See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/323118807
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER
Article · June 2017
CITATIONS
0
READS
10,586
23 authors, including:
Maria Christina Prihatiningsih
Polytechnic Institute of Nuclear Technology - National Nuclear Energy Agency of I…
17PUBLICATIONS 22CITATIONS SEE PROFILE
Deni Swantomo
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) 29PUBLICATIONS 178CITATIONS
SEE PROFILE
[email protected] Maskur Badan Riset dan Inovasi Nasional 20PUBLICATIONS 13CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by [email protected] Maskur on 04 April 2018.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
VOL. 12, NO. 2, NOVEMBER 2016 ISSN 1978-8738
JURNAL FORUM NUKLIR
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR
Ketua Dewan Penyunting (Editor in Chief):
Maria Christina Prihatiningsih, SST., M.Eng.
Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir –BATAN Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281,
Telepon 0274-484085, 0274-489716, Faksimili 0274-489715
Website : http://jurnal.sttn-batan.ac.id/
Email : [email protected]
Wakil Ketua Dewan Penyunting (Vice Editor in Chief):
Dr. Muhtadan SST., M.Eng.
Dr. Deni Swantomo, SST., M.Eng.
[email protected] [email protected] Dewan Penyunting (Editorial Board):
Dr. Anwar Budianto, DEA (STTN – BATAN) Ir. Noor Anis Kundari, MT (STTN – BATAN) Dr. Ir.Aliq, MT. (STTN – BATAN)
Dr.Eng. Sutanto, SST., M.Eng. (STTN – BATAN) Drs. Supriyono, M.Sc. (STTN – BATAN)
Ir. Djiwo Harsono, M.Eng. (STTN – BATAN) Sugili Putra ST, M.Sc. (STTN – BATAN) Mitra Bestari (Advisory Editorial Board):
Prof. Dr. Ir. Sigit ( PTBBN – BATAN )
Prof. Dr. Zaki Su’ud (Instrumentasi Nuklir – ITB) Prof. Dr. Kris Tri Basuki (STTN – BATAN) Prof. Drs. Sudjatmoko, SU (PSTA – BATAN) Prof. Dr. Muhayatun, MT (PSTNT – BATAN) Prof. Dr. Ir. Sunarno (Teknik Fisika – UGM) Prof. Dr. Aang Hanafiah (SFTI-Bandung)
Prof. Dr. Hadi Nur (Universiti Teknologi Malaysia) Prof. Dr. Evvy Kartini (PSTBN – BATAN)
Prof. Ir. Rochmadi, SU, Ph.D (Teknik Kimia – UGM) Prof. Dr. Ir. Agus Taftazani (PSTA – BATAN) Administrator:
Kartini Megasari, SST, M.Eng.
Toto Trikasjono, S.T., M.Kes.
Haries Handoyo, SST.
Siswantoro, A.Md.
Agus Purwanto Hendi Siswanto, A.Md.
Royan, S.E.
Wagimin
VOL. 12, NO. 2, NOVEMBER 2016 ISSN 1978-8738
JURNAL FORUM NUKLIR
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR
Ruang Lingkup:
Jurnal Forum Nuklir (JFN) adalah jurnal ilmiah bertaraf nasional dengan ruang lingkup semua aspek yang terkait dengan nuklir seperti Ilmu Pengetahuan Nuklir, Teknologi Nuklir, termasuk Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Nuklir. JFN (ISSN 1978-8738) diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Jl.
Babarsari Kotak Pos 6101 YKBB Yogyakarta 55281. Jurnal ini mempublikasikan makalah hasil penelitian, rancang bangun, hasil rekayasa, dan artikel hasil penelaahan teoris secara mendalam. Makalah dalam jurnal ini bisa merupakan makalah hasil Seminar SDM Teknologi Nuklir yang telah ditelaah Editor dan Mitra Bestari JFN. Makalah yang sudah diterbitkan dalam JFN tidak boleh dipublikasikan kembali dalam jurnal lain.
Frekuensi Terbit:
Setahun dua kali/semi annually (Mei dan November) Mulai terbit Mei 2007
Singkatan:
JFN
VOL. 12, NO. 2, NOVEMBER 2016 ISSN 1978-8738
JURNAL FORUM NUKLIR
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR
DAFTAR ISI
PENENTUAN SPHERICITY DAN DISTRIBUSI INTENSITAS BERKAS ELEKTRON DARI SUMBER ELEKTRON TIPE PIERCE BERBASIS MATLAB
Achmad Ramadhani, Darsono, Anwar Budianto, Suhartono
53–64
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER
Amal Rezka Putra, Maskur, Yayan Tahyan
65–70
PERLAKUAN PERMUKAAN PADA ROLLER RANTAI DENGAN METODE PLASMA CARBURIZING DARI CAMPURAN GAS He DAN CH4 PADA TEKANAN 1,8 mbar
Dwi Priyantoro , Tjipto Sujitno, Bangun Pribadi, Zuhdi Arif Ainun Najib
71–74
PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM SERBUK UO2 DARI YELLOW CAKE SECARA POTENSIOMETRI DAN GRAVIMETRI
Lilis Windaryati, Ngatijo, Pranjono, Torowati
75–80
PERANCANGAN REAKTOR BATCH UNTUK PEMISAHAN PERAK DARI LARUTAN BEKAS PENCUCIAN FILM RADIOGRAFI
Salman Yasir Fakhry Putra, Noor Anis Kundari, Kris Tri Basuki
81–88
APLIKASI PLC PADA SISTEM KONTROL PROSES PENCUCIAN FILM RADIOGRAFI LABORATORIUM STTN
Suroso, Roro Hetty Rohmaningrum, Sudiono
89–95
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT SMART MAGNETIC BERBASIS BROWNMILLERITE Ca2Fe2O5/NiFe2O4
Tria Madesa, Sari Hasnah Dewi, Wisnu Ari Adi
96–101
PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU PADA PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM DAN THORIUM DENGAN PROSES
ELEKTROKOAGULASI
Vemi Ridantami, Bangun Wasito, Prayitno
102–107
Gambar Sampul:
Gambar Sampul:
Vemi Ridantami dkk..
Halaman 107-112 Proses Elektrokoagulasi
VOL. 12, NO. 2, NOVEMBER 2016 ISSN 1978-8738
JURNAL FORUM NUKLIR
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2016
Amal Rezka Putra dkk. 65
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN
MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER
Amal Rezka Putra, Maskur, Yayan Tahyan
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN, Tangerang Selatan, Indonesia [email protected]
ABSTRAK
VALIDASI PENGUKURAN OSMOLALITAS DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN STANDAR PADA ALAT AUTOMATIC OSMOMETER. Salah satu syarat sediaan farmasi, khususnya sediaan injeksi intravena, adalah penentuan nilai osmolalitas. Alat yang digunakan untuk menentukan nilai osmolalitas adalah automatic osmometer. Sebelum digunakan secara rutin untuk menentukan osmolalitas sediaan radiofarmaka, diperlukan validasi automatic osmometer untuk memastikan bahwa hasil pengukuran alat tersebut valid. Validasi pengukuran osmometer dilakukan dengan tiga parameter, yaitu akurasi, presisi, dan linearitas. Sebagai objek pengukuran diambil larutan standar 100 mOsm/kg, 290 mOsm/kg, dan 500 mOsm/kg. Masing-masing larutan diukur sebanyak 20 kali, lalu dibuat tabel akurasi, grafik presisi, dan grafik linearitas. Persentase akurasi pada standar 100 mOsm/kg = 100,05%, 290 mOsm/kg = 100,05%, dan 500 mOsm/kg =100,42%. Validasi presisi pengukuran standar 100 mOsm/kg menunjukkan nilai ±1 SD = 50%, ±2 SD = 50%, standar 290 mOsm/kg ±1 SD = 80%, ±2 SD = 15%, dan ±3 SD = 5%, dan standar 500 mOsm/kg ±1 SD = 75%, ±2 SD = 25%. Nilai linearitas pada rerata hasil pengukuran adalah a = 1,00520, b
= 0,77533, dan r2 = 0,99999. Dari hasil validasi pengukuran nilai osmolalitas larutan standar dengan alat automatic osmometer dinyatakan bahwa alat tersebut valid untuk digunakan dalam pengukuran osmolalitas sediaan radiofarmaka.
Kata kunci: validasi, osmometer, osmolalitas, larutan standar
ABSTRACT
VALIDATION OF OSMOLALITY MEASUREMENT USING STANDARD SOLUTION ON AUTOMATIC OSMOMETER. One of the requirements of intravenous injection preparation is determination of osmolality.
The instrument used to determine osmolality value is automatic osmometer. Before being used routinely to determine osmolality of radiopharmaceutical preparation, automatic osmometer validation is needed to ascertain whether the result of the measurement is still valid or not. Measurement validation of osmometer is performed by three parameters: accuracy, precision, and linearity. Object of measurement was standard solution of 100 mOsm/kg, 290 mOsm/kg and 500 mOsm/kg, each measured 20 times. Subsequently, table of accuracy, precision graphs and linearity graph were investigated. The percentage of accuracy on a standard of 100 mOsm/kg, 290 mOsm/kg, and 500 mOsm/kg was 100.05%; 100.05%; 100.42% respectively.
Validation of measurement precision standard of 100 mOsm/kg showed a value of ± 1 SD = 50%, ± 2SD = 50%, the standard of 290 mOsm/kg ± 1SD = 80%, ± 2SD = 15%, and ± 3SD = 5%, and the standard of 500 mOsm/kg ± 1SD = 75%, ± 2SD = 25%. Linearity value of the average measurement result was a = 1.00520, b = 0.77533 and r2 = 0.99999. Results of the validation of osmolality measurement using standard solution on automatic osmometer showed that the instrument was valid for the purpose of osmolality measurement of radiopharmaceutical preparations.
Keywords: validation, osmometer, osmolality, standard solution
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2016
66 Validasi Pengukuran Osmolalitas...
PENDAHULUAN
Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN merupakan lembaga yang bergerak di bidang penelitian pengembangan radioisotop dan radiofarmaka.
Pada umumnya sediaan radiofarmasi yang diproduksi secara komersial ataupun konvensional harus melalui uji fisikokimia dan uji biologi. Uji fisikokimia sediaan radiofarmasi meliputi pengujian kejernihan, osmolalitas, pH, kemurnian radionuklida, dan kemurnian radiokimia. Adapun uji biologi sediaan radiofarmasi meliputi uji sterilitas dan uji pirogenitas [1].
Salah satu parameter untuk menetapkan kelayakan suatu sediaan injeksi steril yang disuntikkan langsung melalui intravena adalah osmolalitas. Osmolalitas adalah ukuran jumlah partikel yang aktif secara osmotik dalam satu kilogram air. Pada serum orang dewasa, nilai osmolalitas berada pada kisaran 280–295 mOsm/kg H2O [2]. Penentuan nilai osmolalitas dilakukan dengan menggunakan alat osmometer. Penelitian mengenai pengaruh osmolalitas 36 formula sediaan infus terhadap osmolalitas cairan tubuh telah dilakukan oleh Fazekas et al [3].
Dalam upaya lebih meningkatkan kualitas sediaan radiofarmaka yang dihasilkan oleh PTRR, perlu dilakukan penentuan nilai osmolalitas sediaan tersebut sebelum dikirimkan ke rumah sakit. Alat yang digunakan untuk mengukur osmolalitas sediaan yang diproduksi oleh PTRR harus telah tervalidasi. Dalam pengukuran osmolalitas, diperlukan larutan standar yang sesuai dengan kisaran osmolalitas sediaan yang akan diukur.
Secara umum, sediaan yang isotonis adalah NaCl 0,9%, dengan osmolalitas sekitar 280 mOsm/kg [4].
Validasi adalah suatu kegiatan untuk mengonfirmasikan bahwa suatu alat uji atau metode uji memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk maksud tertentu, dengan cara menguji alat uji dan metode uji tersebut serta melengkapinya dengan bukti-bukti yang objektif. Pendekatan yang biasa dilakukan untuk validasi alat uji dan metode uji meliputi presisi, akurasi, kepekaan, batas deteksi, selektivitas, dan spesivitas [5]. Laboratorium pengujian yang mengadopsi peraturan SNI- 17025-2005 mensyaratkan data hasil uji
dinyatakan absah apabila mempunyai presisi dan akurasi yang baik [6].
Akurasi (ketelitian/kecermatan) dalam analisis kimia adalah ukuran perbedaan atau kedekatan antara rerata hasil uji yang diperoleh dengan contoh yang homogen pada kondisi tertentu [6]. Presisi adalah ukuran yang menunjukkan derajat kesesuaian antara hasil uji individual, yang diukur melalui penyebaran hasil individual dari rerata jika prosedur diterapkan secara berulang pada sampel yang diambil dari campuran yang homogen. Presisi pengukuran diketahui dengan melakukan uji ripitabilitas, yang merupakan presisi metode yang dilakukan berulang kali dengan analisis yang sama, pada kondisi yang sama, dan dalam interval waktu yang pendek [7].
Secara singkat hubungan antara data presisi dan akurasi yang terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan sebarannya ditunjukkan pada Gambar 1.
Gambar 1. a. Presisi dan akurasi tinggi; b. Presisi rendah, akurasi tinggi; c. Presisi tinggi, akurasi
rendah; d. Presisi dan akurasi rendah.
Hubungan antara validasi presisi dan akurasi pengukuran dapat menentukan apakah alat tersebut masih berfungsi baik atau tidak, dengan melihat distribusi hasil pengukuran pada nilai standar deviasinya. Hasil pengukuran yang berada dalam range ±1 SD menunjukkan bahwa alat sangat bagus, hasil pengukuran dalam range ±2 SD menyatakan bahwa alat bagus, hasil pengukuran yang terdistribusi dalam ±3 SD menunjukkan bahwa alat berada dalam status “peringatan”, dan jika hasil pengukuran dalam range lebih dari ±3 SD berarti alat sudah harus diperbaiki [8].
Tujuan penelitian ini adalah memvalidasi alat automatic osmometer sehingga pengukuran osmolalitas yang dihasilkan memiliki pemastian mutu yang valid. Dalam penelitian
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2016
Amal Rezka Putra dkk. 67
ini akan digunakan tiga parameter validasi, yaitu akurasi, presisi, dan linearitas.
METODE PENELITIAN
Alat dan BahanAlat-alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu automatic osmometer, tabung Osmette, tabung sampel (Osmette A™model 5002).
Bahan-bahan yang digunakan pada metode ini yaitu bath liquid, larutan standar 100, 290, 500 mOsm/kg H2O (Precision System, Inc., Natick, Mass., USA.)
Kalibrasi Alat
Disiapkan tabung bersih dan kering, kemudian diisi bath liquid 0,5 ml. Selanjutnya dilakukan running alat. Kemudian disiapkan tabung sampel yang masing-masing diisi 0,5 ml larutan standar 100 mOsm/kg dan larutan standar 500 mOsm/kg. Setelah itu, tabung yang berisi sampel dimasukkan ke dalam refrigerator well.
Alat mulai beroperasi dan tunggu beberapa menit hingga lampu READ berkedip dan nilai muncul pada display. Tahap terakhir, saklar operate diubah menjadi special dan dilakukan kalibrasi dengan memutar tombol CAL 1 untuk standar 500 mOsm/kg dan CAL 2 untuk standar 100 mOsm/kg [9].
Validasi Pengukuran Akurasi
Parameter akurasi dilakukan dengan mengukur larutan standar yang terdiri atas standar 100, 290, dan 500 mOsm/kg. Batas pengukuran validasi menurut Purwanto et al. [6] minimal 6 kali pengukuran, menurut Harmita [10]
minimal 8 kali pengukuran, dan menurut Mcpolin [11] minimal 9 kali pengukuran. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan sebanyak 20 kali untuk memperkecil kesalahan pengukuran. Kemudian dicatat nilai osmolalitas yang tertera di display. Dihitung rerata hasil pengukuran tiap larutan standar, dihitung persen akurasi, dan dibuat tabel akurasi.
Validasi Pengukuran Presisi
Dilakukan pengukuran presisi dengan mengukur larutan standar yang terdiri atas standar 100, 290, dan 500 mOsm/kg sebanyak 20 kali pengukuran. Kemudian dicatat nilai osmolalitas yang tertera di display. Setelah itu, dihitung rerata hasil pengukuran tiap larutan standar dan dihitung standar deviasinya
±1 SD, ±2 SD, dan ±3 SD. Kemudian dibuat kurva presisi.
Validasi Pengukuran Linearitas
Dilakukan pengukuran linearitas larutan standar yang terdiri dari standar 100, 290, dan 500 mOsm/kg sebanyak 20 kali pengukuran.
Dicatat nilai osmolalitas yang tertera di display. Kemudian dihitung rerata hasil pengukuran tiap larutan standar. Dibuat kurva linearitas dan persamaan regresinya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengukuran osmolalitas dengan alat automatic osmometer dilakukan sebanyak 20 kali dengan menggunakan tiga standar, yaitu 100, 290, dan 500 mOsm/kg. Untuk parameter akurasi dan presisi hasilnya sudah memenuhi standar validasi. Adapun untuk parameter linearitas yang seharusnya memerlukan 5 standar belum bisa terpenuhi karena standar yang ada pada alat hanya ada 3 standar. Data hasil pengukuran osmolalitas larutan standar ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Pengukuran Osmolalitas Larutan Standar 100, 290, dan 500 mOsm/kg Parameter Standar 100
mOsm/Kg
Standar 290 mOsm/kg
Standar 500 mOsm/kg Rerata 100.0500 290.1500 502.1000 Range 97–103 288–294 488–506
SD 1.7006 1.3870 2.0494
RSD 1.70% 0.48% 0.41%
Pada Tabel 1 didapatkan hasil pengukuran rerata pada 100 mOsm/kg sebesar 100,05 ± 1,70%, sedangkan rerata pada 290 mOsm/kg sebesar 290,15 ± 0,48%, dan rerata pada 500 mOsm/kg sebesar 502,10 ± 0,41%. Hasil ini didapatkan dari 20 kali pengukuran sehingga nilai standar deviasi 100, 290, dan 500 mOsm/kg juga bervariasi. Dilihat dari RSD yang dihasilkan, menurut Harmita [10], semuanya memenuhi syarat karena dari ketiga nilai RSD standar tidak ada yang lebih dari 2%.
Pada penelitian ini telah dilakukan validasi akurasi pengukuran osmolalitas larutan standar dan hasil selengkapnya ditunjukkan pada Tabel 2.
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2016
68 Validasi Pengukuran Osmolalitas...
Tabel 2. Persentase Akurasi Hasil Pengukuran Osmolalitas Larutan Standar 100, 290, dan 500
mOsm/kg No. Larutan
Standar (mOsm/kg)
Rerata Hasil Pengukuran (mOsm/kg)
Akurasi (%)
1 100 100.05 100,05%
2 290 290.15 100.05%
3 500 502.10 100,42%
Tabel 2 menunjukkan nilai akurasi pengukuran alat terhadap larutan standar 100 mOsm/kg, dengan nilai rerata 100,05 mOsm/kg, yakni 100,05%. Pada pengukuran larutan standar 290 mOsm/kg didapatkan hasil rerata 290,15 mOsm/kg, dengan tingkat akurasi 100,05%, sementara pada larutan standar 500 mOsm/kg terjadi kenaikan nilai rerata sebesar 502,10 mOsm/kg, dengan akurasi 100,42%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat osmometer dapat mengukur osmolalitas larutan standar 100 mOsm/kg dengan nilai akurasi 100,05% atau penyimpangan 0,05% dari nilai sebenarnya.
Demikian juga pada pengukuran larutan standar 290 mOsm/kg diperoleh nilai akurasi 100,05% atau penyimpangan 0,05%, sedangkan pada pengukuran standar 500 mOsm/kg diperoleh nilai akurasi 100,42% atau penyimpangan 0,42% dari nilai sebenarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa alat osmometer tersebut sangat akurat untuk mengukur osmolalitas antara 100 sampai 500 mOsm/kg sesuai dengan kriteria persentase akurasi menurut Sugihartini et al. [12], yang menyatakan bahwa hasil pengukuran dinyatakan akurat jika persentase akurasi 98–
102%.
Selanjutnya, dilakukan validasi presisi pengukuran pada rentang osmolalitas 100 hingga 500 mOsm/kg. Hasil selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 2, 3, dan 4.
Gambar 2. Grafik Validasi Presisi Pengukuran Standar 100 mOsm/kg H2O
Pada Gambar 2 ditunjukkan hasil validasi presisi pengukuran standar 100 mOsm/kg.
Hasil pengukuran terdistribusi dalam range ±1 SD sebesar 50%, dan ±2 SD sebesar 50%. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran osmolalitas alat automatic osmometer untuk larutan standar 100 mOsm/kg masih berfungsi dengan baik karena tidak ada hasil pengukuran yang terdistribusi pada ±3 SD.
Gambar 3. Grafik Validasi Presisi Pengukuran Standar 290 mOsm/kg H2O
Pada Gambar 3 ditunjukkan hasil validasi presisi pengukuran 290 mOsm/kg. Hasil pengukuran mayoritas terdistribusi pada ±1 SD sebesar 80%, hasil pengukuran yang terdistribusi pada ±2 SD sebesar 15%, dan hanya ada satu data (5%) yang berada di area
±3 SD. Hal ini terjadi karena warming up alat kurang lama. Idealnya, pengukuran dilakukan setelah alat benar-benar stabil. Namun jika dilihat dari nilai RSD, hasil pengukuran osmolalitas 290 mOsm/kg sebesar 0,48% dan berdasarkan Harmita [10], yang menyatakan bahwa hasil pengukuran dikatakan presisi jika nilai RSD ≤ 2%, dapat dinyatakan bahwa alat automatic osmometer tersebut masih baik (presisi) jika digunakan dalam pengukuran osmolalitas larutan 290 mOsm/kg.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran adalah: volume sampel yang diukur (minimal 0,5 ml), suhu sampel yang diukur (sesuai suhu kamar), sampel yang telah diukur tidak dapat lagi digunakan (expired), tabung dan pipet yang digunakan harus dalam keadaan bersih dan kering, pengaturan stirrer pada alat osmometer harus disesuaikan, warming up alat minimal 15 menit sebelum digunakan.
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2016
Amal Rezka Putra dkk. 69
Gambar 4. Grafik Validasi Presisi Pengukuran Standar 500 mOsm/kg H2O
Pada Gambar 4 ditunjukkan hasil validasi presisi pengukuran standar 500 mOsm/kg terdistribusi pada ±1 SD sebesar 75%, sedangkan hasil distribusi pada ±2 SD sebesar 25%. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran alat automatic osmometer untuk larutan standar 500 mOsm/kg masih baik karena data hasil pengukuran hanya terdistribusi mayoritas pada
±1 SD dan sebagian kecil pada ±2 SD.
Selanjutnya, dilakukan validasi linearitas pengukuran pada rentang osmolalitas 100 hingga 500 mOsm/kg. Hasil selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar 5. Grafik Linearitas Pengukuran Standar 100–500 mOsm/kg H2O
Linearitas dinyatakan dalam istilah variansi sekitar arah garis regresi, yang dihitung berdasarkan persamaan matematis data yang diperoleh dari hasil analisis unsur dalam larutan standar dengan berbagai konsentrasi (deret standar), seperti yang dinyatakan oleh Sugihartini et al. [12] bahwa linearitas dapat ditentukan dengan pengukuran pada beberapa konsentrasi analit. Nilai slope (b), intersep (a), dan koefisien korelasi (r²) menggambarkan informasi linearitas. Pada Gambar 5 ditunjukkan nilai linearitas pada rerata hasil pengukuran, yaitu a = 1,00520, b = 0,77533, dan r² = 0,99999. Nilai r² yang mendekati 1 menunjukkan bahwa alat osmometer masih valid (linier) untuk pengukuran osmolalitas pada rentang 100 hingga 500 mOsm/kg [7].
KESIMPULAN
Dari hasil validasi pengukuran nilai osmolalitas larutan standar berdasarkan parameter akurasi, presisi, dan linearitas, maka dinyatakan bahwa alat automatic osmometer valid untuk mengukur osmolalitas sediaan radiofarmaka di PTRR.
DAFTAR PUSTAKA
1. Zimmer, A.M. and S.M. Spies, 1991.
“Quality Control Procedures for Newer Radiopharmaceutical”, in: Nucl. Med.
Technol., Vol. 19, No. 4, pp. 210–214.
2. Earnest, A. and G.M. Susla, 2012.
“Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone and Cerebral Salt Wasting in Critically III Patients”, in: AACN Adv.
Crit. Care, Vol. 23, No. 3, pp. 233–239.
3. Fazekas, A.S., G.C. Funk, D.S. Klobassa, H. Ruther, I. Ziegler, R. Zander, and H.J.
Semmelrock, 2013. “Evaluation of 36 F ormulas for Calculating Plasma Osmolality”, in: Intensive Care Med., Vol.
39, No. 2, pp. 302–308.
4. Bazmi, B.A., A.K. Singh, S. Kar, and H.
Mubtasum, 2013. “Storage Media for Avulsed Tooth”, in: Indian J. Multidiscip.
Dent., Vol. 3, No. 3, pp. 741–749.
5. Supriyanto, C. and S. TS, 2006. “Validasi Metode F-AAS untuk Memperoleh Jaminan Mutu pada Analisis Unsur Cd, Cu, Cr, Pb, dan Ni dalam Contoh Uji Limbah Cair”, dalam: Pros. PPI - PDIPTN, pp. 121–125.
6. Purwanto, A., C. Supriyanto, and P.
Samin, 2007. “Validasi Pengujian Cr, Cu, dan Pb dengan Metode Spektrometri Serapan Atom”, dalam: Pros. PPI - PDIPTN, pp. 151–158.
7. Noerpitasari, E. and A. Nugroho, 2012.
“Validasi Metode Analisis Unsur Tanah Jarang (Ce, Eu, Tb) dengan Alay ICP-AES Plasma 40,” dalam: Semin. Nas. VIII SDM Teknol. Nukl., pp. 347–352.
8. Achmad, F., S. Rahayu, and Y.
Sumarriani, 2010. “Penerapan Grafik-x dan Grafik-R sebagai Grafik Kendali dalam Pengujian Kualitas Air”, dalam: J.
Stand., Vol. 12, No. 1, pp. 14–19.
9. Anonim, 2011. “Operator’s Manual of Osmette ATM Model 5002 Automatic Osmometer”, in: Cat. #2093, pp. 1–42.
10. Harmita, 2004. “Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara
Jurnal Forum Nuklir (JFN) Volume 12, Nomor 2, November 2016
70 Validasi Pengukuran Osmolalitas...
Perhitungannya”, dalam: Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. I, No. 3, pp. 117–135.
11. Mcpolin, O. 2009. Validation Of Analytical For Pharmaceutical Analysis.
Northern Ireland: Mourne Training Services.
12. Sugihartini, N., A. Fudholi, S. Pramono, and Sismindari, 2012. “Validation Method
of Quantitative Analysis of Epigallocathecin Gallat by Thin Layer Chromatography”, dalam: Ilm.
Kefarmasian, Vol. 2, No. 1, pp. 81–87.
VOL. 12, NO. 2, NOVEMBER 2016 ISSN 1978-8738
JURNAL FORUM NUKLIR
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR
PETUNJUK BAGI CALON PENULIS JURNAL FORUM NUKLIR
Jurnal Forum Nuklir adalah jurnal ilmiah nasional yang melayani para peneliti di lingkungan akademik (perguruan tinggi) dan organisasi-organisasi penelitian serta para praktisi dalam lingkup semua aspek yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir termasuk pendidikan dan sumber daya manusia teknologi nuklir.
Jurnal ini disunting dan diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN), terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan Mei dan November.
Jurnal ini diterbitkan dengan maksud untuk mengembangkan, mengakumulasikan, dan mendesiminasikan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian atau pengkajian yang mendalam dalam ruang lingkup JFN. Melalui pengembangan, akumulasi, dan deseminasi tersebut diharapkan hasil penelitian atau pengkajian menjadi lebih mudah untuk disebarluaskan, ditindaklanjuti, dikembangkan, dikritisi, dan diminimalisasikan adanya duplikasi. Lebih dari itu melalui jurnal ini diharapkan dapat memunculkan kolaborasi antar peneliti dan antar bidang sehingga semakin dapat mengungkap, memahami, dan menyelesaikan berbagai permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir termasuk pendidikan dan sumber daya manusia nuklir.
Susunan artikeh ilmiah mencakup bagian-bagian secara urut sebagai berikut:
JUDUL, ABSTRAK, PENDAHULUAN, METODE, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN, UCAPAN TERIMA KASIH (jika perlu), DAFTAR LAMBANG (jika perlu), DAFTAR PUSTAKA, dan LAMPIRAN (jika perlu). Panjang artikel (setelah dalam format jurnal) tidak lebih dari 20 (dua puluh) halaman (termasuk lampiran) dalam ukuran A4 (210 x 297 mm
2). Ukuran batas tepi adalah: batas tepi kiri dan kanan masing-masing 1,75 cm,
gutter 0,5 cm, header dan footer masing-masing 1,25 cm, dibuat dua kolom dengan jarak 1,25 cm kecuali pada bagian judul sampai dengan keywords menggunakan format 1 kolom.
Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris dengan kaidah bahasa yang baik dan benar menggunakan pengolah kata Microsoft Word. Ketentuan lebih lengkap dan
template dapat diunduh dari http://jurnal.sttn-batan.ac.id. Calonpenulis dimohon menuliskan artikel ilmiah mengikuti ketentuan
template tersebut.Artikel dikirimkan ke alamat e-mail [email protected].
Semua artikel yang masuk akan diproses dan sebelum diterbitkan setidak- tidaknya akan dinilai dan ditelaah oleh dua orang reviewer. Jika diperlukan perbaikan substansial, artikel akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki. Setelah dinyatakan diterima oleh reviewer, dewan redaksi akan melakukan penyuntingan.
View publication stats