercepat pemerataan fasilitas pelayanan mampu tatalaksana KtP/A, daerah perlu dilakukan pelatihan secara mandiri melalui dana dekonsentrasi.

Untuk ketersediaan Fasilitator pelatihan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTP/A dan TPPO di daerah Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 – 2022 telah menyelenggarakan ToT Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTP/A dan TPPO bagi Tenaga Kesehatan di beberapa Provinsi terpilih dengan jumlah fasilitator sampai tahun 2022 sebanyak 123 orang.

Untuk mencapai target Puskesmas dan Rumah Sakit yang mampu tatalaksana Korban KtP/A dan TPPO, pada tahun 2023 melalui dana DAK non Fisik telah dilaksanakan Pelatihan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTP/A dan TPPO di tingkat Provinsi. Dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kesehatan mampu melakukan tatalaksana korban KtPA. serta peningkatan pencapaian pencatatan dan pelaporan pelayanan kasus KtP/A. Mengingat masih minimnya laporan layanan kesehatan korban KtP/A, maka akan diselenggarakan Refreshing bagi tenaga kesehatan yang sudah mengikuti Pelatihan Pelayanan Kesehatan Korban KtP/A yang akan dilaksanakan secara Hybrid.

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN

(5)

1. Tujuan

Tujuan Umum:

Tujuan dari kegiatan ini adalah Setelah mengikuti Refreshing, peserta mampu melakukan tatalaksana dan pencatatan serta pelaporan korban KtPA di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Tujuan Khusus:

Setelah mengikuti Refreshing, peserta mampu:

1. Melakukan deteksi dini terhadap korban KtP/A termasuk TPPO

2. Melakukan tatalaksana korban KtP/A termasuk TPPO sesuai dengan kompetensi dan kewenangan

3. Melakukan jejaring dan mekanisme rujukan pelayanan KtP/A termasuk TPPO 4. Melakukan pencatatan dan pelaporan pelayanan KtP/A termasuk TPPO 2. Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan terdiri dari:

Peserta daerah

Peserta daerah yang berasal dari 34 (Tiga Puluh Empat) Provinsi yang dibagi dalam 3 wilayah : Wilayah Barat, Tengah dan Timur yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit dan Puskesmas

Kegiatan akan dilaksanakan pada:

a) Tanggal 26 Maret 2024 Peserta Wilayah Barat b) Tanggal 27 Maret Peserta Wilayah Tengah c) Tanggal 28 Maret Peserta Wilayah Timur

3. Fasilitator/Narasumber

Narasumber dan penaggap terdiri dari:

(1) Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lansia (2) Dokter Spesialis Forensik dari

a. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta b. RSUP Fatmawati Jakarta

(3) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

(4) Sekolah Kajian Strategi dan Global Universitas Indonesia (5) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

4. Panitia

Panitia berasal dari Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lansia

B. Strategi dan Pencapaian Keluaran 1. Metode Pelaksanaan

Pelatihan ini akan dilaksanakan melalui zoom meeting (hybrid) dengan

(6)

2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan a. Tahapan Pelaksanaan

1) Persiapan:

 Pembuatan dan pengiriman surat undangan peserta pusat dan daerah

 Penyiapan perangkat Refreshing bagi Tenaga Kesehatan Pelatihan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTP/A dan TPPO

2) Pelaksanaan kegiatan

Refreshing bagi Tenaga Kesehatan terlatih Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTP/A dan TPPO akan dilaksanakan selama 3 hari. Peserta akan dibagi menjadi 3 angkatan (Berdasarkan wilayah).

3) Penyusunan laporan kegiatan b. Output dan outcome kegiatan

 Output kegiatan:

Tersedianya tenaga kesehatan mampu memberikan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KtPA dan TPPO serta mampu melakukan pencatatan dan pelaporan

 Outcome

34 Provinsi yang telah mendapatkan Penyegaran dapat melaksanakan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KtPA dan TPPO di Puskesmas dan Rumah Sakit.

C. Evaluasi

Evaluasi yang dilakukan selama proses pembelajaran:

1. Evaluasi terhadap peserta:

 Evaluasi terhadap pemahaman peserta (pre dan post test)

 Evaluasi terhadap sikap dan perilaku.

2. Evaluasi terhadap penyelenggaraan D. Sertifikasi

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, kepada setiap peserta yang telah mengikuti refreshing dengan ketentuan kehadiran minimal 95% berhak mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh instansi penyelenggara yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dan panitia penyelenggara

E. Keluaran dan Kurun Waktu Pencapaian Keluaran

Keluaran kegiatan ini adalah terlaksananya Refreshing bagi tenaga kesehatan terlatih Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KtP/A dan TPPO yang akan dicapai pada tahun anggaran 2024.

F. Biaya Penyelenggaraan

Biaya pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada dana Hibah UNFPA Tahun Anggaran 2024

Ketua Tim Kerja Kesehatan Kelompok

Rentan dr. Astuti,M,KKK

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN

(7)

JADWAL TENTATIVE

REFRESHING PESERTA PELATIHAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI KORBAN KTP/A DAN TPPO TAHUN 2024

Hybrid, 26-28 Maret 2024

WAKTU KEGIATAN

PEMBICARA/ FASILITATOR Hari I Selasa, Tanggal 26 Maret 2024 (Regional I)

08.00 – 08.15 Pre Tes Panitia

08.15 – 08.30 Pembukaan Direktur Dit UPL

08.30 – 09.15 Kebijakan dan Strategi Pelayanan

Kesehatan Kasus KtP/A, termasuk TPPO Direktur Dit UPL 09.15 – 09.30 Perengangan dan Rehat Panitia

09.30 – 10.15 Deteksi Dini KtP/A, termasuk TPPO dr. Made Ayu Mira Wiryaningsih, Sp.F.M.

10.15 – 11.00 Tata Laksana Korban KtP/A termasuk TPPO

dr. Oktavinda Safitri, Sp.FM(K), MPdKed

11.00– 12.00 Diskusi Kasus dari RSUP Persahabatan dan Puskesmas Singosari Kab.Malang

Peserta

Fasilitator + Dit.UPL +

Dr. Margaretha Hanita, S.H, Msi 12.00 – 12.30 Pencatatan dan Pelaporan Dit UPL

12.30 – 13.00 RTL dan Penutupan Dit. UPL

Hari II Rabu, Tanggal 27 Maret 2024 (Regional II) 08.00 – 08.15 Pre Tes

08.15 – 08.30 Pembukaan Direktur Dit UPL

08.30 – 09.15 Kebijakan dan Strategi Pelayanan Kesehatan Kasus KtP/A, termasuk TPPO

Direktur Dit UPL

09.15 – 09.30 Perengangan dan Rehat Panitia 09.30 – 10.15 Deteksi Dini KtP/A, termasuk

TPPO

dr. Andriani, Sp.FM 10.15 – 11.00 Tata Laksana Korban KtP/A termasuk

TPPO dr. Oktavinda Safitri, Sp.FM(K), MPdKed

11.00– 12.00 Diskusi kasus dari RSUP.Prof. Dr.R.D.

Kandou Manado dan dari Puskesmas Sangurara Kota Palu

Peserta

Fasilitator + Dit.UPL +

Sri Nurherwati, S.H. - LRC-KJHAM 12.00 – 12.30 Pencatatan dan Pelaporan Dit UPL

12.30 – 13.00 RTL dan Penutupan Dit. UPL

(8)

08.00 – 08.15 Pre Tes Panitia

08.15 – 08.30 Pembukaan Direktur Dit UPL

08.30 – 09.15 Kebijakan dan Strategi Pelayanan

Kesehatan Kasus KtP/A, termasuk TPPO Direktur Dit UPL 09.15 – 09.30 Perengangan dan Rehat Panitia

09.30 – 10.15 Deteksi Dini KtP/A, termasuk TPPO Prof. Dr. Yati Afiyanti, S.Kp, M.N.

10.15 – 11.00 Tata Laksana Korban KtP/A termasuk TPPO

dr. Retno Sawitri, Sp.FM

11.00– 12.00 Diskusi Kasus dari Puskesmas di wilayan Papua dan Papua Barat

Peserta

Fasilitator + Dit.UPL + Prof. Dr. Suswandari, M.Pd 12.00 – 12.30 Pencatatan dan Pelaporan Dit UPL

12.30 – 13.00 RTL dan Penutupan Dit. UPL

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data Hubungan Ketersediaan Tenaga Kesehatan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Imunisasi di Puskesmas Poasia Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara

"Sesungguh dalam pelayanan Administrasi KTP itu tidak ada yang tertunda, tapi karena yang lain itu tidak bisa komputer, SDMnya terbatas dan tidak mau belajar untuk mengisi

Skripsi yang berjudul tentang “INOVASI PELAYANAN E-KTP MELALUI PROGRAM PAMAN TIMIN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2019” yang

Apakah Anda pernah mengikuti pelatihan proteksi radiasi yang diselenggarakan oleh pihak rumah sakit?. Apakah Anda mendapatkan program pemantauan kesehatan yang diberi oleh

Implementasi Pelayanan Farmasi Klinik yang dilakukan oleh pihak Farmasi RS A belum memenuhi ketentuan yang ada di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomro 72 Tahun 2016

Kendala utama dalam pelayanan obat tradisional di Puskesmas A adalah dokter yang mengikuti pelatihan SJ hanya satu orang sehingga tidak cukup dalam memberikan pelayanan

Sardjito Yogyakarta Dengan Rumah Sakit "JIH" Tentang Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien TB, HIV/AIDS, PONEK, dan Lainnya, Sera Pelatihan Bagi Tenaga

Sumberdaya dibidang kesehatan adalah segala bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan dan