• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wawasan Penyuluhan Agama: Tablig dan Penerangan Agama

N/A
N/A
Faiza Marsya

Academic year: 2025

Membagikan "Wawasan Penyuluhan Agama: Tablig dan Penerangan Agama"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Wawasan Penyuluhan Agama; Tabligh dan Penerangan Agama

Oleh : Kelompok 9 dan 10 BPI 6A

Nabila Elvana1 Cinta Dwi Cahyani2 Faiza Marsya Nurhariza3 Cheirunnisa Gunawan4 11210520000003 11210520000011 11210520000017 11210520000024

Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

ABSTRAK

Penyuluhan agama, khususnya melalui tablig dan penerangan agama, memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat.

Penyuluh agama harus memiliki kompetensi yang mencakup pengetahuan agama yang mendalam, keterampilan komunikasi yang efektif, dan kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi sosial dan budaya. Dalam artikel ini kami menggunakan metode literature, Metode literature merupakan salah satu metode yang digunakan dalam wawasan penyuluh agama tabligh dan penerang agama. Metode ini melibatkan penggunaan berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel dan penelitian, untuk seseorang dapat memahami dan menyelesaikan masalahnya.

Artikel ini membahas mengenai pengertian dan konsep. jejaring keilmuan, dan terapan,. tujuan, fungsi dan sasaran. Syarat, keahlian dan kualifikasi. Lalu kekhususan penyuluh agama, tabligh dan penerangan agama.

Kata kunci : penyuluh agama, tabligh dan penerang agama

PENDAHULUAN

Salah satu tanggung jawab utama setiap muslim dewasa adalah dakwah dalam Islam.

Selain berfungsi sebagai hamba, manusia juga berfungsi sebagai khalifah.Melalui amar ma'ruf dan nahi mungkar adalah salah satu pilar penegakan agama dan kemaslahatan umat. Untuk melakukan amar ma'ruf dan nahi mugkar adalah dengan cata dakwah, tablig, dan khotbah. Ketiga metode ini bertujuan untuk mengajarkan orang lain tentang Islam, memberi mereka nasihat dan peringatan, dan mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah SWT.1

1 Yono, “Analisis Metode Dakwah Jamaah Tabligh Di Indonesia,” AL-HIKMAH: Jurnal Dakwah 13, no. 2 (2019): 201.

(2)

Tabligh dan penerangan agama merupakan dua aspek yang saling terkait dalam upaya menyebarkan dan mengamalkan ajaran agama di tengah masyarakat. Sebagai tenaga penyuluh agama, seorang da'i atau penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan dan menerapkan ajaran agama secara efektif. Tabligh, yang berarti menyampaikan atau menyebarkan, adalah aktivitas utama seorang da'i atau penyuluh agama. Melalui tabligh, mereka berusaha memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama, baik dari sisi akidah, syariah, maupun akhlak. Tabligh dilakukan dengan berbagai metode, seperti ceramah, pengajian, diskusi, maupun penyebaran informasi melalui media cetak dan elektronik.

Di sisi lain, penerangan agama merupakan upaya untuk menjelaskan, menginformasikan, dan mendorong penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tenaga penyuluh agama, da'i atau penyuluh agama berperan untuk membantu masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran agama secara komprehensif, baik dalam bidang ibadah, muamalah, maupun akhlak.2 Melalui tabligh dan penerangan agama yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan komitmen masyarakat dalam menerapkan ajaran agama. Hal ini pada gilirannya akan membawa kemaslahatan dan kebaikan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Dalam konteks ini, peranan tenaga penyuluh agama menjadi sangat strategis dan penting. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan, pembimbing, dan motivator bagi masyarakat dalam mengamalkan ajaran agama secara menyeluruh.

METODE

Pada penelitian ini menggunakan metode literatur atau kajian pustaka merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian.3 Metode ini melibatkan penelusuran literatur yang relevan melalui database akademik, perpustakaan, dan sumber- sumber online untuk menemukan dan mengevaluasi buku, artikel ilmiah, laporan, dan

2 Harahap, M., Harahap, M.R., & Lubis, K. (2022). ANALISA PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN MINORITAS ISLAM DI DESA LABUHAN KECAMATAN NAMORAMBE KABUPATEN DELI

SERDANG. Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi).

3 Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Kajian Literatur. Bandung: Penerbit Alfabeta.

(3)

dokumen lainnya. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang topik penelitian melalui analisis kritis dan sintesis informasi yang telah dipublikasikan.4 Dengan mengidentifikasi tema, pola, dan konsep kunci dalam literatur, peneliti dapat membangun kerangka teoretis dan mengidentifikasi kesenjangan dalam pengetahuan yang ada. Metode literatur ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang topik penelitian tanpa harus melakukan pengumpulan data primer yang memakan waktu dan biaya.5

PEMBAHASAN

A. Pengertian Wawasan penyuluh agama tabligh dan penerangan agama

Wawasan penyuluhan agama merujuk pada pemahaman yang komprehensif tentang cara-cara menyampaikan dan mengajarkan nilai-nilai agama kepada masyarakat. Ini mencakup pengetahuan tentang materi agama yang diajarkan, metode penyuluhan yang efektif, serta keterampilan komunikasi yang diperlukan untuk menyampaikan pesan agama dengan cara yang mudah dipahami dan diterima oleh audiens. Dalam konteks yang lebih luas, wawasan penyuluhan agama juga mencakup pemahaman tentang dinamika sosial dan budaya masyarakat, sehingga penyuluh agama dapat menyesuaikan pendekatannya sesuai dengan konteks yang berbeda. Tujuan utama dari penyuluhan agama adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk membentuk masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.

Penyuluh Agama adalah seseorang yang diberi tugas tanggungjawab dn wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan Keagamaan,penyuluhan pembangunan,melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran.seorang penyuluh agama harus mempersiapkan diri sebaik baiknya, memiliki wawasan keagamaan dan wawasan kebangsaan yang memadai dalam rangka membangun kehidupan masyarakat yang agamis,Nasionalis,beriman,bertaqwa,berbudi pekerti luhur. seorang Penyuluh Agama berperan sebagai pelaku utama perubahan kearah yang lebih baik, di segala bidang kearah kemajuan, perubahan dari yang negatif atau pasif menjadi positif atau aktif karena itu menjadi motivator utama pembangunan. Peranan ini sangat penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah atau jasmaniahnya saja,

4 Zed, M. (2014). Teknik Penulisan Kajian Pustaka. Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia.

5 Nazir, M. (2018). Panduan Penelitian Literatur. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

(4)

melainkan membangun segi rohaniah, mental spiritualnya, keduanya dibangun secara bersama-sama,”. Demi suksesnya pembangunan, penyuluh agama berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, melalui penyuluhan agama dan pembinaan kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.

Dengan demikian tabligh sangat berfungsi dalam menjalankan penyuluhan agama, Secara etimologi tabligh berasal dari kata kerja “ballagha- yuballighutablighan”. Yang artinya menyampaikan. Menurut pandangan M. Natsir tabligh berarti ballagha, yang artinya menyampaikan dengan sempurna, seperti dalam kalimat ballaghul mubin yang artinya menyampaikan keterangan yang jelas, sedemikian rupa, sehingga dapat diterima oleh akal dan dapat ditangkap oleh hati, kemudian dapat pula dicerna oleh keduaduanya. 6 M. Bahri Ghazali dalam bukunya Dakwah Komunikatif mengatakan bahwa tabligh adalah suatu kegiatan penyampaian pesan ajaran agama islam. Di dalam kegiatan tabligh itu unsureunsure ajakan, seruan, panggilan, agar orang yang dipanggil berkenan mengubah sikap dan perilakuya sesuai dengan ajaran agama islam yang dipeluknya.7

Lalu untuk penerangan agama dalah proses memberikan informasi, penjelasan, dan pemahaman tentang ajaran-ajaran agama kepada individu atau kelompok masyarakat.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama, serta untuk membantu masyarakat dalam mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penerangan agama sering dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti ceramah, diskusi, seminar, pendidikan formal dan informal, serta media massa. Pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

6 M. Natsir, Dakwah dan Pemikirannya, (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), Cet. Ke-1, h.

7 Effendi Faisah, Psikologi Dakwah,( Jakarta: Kencana, 2009) h 52

(5)

B. Konsep wawasan penyuluh agama : tabligh dan penerangan agama

Konsep wawasan penyuluhan agama, tablig, dan penerangan agama memiliki kesamaan dalam tujuan untuk menyampaikan dan menanamkan ajaran-ajaran agama kepada masyarakat.

Namun, masing-masing memiliki pendekatan dan fokus yang sedikit berbeda. Berikut adalah penjelasan tentang ketiganya:

1. Penyuluhan Agama

• Penyuluhan agama melibatkan edukasi, pembinaan, dan pengembangan masyarakat agar memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar.

• Melibatkan pengetahuan tentang materi agama, metode penyuluhan yang efektif, dan keterampilan komunikasi.

• Mengambil pendekatan kontekstual, menyesuaikan metode dengan kondisi sosial dan budaya setempat.

2. Tablig

• Merupakan salah satu aspek dakwah yang menekankan pada penyampaian pesan agama secara langsung dan terbuka.

• Kegiatan tablig sering melibatkan ceramah, khutbah, dan pertemuan keagamaan.

• Tujuan utama adalah untuk mengajak orang lain lebih dekat kepada agama dan meningkatkan kualitas keimanan mereka.

• Pendekatan bisa formal (melalui lembaga) atau informal (pribadi ke pribadi).

3. Penerangan Agama

• Berfokus pada pemberian pengetahuan yang benar tentang agama, mengatasi kesalahpahaman, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait agama.

• Bisa dilakukan melalui berbagai media seperti buku, pamflet, radio, televisi, dan internet, selain melalui ceramah dan diskusi.

• Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang ajaran agama, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

• Mengutamakan metode yang informatif dan edukatif.

(6)

Secara keseluruhan, ketiga konsep ini saling melengkapi dalam usaha membangun masyarakat yang lebih religius dan berakhlak mulia. Penyuluhan agama lebih fokus pada pendidikan dan pembinaan, tablig pada penyampaian ajaran secara langsung, dan penerangan agama pada pemberian informasi yang mendetail dan jelas.

C. Sejarah, latar belakang dan keberadaan wawasan penyuluhan islam : tabligh dan penerangan agama

Penyuluh agama pada masa ini sangat dibutuhkan dalam memperbaiki akhlak, moral dan perilaku masyarakat. Membimbing umat untuk kembali kejalan yang lurus, mencegah mereka yang menyimpang dan menguatkan hati mereka yang beriman. Penyuluh agama menghadapi banyak tantangan. Kepercayaan diri, motivasi dan kesungguhan merupakan tantangan terbesar pertama yang harus dihadapi. Tidak mudah mengajak orang pada kebaikan kecuali dilakukan oleh penyuluh agama yang sabar, ulet, pantang menyerah yang ditopang oleh ilmu pengetahuan yang memadai. Mengenai ilmu pengetahuan ini, penyuluh agama dituntut bukan sekedar memiliki pengetahuan agama, akan tetapi ilmu pengetahuan relevan lainnya yang dapat menopang kesuksesan misinya, kita sama-sama tahu bahwa ilmu agama itu amatlah luas, mencakup kehidupan dunia dan akhirat. Sementara dinamika sosial terus berkembang dan membutuhkan penjelasan serta penyelesaian yang masuk akal, bukan sematamata keyakinan.

Kemudian Sejarah dan keberadaan wawasan penyuluhan agama, tablig, dan penerangan agama memiliki akar yang kuat dalam perkembangan agama Islam dan penyebarannya di berbagai belahan dunia. Penyuluhan agama telah ada sejak awal perkembangan agama-agama, di mana para pemuka agama berperan dalam menyebarkan ajaran-ajaran keagamaan. Dalam konteks Islam, penyuluhan agama mulai berkembang sejak masa Rasulullah SAW, yang memberikan pendidikan dan pembinaan kepada para sahabat dan masyarakat Arab tentang ajaran Islam. Seiring waktu, fungsi ini berkembang dan dilembagakan dalam bentuk madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya. Keberadaan penyuluh agama Saat ini, penyuluhan agama menjadi bagian penting dari program pemerintah di berbagai negara Muslim untuk mendidik masyarakat tentang ajaran agama. Di Indonesia, fungsi penyuluhan agama dijalankan oleh Kementerian Agama melalui berbagai program dan kegiatan yang melibatkan para penyuluh agama di tingkat nasional, regional, dan lokal.

(7)

Lalu Tablig, yang berarti "menyampaikan", memiliki sejarah panjang dalam Islam.

Aktivitas ini dimulai sejak masa Rasulullah SAW, yang menerima wahyu dan kemudian menyampaikan ajaran-ajaran tersebut kepada masyarakat. Para sahabat Nabi juga melakukan tablig untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di luar Jazirah Arab. Pada abad pertengahan, aktivitas tablig dilakukan oleh ulama dan tokoh-tokoh sufi yang menyebarkan Islam ke wilayah-wilayah baru, seperti Asia Tenggara, Afrika, dan India. Tablig tetap menjadi bagian penting dari dakwah Islam hingga saat ini. Berbagai organisasi dan gerakan, seperti Jamaah Tabligh, fokus pada aktivitas tablig untuk memperkuat iman umat Islam dan menyebarkan ajaran Islam. Di Indonesia, kegiatan tablig sering dilakukan melalui ceramah di masjid, pertemuan keagamaan, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama di kalangan masyarakat.

Sedangkan untuk Penerangan agama sebagai konsep formal mulai berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menyebarkan informasi tentang agama secara lebih luas dan terstruktur.

Pada masa awal penyebaran Islam, penerangan agama dilakukan melalui lisan oleh para ulama, mubaligh, dan dai yang memberikan penjelasan tentang ajaran agama kepada masyarakat.

Dengan perkembangan teknologi cetak dan media, penerangan agama mulai memanfaatkan media massa seperti buku, pamflet, radio, dan televisi untuk mencapai audiens yang lebih luas.

Keberadaanya Saat ini, penerangan agama dilakukan melalui berbagai media modern, termasuk internet dan media sosial, yang memungkinkan penyebaran informasi agama secara lebih cepat dan efektif.

Secara keseluruhan, ketiga konsep ini memiliki sejarah yang kaya dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Penyuluhan agama, tablig, dan penerangan agama saling melengkapi dalam usaha membangun masyarakat yang lebih religius dan berakhlak mulia.

D. Jejaring keilmuan dan terapan - Tabligh

Secara etimologi tabligh berasal dari kata kerja “ballagha-yuballighutablighan”. Yang artinya menyampaikan. Menurut pandangan M. Natsir tabligh berarti ballagha, yang artinya menyampaikan dengan sempurna, seperti dalam kalimat ballaghul mubin yang artinya menyampaikan keterangan yang jelas, sedemikian rupa, sehingga dapat

(8)

diterima oleh akal dan dapat ditangkap oleh hati, kemudian dapat pula dicerna oleh keduaduanya.

Secara harfiah dakwah dan tabligh dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan, karena keduanya merupakan bagian integral dari keilmuan dakwah. Tabligh artinya menyampaikan sedangkan dakwah artinya mengajak atau ajakan, tabligh pada dasarnya merupakan bagian dari dakwah, karena tabligh adalah dakwah yang dilakuan melalui lisan atau dapat dikategorikan sebagai dakwah bil-lisan. Tabligh merupakan suatu penyebarluasan ajaran islam yang memiliki ciri- cirri tertentu. Ia bersifat incidental, oral, missal, seremonial, bahkan kolosal. Incidental yang dimaksud adalah bahwa tabligh bersifat hanya satu kesempatan saja. Tabligh bersifat oral maksudnya tabligh dilakukan secara lisan. Tabligh bersifat massal berarti tabligh melibatkan banyak orang. Kemudian seremonial berarti tabligh bersifat perayaan, dan yang terakhir kolosal berarti tabligh dilakukan secara besar- besaran.8

Ajaran yang dibawa dan diajarkan oleh rasulullah kepada umatnya ini meliputi aspek duniawi, yang tentunya materi yang harus diserukan dalam dakwah pun menjadi luas, adapun diantara materi – materi tersebut kiranya dapat kita ringkas menjadi beberapa pokok pembahasan, diantaranya:

1. Aqidah islam, yang meliputi tauhid dan keimanan.

2. Pembentukan pribadi yang semprna, dengan berpondasikan pada nilainilai akhlaqul karimah.

3. Pembangunan masyarakat yang adil danmakmur.

4. Kemakmuran dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Tabligh hukumnya adalah wajib bagi setiap orang yang menganut agama Islam, sehingga apabila mereka telah dewasa diwajibkan untuk menyampaikan ajaran Islam sesuai dengan kemampuannya masing-masing Tabligh merupakan bagian dari

8 Arif Wicaksana, “Bentuk Dakwah Dalam Masyarakat,” Skripsi, 2019, 13–46, https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf.

(9)

dakwah maka unsur-unsur yang ada dalam dakwah juga terdapat dalam tabligh.

Adapun unsur-unsur tabligh yaitu:

1. Muballigh adalah orang yang menyampaikan pesan ajara Islam. pembawa dakwah, maksudnya adalah membawakan dakwah dengan tujuan membina pribadi dan membangun umat sehingga pribadi dan umat itu berkembang maju sesuai dengan hidup manusia yang diridhai oleh khaliqnya.

2. Materi / Pesan. Tabligh adalah masalah isi pesan atau materi yang disampaikan muballigh pada mad‟u. Pada dasarnya bersumber dari al-Qur‟an dan Hadits sebagai sumber utama, yang meliputi akidah, syari‟ah, dan akhlak.

Hal yang perlu disadari bahwa ajaran yang diajarkan itu bukanlah semata- mata berkaitan dengan eksistensi dan wujud Allah SWT, namun bagaimana11 menumbuhkan kesadaran mendalam sehingga mampu memanifestasikan akidah, syari‟ah dan akhlak dalam ucapan, pikiran dan tindakan dalam kehidupan seharihari.

3. Muballagh merupakan isim maf‟ul dari tabligh, berarti orang yang diberi penyampaian. Muballagh adalah objek dalam tabligh, yaitu seluruh manusia tanpa terkecuali. Siapapun mereka, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, baik kaum bangsawan maupun kaum lemah, pemuka kaum, pembesar, orang kaya, miskin tanpa terkecuali.

4. Metode Tabligh adalah cara untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada objeknya.

5. Media Tabligh merupakan sarana untuk menyampaikan pesan tabligh.

Beberapa jenis media komunikasi yang dapat digunakan dalam bertabligh, yaitu:

• Media Visual. Media komunikasi visual merupakan alat komunikasi yang digunakan dengan memanfaatkan indera penglihatan dalam menangkap datanya. Media visual dapat dilakukan melalui film slide, overhead proyektor (OHP), gambar foto diam.

• Media Auditif. Media komunikasi auditif merupakan alat komunikasi yang digunakan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan dapat

(10)

menjangkau sasaran tabligh dalam jarak jauh. Media ini meliputi radio, tape recorder, telepon.

• Media Audio Visual Media audio visual merupakan perangkat komunikasi yang dapat ditangkap baik melalui indera pendengaran maupun indera penglihatan. Media ini meliputi film, televisi dan internet.

- Penerangan agama

Agama adalah sistem kepercayaan dan praktik yang dianut oleh suatu komunitas atau kelompok masyarakat. Setiap agama memiliki pandangan dunia, nilai-nilai, dan aturan-aturan yang membentuk cara hidup para penganutnya.Setiap agama memiliki kitab suci, ritual, hari raya, dan pandangan etis yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya agama-agama tersebut mengajarkan nilai-nilai luhur seperti cinta kasih, kebaikan, dan moralitas. Agama juga menjadi pedoman bagi pemeluknya dalam menjalani kehidupan.

Penerangan agama islam dalam bahasa arab disebut “tabligh” atau “dakwah” adalah upaya menyampaikan, menjelaskan, menyebarkan ajaran-ajaran islam kepada umat manusia. Tujuan penyuluh melaksanakan penerangan agama islam :

1. Menyampaikan risalah islam penerangan agama islam bertujuan menyampaikan dan menjelaskan ajaran-ajaran islam yang bersumber dari Al- Quran dan As-Sunnah kepada seluruh umat manusia

2. Memberikan pemahaman yang benar tentang islam melalui penerangan agama, umat islam diharapkan dapat memahami ajaran islam secara komprehensif dan menghayati dalam kehidupan sehari-hari

3. Mengajak manusia kebaikan dan ketakwaan penerangan agama islam bertujuan mengajak dan membimbing manusia untuk memeluk agama islam, melaksanakan ajaran-ajaranya, dan meningkatkan ketawkaaan kepada Allah SWT

4. Memperbaiki akhlak dan mroalitas penerangan agama islam diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas akhlak dan moralitas umat manusia sesuai dengan ajaran islam

(11)

5. Mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat tujuan akhir penerangan agama islam adala membantu manusia mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup didunia dan diakhirat

Dalam peraktiknya, penerangan agama islam dapat dilakukan melalui berbagai cara , seperti khutbah , pengajian , ceramah, diskusi , penerbitan buku, media massa, dan lain-lain yang terpenting penyampaianya harus sesuai dengan sumber- sumber otoritatif dalam islam.

E. Landasan Penyuluhan Agama

Landasan teologis dari keberadaan Penyuluh Agama terdapat di dalam surah Al-Qur’an dibawah ini :

a. QS. Ali-Imron : 104

۝ ن ْوُحِلْفُمْلا ُمُه كِٕىٰۤ لوُا و ِر كْنُمْلا ِن ع ن ْو هْن ي و ِف ْو ُرْع مْلاِب ن ْو ُرُمْأ ي و ِرْي خْلا ى لِا ن ْوُعْدَّي ةَّمُا ْمُكْنِ م ْنُك تْل و Artinya : Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang- orang yang beruntung. (QS. Ali-Imron : 104 )

b. QS. Ali-Imron : 110

ْمُتنُك رْي خ ةَّمُأ ْت ج ِرْخُأ ِساَّنلِل نو ُرُمْأ ت ِبٱ ِفو ُرْع مْل ن ْو هْن ت و

ِن ع ِر كنُمْلٱ نوُنِم ْؤُت و ِبٱ

َِّللّ

ْو ل و ن ما ء ُلْه أ ِب تِكْلٱ نا ك ل

ا ًرْي خ مُهَّل ُمُهْنِ مۚ نوُن ِم ْؤُمْلٱ ُمُه ُر ثْك أ و

ٱ نوُقِس فْل

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali- Imron : 110 )

c. QS. An-Nahl: 125

ٱ ُعْد ى لِإ ِليِب س كِ ب ر ِبٱ ِة مْك ِحْل وٱ ِة ظِع ْو مْل ِة ن س حْلٱ

مُهْلِد ج وۖ ِبٱ ىِتَّل ىِه ُن سْح أ َّنِإۚ كَّب ر وُه ُم لْع أ ن مِب َّل ض ِهِليِب سن ع

ۦ

ۖ

وُه و ُم لْع أ ِبٱ نيِد تْهُمْل

Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu

(12)

Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Landasan teologis dari keberadaan penyuluh agama dalam Islam sangat kuat, didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan melakukan dakwah dengan hikmah. Penyuluh agama berperan sebagai agen perubahan dalam masyarakat, membantu menjaga moralitas dan iman, serta memastikan bahwa ajaran agama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya Landasan hukum yang mendasari keberadaan penyuluh agama diatur dalam beberapa keputusan resmi pemerintah. Pertama, terdapat Keputusan Menteri Nomor 791 Tahun 1985 yang mengatur mengenai honorarium bagi penyuluh agama. Selain itu, terdapat Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 574 Tahun 1999 dan Nomor 178 Tahun 1999 yang menjelaskan tentang jabatan fungsional penyuluh agama beserta angka kreditnya.

Selain itu, ada pula Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 54/Kep/Mk. Waspan/9/1999 yang juga mengatur tentang jabatan fungsional penyuluh agama dan angka kreditnya. Keputusan-keputusan ini memberikan kerangka hukum dan panduan bagi para penyuluh agama dalam menjalankan tugas-

9tugas mereka serta memastikan adanya penghargaan dan pengakuan yang tepat atas pekerjaan mereka.

F. Ruang Lingkup Penyuluhan Agama

Ruang lingkup kegiatan jabatan fungsional penyuluh agama mencakup berbagai aspek yang dirancang untuk membina dan mengarahkan masyarakat dalam hal keagamaan dan pembangunan. Kegiatan ini meliputi penyusunan rencana kerja tahunan dan bulanan oleh penyuluh agama sesuai tingkatannya, mulai dari Tingkat I hingga Tingkat IV. Mereka juga mengidentifikasi, mengolah, dan merumuskan data kelompok sasaran serta menyusun

9 Nur Endang, Peranan Penyuluh Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Keberagaman Anak Di Desa Lassa-Lassa.

(13)

materi bimbingan dalam bentuk media cetak dan digital. Pelaksanaan bimbingan melibatkan kelompok sasaran, baik secara tatap muka maupun melalui teknologi informasi.

Selain itu, penyuluh agama memberikan pelayanan konseling, pendampingan, dan mediasi masalah keagamaan. Mereka bertanggung jawab atas monitoring dan evaluasi pelaksanaan bimbingan, serta pengembangan model dan program kegiatan. Penyuluh agama juga aktif dalam pengabdian masyarakat melalui organisasi profesi di berbagai tingkat. Untuk pengembangan kompetensi, mereka mengikuti pelatihan dan seminar serta menyusun karya tulis terkait bimbingan atau penyuluhan. Tugas tambahan dari pimpinan juga dilaksanakan sesuai dengan fungsi penyuluh agama.10

G. Tujuan, Fungsi dan Sasaran

Penelitian mengenai wawasan penyuluhan agama, terutama dalam konteks tabligh dan penerangan agama, memiliki tujuan utama untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana ajaran agama dapat disampaikan dengan cara yang efektif kepada masyarakat.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi dan metode yang paling efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, serta untuk memahami dampak dari penyuluhan agama terhadap perilaku dan sikap keagamaan masyarakat. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh penyuluh agama dalam melaksanakan tugas mereka, serta untuk mengembangkan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektivitas program penyuluhan agama.

Fungsi dari penelitian ini sangatlah beragam. Pertama, penelitian ini berfungsi sebagai alat evaluasi bagi program-program penyuluhan agama yang telah dijalankan.

Dengan melakukan evaluasi terhadap program yang ada, dapat diidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Kedua, penelitian ini berfungsi sebagai basis untuk pengembangan kebijakan terkait penyuluhan agama. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan data empiris yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berbasis bukti. Ketiga, penelitian ini berfungsi sebagai pedoman untuk pendidikan dan pelatihan bagi para penyuluh agama.

Dengan memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi di lapangan, program pelatihan

10 Afandi, E. A. (2023). Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama.

(14)

dapat disesuaikan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan penyuluh agama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif11.

Sasaran dari penelitian ini mencakup berbagai kelompok dalam masyarakat yang menjadi target utama dari penyuluhan agama. Dalam konteks tabligh, sasaran utama adalah umat Muslim yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam.

Penelitian ini bertujuan untuk menjangkau berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, dengan pendekatan yang disesuaikan untuk setiap kelompok.

Di sisi lain, penerangan agama tidak hanya menyasar umat Muslim tetapi juga masyarakat umum yang mungkin memerlukan informasi tentang ajaran agama lain. Penelitian ini berusaha untuk memahami bagaimana penyuluhan agama dapat menjembatani perbedaan dan mempromosikan toleransi serta kerukunan antarumat beragama12.

H. Syarat, Keahlian, dan Kualifikasi

Penelitian mengenai wawasan penyuluhan agama, terutama dalam konteks tabligh dan penerangan agama, memerlukan pemenuhan berbagai syarat, keahlian, dan kualifikasi agar penyuluhan dapat dilaksanakan secara efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Syarat pertama yang harus dipenuhi oleh seorang penyuluh agama adalah memiliki pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang ajaran agama yang akan disampaikan. Hal ini mencakup penguasaan terhadap kitab suci, hukum-hukum agama, sejarah agama, serta prinsip-prinsip moral dan etika yang diajarkan oleh agama tersebut. Pemahaman yang mendalam ini penting untuk memastikan bahwa penyuluh agama dapat memberikan penjelasan yang akurat dan dapat menjawab pertanyaan yang mungkin timbul dari masyarakat13.

Selain pemahaman yang mendalam, seorang penyuluh agama juga harus memiliki keahlian dalam komunikasi. Keahlian ini mencakup kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan cara yang jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan

11 "Metodologi Penyuluhan Agama Islam," oleh Hasan, M. (2019). Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

12 "Strategi Tabligh dan Penerangan Agama," oleh Zainuddin, A. (2020). Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

13 "Metodologi Penyuluhan Agama Islam," oleh Hasan, M. (2019). Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

(15)

masyarakat. Kemampuan berbicara di depan umum adalah salah satu aspek penting dari keahlian komunikasi ini, karena penyuluh agama sering kali harus memberikan ceramah atau khotbah di hadapan banyak orang. Selain itu, kemampuan menulis materi penyuluhan yang efektif juga sangat diperlukan, terutama dalam konteks penyebaran informasi melalui media cetak atau digital. Keahlian dalam menggunakan teknologi informasi dan media sosial juga semakin penting dalam era digital saat ini, karena dapat memperluas jangkauan penyuluhan agama dan menjangkau audiens yang lebih luas14.

Kualifikasi formal merupakan aspek penting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang penyuluh agama. Biasanya, seorang penyuluh agama diharapkan memiliki pendidikan formal dalam bidang studi agama, yang dapat diperoleh melalui pendidikan di madrasah, pesantren, atau institusi pendidikan tinggi agama. Gelar dalam bidang studi agama tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis yang diperlukan tetapi juga melatih kemampuan analitis dan kritis yang sangat berguna dalam penyuluhan agama. Selain pendidikan formal, pelatihan khusus dalam penyuluhan agama juga sangat disarankan. Pelatihan ini dapat mencakup teknik-teknik penyuluhan, strategi komunikasi, dan manajemen program penyuluhan15.

Selain pendidikan dan pelatihan, pengalaman praktis juga sangat penting dalam membangun keahlian dan kualifikasi seorang penyuluh agama. Pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat, mengelola kegiatan penyuluhan, dan menangani berbagai situasi yang mungkin timbul di lapangan akan memberikan wawasan dan keterampilan yang tidak bisa diperoleh hanya melalui pendidikan formal. Oleh karena itu, program magang atau praktik lapangan yang terstruktur dapat menjadi bagian penting dari persiapan seorang penyuluh agama.

Kualifikasi lain yang tidak kalah penting adalah karakter pribadi dari penyuluh agama.

Seorang penyuluh agama harus memiliki integritas moral yang tinggi, kejujuran, dan

14 "Strategi Tabligh dan Penerangan Agama," oleh Zainuddin, A. (2020). Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

15 "Penyuluhan Agama dalam Perspektif Sosial," oleh Lubis, R. (2018). Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim.

(16)

ketulusan dalam melayani masyarakat. Sifat-sifat ini penting untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata masyarakat. Selain itu, sikap empati dan kemampuan untuk mendengarkan dengan baik sangat diperlukan, karena penyuluh agama sering kali harus memahami dan merespons kebutuhan, kekhawatiran, dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang mereka layani16.

Dengan memenuhi syarat, keahlian, dan kualifikasi ini, seorang penyuluh agama dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Penelitian dalam bidang ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan individu penyuluh agama tetapi juga pada pengembangan strategi dan program yang dapat mendukung mereka dalam menjalankan tugas-tugas penyuluhan secara lebih baik.

Kesimpulan

Penyuluhan agama, khususnya melalui tablig dan penerangan agama, memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam masyarakat.

Penyuluh agama harus memiliki kompetensi yang mencakup pengetahuan agama yang mendalam, keterampilan komunikasi yang efektif, dan kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi sosial dan budaya. Dengan menggunakan berbagai metode seperti ceramah, pengajian, diskusi, dan media sosial, mereka dapat menyampaikan pesan agama secara efektif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan perubahan sosial yang cepat, penyuluh agama tetap menjadi pilar penting dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik dan selaras dengan ajaran agama.

16 "Peran Penyuluhan Agama dalam Pembangunan Moral," oleh Amin, S. (2021). Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, E. A. (2023). Ruang Lingkup Kegiatan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama.

Amin, S. (2021). Peran Penyuluhan Agama dalam Pembangunan Moral. Semarang:

Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

Amin, Samsul Munir. 2010. Bimbingan dan Konseling Islam. Jakarta: Amzah.

Bungo, S. (2014). Pendekatan Dakwah Kultural Dalam Masyarakat Plural. Jurnal Dakwah Tabligh, 15(2), 209-219.

Hasan, M. (2019). Metodologi Penyuluhan Agama Islam. Yogyakarta: Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga.

Hasnawirda, H. (2012). Sejarah Ilmu Dakwah. AL MUNIR: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 158-170.

Hidayat, A. S., Hadi, S., & Subejo, S. (2019). Metode Dan Media Komunikasi Dalam Penyuluhan Agama. Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna, 15(2), 19-37.

Ilham, I. (2018). Peranan Penyuluh Agama Islam dalam Dakwah. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 49-80.

Jaya, P. H. I. (2017). Revitalisasi peran penyuluh agama dalam fungsinya sebagai konselor dan pendamping masyarakat. KONSELING RELIGI: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8(2), 335-356.

Lubis, R. (2018). Penyuluhan Agama dalam Perspektif Sosial. Malang: Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim.

Nazir, M. (2018). Panduan Penelitian Literatur. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

Nur Endang, Peranan Penyuluh Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Keberagaman Anak Di Desa Lassa-Lassa.

Ridwan, A. (2009). Monologika; Retorika untuk Tabligh Islam (Menelusuri sejarah menemukan arah). Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 4(14), 699-726.

Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Kajian Literatur. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Wicaksana, Arif. “Bentuk Dakwah Dalam Masyarakat.” Skripsi, 2019, 13–46.

https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf.

Yono. “Analisis Metode Dakwah Jamaah Tabligh Di Indonesia.” AL-HIKMAH: Jurnal Dakwah 13, no. 2 (2019): 201.

Zainuddin, A. (2020). Strategi Tabligh dan Penerangan Agama. Jakarta: Penerbit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah.

(18)

Zed, M. (2014). Teknik Penulisan Kajian Pustaka. Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu penulis tertarik untuk meneliti rangkaian penyuluhan agama Islam dengan pendekatan berbasis kelompok yang dilakukan dalam proses pemulihan ketergantungan

Dan seiring berjalannya waktu peran penyuluh agama yang masih ada sampai saat ini ialah melakukan penyuluhan, pembinaan dan pemberian materi-materi kajian

Berdasarkan hasil kajian penulis mengenai analisis SWOT peran Penyuluh Agama Islam dalam membangun moderasi beragama berbasis literasi di era media baru 5.0 di Kabupaten

Jadi kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Islam dalam interaksi belajar mengajar adalah kemampuan seorang guru sebagai bagian dari masyarakat untuk

Model penyuluhan agama yang telah dilaksanakan antara lain : pengajian rutin bulanan, mejelis dzikir model ini dianggap kurang menyentuh di lapisan masyarakat

KOMUNIKASI PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN AGAMA LANSIA DI PSTW BUDI MULIA 1 CIPAYUNG JAKARTA TIMUR Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial

Berdasarkan analisis lapangan ditemukan beberapa hasil penelitian, diantaranya pola komunikasi yang dilakukan sesuai Tugas dan Funsgisi penyuluh agama di perbatasan pada era disrupsi