• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Unduh"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Hasil pengkajian asuhan keperawatan pada Klien 1 dan Klien 2 yang dilakukan di Puskesmas Ampelgading dengan metode wawancara, pemeriksaan fisik, setelah dilakukan analisa dari berbagai macam diagnosa keperawatan yang ada, peneliti berfokus pada satu diagnosa keperawatan yaitu defisit perawatan diri.

Pada diagnosa keperawatan yang sudah ditentukan terdapat intervensi yang harus dilakukan pada klien dengan defisit perawatan diri melalui rencana intervensi metode strategi pelaksaan yang sudah ditentukan.Setelah dilakukan intervensi, juga dilakukan implementasi yang berkaitan dengan intervensi. Pada pelaksaan dilakukan evaluasi hasil dari setiap tindakan yang sudah dilakukan pada klien dengan defisit perawatan diri.

Sebelum di berikan asuhan keperawatan pada 2 klien didapatkan data yaitu klien 1 suka menyendiri dan juga terlihat malas serta klien tidak mau menjaga kebersihan diri seperti mandi, Makan, dan kadang BAB dan BAK di celana, sedangkan pada klien 2 didapatkan data penampilan tampak kurang rapi, kotor, bau kurang sedap dan tampak keluarga kurang bisa menjaga kebersihan diri klien.

Setelah di berikan asuhan keperawatan,peneliti melakukan evaluasi pada 2 klien dan didapat hasil yaitu pada Klien 1 terjadi perubahan kemampuan secarta bertahap yaitu klien sudah mau menjaga kebersihan diri seperti mandi 2 kali sehari dengan cara yang benar, makan dengan cara yang benar, untuk BAB dan BAK bisa ke kamar mandi sendiri.. Sedangkan pada Klien 2 tidak terjadi

106

(2)

107

perubahan yang signifikan karena klien memang mengalami keluhan fisik berupa kekakuan pada tangan kiri dan juga kedua kakinya, hal tersebut yang membuat klien tidak mampu melakukan kegiatan apapun termasuk menjaga kebersihan diri.

Dan dari pihak keluarga sendiri sudah mengerti dan mampu mempraktekkan cara merawat Klien 2 dengan benar dan juga mampu memotivasi klien 2 yang berhubungan dengan kebersihan dirinya

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas maka peneliti mampu memberikan beberapa saran, diantaranya:

1. Bagi lahan praktek

Bagi institusi kesehatan, khususnya Puskesmas Ampelgading dapat memberi pelayanan yang komprehensif , pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk klien dengan gangguan jiwa. Selain itu, tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengembangan dan peningkatan mutu asuhan keperawatan yang optimal khususnya pada klien defisit perawatan diri di lingkungan keluarga.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Disarankan bagi institusi pendidikan keperawatan untuk mengembangkan asuhan keperawatan khususnya dalam bidang ilmu Asuhan Keperawatan khususnya Asuhan Keperawatan Jiwa

3. Bagi Penulis

Disarankan bagi penulis untuk dijadikan pengalaman yang nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada klien dengan defisit perawatan diri, sehingga dapat dijadikan bekal penulisan didalam melaksanakan asuhan keperawatan.

(3)

108

4. Bagi Keluarga

Berdasarkan penelitian ini, penulis menyarankan kepada keluarga untuk selalu memberi perhatian, pengawasan dan mendukung klien dalam pengobatan sebagaimana yang telah di ajarkan peneliti sehingga dapat menjadikan pola sehat jiwa yang baik .

5. Bagi Klien

Diharapkan untuk klien, dalam proses penelitian ini mampu memepertahankan dan melaksankan proses terapi, guna mempercepat proses penyembuhannya.

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan yang terjadi pada Tn.S berada pada masalah keperawatan defisit perawatan diri mandi, dan defisit perawatan diri eliminasi dimana pada masalah defisit perawatan diri

keperawatan dengan Resiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. teratasi, diagnosa defisit perawatan diri

masalah keperawatan defisit perawatan diri tekhusus pada klien gangguan. jiwa, waktu asuhan keperawatan akan lebih efektif jika 2

Perkembangan yang terjadi pada Tn.S berada pada masalah keperawatan defisit perawatan diri mandi, dan defisit perawatan diri eliminasi dimana pada masalah defisit perawatan diri

Pada diagnosa keperawatan defisit perawatan diri berhubungan dengan mobilitas fisik menurunterjadi kesenjangan antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus, yaitu pada

Hasil asuhan keperawatan ini dapat digunakan untuk membantu klien lansia mengatasi masalah defisit perawatan diri, sehingga klien lansia dapat melakukan perawatan

PENGARUH TERAPI KOGNITIF DAN PERILAKU TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI, SURABAYA: FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS

3.3 Unit Analisis atau Partisipan Pada penelitian ini, klien yang diberikan asuhan keperawatan terdiri dari dua orang klien post stroke iskemik yang mengalami masalah defisit