Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Visi Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018-2023 adalah “Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif dan Khas”.
STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN, DAN PROGRAM PEMBANGUNAN
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
- DASAR HUKUM PENYUSUNAN
- HUBUNGAN ANTAR DOKUMEN
- MAKSUD DAN TUJUAN
- SISTEMATIKA PENULISAN
PERUBAHAN PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2019 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2018-2023. Peraturan Daerah Nomor 1 Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 286);
Pendahuluan
Sebagai tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Menjadi landasan Pemerintah Pusat dalam penyaluran anggaran pembangunan di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan pencapaian tujuan strategis prioritas nasional dan tujuan yang ditetapkan dalam RPJMN.
Gambaran Umum Kondisi Daerah
Gambaran Keuangan Daerah
Permasalahan Dan Isu Strategis Daerah
Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran
Arah Pembangunan Wilayah Sulawesi Selatan
Strategi, Arah Kebijakan, Dan Program Pembangunan Daerah
Kerangka Pendanaan PembangunanDan Program Perangkat Daerah
Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Penutup
Aspek Geografi dan Demografi
- Karakteristik Lokasi Wilayah Sulawesi Selatan
- Potensi Pengembangan Wilayah
Kondisi topografi Sulawesi Selatan dibagi berdasarkan kondisi kemiringan lahan atau kondisi lereng dan kondisi ketinggian lahan. 30 -40 persen dan kemiringannya di atas 40 persen dengan luas 12,3 persen dari luas wilayah Sulawesi Selatan.
Kawasan Pertanian
Kawasan Perikanan
Kawasan Industri
Begitu pula dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Sulawesi Selatan dan RZWP3K Sulawesi Selatan juga menjadi pedoman pengembangan komoditas mineral di Sulawesi Selatan. Dalam RTRWP Sulawesi Selatan, ditetapkan wilayah usaha pertambangan antara lain batubara, mineral logam, dan mineral radioaktif.
Kawasan Pariwisata
- Wilayah Rawan Bencana
- Kondisi Demografi
- Aspek Kesejahteraan Masyarakat
- Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi .1. Tingkat Kemiskinan
- Aspek Kesejahteraan Sosial .1 Indeks Pembangunan Manusia
- Aspek Layanan Umum
- Layanan Urusan Wajib Dasar 1. Pendidikan
Kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (BRDP) atas dasar harga berlaku menurut wilayah usaha di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015-2019. Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Sulawesi Selatan dengan Nasional dan Provinsi Lainnya di Pulau Sulawesi Tahun 2015-2019.
Angka Kematian Bayi (AKB)
Angka Kematian Neonatal
Angka Kematian Ibu (AKI)
Untuk mengatasi kondisi geografis yang sulit dijangkau, pemerintah menyediakan rumah tunggu bersalin yang lokasinya dekat dengan fasilitas kesehatan bagi ibu hamil yang jauh dari fasilitas kesehatan. Khusus masalah keterbatasan biaya, pemerintah juga mengatasinya dengan memberikan dana Jampersal untuk ibu bersalin dan bayi baru lahir.
Rasio Posyandu per satuan balita
Untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarganya dilakukan kelas ibu dan dilaksanakan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).
Rasio Puskesmas dan Pustu Persatuan penduduk
Rasio puskesmas dan balai perkumpulan penduduk kabupaten/kota tertinggi pada tahun 2019 ditunjukkan oleh Kabupaten Selayar dan terendah adalah Kota Makassar. Rasio Jumlah Puskesmas dan Pustu Per Satuan Penduduk dan Rasio Puskesmas dan Sub Puskesmas Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2019.
Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Rasio Dokter Per Satuan Penduduk
Rasio Tenaga Medis per satuan Penduduk
Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan
Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, umumnya disebabkan masih adanya persalinan yang tidak ditolong oleh tenaga kesehatan, karena persalinan dilakukan di rumah karena kondisi geografis yang jauh dari fasilitas kesehatan yaitu di wilayah kepulauan dan pegunungan. wilayah, serta perkiraan tujuan yang menjadi penyebut pencapaiannya sama sekali berbeda dengan tujuan sebenarnya. Untuk meningkatkan cakupan di atas, pemerintah telah melakukan beberapa upaya, antara lain dengan menyediakan rumah tunggu bersalin yang lokasinya dekat dengan fasilitas kesehatan dan memberikan dukungan dana asuransi bersalin untuk kelahiran di fasilitas tersebut.
Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)
Grafik di atas menunjukkan cakupan imunisasi di beberapa kabupaten/kota mengalami penurunan sehingga menyebabkan tidak tercapainya target. Dalam rangka peningkatan cakupan imunisasi di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, kedepannya akan diadakan rapat khusus yang membahas penetapan data sasaran dengan melibatkan lintas program dan sektor terkait dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. tingkat.
Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapatkan Perawatan
Untuk mengatasi kondisi di atas, berbagai upaya dilakukan, antara lain peningkatan koordinasi dan advokasi kepada tokoh agama dan masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan kontak intensif dengan kelompok tertentu yang menolak imunisasi. Jumlah total anak anjing yang kekurangan gizi yang ditemukan di suatu area kerja selama periode yang sama.
Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA
Tingkat Prevalensi Tuberkolosis (Per 100.000 Penduduk)
Tingkat Kematian Karena Tuberkulosis
Proporsi Jumlah Kasus Tuberkulosis yang Terdeteksi Dalam Program DOTS Proporsi penemuan kasus TBC mulai meningkat selama tiga tahun terakhir
Proporsi jumlah kasus tuberkulosis yang terdeteksi dalam program DOTS Proporsi deteksi kasus TBC mulai meningkat dalam tiga tahun terakhir. Proporsi kasus TBC yang diobati dan sembuh pada program DOTS Evaluasi data kesembuhan dinilai secara kohort selama 1 tahun sehingga menjadi data.
Proporsi Kasus Tuberkulosis yang Diobati dan Sembuh Dalam Program DOTS Evaluasi data kesembuhan dinilai secara kohor selama 1 tahun sehingga data
Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD
Indikator program Arbovirosis adalah persentase kabupaten/kota yang mencapai angka kejadian (IR) DBD lebih rendah atau sama dengan jumlah penduduk. Sedangkan Case Fatality Rate (CFR) kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 33 persen pada tahun 2017 dan 2018, serta sebesar 25 persen pada tahun 2019.
Angka Kejadian Malaria
Penderita Malaria yang Diobati dengan ACT
Dari tabel di bawah terlihat terdapat beberapa kabupaten/kota yang cakupan pengobatannya sangat rendah <90 persen, antara lain Kabupaten/Kota Makassar (72,54 persen), Luwu (86,54 persen), Luwu Timur (84,21 persen), Maros (86,54 persen). 87.30). persen), Soppeng (80 persen), Toraja Utara (83,33 persen) dan terendah Tana Toraja (9,52 persen). Selain itu juga tersedia buffer stock obat anti malaria dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, panduan penanganan kasus Malaria yang didistribusikan ke kabupaten/kota, serta KMK nomor HK.01.07/MENKES/556/2019 tentang Nasional Pedoman Manajemen Pelayanan Medis. Malaria.
Prevalensi HIV/AIDS (Persen) dari Total Populasi
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan penyediaan buku manajemen kasus bagi tenaga medis dan advokasi bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan kasus malaria.
Proporsi Jumlah Penduduk Memiliki Pengetahuan Komprehensif
Cakupan Kunjungan Bayi
Cakupan Puskesmas
Cakupan PuskesmasPembantu
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4
Secara keseluruhan, penyebab masih banyaknya ibu hamil yang belum mendapatkan pelayanan persalinan komprehensif (K4) antara lain karena tidak semua ibu hamil dan keluarganya memahami kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman, sehingga mengakibatkan tertundanya kontak dengan tenaga kesehatan, kondisi kehidupan ibu hamil. dan keluarganya yang jauh dari fasilitas kesehatan (daerah kepulauan dan pegunungan, serta ibu hamil yang berpindah-pindah tempat sehingga tidak terpantau hingga saat persalinan. Namun ada beberapa faktor yang mendukung peningkatan cakupan kunjungan ke fasilitas kesehatan tersebut. ibu hamil di Sulawesi Selatan, antara lain dengan adanya peraturan mengenai standar pelayanan minimal pelayanan antenatal yang sesuai SOP, kunjungan tenaga kesehatan kepada ibu hamil, keterlibatan dan perhatian tokoh dan kader masyarakat, agar setiap ibu hamil rutin memeriksakan kesehatannya. pekerja, penguatan komunikasi, informasi dan edukasi kepada kader dan masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan, pelaksanaan kelas ibu hamil di desa dalam upaya meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga, serta pelaksanaan Pengawasan Wilayah Setempat Program Kesehatan Ibu dan Anak.
Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani
Cakupan Pelayanan Anak Balita
Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada anak Usia 6-24 bulan KeluargaMiskin
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat
Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin
Jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin meliputi pelayanan kesehatan dasar di puskesmas/faskes setempat dan jaringannya, serta pelayanan kesehatan rujukan tingkat pertama dan rumah sakit daerah yang mekanisme pembiayaannya dikelola oleh BPJS. Pelayanan dasar meliputi kegiatan pelayanan kesehatan di dalam gedung maupun kegiatan pelayanan kesehatan di luar gedung, meliputi pelayanan gawat darurat, konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter umum dan dokter gigi, pemberian obat, pemeriksaan laboratorium sederhana, pelayanan KIA, pengobatan 24 jam di puskesmas. dan Pusat Kesehatan Keliling.
Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus di Berikan Sarana Kesehatan (RS)
Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 Jam
- Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik
Rasio Panjang Jalan dengan Jumlah Penduduk
Persentase Jalan Memiliki Trotoar dan Drainase/Saluran Pembuangan Air (Minimal 1,5 m)
Persentase Sempadan Jalan Dipakai Pedagang Kaki Lima atau Bangunan Rumah Liar
Persentase Rumah Tangga Bersanitasi
Rumah tangga memiliki akses terhadap layanan sanitasi yang layak dan berkelanjutan menurut kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan. Pinggiran sungai masih banyak dijadikan pemukiman (bangunan liar) di Sulawesi Selatan, khususnya di kabupaten/kota.
Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik
Peningkatan tersebut disebabkan oleh lemahnya pengawasan penguasaan dan pemanfaatan ruang sempadan sungai oleh pemerintah daerah untuk mengendalikan pemanfaatan ruang sempadan sungai melalui penerbitan undang-undang tentang sempadan sungai.
Rasio Jaringan Irigasi
Persentase Penduduk Berakses Air Minum
- Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman 1. Rasio Rumah Layak Huni
Persentase Lingkungan Permukiman Kumuh
Persentase Luasan Permukiman Kumuh di Kawasan Perkotaan
- Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat Cakupan Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas)
Penanganan lingkungan perumahan kumuh di Sulawesi Selatan mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Kumuh dan Kawasan Kumuh yang menentukan aspek dan kriteria kawasan kumuh. Lokasi kumuh dan kumuh di Provinsi Sulawesi Selatan seluas 4.073 ha (empat ribu tujuh puluh empat) dan tersebar di 24 (dua puluh empat) kabupaten/kota dengan 727 (tujuh ratus dua puluh tujuh) lokasi .
Penyelesaian Pelanggaran Ketertiban, Ketentraman, Keindahan (K3) Ketertiban adalah suatu keadaan kehidupan yang serba teratur dan tertata
Penegakan PERDA
- Sosial
Persentase PMKS yang Memperoleh Bantuan Sosial
Persentase PMKS yang Tertangani
Persentase Panti Sosial dengan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Sebagai pelaksana standar pelayanan minimal, urusan sosial provinsi
Namun sarana dan prasarana lembaga pelayanan sosial serta sumber daya manusia penyelenggaranya masih terus ditingkatkan.
Persentase WKBSM yang Menyediakan Sarana Dan Prasarana Pelayanan Kesejahteraan Sosial
Penanganan Korban Bencana yang Menerima Bantuan Sosial
Ketika mengukur indikator kinerja kinerja, persentase korban bencana penerima bantuan sosial dimaksimalkan dengan adanya bantuan distribusi logistik dari Kementerian Sosial yang sangat mendukung penanganan korban bencana pada masa tanggap darurat. Namun, masih belum ada pemberian bantuan logistik yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka penanganan korban bencana pada masa tanggap darurat.
Persentase Korban Bencana yang Dievakuasi Dengan Menggunakan Sarana Dan Prasarana Tanggap Darurat Lengkap
Jumlah korban bencana dalam setahun yang harus dievakuasi dengan menggunakan sarana dan prasarana tanggap darurat yang lengkap. Berdasarkan tabel diatas pada tahun 2015, dalam pengukuran indikator kinerja, persentase korban bencana yang dievakuasi sudah sangat optimal dengan adanya sarana dan prasarana dari Kementerian Sosial yang sangat mendukung penanganan korban bencana pada masa darurat. periode respons. .
Penanganan Penyandang Cacat dan Lanjut Usia Menerima Jaminan Sosial Pelayanan kepada penyandang cacat dan lanjut usia juga merupakan standar
- Pelayanan Urusan Wajib Non Dasar .1. Tenaga Kerja
Menangani penyandang disabilitas dan lanjut usia Penerimaan layanan jaminan sosial bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia juga merupakan standar. Namun peran pemerintah pusat dan daerah dalam menangani penyandang disabilitas dan lanjut usia dalam memberikan jaminan sosial masih cukup besar.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Berdasarkan tabel tahun 2015 menunjukkan bahwa unit pelaksana teknis daerah untuk pelayanan dan rehabilitasi lanjut usia masih kurang, dan belum adanya rumah rehabilitasi provinsi untuk pelayanan dan rehabilitasi penyandang disabilitas fisik dan mental.
Rasio Penduduk yang Bekerja
Angka SengketaPengusaha-Pekerja per tahun
Besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian Bersama (PB)
Besaran Pencari Kerja yang Terdaftar yang Ditempatkan
Keselamatan dan Perlindungan
Berdasarkan hasil pemeriksaan pengawasan pengawas ketenagakerjaan hingga tahun 2019, SMK3 telah menetapkan 15.157 perusahaan dari total 15.157 perusahaan yang wajib melaporkan ketenagakerjaan. Proporsi perusahaan yang menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja dalam periode lima tahun 2015 hingga 2019 adalah 100%.
Besaran Pekerja/Buruh Yang Menjadi Peserta Program Jamsostek
Pasal 5 ayat (2) PP tersebut mewajibkan setiap perusahaan yang mempekerjakan paling sedikit 100 orang karyawan/pekerja atau mempunyai tingkat potensi bahaya untuk menerapkan SMK3. Kendala yang kami hadapi adalah terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang berkualitas dan jumlah pengawas ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan yang berjumlah sekitar 55 orang.
Besaran Pemeriksaan Perusahaaan
Besaran PengujianPeralatan di Perusahaan
Jumlah pegawai yang menerima pelatihan berbasis kompetensi. Jumlah karyawan yang menerima pelatihan berbasis kompetensi dari waktu ke waktu.
Besaran Tenagakerjayang Mendapatkan Pelatihan Berbasis Kompetensi Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi kurun
Besaran Tenaga kerja yang Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan
Persentase Penduduk Yang Bekerja Terhadap Angkatan Kerja
Rasio Kesempatan Kerja Terhadap Penduduk Usia 15 Tahun Ke atas
Persentase Angkatan Kerja Berpendidikan Menengah Keatas
PersentaseTenaga Kerja dan Pekerja Bebas Keluarga
Jumlah Penganggur
- Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1. Persentase Partisipasi Perempuan di Lembaga Pemerintahan
Selama tahun 2015 hingga tahun 2019, partisipasi perempuan pada lembaga negara (eksekutif) di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan yang signifikan, dimana pada tahun 2015 sebesar 48,41 persen dan pada tahun 2019, partisipasi perempuan pada lembaga negara mencapai 53,10 persen. Proporsi kursi perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Persentase keterwakilan perempuan di parlemen selama 3 (tiga) periode.
Proporsi Kursi yang diduduki Perempuan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Persentase keterwakilan perempuan di parlemen dalam 3 (tiga) periode
Partisipasi Perempuan di Lembaga Swasta
Persentase Jumlah Tenaga Kerja di Bawah Umur
Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan
Pada tahun 2018 hingga tahun 2019, angka partisipasi angkatan kerja perempuan meningkat cukup signifikan, yaitu mencapai 50,32 persen pada tahun 2019 atau meningkat sekitar 12,88 persen dari dua tahun sebelumnya. Cakupan perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dan menerima pengaduan ditangani oleh petugas terlatih di unit layanan.
Cakupan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan yang mendapatkan penanganan Pengaduan Oleh Petugas Terlatih di Dalam Unit Layanan
Cakupan Layanan Reintegrasi Sosial Bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan
Begitu pula dengan layanan reintegrasi sosial yang merupakan upaya menyatukan kembali korban dengan keluarganya dengan menawarkan berbagai layanan untuk mempersiapkan perempuan dan anak korban kekerasan melalui pemberian layanan terapi oleh konselor dan pelatihan keterampilan, termasuk pemenuhan spiritual klien hingga korban sudah siap. untuk pulang dan keluarga bersedia menerima korban. Persentase layanan reintegrasi sosial yang diberikan P2TP2A Sulsel hingga tahun 2019 mencapai 21 persen di kabupaten/kota di Sulsel, bahkan di luar provinsi Sulsel antara lain Jakarta, Timika, dan Ambon.
Rasio APM Perempuan/Laki‐laki di SD/SMP/SMA/Perguruan Tinggi
Rasio Melek Huruf Perempuan Terhadap Laki-laki pada Kelompok Usia 15- 24 Tahun
- Pangan
Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok umur 15-24 tahun, Provinsi Sulawesi Selatan, 2015-2019.
Ketersediaan Pangan Utama
Ketersediaan Energi, Protein Perkapita, Pengawasan dan Pembinaan Keamanan Pangan
Sebaran Kerawanaan Pangan dan Gizi Menurut Kabupaten/Kota
- Lingkungan Hidup
Menindaklanjuti hasil yang menurun dan untuk mendorong peningkatan persentase kepatuhan terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup harus menyediakan sumber daya manusia bagi pejabat Fungsional Pengawasan Lingkungan Hidup (PPLH). . Capaian persentase kepatuhan terhadap izin lingkungan, izin PPLH dan PUU LH yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih berada di bawah target RENSTRA Dinas Pengelolaan Lingkungan dengan target tahun 2018 sebesar 70 persen dan capaian kinerja sebesar 41,98 persen dan tahun 2019. target sebesar 75 persen dan tercapai sebesar 10 persen. Lebih jelasnya pada grafik berikut.
Jumlah Limbah B3 yang Dikelola
Persentase Jumlah Sampah yang Tertangani Pada Kondisi Khusus di Provinsi
- Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil 1. Rasio Penduduk ber-KTP per Satuan Penduduk
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, KTP wajib dimiliki oleh seluruh penduduk Indonesia yang berumur 17 tahun ke atas atau sudah telah menikah. . Rasio penduduk yang mempunyai KTP per satuan penduduk adalah jumlah penduduk berumur 17 tahun ke atas atau menikah yang mempunyai KTP, dibandingkan dengan jumlah penduduk berumur 17 tahun ke atas atau menikah.
Rasio Bayi Berakte Kelahiran
Pada tahun 2018, jumlah penduduk usia 17 tahun ke atas atau menikah dengan KTP di Sulawesi Selatan mencapai 5.852.672 jiwa, sedangkan jumlah penduduk Sulsel yang berusia 17 tahun ke atas atau menikah sebanyak 6.680.487 jiwa, sedangkan pada tahun 2019 mencapai 6.062.519 jiwa. Jumlah penduduk Sulawesi Selatan yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah sebanyak 6.422.849 jiwa.
Rasio Pasangan Berakte Nikah
Rasio Kepemilikan Akte Kelahiran
- Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Sedangkan pada tahun 2019, jumlah penduduk Sulsel yang memiliki akta kelahiran sebanyak 3.963.981 jiwa dari total penduduk Sulsel sebanyak 9.145.143 jiwa. Cakupan sarana prasarana kantor pemerintahan desa yang baik Indikator ini belum tersedia pada tahun 2015-2016 karena masih belum tersedia.
Jumlah Kelompok Binaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
Rata-Rata Jumlah Kelompok Binaan PKK
Persentase LPM Berprestasi
Persentase PKK Aktif
Jumlah Posyandu Aktif
- Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana 1. Laju Pertumbuhan Penduduk
Kelahiran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pernikahan dini dan kegagalan dalam melaksanakan program keluarga berencana yang menyebabkan peningkatan angka kelahiran. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk di Sulawesi Selatan yang semakin meningkat dari tahun 2017 hingga tahun 2019.
Total Fertility Rate (TFR)
Faktor penyebab angka kematian antara lain kesehatan yang buruk, kurangnya fasilitas kesehatan di daerah seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, apotik, kemiskinan yang berlebihan sehingga menyebabkan kurangnya asupan gizi, medan perang, bencana alam, pola makan yang tidak tepat. dan epidemi, penyakit. Penduduk yang masuk dapat berupa orang-orang dari luar daerah yang datang ke daerah kita untuk tinggal, belajar atau bekerja, sehingga dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk.
Rata-Rata Jumlah Anak Per Keluarga
Ratio Akseptor KB
Angka Penggunaan/Pengekangan Alat Kontrasepsi pada Wanita Menikah Usia 15-49 Tahun Angka penggunaan alat kontrasepsi, biasa disebut dengan prevalensi kontrasepsi.
Cakupan PUS yang ingin ber-KB Tidak Terpenuhi (Unmet Need)
Beberapa faktor positif untuk mengurangi unmet need KB di Sulawesi Selatan perlu ditingkatkan ke depannya.
Persentase Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)
Persentase Tingkat Keberlangsungan Pemakaian Kontrasepsi
Dalam kurun waktu tahun 2015 hingga tahun 2019 persentase ketidakkontinuan penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat sehingga masih diperlukan upaya strategis ke depan yang lebih menekankan pada kualitas pelayanan pelanggan dan meningkatkan promosi edukasi konseling kontrasepsi yang memperhatikan memperhitungkan kearifan lokal. Konseling kontrasepsi yang baik akan membantu klien untuk menggunakan kontrasepsi lebih lama dan meningkatkan keberhasilan keluarga berencana.
Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB
Cakupan anggota Bina Keluarga Remaja (BKR) ber-KB
Persentase anggota Youth Family Development yang menggunakan KB pada periode 2015 hingga 2019 tidak mengalami peningkatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya lebih untuk meningkatkan partisipasi KB pada anggota BKR dengan melakukan sosialisasi secara berkesinambungan melalui PLKB kepada seluruh keluarga BKR di Sulawesi Selatan.
Cakupan anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) ber-KB
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: intensitas sosialisasi dan edukasi yang belum maksimal terutama pada daerah yang sulit dijangkau, dan motivasi keluarga BKR yang kurang karena sibuk dengan pendapatan dan menganggap tidak seperti itu. . penting.
Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) di setiap Kecamatan
Dalam kurun waktu 2015 hingga 2019, kehadiran PPKS di seluruh kecamatan di wilayah Sulsel hanya berkisar 55 persen, artinya masih banyak kecamatan yang belum menyediakan fasilitas layanan PPKS. Oleh karena itu, masih diperlukan komitmen dan upaya yang lebih serius untuk membentuk dan mengembangkan PPKS di seluruh kecamatan di Sulawesi Selatan.
Cakupan PUS peserta KB Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB Mandiri
Cakupan PUS pada peserta KB, anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPCS) yang telah menyelenggarakan KB mandiri, menjadi pendorong keberhasilan PPKBD dalam menjalankan perannya untuk meningkatkan partisipasi KB. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan prestasi kerja PPKBD antara lain 1) Peningkatan motivasi kerja PPKBD hendaknya dikembangkan dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam PPKBD dari yang paling mendasar hingga yang paling tinggi, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan untuk 'mendapatkan' rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan mencapai harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri, 2) Peningkatan mutu PPKBD melalui pelatihan-pelatihan untuk menunjang kemampuan kerja sekaligus menentukan tingkat kinerja yang dihasilkan khususnya dalam bidang komunikasi, pengolahan data dan koordinasi, 3) Pemberian insentif bagi kader PPKBD, dengan mempertimbangkan tidak adanya gaji tetap dan pendapatan yang cukup.
Persentase Faskes dan Jejaringnya (Diseluruh Tingkatan Wilayah) yang Bekerjasama Dengan BPJS dan Memberikan Pelayanan KBKR sesuai dengan
Cakupan Keluarga yang Mempunyai Balita dan Anak yang Memahami dan Melaksanakan Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak
Persentase Pembiayaan Program Kependudukan, Keluarga Bencana dan Pembangunan Keluarga melalui APBD dan APBDes
- Perhubungan
Jumlah arus penumpang angkutan umum
Rasio Ijin Trayek
Jumlah Pelabuhan Laut, Bandar Udara dan Terminal Bis
- Komunikasi dan Informatika
- Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah 1. Persentase Koperasi Aktif
Persentase Usaha Mikro dan Kecil terhadap Kesempatan Kerja
- Penanaman Modal dan Investasi
- Kepemudaan dan Olah Raga
Jumlah realisasi investasi pada tahun 2015 hingga tahun 2019 menunjukkan tren yang fluktuatif, pencapaian realisasi investasi yang dicapai pada tahun 2015 merupakan pencapaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, sempat turun cukup drastis pada tahun 2016 namun kembali terjadi peningkatan yang cukup sensitif pada tahun 2017 dan 2018. Hal ini karena iklim investasi telah membaik dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah realisasi kapasitas penyerapan tenaga kerja dari tahun 2015 hingga tahun 2019 terus mengalami penurunan, pada tahun 2015 sebanyak 55 orang/proyek dan terus menurun selama 4 tahun terakhir menjadi hanya 8 orang/proyek pada tahun 2019, hal ini disebabkan adanya investasi pada sektor lima terakhir. tahun, sebagian besar sektor industri tidak menggunakan banyak tenaga kerja, dalam hal ini industri yang masuk sebagian besar menggunakan sistem/mesin otomasi, juga jumlah proyek yang terealisasi cukup besar namun nilai investasinya kecil. mengikuti.
Persentase Organisasi Pemuda Yang Aktif dan Wira Usaha Muda
Indikator wirausaha muda pada grafik di atas mengalami fluktuasi pada tahun 2015 hingga tahun 2019 dengan jumlah pelatih tertinggi pada tahun 2017 sebesar 25,74%. Untuk menumbuhkembangkan minat generasi muda dalam bidang kewirausahaan, maka perlu dilakukan pendampingan terhadap para wirausahawan muda secara berkesinambungan, dimulai dengan fasilitasi pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda yang masih pemula, disertai dengan pendampingan modal usaha usaha bagi para wirausahawan. mereka yang sudah mempunyai usaha.
Persentase Pembinaan Olah Raga, Cakupan Pelatih Bersertifikasi, Cakupan Pembinaan Atlet Muda dan Prestasi Olah Raga
Dilihat dari target pencapaian Key Performance Indicator, angka kinerja indikator tersebut melebihi 4,07% dari target 14,06% dalam RPJMD. Jika dilihat dari pencapaian target indikator kinerja utama, angka pencapaian indikator tersebut melebihi 4,07 persen dari target dalam RPJMD tahun 2019 sebesar 14,06 persen.
Jumlah Atlet Berprestasi (Prestasi Olahraga dan Atlet Berprestasi)
- Statistik
Jika dilihat dari pencapaian target indikator kinerja utama, tingkat pencapaian indikator tersebut lebih rendah 1,08 persen dibandingkan dengan target dalam RPJMD tahun 2019 sebesar 17,36 persen. angka indikator atlet berprestasi melebihi 1 orang dari target 245 orang dalam RPJMD.
Tersedianya Sistem Data dan Statistik yang Terintegritas
Indikator kinerja utama prestasi olahraga pada tabel di atas menunjukkan bahwa kinerja tahun 2015 hingga tahun 2017 mengalami tren peningkatan sebesar 15,67. Dilihat dari target kinerja Key Performance Indicator, angka kinerja indikator kinerja olahraga melebihi 72 medali dari target 245 medali dalam target RPJMD.
Buku “Provinsi Dalam Angka”
Sulsel tidak hanya membina atlet PPLP dan SKO saja, namun juga membina atlet dalam Program Peningkatan Prestasi Olah Raga Daerah (PPOD). Permasalahan yang sering dihadapi pejabat dalam mengumpulkan dan mengedit data untuk penerbitan provinsi dalam angka adalah pejabat atau penanggung jawab pengolahan data di perangkat daerah berganti sehingga mengakibatkan data tidak lengkap atau tidak ada, karena pejabat sebelumnya tidak. menyediakan data untuk pengarsipan setelah peralihan antar perangkat daerah atau mutasi.
Buku PDRB
- Layanan Urusan Pilihan .1 Pariwisata
Kunjungan wisata (Wisatawan Nusantara)
Pada tahun 2018, jumlah kunjungan wisatawan domestik setara dengan kunjungan atau meningkat sebesar 21% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran kunjungan wisatawan nusantara per tahun mengalami peningkatan pesat pada akhir tahun, dimana pada tahun 2016 sebesar Rp.
Kunjungan wisata (Wisatawan Mancanegara)
Namun jumlah kunjungan wisatawan nusantara tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 mengalami penurunan sebesar (-14%), sehingga jumlah kunjungan wisatawan nusantara tahun 2019 berjumlah 8.681.275 kunjungan. Sementara itu, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2018 lebih rendah sebesar (-24 persen) dibandingkan tahun sebelumnya atau sebanyak 194.178 kunjungan wisatawan.
Lama kunjungan Wisata
Selain itu, terjalinnya kerja sama di bidang pariwisata menjadi salah satu faktor pendorong tingginya kunjungan wisman ke Sulsel. Sama halnya dengan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 juga mengalami penurunan sebesar (-9,97 persen) dibandingkan tahun sebelumnya atau hanya sebanyak 174.817 kunjungan wisatawan.
Potensi Pariwisata
Pengembangan wisata halal di Sulawesi Selatan merupakan tantangan yang perlu didukung oleh regulasi yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah, pemangku kepentingan industri hotel/restoran, dan masyarakat setempat. Capaian terkait wisata halal pada tahun 2020 adalah 5 (lima) hotel yang memiliki dapur bersertifikat halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), yaitu 1.
PAD Sektor Pariwisata
- Pertanian
Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari 10 pilihan potensial pengembangan wisata halal di Indonesia. Potensi wisata halal diyakini dapat meningkatkan pendapatan sekitar 15 – 30% dari sektor hotel dan restoran. Selain itu, wisata halal diharapkan dapat menggairahkan sektor hotel dan restoran untuk menyediakan hotel dan restoran syariah yang terjamin halal dan ramah muslim. Pada periode ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan sosialisasi mengenai wisata halal yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai standardisasi halal serta tata cara/proses sertifikasi hotel dan restoran oleh Majelis Ulama Indonesia. (MUI).
Perkembangan Lahan Pertanian Pangan Kab/Kota di Sulawesi Selatan
Sejak tahun 2018, standar luas sawah telah diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (ATR-BPN) melalui Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara nomor 2: 399/Kep-23.3/X/2018 tanggal 8 Oktober 2018 tentang Standar Luas Sawah Negara. Berdasarkan data pada tabel di atas, standar luas sawah periode 2015-2017 diterbitkan oleh BPS, sedangkan diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (Kemeterian ATR-BPN) .
Kontribusi Sub Sektor Pertanian, Palawija, Tanaman Pangan Terhadap PDRB dan Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per
Lahan Pertanian
Kontribusi subsektor peternakan terhadap PDRB Provinsi Sulawesi Selatan menurut lapangan usaha meningkat dari 1,08 persen pada tahun 2015 menjadi 1,18 persen pada tahun 2019, dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,83 persen per tahun. Pertumbuhan PDB juga berasal dari peningkatan produksi telur dan susu yang merupakan produk utama usaha peternakan, tidak seperti daging yang tercermin dari pemotongan.
Kontribusi Produksi Kelompok Petani Terhadap PDRB
- Kehutanan
Peningkatan produksi daging dan telur ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 5 persen pada tahun 2018-2023. Kami mendukung produksi daging dengan menyembelih sapi, kerbau, dan unggas (ayam pedaging, ayam kampung, ayam petelur, dan bebek).
Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis
Bentuk inklusi tersebut berupa penanaman di hutan dan lahan kritis serta berupa pemberian bibit tanaman hutan kepada masyarakat. Remediasi hutan dan lahan kritis sudah menjadi kegiatan rutin Lembaga Kehutanan sejak berdirinya, karena ini merupakan indikator utama Lembaga Kehutanan.
Kerusakan Kawasan Hutan
Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kebakaran hutan terhambat oleh kurangnya personel polisi hutan, tingginya biaya operasional, kurangnya personel PPNS dan kurangnya sarana transportasi yang digunakan untuk mencapai lokasi pemantauan dan kebakaran hutan dan bumi. Namun kejadian kebakaran hutan masih dapat diprediksi dan dimitigasi dengan koordinasi antara Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, serta bantuan masyarakat setempat.
Rasio Luas Kawasan Lindung terhadap Total Luas Kawasan Hutan
Oleh karena luas kawasan hutan dan luas kawasan lindung ditentukan dengan keputusan Menteri Kehutanan, maka perbandingan luas kawasan lindung dengan luas hutan ditetapkan sedemikian rupa. panjang. karena keputusan penetapan kawasan hutan tidak berubah. Namun pada kenyataannya, masih banyak wilayah yang masih ada klaim kepemilikannya oleh masyarakat sehingga menimbulkan konflik kepemilikan kawasan hutan.
Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Provinsi Sulawesi Selatan
- Energi dan Sumber Daya Mineral
Tabel tersebut menunjukkan bahwa perubahan peruntukan kawasan hutan Provinsi Sulawesi Selatan seluas 2.725.796 Ha didasarkan pada keputusan. Secara khusus, pengelolaan kawasan hutan lindung saat ini bukan lagi kewenangan pemerintah provinsi, melainkan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berdasarkan UU No.
Presentase Rumah Tangga Pengguna Listrik, Pertambangan Tanpa Izin, Rasio Ketersediaan Daya Listrik dan Luas Wilayah Pemataan
Rasio Ketersediaan Daya Listrik
Pertambangan Tanpa Izin