See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/371577346
INFRASTRUKTUR
Article · June 2023
CITATIONS
0
READS
922
1 author:
Muhammad Fitaro Ashidiqi Walisongo State Islamic University 2PUBLICATIONS 0CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Muhammad Fitaro Ashidiqi on 15 June 2023.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
INFRASTRUKTUR
Muhammad Fitaro Asidiqi1 Izzatil Fadlilah2 Muhammad Misbakhus sururi3 Vinda Safitri Setyo Surya4
Abstrak
Infrastruktur merupakan prasarana public yang paling mendasar guna mendukung kegiatan ekonomi suatu wilayah. Ketersediaan infrastruktur sangat menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan ekonomi. Mengingat vitalnya infrastruktur bagi pembangunan ekonomi, maka pembangunan infrastruktur menjadi kewajiban pemerintah sepenuh nya. Dalam meningkatkan upaya pembangunan infrastruktur menjadikan kebutuhan dasar masyarakat desa selo sendiri, upaya pemerintah Kabupaten grobogab guna melengkapi dan menyempurnakan kebutuhan pelayanan dasar untuk masyarakat. Pembangunan ini usaha untuk mencapai perbaikan alokasi Kabupaten grobogan supaya masyarakat bisa menikmati fasilitas infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah. Dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas infrastruktur jalan, dan lainnya terhadap sistem infrastruktur.
Infrastruktur sangat di butuhkan karena pendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, karena infrastruktur dapat mendorong aspek ekonomi dan kegiatan sosial. Dalam pembangunan ini pasti adanya konsekuensi yang di hadapi pemerintah jika terjadi kegagalan infrastruktur akan memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat. Karena jika berhasil membangun infrastruktur maka dampak baiknya juga ke masyarakat, masyarakat juga akan bisa menikmati pembangunan dengan nyaman.
Kata kunci: pembangunan, infrastruktur
1 2001036038
22001036045
3 2001036057
4 2001036088
Pendahuluan
Kawasan wisata religi merupakan kawasan wisata yang cukup istimewa karena daya tarik utamanya adalah ziarah ke makam, kunjungan ke masjid bersejarah, dan kegiatan keagamaan (Putra et al., n.d.). Wisata religi juga dapat disebut sebagai kegiatan wisata yang memiliki arti khusus bagi pengunjung berdasarkan kepercayaannya, biasanya berupa tempat ibadah, makam ulama besar, atau tempat bersejarah atau purbakala yang memiliki cerita sejarah atau keunikan tersendiri. arsitektur dan mitos (Imandintar dan Idajati, 2019). Suatu kawasan wisata yang baik selalu membutuhkan peran serta masyarakat baik dalam pengelolaan maupun kegiatan wisatanya. (Hariyanto, 2016) menyebutkan bahwa agama memiliki dua pengertian, yang pertama merujuk pada Tuhan yang ajarannya diturunkan melalui nabi dan wahyu, yang kedua merujuk pada kebudayaan yang bertujuan untuk memenuhi kesadaran kolektif sebagai sebuah identitas. (Chotib, 2015) menyebutkan bahwa wisata religi merupakan perjalanan religi yang bertujuan untuk memenuhi dahaga spiritual, sehingga harus diperoleh hikmah dari wisata religi dan perubahan kepribadian dan perilaku yang signifikan terjadi ketika pelaku sudah memahami apa yang diinginkan.
pentingnya Wisata religi yang cukup terkenal di Indonesia adalah Ziarah Makam Walisongo ('Adati et al., 2021), yang didalamnya terdapat sembilan orang wali, salah satunya adalah Sunan Giri yang menjadi fokus kajian ini di desa Giri. Ini menunjukkan alasan berkembangnya wisata religi, untuk menghormati orang-orang hebat dan leluhur, untuk menghormati kuburan mereka, yang memulai tradisi ziarah. Antusiasme yang besar untuk mengunjungi makam menjadikan kawasan pemakaman menjadi tujuan wisata religi, yang memunculkan pola interaksi antara pengunjung dan masyarakat sekitar terkait dengan sarana dan prasarana kawasan wisata religi (Bakhri et al., 2021; Yesiltepe, 2021). . Wisata religi sebagai produk wisata yang tidak kasat mata karena berkaitan dengan spiritualitas manusia, sehingga kawasan wisata religi harus dapat melayani pengunjungnya dengan baik (Bahits et al., 2020).
Kecenderungan kawasan wisata religi terletak di dataran tinggi para tokoh atau ulama, sehingga pengunjung harus menaiki tangga untuk mencapai tempat ziarah. Hal ini penting untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung di lokasi makam. Setiap jalan menuju makam terdapat banyak warung yang menjual souvenir, makanan dan lain sebagainya (Suryani dan Kumala, 2021).
Hasil pembahasan
A. Pengertian Infrastruktur
Infrastruktur atau prasarana suatu daerah tujuan wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan yang mutlak diperlukan oleh wisatawan pada saat berwisata di suatu daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air, telekomunikasi, halte, jembatan, dan lain-lain. Kesiapan destinasi wisata bagi wisatawan untuk berkunjung ke lokasi wisata memerlukan pengembangan dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur dengan menyesuaikan lokasi dan kondisi lokasi wisata tersebut (Hermawan, 2017).
Minat wisatawan dalam berwisata merupakan salah satu indikatornya, apabila infrastruktur di destinasi wisata yang dikunjungi terpenuhi maka harapan didirikannya adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah wisatawan yang mengunjunginya berulang kali.
Berbagai definisi infrastruktur dimaknai, antara lain Rozy dan Koswara (2017) dan Meidayati (2017) yang menyatakan bahwa infrastruktur adalah fasilitas atau struktur dasar, perlengkapan, fasilitas yang dibangun dan diperlukan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat. (Astami) dan Erli, 2015). The American Public Works Association (Stone, 197, dikutip dalam Kodoatie, 2005) mendefinisikan infrastruktur sebagai struktur fisik dan fasilitas yang dikembangkan oleh instansi pemerintah untuk memfasilitasi pencapaian fungsi pemerintah dengan menyediakan air, listrik, pengelolaan limbah, transportasi dan layanan sejenis. mencapai tujuan sosial dan ekonomi. Organisasi lain, yaitu General Contractors of America, menunjukkan bahwa infrastruktur adalah sistem fasilitas publik, baik yang dibiayai publik maupun swasta, yang menyediakan layanan penting dan mendukung standar hidup (Hudson et al., 1997).
Perencanaan Pariwisata Penelitian telah mengungkapkan bahwa infrastruktur dalam konteks perencanaan berarti semua jenis konstruksi tanah dan bawah tanah yang dapat menyediakan kebutuhan dasar untuk mendukung pembangunan, misalnya pengembangan kota, industri dan pariwisata (Inskeep, 1991). Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur merupakan kebutuhan dasar dan bila dikaitkan dengan tujuan wisata, variabel ini tentu saja dapat menjadi penting dalam menentukan tujuan wisata dan mendukung pembangunan, khususnya pengembangan pariwisata.
B. Peranan Infrastruktur
Infrastruktur memegang peranan penting dalam mencapai pembangunan baik di bidang sosial maupun ekonomi. Dapat dikatakan bahwa peran infrastruktur merupakan perantara antara unsur dasar lingkungan dengan sistem ekonomi dan sosial masyarakat.
Selain itu, aktivitas perkotaan didukung oleh peran infrastruktur. Suatu kota harus memiliki infrastruktur karena infrastruktur merupakan kebutuhan dasar dan infrastruktur dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Perkembangan industri pariwisata sangat erat kaitannya dan bergantung pada pembangunan infrastruktur yang ada. Peran infrastruktur sangat penting karena pembangunan infrastruktur dan sistem infrastruktur yang ada dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan industri pariwisata seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1 berikut ini:
dari gambar di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan antara infrastruktur dan pariwisata merupakan satu kesatuan sistem. Beberapa infrastruktur yang sangat penting untuk pengembangan industri pariwisata, yaitu infrastruktur transportasi seperti jalan raya, angkutan umum, dan tempat parkir. Infrastruktur memainkan peran penting
dalam perencanaan penggunaan lahan. Infrastruktur berdasarkan citra tersebut dapat menciptakan minat wisatawan dan kemudian dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut dan hal itu akan terwujud.
Prasarana dan sarana tersebut di atas memegang peranan penting dalam penggunaan lahan. Beberapa peran infrastruktur dalam perencanaan tata guna lahan khususnya di perkotaan adalah:
• Infrastruktur merupakan respon terhadap permintaan yang ada dengan memberikan pelayanan yang diperlukan. Penggunaan lahan, baik sekarang maupun di masa depan, menentukan kebutuhan akan infrastruktur.
• Infrastruktur tertentu dapat menarik dan memulai pembangunan dan pengembangan lahan baru. Kehadiran infrastruktur menunjukkan kebutuhan daerah.
• Infrastruktur dapat menjadi katalis untuk koordinasi yang lebih baik antara fasilitas dan rencana pengembangan lahan, karena investasi infrastruktur dan pengembangan kapasitas tampak tidak merata.
C. Jenis Infrastruktur pariwisata
Infrastruktur Indonesia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sarana dan prasarana.
Fasilitas mengacu pada yang memiliki fungsi bergerak seperti mobil, kereta api, dll. Pada saat yang sama, infrastrukturnya tidak bergerak dan mendukung fungsi kota, seperti jalan raya, tempat parkir, jembatan, dll. (Sumber: Catatan Kuliah Infrastruktur Wilayah dan Perkotaan) Berikut macam-macam infrastruktur tersebut, yaitu:
• Transportasi
• Bangunan Kelembagaan, Sosial dan Komersial
• Irigasi, Drainase dan penahan banjir
• Fasilitas air bersih dan pembuangan limbah
• Fasilitas pengelolaan limbah padat
• Produksi energi dan distribusi
• Fasilitas telekomunikasi
• Fasilitas olah raga dan rekreasi
• Infrastruktur perumahan
Infrastruktur Thames Infrastruktur empat Infrastruktur Sosial departemen infrastruktur sosial yaitu: Infrastruktur Pendidikan dan Sektor Sosial
1) infrastruktur,
2) Infrastruktur rekreasi, layanan budaya, komunitas dan rekreasi, 3) Infrastruktur darurat dan kritis.
Bank Dunia (1999) memisahkan dan mengklasifikasikan infrastruktur menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut:
• Utilitas seperti listrik dan telekomunikasi
• Pekerjaan umum seperti drainase
• Sektor transportasi lainnya seperti bandara, pemadam kebakaran , lalu lintas perkotaan.
Berikut perincian infrastruktur menurut aspeknya, yaitu sebagai berikut:
1. Infrastruktur olahraga atau ruang hijau, 2. Infrastruktur seni dan budaya,
3. Infrastruktur transportasi, 4. Infrastruktur pariwisata.
Berdasarkan uraian infrastruktur di atas, dapat dikemukakan bahwa salah satu bidang yang erat kaitannya dengan penyediaan infrastruktur adalah bidang hiburan di bidang pariwisata.
Selain itu, penyediaan infrastruktur dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:
• Populasi
• Perkembangan Ekonomi
• Penyedia Layanan
• Lokasi
• Tata Guna Lahan
• Kegiatan
• Permintaan
• Faktor Individu
Menurut American Public Works Association, ada berbagai jenis infrastruktur. benchmark dan menjadi standar untuk perencanaan kota, yaitu:
1. Sistem penyediaan air: waduk, transmisi dan distribusi, instalasi pengolahan
2. Sistem air limbah: pengumpulan, pengolahan, pembuangan, daur ulang 3. Fasilitas pengelolaan limbah padat
4. Pengendalian banjir, drainase dan irigasi 5. Saluran air dan peralatan navigasi
6. Layanan transportasi: jalan, kereta api, bandara (termasuk lampu lalu lintas dan perangkat kontrol)
7. Sistem transportasi umum
8. Sistem kelistrikan: produksi dan distribusi 9. SPBU
10. Bangunan masyarakat: sekolah, rumah sakit 11. Perumahan bersama
12. Ruang terbuka jalan terdiri dari taman kota (seperti kawasan perairan), taman bermain (termasuk stadion)
13. Komunikasi
D. Fungsi Infrastruktur
Infrastruktur sebenarnya mendukung kegiatan publik. Ketika infrastruktur berfungsi untuk memfasilitasi dan mendukung kelancaran kegiatan sosial ekonomi masyarakat, seperti distribusi barang dan jasa.
Berikut contoh infrastruktur dan fungsinya:
a. Jembatan berperan sebagai penghubung antara satu tempat dengan tempat lainnya.
Lokasi dapat berupa wilayah atau kota.
b. Ketika jalur dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan fungsinya. Mulai dari jalan lokal, jalan raya, jalan kolektif dan jalan lingkungan. Untuk perjalanan jarak jauh dengan kecepatan rata-rata tinggi, umumnya menggunakan jalan tol.
Untuk perjalanan sedang yang jarang dengan kecepatan rata-rata yang wajar, biasanya menggunakan jalan kolektor. Lalu, untuk menempuh jarak pendek dengan kecepatan rata-rata rendah biasanya menggunakan jalan lokal.
c. Bangunan atau rumah yang berfungsi untuk tempat tinggal dan berteduh serta untuk berbagai kegiatan.
E. Manfaat Infrastruktur
Infrastruktur ternyata memiliki banyak manfaat bagi kita. Ini adalah manfaat ekonomi, sosial dan budaya. Mempertimbangkan manfaat sektor sosial, infrastruktur bertindak sebagai alat komunikasi. Tanpa infrastruktur, suatu wilayah terisolasi dan tidak dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan wilayah lain. Jika area diisolasi, jaringan terputus dari luar. Bahwa kehidupan masyarakat di daerah tersebut akan terganggu.
Manfaat infrastruktur di bidang ekonomi kemudian menjadi sarana untuk melakukan berbagai transaksi jual beli. Selain itu infrastruktur juga berperan sebagai alat penghubung dalam distribusi produksi dan jasa. Jika infrastruktur berjalan dengan baik, maka semua kegiatan ekonomi juga akan berjalan lancar. Sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera dan perekonomian masyarakat juga dapat tumbuh.
Terakhir, manfaat infrastruktur di bidang kebudayaan juga merupakan keunggulan milik kebudayaan itu sendiri. Misalnya rumah adat. Dalam hal ini infrastruktur berupa rumah adat dibangun sesuai dengan budaya setempat.
Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa infrastruktur yang bagus sangat berpengaruh positif bagi perkembangan pada dunia pariwiwisata terutama di wiasta religi wisatawan dalam berwisata merupakan salah satu indikatornya, apabila infrastruktur di destinasi wisata yang dikunjungi terpenuhi maka harapan didirikannya adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan jumlah wisatawan yang mengunjunginya berulang kali.
Peran infrastruktur sangat penting karena pembangunan infrastruktur dan sistem infrastruktur yang ada dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan industri pariwisata Infrastruktur memegang peranan penting dalam mencapai pembangunan baik di bidang sosial maupun ekonomi. Dapat dikatakan bahwa peran infrastruktur merupakan perantara antara unsur dasar lingkungan dengan sistem ekonomi dan sosial masyarakat.
Infrastruktur Indonesia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sarana dan prasarana.
Fasilitas mengacu pada yang memiliki fungsi bergerak seperti mobil, kereta api, dll. Pada saat yang sama, infrastrukturnya tidak bergerak dan mendukung fungsi kota, seperti jalan raya, tempat parkir, jembatan, dll. infrastruktur berfungsi untuk memfasilitasi dan mendukung kelancaran kegiatan sosial ekonomi masyarakat, seperti distribusi barang dan jasa.
Kemudian kesimpulan yang terakhir yaitu maanfaaat dari infrastruktur, ternyata infrastruktur memiliki banyak sekali maanfaat di antaranya ada adalah manfaat ekonomi, sosial dan budaya.
Daftar Pustaka
Asjhari, A., Sulasdi, W. N., & Kusumadewi, D. (2019). Pengembangan Infrastruktur Jaringan Jalan dalam Mendukung Pengembangan Wisata Budaya di Daerah Sekitar Candi Borobudur. Jurnal Studi Pembangunan SAPPK, 1(1), 1–20.
Amerta, I. M. S., Sara, I. M., & Bagiada, K. (2018). Sustainable tourism development.
International Research Journal of Management, IT and Social Sciences, 5(2), 248-254.
Camilleri, M. A. (2017). The Tourism Industry: An Overview. In Travel Marketing, Tourism Economics and the Airline Product (pp. 3–27).
Hermawan, H. (2017). Pengembangan Destinasi Wisata Pada Tingkat Tapak Lahan Dengan Pendekatan Analisis SWOT. Jurnal Pariwisata, 4(2), 64-74.
Rozy, E. F., & Koswara, A. Y. (2017). Karakteristik Infrastruktur Pendukung Wisata Pantai Sanggar Kabupaten Tulungagung. Jurnal Teknik ITS, 6(2), A651–A655.
View publication stats