• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR "

Copied!
138
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan masa kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Suatu kebahagiaan yang tak terkira untuk menulis skripsi yang berjudul “Pengaruh Stress Kerja Dan Durasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di PT.

Rumusan Masalah

Dalam hal ini penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap stres kerja yang dialami karyawan di PT. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengambil judul skripsi “Pengaruh Stres Kerja dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Studi Pada Karyawan PT.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Tinjauan Teori

  • Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
  • Pengertian Stres Kerja (X1)
  • Masa Kerja (X2)
  • Produktivitas Kerja Karyawan (Y)

Manajemen Sumber Daya Manusia diartikan sebagai pengolahan sumber daya yang tersedia bagi individu (karyawan). Penilaian kinerja SDM merupakan tanggung jawab departemen dan manajer SDM.

Tinjauan Empiris

Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara stres kerja. Dalam uji hipotesis yang dilakukan terdapat pengaruh signifikan secara simultan dan parsial lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap variabel stres kerja karyawan.

Table 2.1 Penelitan Terdahulu
Table 2.1 Penelitan Terdahulu

Kerangka Pikir

Berdasarkan penelitian diatas, kebaruan atau kebaruan dalam penelitian ini merupakan teknik pengumpulan data awal, dari sisi produktivitas PT. Selain itu, penelitian ini dilakukan secara online pada masa pandemi Covid-19 sehingga memungkinkan dilakukannya diskusi mengenai hasil penelitian. Sebaiknya perusahaan menerapkan manajemen stres yang baik dalam perusahaannya karena stres merupakan permasalahan yang penting karena keadaan ini dapat mempengaruhi produktivitas kerja.

Dalam hal mengatasi dan mengelola stres harus dilakukan secara adaptif dan efektif, yaitu mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang harus dikerjakan. Sebelum seseorang dapat mengatasi stres, perlu diketahui sumber stresnya sehingga stres dapat diatasi langsung pada sumbernya. Selain mengatasi penyebab stres, manajemen stres yang baik juga dapat membantu Anda mengatasi dampaknya terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Setelah mengetahui sumbernya maka langkah selanjutnya adalah mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres agar stres yang dialami karyawan tidak berlangsung lama dan tidak mempengaruhi produktivitasnya.

Stres kerja sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan harus dikelola dengan baik karena akan sangat menentukan baik bagi karyawan maupun perusahaan, karena jika menarik perhatian perusahaan maka keuntungan yang diperoleh tentunya akan sangat besar dan bermanfaat, baik bagi karyawan. masa kini dan masa depan Di masa yang akan datang, perusahaan akan memperoleh manfaat berupa tercapainya tujuan dan produktivitas yang tinggi, serta karyawan akan mempunyai kinerja yang tinggi.

Hipotesis

Suryana (2018:14) Penelitian deskriptif bersifat eksplanatori dan bertujuan untuk memberikan gambaran atau gambaran mengenai suatu masalah, situasi atau peristiwa sebagaimana adanya untuk menemukan fakta. Pengujian hipotesis selain untuk membuktikan pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya juga bertujuan untuk melihat besarnya dampak hubungan tersebut.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Defenisi Operasional Variabel

Masa kerja (X2) Merupakan lamanya waktu yang digunakan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya, yang mana selama itu banyak pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya untuk memahami harapan pegawai terhadap perusahaan. Merupakan kemampuan seseorang untuk memproduksi barang dan jasa dalam jangka waktu yang ditentukan oleh perusahaan. Skala Likert merupakan skala modal yang banyak digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial.

Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis data

Sejarah

Dengan berkembangnya kota yang diikuti dengan meningkatnya kebutuhan akan tenaga listrik, maka dibangunlah Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun 1952 yang berlokasi di tepian Sungai Jeneberang di kawasan Pandang-pandang Sungguminas, dengan kapasitas sebesar 2000 KW dan beroperasi hingga tahun 1957. OGEM mengambil alih atau menasionalisasi RI dan menyerahkannya kepada Perusahaan Listrik Negara yang kemudian dikenal dengan nama Perusahaan Listrik Negara atau PLN Makassar. Pada tahun 1961, Jakarta Pusat mendirikan PLN Eksplorasi VI dengan wilayah kerja meliputi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang berkantor pusat di Makassar.

18 Tahun 1972 tentang Perusahaan Umum Listrik Negara yang mempunyai arti penting bagi PLN karena menjadi dasar hukum bagi Perusahaan, statusnya sebagai Badan Usaha Milik Negara menjadi Perusahaan Umum dan Tenaga Listrik No. 50/DIR/1973 tanggal 20 Oktober 1973 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Pokok Perusahaan Listrik Negara Pengusahaan VIII yang meliputi unit pelaksana yaitu sektor Tello dan cabang di Makassar. 10/DIR/1976 sebagai tindak lanjut dari peraturan Menteri yang mengubah judul PLN Eksploitasi VIII menjadi Perusahaan Listrik Negara Wilayah VIII dengan wilayah operasi meliputi provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Bentuk, warna dan arti lambang resmi perusahaan yang digunakan adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran surat keputusan direksi perusahaan umum Listrik Negara Nomor: 031/DIR/76 tanggal 1 Juni 1996, tentang penghentian sementara penyediaan listrik Negara. . simbol perusahaan publik.

Gambar 4.2. Logo PT.PLN  Bidang Persegi Panjang  2.  Petir dan Kilat
Gambar 4.2. Logo PT.PLN Bidang Persegi Panjang 2. Petir dan Kilat

Job Deskription

Wilayah Pelayanan dan Jaringan PT.PLN (Persero) berada atau mempunyai wilayah kerja pada entitas Wilayah Pelayanan dan Jaringan (APJ) PT.PLN (Persero) yang sudah ada. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Manajer Wilayah Pelayanan dan Jaringan (MAPJ) dibantu oleh seorang asisten manajer dan staf fungsional serta bertanggung jawab kepada General Manager PT PLN (Persero) Distribusi. Pengelola Kawasan Pelayanan dan Jaringan (MAPJ) diangkat dan diberhentikan oleh direksi PT. PLN (Persero), dan asisten manajer diangkat dan diberhentikan oleh direktur umum PT. PLN (Persero) Distribusi, tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai berikut. Bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan di bidang penganggaran, keuangan, pemantauan pendapatan dan akuntansi untuk memenuhi tujuan pengelolaan keuangan unit. f.. Asisten Manajer SDM dan Administrasi.

Tugas pokok administrasi SDM dan Asman adalah melakukan pengawasan terhadap: a) Pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia, b) Penatausahaan sekretariat, tata graha, keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan kerja serta kegiatan umum lainnya. Unit Pelayanan dan Jaringan PT. PLN (Persero) berkantor pusat atau wilayah kerja di bekas unit pelayanan dan jaringan PT. PLN (Persero) (UP) atau eks unit pelayanan dan jaringan PT. PLN (Persero) (UPJ). Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Unit Pengelola Pelayanan dan Jaringan (MUPJ) dibantu oleh seorang supervisor/staf fungsional dan bertanggung jawab kepada Pengelola Area Pelayanan dan Jaringan (MAPJ).

Unit Pengelola Pelayanan dan Jaringan (MUPJ) diangkat dan diberhentikan oleh Manajer Umum dan Supervisor diangkat dan diberhentikan oleh Pengelola Area Pelayanan dan Jaringan (MAPJ), tugas pokok dan fungsinya sebagai berikut.

Hasil Penelitian

  • Karakteristik responden
  • Deskripsi Variabel Penelitian
  • Uji Instrumen variabel a. Uji validitas
  • UJi Realibilitas X2
  • Uji Realibilitas Variabel Y
  • Uji asumsi klasik a. Uji Normalitas

Berdasarkan Tabel 4.5 terlihat dari jawaban responden sebesar 14% sangat setuju dan 76% setuju. Berdasarkan Tabel 4.5, pernyataan pertama 0 pemilih tidak setuju dan tidak setuju sama sekali. Berdasarkan tabel 4.7 terlihat dari jawaban responden sebanyak 22% yang memilih jawaban sangat setuju, 56% setuju, 20% menjawab sangat setuju dan 2% tidak setuju.

Jika nilai hitung r > nilai tabel r, maka indikator tersebut dikatakan valid dan sebaliknya jika nilai hitung r < nilai tabel r, maka indikator tersebut dikatakan valid. Hasil pengolahan data menunjukkan seluruh indikator dikatakan valid karena nilai r hitung stres kerja > nilai r tabel sebesar 0,2353. Hasil pengolahan data diatas menunjukkan bahwa seluruh indikator dikatakan valid karena nilai r hitung masa kerja > nilai r tabel sebesar 0,2353.

Dapat disimpulkan bahwa hasil pengolahan data diatas menunjukkan seluruh indikator valid karena nilai r hitung produktivitas kerja pegawai > nilai r tabel sebesar 0,2353.

Tabel 4.2 Tingkat Usia Responden
Tabel 4.2 Tingkat Usia Responden

Pengujian Hipotesis

  • Uji Regresi Linear Berganda
  • Analisis Koefisien Determinasi (R2)
  • Uji Parsial (Uji T)
  • Uji Simultan (Uji F)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yang terdiri dari stres kerja dan waktu kerja tidak mewakili multikolinearitas dalam model regresi. Koefisien regresi variabel masa kerja sebesar 0,535 dengan nilai karakteristik 0,006 < 0,05 yang berarti masa kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai yang artinya semakin baik penggunaan masa kerja. , semakin banyak karyawan maka produktivitas tenaga kerja akan meningkat. Hal ini dapat dijelaskan pada tabel diatas, dimana angka R sebesar 0,389 menunjukkan bahwa hubungan antara produktivitas kerja karyawan dengan kedua variabel independen adalah kuat karena mendekati definisi sangat kuat yaitu diatas 0,389, sedangkan nilai kuadrat R adalah 15,1%.

Hal ini menunjukkan bahwa variabel Produktivitas Kerja Pegawai dapat dijelaskan oleh variabel Stres Kerja dan Masa Kerja, dimana sebesar 84,9% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Sedangkan variabel (X2) menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,858 dan nilai signifikansi sebesar 0,006. Karena nilai t hitung 2,858 > 2,010 maka nilai signifikansinya adalah 0,006 < 0,05 yang berarti masa kerja (X2) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dan dapat disimpulkan hipotesis kedua adalah dapat diterima. 1) Uji simultan (uji F). Telah diuji bahwa stres kerja dan masa kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan.

Karena probabilitasnya jauh lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi produktivitas kerja karyawan.

Tabel 4.14 Hasil Regresi Linear Berganda  Coefficients a
Tabel 4.14 Hasil Regresi Linear Berganda Coefficients a

Pembahasan

Pengaruh Stres kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

Hal di atas sesuai dengan hasil penelitian Endango Sugiarti (2018) yang berjudul Dampak Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT.

Pengaruh Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji hipotesis klasik dan uji statistik dengan menggunakan metode regresi linier berganda dan mengacu pada pembahasan tentang Pengaruh stres kerja dan masa kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stres Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT.

Saran

Penelitian ini menunjukkan bahwa masa kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai, untuk itu peneliti berharap agar pegawai terus mampu dan mampu belajar serta terus memanfaatkan segala teknologi yang ada. Karyawan harus tetap memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas kerjanya semaksimal mungkin tanpa memperhatikan berapa lama Anda bekerja, tingkat pendidikan apa yang Anda miliki dan bagaimana kondisi lingkungan kerja? Pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Medan Iman Bonjol. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Stress Kerja Pegawai (Studi Pada Pegawai PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Wilayah Pelayanan Malang).

Pengaruh faktor masa kerja, kompensasi dan pendidikan terhadap motivasi kerja pegawai dinas jalan raya Provinsi Jawa Tengah dengan produktivitas kerja sebagai variabel tidak langsung. Pengaruh tingkat pendidikan, masa kerja dan persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di PT Nirmala Tirta Putra.

KUESIONER

PENGARUH STRES KERJA DAN MASA KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. PLN KOTA

MAKASSAR

  • Identitas Responden
  • Pertanyaan Tentang Stres Kerja Pilihan jawaban yang tersedia adalah
  • Pertanyaan Tentang Masa Kerja Pilihan jawaban yang tersedia adalah
  • Pertanyaan Tentang Produktivitas Kerja

CS : Apabila anda bersetuju sepenuhnya dengan kenyataan TS : Apabila anda tidak bersetuju dengan kenyataan.

TERIMA KASIH

HASIL OLAH DATA SPSS DATA RESPONDEN

Stress Kerja X1.1

Variabel X2

Masa Kerja X2.1

Variabel Y

Produktivitas Kerja Karyawan Y.1

Correlations

Scale: ALL VARIABLES

Reliability

Charts

BIODATA PENULIS

Gambar

Table 2.1 Penelitan Terdahulu
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel
Gambar 4.2. Logo PT.PLN  Bidang Persegi Panjang  2.  Petir dan Kilat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Maka dalam penelitian ini produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor. sosial

Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja tersebut dapat berasal dari dalam diri tenaga kerja maupun dari luar diri tenaga kerja itu sendiri

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENGHASILAN TENAGA KERJA WANITA PEMETIK TEH..

Sedangkan input total diperoleh dari keseluruhan faktor produksi itu sendiri yang masuk seperti modal dalam hal ini areal tanah, tenaga kerja yang

Salah satu faktor untuk meningkatkan prestasi kerja adalah motivasi, motivasi dipengaruhi oleh faktor dalam diri sendiri atau karakteristik individu dengan lingkungan

Hasil estimasi regresi berganda menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pemanen dan pemupuk dipengaruhi secara nyata oleh premi sedangkan faktor umur, tingkat

MUFIDAH DARWIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SADARI PADA MAHASISWI FAKULTAS NON – KESEHATAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR xvi + 93 halaman, 5 tabel, 7

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pelatihan kerja di UPT Balai Latihan Kerja BLK Terhadap Calon Tenaga Kerja di Kabupaten Bulukumba dengan melakukan sosialisasi