• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untitled - Repository UPY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Untitled - Repository UPY"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

HAKEKAT BELAJAR

Pengertian Belajar

Morgan (1962) mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai akibat atau akibat dari pengalaman sebelumnya. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar ditandai dengan “perubahan”, yaitu perubahan yang terjadi dalam diri seseorang setelah selesai melakukan kegiatan tertentu.

Unsur-Unsur Belajar

Manusia memerlukan proses dan unsur kesengajaan dalam belajar, sedangkan makhluk lain seperti kerbau, sapi, ayam, dan berbagai burung melakukan segala sesuatunya berdasarkan naluri dan bukan hasil belajar. Apabila siswa berhasil dalam belajar maka ia akan merasa senang dan puas serta akan semakin meningkatkan semangatnya untuk melakukan upaya belajar selanjutnya.

Tujuan Belajar

18 Metode pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran antara lain adalah permainan peran, simulasi dan lain-lain. Kata ‘pembelajaran’ mengacu pada segala upaya yang dilakukan guru agar proses pembelajaran berlangsung pada siswa.

Prinsi-Prinsip Belajar

Teori-Teori Belajar

Hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan kognitif pada siswa sehingga mereka berusaha menyesuaikan informasi baru dengan struktur kognitif yang sudah ada. Perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan mengorganisasikan materi yang akan dipelajari dan menyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Gaya-Gaya Belajar

Bentuk tugas yang sesuai bagi siswa yang memiliki gaya belajar visual adalah observasi atau Siswa yang memiliki gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat melalui diskusi verbal dan mendengarkan apa yang disampaikan guru.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Belajar

Berkaitan dengan proses pembelajaran, cara orang tua mendidik anaknya sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya dapat menyebabkan anak kurang berhasil dalam proses belajarnya.

Tingkat Keberhasilan Belajar

  • Rahasia Agar Siswa Sukses Dalam Belajar

Jika proses belajar selalu diawali dan diakhiri dengan doa, maka tidak hanya ilmu yang didapat, namun manfaat dan keberkahan dari ilmu tersebut akan diterima. Meskipun tidak semua perubahan benar-benar masuk dalam kategori pembelajaran.. unsur-unsur pembelajaran meliputi: tujuan, kesiapan, situasi, interpretasi, respon, konsekuensi, reaksi terhadap kegagalan.

HAKEKAT PEMBELAJARAN

Pengertian Pembelajaran

Peran guru berubah dari: (1) Sebagai penyalur ilmu pengetahuan, sumber informasi utama, ahli materi dan sumber segala jawaban, menjadi fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator dan mitra belajar; (2) Mulai dari mengendalikan dan membimbing seluruh aspek pembelajaran, hingga memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu, peran peserta didik dalam pembelajaran juga mengalami perubahan, yaitu: (1) Dari penerima informasi yang pasif menjadi peserta aktif dalam proses pembelajaran, (2) Dari ekspresi kembali pengetahuan menjadi produksi dan berbagi pengetahuan, (3 ) Dari belajar. sebagai kegiatan individu untuk belajar kooperatif dengan siswa lain.

Ciri Khas Sistem Pembelajaran

Tugas perancangan sistem adalah mengatur personel, materi, dan prosedur sehingga siswa belajar secara efektif dan efisien. direncanakan mekanisme, langkah, metode dan teknik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan;

Komponen-Komponen Pembelajaran

Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan, sumber belajar mencakup segala sumber daya (baik data, orang, atau benda) yang dapat digunakan untuk memudahkan pembelajaran. 1989) mengatakan bahwa sumber belajar adalah: (a) masyarakat (dalam keluarga, sekolah dan masyarakat); (b) Buku/perpustakaan; (c) Media massa (majalah, surat kabar, radio, TV dan lain-lain); (d) Alam, lingkungan sosial, dan sebagainya; (e) Alat peraga (buku pelajaran, peta, gambar, kaset, kaset, papan tulis, kapur tulis, spidol dan lain-lain); f) Museum (tempat menyimpan benda-benda purbakala). Sumber belajar dibedakan menjadi dua, yaitu sumber belajar terencana dan sumber belajar karena dipergunakan. Sumber belajar yang direncanakan adalah semua sumber daya yang dikembangkan secara khusus sebagai bagian dari sistem pembelajaran, untuk menyediakan fasilitas pembelajaran yang terarah dan formal.

Komponen pembelajaran tersebut adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, metode, media, evaluasi sumber belajar.

MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PROSES

Arti Komunikasi Efektif

Tujuan Komunikasi

Unsur-Unsur Komunikasi

Komunikasi Dalam Proses Pembelajaran

Dalam komunikasi ini, guru dan siswa dapat berperan sama dalam tindakan memberi dan menerima. Komunikasi multiarah atau komunikasi transaksional, yaitu komunikasi yang tidak mencakup interaksi dinamis antara guru dan siswa, tetapi juga mencakup interaksi dinamis antara guru dan siswa, dan juga mencakup interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Hal ini mengarah pada proses pembelajaran yang mengembangkan aktivitas siswa secara optimal dengan mendorong keaktifan belajar siswa.

Dari ketiga model komunikasi tersebut, untuk mencapai pembelajaran yang efektif, disarankan agar guru belajar menggunakan model komunikasi yang ketiga, yaitu komunikasi transaksional atau komunikasi multi arah.

Strategi Membangun Komunikasi Efektif Dalam Proses

Pada awal pembelajaran hendaknya guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa. Perilaku mana yang akan dihasilkan memerlukan rancangan tujuan pembelajaran yang konsisten dengan perilaku yang akan dihasilkan. Jenis-jenis metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran Ada banyak metode pembelajaran yang kita ketahui, namun tidak ada satupun metode pembelajaran yang dapat diklaim dan dikatakan terbaik.

Kecepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pembelajaran dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran yang mengandung unsur pemahaman, penerapan, analisis, sintesis biasanya lebih cenderung menggunakan media pembelajaran. Penggunaan media yang tidak memadai berimplikasi pada pencapaian tujuan pembelajaran yang kurang efektif dan berhasil.

Model pembelajaran yang baik adalah apabila model tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Sebaliknya, model pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk terlibat aktif dalam konstruksi pengetahuan dan pemahaman dalam proses pembelajaran mutlak harus dikembangkan.

STRATEGI MENUMBUHKAN MOTIVASI DALAM PROSES

Fungsi Komunikasi

Strategi Menumbuhkan Motivasi Belajar

Metode pengajaran adalah suatu metode pengajaran yang dilakukan dengan cara menyajikan materi melalui penjelasan lisan oleh guru kepada siswanya. Perlu diingat bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sesuai dengan hakikat tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Program pembelajaran yang ditawarkan kepada peserta didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku baik isi, struktur, dan kedalamannya.

Gunakan model pembelajaran yang baik dan bervariasi Kehidupan akan lebih menarik jika dijalani dengan banyak variasi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pengertian Tujuan Pembelajaran

Anthony Robbins dalam Jen ZA Hans (2005) mengatakan bahwa semakin jelas tujuannya, semakin aktif pula RTA (Reticular Activating System) bekerja dalam pikiran. 51 dalam pikiran bertindak sebagai magnet yang akan menarik semua informasi dan peluang yang akan membantu mencapai tujuan lebih cepat. Pemaparan ini menjelaskan kepada kita bahwa tujuan berperan sebagai pedoman arah sekaligus menjadi suasana yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran.

Semakin jelas dan operasional tujuan yang ingin dicapai, semakin mudah menentukan alat dan cara untuk mencapainya.

Petunjuk Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Sebaik apapun metode yang dipilih, tanpa dukungan guru yang memahaminya dan dapat menempatkannya dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, situasi dan keadaan siswa, pembelajaran hanya akan berlangsung seadanya, tanpa hasil. Budiono (1998) menjelaskan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang inovatif agar siswa menikmati kegiatan belajar. Konsultasi merupakan cara yang baik bagi siswa dan juga bagi guru sendiri untuk mengevaluasi hasil dari apa yang telah dipelajari.

Gunakan model pembelajaran yang dapat menciptakan interaksi yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa lainnya.

METODE PEMBELAJARAN

Pengertian Metode Pembelajaran

Faktor yang ada di luar siswa adalah guru yang profesional yang dapat mengelola proses pembelajaran dengan metode yang tepat sehingga memudahkan siswa dalam mempelajari materi sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Dengan demikian, metode pembelajaran adalah cara penyajian materi pelajaran yang dilakukan oleh guru agar proses pembelajaran berlangsung pada siswa dalam upaya mencapai tujuan. Dengan demikian, salah satu keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran adalah keterampilan memilih metode.

Oleh karena itu, salah satu hal yang mendasar bagi guru adalah memahami bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen keberhasilan kegiatan pembelajaran yang sama pentingnya dengan komponen-komponen lain dalam komponen pendidikan secara keseluruhan.

Ciri-Ciri Umum Metode Yang Baik

Hal ini dapat tercapai apabila peserta didik dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dengan hasil belajar yang baik. Pemilihan metode berkaitan langsung dengan upaya guru untuk merepresentasikan proses pembelajaran sesuai dengan situasi dan keadaan, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Namun perlu diingat bahwa tidak semua metode dapat dikategorikan sebagai metode yang baik, dan juga tidak semua metode buruk.

Ada beberapa ciri metode yang baik, yaitu: (1) keterpaduan metode dari segi tujuan; (2) keterpaduan metode dari segi materi pembelajaran; (3) Dapat mengajarkan siswa keterampilan praktis; (4) Dapat mengembangkan materi; (5) Memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya; (6) Mampu menempatkan guru pada posisi yang benar dan terhormat sepanjang proses pembelajaran.

Keefektifan penggunaan metode Pembelajaran

Guru harus menyadari bahwa perbedaan potensi bawaan siswa merupakan kelebihan bagi penyelenggaraan pembelajaran yang ideal. Metode ini merupakan metode pengajaran yang dilakukan guru secara monologis dan bersifat satu arah. Dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode proofreading, perhatian tertuju pada guru, dan siswa hanya menerima secara pasif, seperti balita yang diberi makan.

Realitas proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah atau perguruan tinggi sampai saat ini belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kritisnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Pemulihan Metode

Macam-Maca Metode Yang Dapat Dipakai Proses Pembelajaran

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES

  • Pengertian Media Pembelajaran
  • Fungsi Media pembelajaran
  • Macam-Macam Media Pembelajaran
  • Prinsip- Prinsip Pemilihan Metode Pembelajaran
  • Kriteria-Ktiteria Media Yang Baik
  • Syarat-Syarat Agar Guru Mengetahui dan Terampil Menggunakan

Media audio merupakan media yang hanya mengandalkan fungsi suara saja, seperti radio, perekam kaset, piringan hitam. Media audiovisual terdiri dari audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti audio slide, audio film. Audiovisual gerak, yaitu media yang mampu menampilkan unsur suara dan gambar bergerak seperti film suara dan kaset video.

Keahlian guru dalam menggunakan segala macam media yang diperlukan, syarat utamanya adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pembelajaran.

PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF

Pengertian Pembelajaran yang Efektif

Upaya-Upaya Untuk Mewujudkan Pembelajaran Yang Efektif

Tips Tambahan Untuk Mewujudkan Pembelajaran Efektif

Model pengajaran yang didominasi oleh kegiatan tutoring, yang menempatkan guru sebagai tokoh sentral dalam proses pembelajaran di kelas, karena beliau banyak bicara, sedangkan siswa hanya duduk dan menjadi pendengar yang pasif dan menuliskan apa yang diperintahkan guru, harus segera dilakukan. ditinggalkan, atau setidaknya dikurangi. Biarkan siswa aktif dalam pekerjaannya, mengajukan pertanyaan, bersikap kritis terhadap apa yang mereka pelajari, dan mengungkapkan sudut pandang alternatif yang berbeda dari sudut pandang guru. Dengan melakukan hal tersebut, siswa diarahkan untuk tidak selalu setuju dengan apa yang diterimanya, namun harus mampu memahami pengertian dan memahami mengapa harus demikian.

Lebih lanjut Dunne & Wragg (1996) menjelaskan bahwa pendidik/guru yang efektif mempunyai harapan yang jelas mengenai apa yang harus dicapai siswa dan mengomunikasikan harapan tersebut kepada mereka.

Referensi

Dokumen terkait

Kelebihan pemberian edukasi dengan metode ceramah adalah murah, mudah untuk dilakukan, dapat menyajikan materi pelajaran yang luas, dapat memberikan pokok-pokok materi yang

pembelajaran (meliputi kurikulum, silabus, dan RPP), proses pembelajaran (meliputi cara membuka pelajaran, menyajikan materi, metode pembelajaran, penggunaan bahasa,

Observasi pra-PPL menyangkut perangkat pembelajaran (meliputi kurikulum, silabus, dan RPP), proses pembelajaran (cara membuka pelajaran, menyajikan materi, metode

Penelitian ini di latar belakangi oleh Pendidikan Agama Islam yang memerlukan pembelajaran yang menarik agar peserta didik mudah memahami isi materi pelajaran karena

Kelebihan pemberian edukasi dengan metode ceramah adalah murah, mudah untuk dilakukan, dapat menyajikan materi pelajaran yang luas, dapat memberikan pokok-pokok materi yang

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk membantu tenaga pendidik menyajikan materi pelajaran dalam bentuk modul pembelajaran yang lebih ringkas dan sesuai dengan

COVER i PENERBIT ii SAMBUTAN DIREKTUR PASCASARJANA iv PRAKATA v DAFTAR ISI vi MEDIA PEMBELAJARAN 1 Akhmad Shatiri, Sukadari Evaluasi Penggunaan Media Pembelajaran

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk membantu tenaga pendidik menyajikan materi pelajaran dalam bentuk modul pembelajaran yang lebih ringkas dan sesuai dengan kompetensi dasar