• Tidak ada hasil yang ditemukan

WAHY - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "WAHY - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Bagaimana Mengoptimalkan Peran Dai dalam Membangun Masyarakat Islam di Desa Sumbang Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Untuk mengetahui bagaimana mengoptimalkan peran da’i dalam membangun masyarakat Islam di Desa Sumbang Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Menurut Zakri, seorang da’i harus memiliki atau setidaknya mendekati kualifikasi akhlak dan keluhuran Nabi sallallahu alaihi wasallam.

Seorang da'i tidak mungkin mengajak istrinya untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wata'ala jika dia sendiri tidak beriman. Sifat tersebut adalah Uswah dan Hasanah [contoh] Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bagi para da'i dan muballig.25. Agar dakwahnya berhasil, seorang da'i harus memiliki dua sifat tersebut, yaitu cerdas dan suci.

Oleh karena itu sangat diperlukan adanya da’i yang menjadi pionir utama, yang bekerja ikhlas dalam membangun masyarakat. Terbatasnya jumlah pendakwah di masyarakat menjadi salah satu kendala utama dalam membangun masyarakat Islam.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui faktor pemungkin dan penghambat dalam membangun masyarakat Islam di Desa Sumbang Kecamatan Curio Kabupaten.

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

  • PengertianOptmalisasi
  • Peran
    • PengertianPeran
    • Aspek-aspek Peran
    • Harapan Dalam Peran
    • Perbedaan Peran dan Kedudukan
  • Dai
    • Pengertian Dai
    • Kompetensi Dai
    • Karakteristik Seorang Dai
  • Masyarakat Islam
    • Pengertian Masyarakat Islam
    • Indikator Masyarakat Islam

Sulit sekali membayangkan suatu dakwah akan berhasil jika seorang dakwah tidak mempunyai pengetahuan yang cukup dan perilaku pribadi atau sosial yang baik. Menurut bahasanya, kata da’i berasal dari bahasa Arab mudzakkar yang berarti orang yang mengundang. Kompetensi seorang da’i sekaligus tokoh agama dalam kegiatan keislaman tidak hanya sebagai transfer ilmu, namun juga sebagai dinamisme, pemecah masalah, motivator dan teladan bagi masyarakat 16 Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang da’i punya' adalah sebagai berikut..

Da'i harus mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah tokoh terkemuka di masyarakat karena segala perkataan, sikap dan perilakunya menjadi sorotan masyarakat. Selain ketiga akhlak yang telah disebutkan, seorang khatib memerlukan sifat lain yang sangat penting, yaitu kesabaran. Maka untuk menjadi seorang da'i yang ideal, seorang da'i harus mempunyai karakter tertentu agar ia dapat melakukan dakwah dimanapun ia berada, seorang da'i yang ideal juga harus mampu beradaptasi dimanapun ia berada.

Inilah acuan yang harus dimiliki oleh seorang da'i, karena akhlak merupakan bagian dari perilaku kita sehari-hari. Oleh karena itu, akhlak juga menjelaskan tentang kriteria baik buruknya hubungan atau perbuatan yang dilakukan oleh dakwah. Kepribadian seorang da'i yang terpenting adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah karena inilah yang menjadi landasan utama akhlak atau akhlak seorang da'i.

Sifat keinsafan yang terdapat pada diri pendakwah bermaksud dia harus lebih berhati-hati atau takut melakukan maksiat atau dosa berbanding orang yang menjadi madunya. Dalam diri seorang pendakwah juga perlu disematkan bahawa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah seorang nabi yang telah menjadi dan dijanjikan oleh Allah untuk dihindarkan daripada dosa [tidak bersalah] setiap hari sentiasa memohon ampun dan taubat daripada Allah Subhanahu Wa Ta' ala .21. Seorang pendakwah adalah orang yang selalu beribadah kepada Allah dalam setiap gerak, perbuatan dan perkataan, dimanapun dan kapanpun, dan segala ibadahnya hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, bukan karena manusia [riya].

Amanah [dapat dipercaya] dan shiddiq [jujur] merupakan ciri utama yang harus dimiliki seorang da’i, karena sifat-sifat inilah yang dimiliki oleh semua nabi dan rasul. Amanah dan siddiq merupakan perhiasan para nabi dan rasul serta orang-orang shaleh, hendaknya juga menjadi perhiasan bagi para da’i, karena jika seorang da’i mempunyai sifat amanah dan jujur ​​maka mad’u juga akan cepat beriman dan menerima dakwahnya.23. Semangat juang harus dimiliki oleh seorang da’i yang membara, karena dengan sifat semangat ia akan terhindar dari perasaan putus asa, kecewa dan lain sebagainya.

Demikian pula seorang da’i sebagai penerus perjuangan Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam hendaknya selalu semangat dan pantang menyerah dalam berdakwah. 29Fathul Bahri An-Nabiry, Menapaki jalan Dakwah yang memberikan perjuangan para Da'I, hal. mencarinya untuk dikenal dan ditemukan.

METODE PENELITIAN

  • Lokasi dan Objek Penelitian
  • Deskripsi Fokus Penelitian
  • Sumber Data
  • Intrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Prosedur Penelitian

Fokus penelitian ini adalah Negara Islam Masyarakat Sappala Desa Keang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, Optimalisasi Peran Para Da’i Dalam Mewujudkan Masyarakat Islami, Faktor Pendukung dan Penghambat, Dan Tingkat Kesadaran Masyarakat Atau. respon masyarakat dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami. Wawancara dalam penelitian ini didasarkan pada wawancara individual yaitu wawancara tatap muka dengan masyarakat, guna memperoleh informasi bagaimana mengoptimalkan peran da’i, faktor pendukung dan penghambat, serta tingkat kesadaran atau daya tanggap. masyarakat dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami. Desa Sumbang merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil observasi, secara umum penduduk desa Sumbang sebagian besar beragama Islam, hal ini tidak lain adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wata'ala yang telah membimbing hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya, maka berkat usaha dan ikhtiar masyarakat Desa Sumbang. sebelumnya para khatib, para ustadz yang telah mencoba mendakwahkan agama ini. Keberadaan sekelompok dai di tengah masyarakat, apabila mampu mengoptimalkan perannya tentu akan membawa dampak positif bagi masyarakat. Hal inilah yang kami temukan di lapangan dimana pemerintah desa sangat mendukung dan mengapresiasi adanya Program Daveh dari Pemerintah Daerah yaitu mengirimkan da'i ke berbagai desa untuk membangun masyarakat.

Dalam dakwah tujuan utamanya adalah masyarakat, apabila masyarakat menyambut dan menyikapi dengan baik setiap da’i yang menyampaikan agama, maka tentu akan menjadi peluang yang besar bagi para da’i. Secara umum masyarakat Desa Sumbang memberikan respon yang sangat baik terhadap program dakwah yang diadakan oleh pemerintah daerah, hal ini dibuktikan dengan kesediaan masyarakat menerima para da’i yang diutus dengan menyiapkan berbagai fasilitas, meskipun sebagian kecil dari masyarakat menyambutnya. tidak merespons dengan baik. Cara penyampaian dakwah yang umumnya dilakukan adalah melalui ceramah, sehingga perlu pemilihan kata-kata yang baik dan mudah diucapkan oleh khatib agar masyarakat dapat memahaminya.

Dalam usaha membina masyarakat Islam, pelopor utama ialah para pendakwah, kerana merekalah yang membina masyarakat, mengajar, menasihati dan membimbing kepada kebaikan, agar masyarakat dapat menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan seharian. kehidupan. Menurut pemerhatian penulis, di kampung Sumbang sendiri, jumlah khatib masih sangat rendah, malah ada masjid yang kadangkala tidak dipenuhi dengan solat lima waktu di masjid kerana ketiadaan khatib atau imam tetap di masjid. . Kerana itu, masa yang boleh digunakan oleh seorang da'i dalam dakwahnya adalah sangat sedikit, hanya pada waktu-waktu tertentu sahaja, maka ini juga menjadi salah satu penghalang kepada pembangunan masyarakat Islam, iaitu sedikit masa yang dihabiskan untuk urusan agama.

Negara Islam warga desa Sumbang ditinjau dari aqidah umum sudah tidak lagi terlihat terang-terangan melakukan praktik kesyirikan seperti yang dilakukan sebagian masyarakat di beberapa daerah. Faktor penghambatnya antara lain: Kurangnya khatib, rendahnya pengetahuan agama, tingkat beban kerja masyarakat. Bagi para dai termasuk para penulis yang diberi amanah untuk berdakwah agar selalu menambah ilmunya dan tidak menganggap cukup dengan apa yang diketahuinya.

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

Kondisi Keislaman Masyarakat Desa Sumbang

Ormas Islam yang berkembang di desa antara lain Muhammadiyah, Hidayatullah dan Jam'ah Tabligh, namun yang paling dominan adalah Muhammadiyah. Dari segi aqidah, kita melihat masyarakat pada umumnya tidak lagi terang-terangan melakukan praktik kesyirikan seperti yang dilakukan sebagian umat Islam, seperti menyembelih pohon untuk kuburan, membunuh orang, mendoakan dan meminta orang. serta praktek-praktek kesyirikan lainnya. Terkait dengan ibadah, khususnya dalam menjalankan salat lima waktu, masih banyak masyarakat yang tidak melaksanakan salat berjamaah di masjid, khususnya bagi kaum laki-laki. Bahkan, tak sedikit pula yang tidak menunaikan shalat lima waktu. Sholat khususnya pada waktu zhuhur dan asar, hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani sehingga mengerjakannya di kebun, walaupun ada juga yang tidak.

Dalam membangun masyarakat Islam tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus ada perjuangan yang keras, usaha yang kuat untuk mendidik umat tentang agama Islam khususnya dalam urusan aqidah. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan perannya dalam membangun masyarakat Islam tentunya harus dibangun dari diri khatib itu sendiri, dalam artian ia mempunyai ilmu agama yang benar, aqidah yang lurus dan pemahaman agama yang benar. Hal paling mendasar yang harus ditanamkan dalam masyarakat adalah bagaimana masyarakat tersebut memiliki aqidah atau tauhid yang benar, karena itu merupakan landasan utama dalam membangun masyarakat Islam seperti yang dilakukan oleh para nabi dan rasul, sebelum memerintahkan umatnya harus melakukan hal terlebih dahulu. jenis ibadah. Pertama yang ditanyakan adalah tauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, beribadah hanya kepada-Nya dan tidak melakukan penyimpangan sedikitpun.

Oleh karena itu, salah satu upaya penulis adalah dengan menciptakan kegiatan seperti yang kami uraikan di atas. Upaya dakwah dalam membangun masyarakat Islam tentu tidak mudah; diperlukan dorongan dari berbagai pihak dalam upaya tersebut dan meminimalisir hambatan. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama berkarya, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam upaya membangun masyarakat Islam, antara lain sebagai berikut.

Berhasil tidaknya suatu dakwah sangat dipengaruhi oleh keadaan masyarakat itu sendiri. Jika mereka mencintai agamanya, membantu orang yang mendakwahkannya, menyikapi orang yang menyampaikannya dengan baik, maka hal ini akan menjadi modal dalam membangun masyarakat Islam. Keberadaan Desa Sumbang yang terjangkau dan akses jalan yang baik tentu menjadi penunjang penyampaian dakwah. Secara umum masyarakat Desa Sumbang umumnya mampu berbahasa Indonesia dengan baik, hal ini dikarenakan jumlah mereka yang banyak.

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari kepala desa, masyarakat Desa Sumbang pada umumnya berprofesi sebagai petani sehingga banyak menghabiskan waktunya di kebun. Untuk membangun masyarakat Islam tentunya diperlukan upaya yang kuat, khususnya oleh para pelaku dakwah itu sendiri, dalam hal ini para da’i. Pemerintah desa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya hendaknya terus mendukung program dakwah pemerintah daerah agar program ini terus berjalan agar keimanan ini semakin tersebar dan kokoh di hati masyarakat yang melaluinya masyarakat Islam akan terbentuk.

PENUTUP

Salim Peter dalam Salim Yeni, 199, Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Jakarta: Pers Bahasa Inggris Modern.

Referensi

Dokumen terkait

The comparison of the usefulness of the various monetary aggregates for monetary policy analysis is based on a series of empirical tests: long and short-run money demand stability

Antarkt., Oeel 10/11 1981 Table 2 Records of breeding and vagrant birds at Bouvet hland Species 1981* Pre 1981 Source King penguin Adelie penguin Chinstrap JX:nguin