• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTS HUKUM DAGANG

N/A
N/A
Nuha Rifda

Academic year: 2025

Membagikan "UTS HUKUM DAGANG"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

UTS HUKUM DAGANG Nama: Nuha Rifda Az Zahra NIM: 235010101111056 Absen: 20

Kelas: J

1. Lex Mercatoria adalah hukum dagang yang disusun oleh para pedagang, sedangkan Hukum Dagang yang digunakan saat ini adalah hukum dagang oleh pemerintah.

Apakah hukum dagang yang disusun oleh pemerintah sama dengan lex mercatoria?

Lex Mercatoria adalah istilah untuk sistem hukum perdagangan yang berkembang secara historis di kalangan para pedagang, terpisah dari sistem hukum negara. Hukum ini terbentuk melalui praktik perdagangan dan kebiasaan di antara pedagang internasional pada abad pertengahan, dan ditandai oleh fleksibilitas dan otonomi. Sebaliknya, hukum dagang yang disusun oleh pemerintah adalah hukum formal yang diatur oleh negara melalui undang- undang. Di Indonesia, misalnya, hukum dagang diatur dalam Kitab Undang- Undang Hukum Dagang (KUHD) dan peraturan perundang-undangan lainnya. Meskipun prinsip-prinsip Lex Mercatoria dapat mempengaruhi hukum dagang modern, hukum dagang yang disusun oleh pemerintah lebih bersifat mengikat dan formal dibandingkan dengan Lex Mercatoria yang lebih fleksibel.

2. Sebut dan jelaskan 2 asas-asas hukum dagang!

Asas Facta Sunt Servanda (Berjanji Harus Ditepati): Asas ini menyatakan bahwa setiap perjanjian atau kontrak yang telah dibuat secara sah oleh para pihak harus dipenuhi dengan baik sesuai dengan isi perjanjian tersebut. Dalam hukum, asas ini menjadi prinsip dasar untuk menjaga kepastian dan kepercayaan dalam transaksi bisnis dan hubungan kontraktual.

Asas Partai Otonom (Kebebasan Berkontrak): Asas ini menegaskan bahwa para pihak yang membuat kontrak memiliki kebebasan penuh untuk menentukan isi dan syarat-syarat perjanjian tanpa campur tangan pihak luar, selama tidak bertentangan dengan hukum, moralitas, dan ketertiban umum. Ini memberikan fleksibilitas dalam negosiasi dan pembentukan kontrak yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik para pihak.

3. Badan usaha terbagi menjadi dua, badan usaha tidak berbadan hukum dan badan usaha berbadan hukum. Beri dan jelaskan masing-masing 1 contoh badan usaha tidak berbadan hukum dan badan usaha berbadan hukum.

Badan Usaha Hukum: Perseroan Terbarat (PT) Badan Usaha yang didirikan berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan usaha. Modal dasar PT seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang. PT didirikan berdasarkan aturan di Indonesia, yakni UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

(2)

Badan Usaha Tidak Berbadan Hukum: Persekutuan Komanditer (CV) Badan usaha yang tidak berbadan hukum, dan tidak ada peraturan tertentu yang mengatur CV.

4. Jelaskan perbedaan antara agen dengan distributor!

Agen adalah perantara yang bertindak atas nama dan untuk kepentingan pihak lain (prinsipal), tanpa membeli barang dagangan. Agen mendapatkan komisi dari penjualan yang berhasil mereka lakukan.

Distributor adalah pihak yang membeli produk dari produsen untuk dijual kembali. Distributor biasanya memiliki hubungan yang lebih independen, menanggung risiko persediaan, dan memperoleh keuntungan dari margin penjualan.

5. Jelaskan dua macam hubungan kerja dalam perantara dagang dan berikan contohnya!

Hubungan Terikat: Dalam hubungan terikat, perantara memiliki kewajiban yang lebih ketat dan terikat dengan prinsipal. Mereka bekerja sesuai dengan arahan, instruksi, dan aturan yang ditetapkan oleh prinsipal. Perantara dalam hubungan ini sering kali tidak memiliki keleluasaan besar dalam pengambilan keputusan, karena mereka harus bertindak sesuai dengan kepentingan dan persetujuan prinsipal.

Contoh: Agen eksklusif yang ditunjuk oleh sebuah perusahaan. Mereka hanya boleh memasarkan produk dari satu perusahaan tertentu dan harus mengikuti kebijakan pemasaran serta harga yang ditetapkan oleh perusahaan. Agen properti yang bekerja secara eksklusif untuk satu developer juga merupakan contoh hubungan terikat.

Hubungan Bebas: Dalam hubungan bebas, perantara memiliki otonomi yang lebih besar dalam menjalankan bisnisnya. Mereka bisa membuat keputusan lebih mandiri dan tidak terikat pada aturan yang ketat dari prinsipal, meskipun masih terikat kontrak tertentu. Hubungan ini memberikan kebebasan yang lebih luas kepada perantara dalam menjual produk atau layanan.

Contoh: Distributor independen, yang membeli produk dari berbagai produsen untuk dijual kembali dengan kebebasan menentukan harga jual dan strategi pemasaran sendiri. Distributor ini memiliki otonomi dalam menentukan cara menjalankan bisnisnya tanpa harus terlalu bergantung pada kebijakan spesifik dari produsen.

Referensi

Dokumen terkait

Persekutuan perdata khusus sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1623 Kitab Undang-undang Hukum Perdata 66 , dalam arti persekutuan perdata yang memiliki kegiatan

• Didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) serta Undang-Undang No.21 tahun 1992 ttg Pelayaran diatur tindakan tindakan

Hukum perkawinan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata diatur dalam pasal 26 sampai dengan pasal 102 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Kitab Undang-Undang Hukum

Judul Tesis : KEPASTIAN HUKUM AKTA PENDIRIAN PERSEROAN KOMANDITER (COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP) YANG TIDAK DIUMUMKAN DALAM BERITA NEGARA DITINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM

Dasar hukum berlakunya perjanjian keagenan dilihat dalam Kitab Undang- Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang yang secara khusus tidak ada diatur tetapi

UU Perseroan Terbatas dalam Penjelasan Umum mengatakan, “Bahwa peraturan tentang perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van

Khusus terhadap persekutuan Komanditer diatur didalah Kitab Undang- Undang Hukum Dagang dan Kitab Undang-Undang hukum perdata yang dimana persekutuan komaditer ini adalah badan

Undang-undang pasal 246 tahun 2008 tentang KUHD Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Republik Indonesia.. Undang-undang pasal 247 tahun 2008 tentang KUHD Kitab Undang-Undang Hukum Dagang,