PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
TujuanPenelitian
Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Bagaimana pengaruh penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terhadap hasil belajar siswa di MTs. Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur? . dapat memberikan manfaat bagi objeknya, atau peneliti pada khususnya, serta bagi seluruh komponen yang terlibat.
KAJIAN PUSTAKA
Hasil Belajar
Dan menurut (Hamalik, 1983) disebutkan bahwa belajar adalah perkembangan seseorang yang diwujudkan dalam cara-cara berperilaku baru melalui pengalaman dan latihan. Sobry Sutikno (Dalam Fathurrohman, 2007:5) mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan perubahan baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Hasil belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah atau universitas.
Sementara masih dalam satu kitab yang sama, hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, biasanya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Sedangkan menurut WJS Purwadarminto, hasil belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu sehubungan dengan hal-hal yang dilakukan atau dilakukan. Berdasarkan pendapat tersebut, maka hasil belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah dibekali guru sehingga dapat membangun pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bloom merumuskan hasil belajar sebagai perubahan tingkah laku yang meliputi ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik Winkell (dalam Ismiyahna, 2000). Area psikomotorik terdiri dari lima tingkatan, yaitu: imitasi (peniruan gerakan), penerapan (penggunaan konsep untuk melakukan gerakan), ketepatan (pelaksanaan gerakan yang benar), urutan (pelaksanaan beberapa gerakan yang benar dalam waktu yang bersamaan), naturalisasi ( eksekusi gerakan alami). Sedangkan ranah afektif terdiri dari lima tingkatan, yaitu Pendahuluan (keinginan menerima, kesadaran akan adanya sesuatu), Merespon (partisipasi aktif), Apresiasi (penerimaan nilai, kesetiaan terhadap nilai tertentu), Pengorganisasian (pengaitan dengan nilai-nilai). diyakini). ) dan Praktek (menjadikan nilai sebagai bagian dari gaya hidup).. 1) Hasil belajar yang diperoleh siswa adalah hasil belajar yang dicapai pada periode pembelajaran tertentu, yang mencakup beberapa aspek yang berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Sendiri.
Benyamin Bloom dalam (Sudjana, 2009:22) mengklasifikasikan hasil belajar dalam tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif berkaitan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yaitu penerimaan, respon atau reaksi, penilaian, pengorganisasian dan internalisasi. Ranah psikomotor berkaitan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak yang terdiri dari enam aspek, yaitu gerak refleks, keterampilan gerak dasar, kemampuan perseptual, keselarasan atau konsistensi, gerak keterampilan kompleks, dan gerak ekspresif dan interpretatif.
Ahmadi menyebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, antara lain: . a) Faktor internal. Faktor eksternal adalah faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar yang bersifat eksternal dari peserta didik (siswa) yang terlibat. Lingkungan masyarakat juga menjadi faktor yang banyak berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dalam proses penyelenggaraan pendidikan.
Kerangka Pikir
Selain kurikulum, guru sebagai pendidik juga harus mendapat perhatian pertama, karena baik atau buruknya suatu kurikulum tergantung pada keaktifan dan kreatifitas guru dalam menguraikan dan melaksanakan kurikulum tersebut. Namun dalam penerapan KTSP tidak menutup kemungkinan akan terdapat beberapa permasalahan yang muncul karena tujuan yang tertuang dalam kurikulum tidak dapat tercapai secara maksimal. Beberapa permasalahan yang dihadapi guru dalam kegiatan belajar mengajar menurut KTSP adalah:
Berdasarkan hal tersebut penulis ingin mengetahui dan mendeskripsikan apa saja pengaruh-pengaruh yang ditemui guru dalam proses penerapan KTSP di MT.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
Variabel dan Desain Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yaitu 400 siswa yang terbagi dalam 12 kelas yaitu kelas VIIA, VIIB, VIIC, VIID, VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, IXA, IXB, IXC, IXD. TIDAK. Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1. Sumber : Tata Usaha MTs Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur). Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 12 kelas, dimana kelas tersebut merupakan unit sampel.
Dalam hal ini data atau informasi mengenai pengaruh penerapan kurikulum tingkat Satuan Pendidikan terhadap hasil belajar siswa MT. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk menyajikan atau mengungkap karakteristik sebaran skor penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan terhadap hasil belajar siswa di MTs. Statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP) terhadap hasil belajar siswa MTs Negeri Reok Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur.
Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, penulis mampu mengumpulkan data melalui instrumen penelitian yaitu angket yang diisi oleh siswa MTs. Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil uji statistik inferensial yang telah diuraikan, dapat dinyatakan bahwa penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berpengaruh terhadap Hasil Belajar Siswa MT. Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur tidak mempunyai pengaruh dan hubungan yang signifikan.
Hasil analisis varians antara variabel Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan hasil belajar MTs. Siswa Negeri Reok Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur memperoleh nilai rxy = 0,0013 dengan thitung = 0,008 dan ttabel = 0,320. Artinya tidak terdapat pengaruh dan hubungan yang signifikan antara penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terhadap hasil belajar siswa di MTs. Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur seharusnya memberikan dampak yang besar terhadap keterampilan, pemahaman, dan hasil belajar siswa.
Jadi nilai hasil belajar siswa di MTs.Negeri Reok School Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur sedikit memuaskan siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan tidak memberikan pengaruh dan hubungan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa MT.Negeri Reok Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hasil uji statistik inferensial/analisis data dan pembahasan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa dampak penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terhadap hasil belajar siswa MTs.Negeri Reok, Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur tidak mempunyai pengaruh dan hubungan yang berarti terhadap hasil. Siswa belajar di Sekolah MTs.Negeri Reok, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Guru sebagai pengajar/pendidik diharapkan mampu memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar, karena dengan memotivasi siswa dalam proses belajar mengajar diharapkan pula hasil belajar siswa dapat meningkat dan memuaskan sesuai dengan pelaksanaannya. dari kurikulum yang ada. Di bawah ini disajikan 20 pernyataan tentang Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah MTs.Negeri Reok Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kaitannya dengan diri sendiri.