• Tidak ada hasil yang ditemukan

ZAT ADIKTIF DAN ZAT ADITIF

N/A
N/A
Celestine Krysta Alethea

Academic year: 2023

Membagikan "ZAT ADIKTIF DAN ZAT ADITIF"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

ZAT

ADIKTIF

(2)

1. Zat Adiktif Lainnya

Kopi

Mengandung kafein (dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf pusat, pernafasan, pembuluh darah

Efek : luka pada lambung, kerusakan jantung, tekanan darah tinggi

Rokok

Ada 4000 bahan kimia yang sebagian besar sangat berbahaya antara lain :

Nikotin, bersifat depresan, merangsang saraf otak yang menimbulkan rasa nyaman. Memperlambat kerja jantung, mempersempit arteri, kelenjar

hipofisis, menimbulkan ketagihan

(3)

Gas Co, mempunyai kemampuan 8 kali lebih baik mengikat oksigen dalam darah dari pada hemobgobin sehingga sesak nafas, pingsan dan mati

Tar, merupakan kumpulan dari ribuan bahan kimia dari tembakau berwarna hitam seperti aspal yang menempel di gigi dan paru dan

terbentuk flek dan mengakibatkan kanker Perokok merupakan pintu gerbang untuk penyalahgunaan Napza

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Minuman Keras (Buatan)

Merupakan minuman yang mengandung alkohol dengan rumus kimia C2H5OH.

Penggolongan minuman beralkohol : - 4 % : soft drink

- 7 % : bir

-12%: anggur

-15%: chamagne -40%: brendy

-60%: whiskey

(9)

Kadar alkohol dalam darah (%) dan pengaruhnya

- ≤ 0,05 : aman, rileks, banyak bicara - 0,05-0,08: :beresiko, pengaruhi gerak -0,08-0,15 :berbahaya,bicara lambat,

sepoyongan

-0,2 - 0,4 :mabuk, hilang rasa malu, napas tersengal, koma

-0,45-0,6 :mematikan

Ciri Fisik korban Ketergantungan Minuman Keras

1. Nafas bau alkohol 3. Bicara pelo

2. Muka Merah 4. Jalan sempoyongan

(10)

Penyakit Yang Sering Timbul 1. Kanker hati

2. peradangan selaput lendir pada lambung 3. Kanker mulut, tenggorokan

4. Penurunan daya tahan

5. Mengurangi Nafsu makan 6. Merusak otak dan saraf

Alkohol termasuk stimulus sekaligus depresan:

Pada penggunaan dengan jumlah tertentu akan merangsang jadi bersemangat hingga tak

terkendali

Pada penggunaan berlebih, menjadi depresan yaitu memperlambat , otot kendur, lemas, loyo

mengantuk, tertidur dimana saja

(11)

 Narkotika

 Psikotropika

 Bahan Aditif lainnya

2. Narkoba

(12)

a. Narkotika

Adalah zat atau obat dari tanaman atau bukan tanaman, sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau

perubahan kesadaran, hilangnya rasa sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan

Sifat narkotika :

- Punya daya adiksi (ketagihan) yang besar

-Punya daya toleransi(penyesuaian) yang tinggi -Punya daya habitual (kebiasaan) yang tinggi Ketiganya dapat mencengkeram dan sulit lepas

(13)

Golongan Narkotika

1. Golongan I : paling berbahaya

Tidak boleh digunakan apapun kecuali penelitian

Contoh : Ganja, heroin/putaw, cocain, , opiun

2. Golongan II : Adiksi kuat, untuk pengobatan Contoh : morfin,petedin dan turunannya,

benzetidine,metadon

3. Golongan III : adiksi ringan, bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian

3. Contoh : codein dan turunannya

(14)

Narkotika Dari Pembuatannya

1,

Narkotika Alami :

Diambil dari tumbuh- tumbuhan (alam)

2. Narkotika Buatan Sintetis

(15)

Narkotika Alami

1. Narkotika Alami :

Diambil dari tumbuh-tumbuhan (alam) a. Ganja : tanaman perdu dengan daun

seperti singkong, tepi bergerigi, jumlah jari ganjil

Penggunaan untuk bumbu

Penyalahgunaan : Dikeringkan, dihisap seperti rokok

(16)

Daun Ganja Dan Kebun Ganja

(17)

b. Hasis : merupakan tanaman seperti ganja Hidup di Amerika latin, Eropa

Dapat disuling diambil sarinya dan harga sangat mahal.

c. Coca : Tanaman perdu mirip kopi, buah matang merah, Bila diolah menjadi cocain

Masyarakat Indian memanfaatkan untuk menambah kekuatan saat berperang

d. Opium: tanaman Bunga dengan warna indah

Dari getah, dihasilkan candu

(18)

Gambar Coca

(19)

Gambar Opium

(20)
(21)

Narkotika Semi Sentetis

Dari alam, namun sudah diolah , diambil zat aktif / intisarinya agar memiliki khasiat kuat.

Contoh :

A. Morfin : merupakan hasil olahan dari opium / candu berbentuk tepung putih atau cairan , rasa pahit

Pemakaian dengan cara dihisap dan disuntikkan

B. Codein : merupakan garam candu, untuk obat batuk, dijual dalam bentu pil

C. Heroin : Tak dipakai dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat tinggi. Nama lain Putao, Pete atau PT

D. Cocain : hasil olahan biji Coca

(22)

Gambar Morphin

(23)

Narkotika Sintetik

Merupakan narkotika palsu yang dibuat dari bahan kimia untuk pembiusan dan untuk pengobatan bagi orang yang menderita

ketergantungan Narboba sebagai pengganti.

Contoh :

1. Petodine (obat bius lokal, operasi kecil, sunat dll)

2. Methadone (pengobatan pecandu narkoba) 3. Neltrexon (pengobatan pecandu narkoba)

(24)

Psikotropika

Adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif.

Merupakan obat untuk mengobati gangguan jiwa.

Macam-Macam :

1. Golongan 1 : daya adhiksi sangat kuat, tidak untuk pengobatan

Contoh : MDMA, ecstasy, LSD dan STP

2. Golongan 2 : Daya adhiksi kuat, unt pengobatan dan penelitian

Contoh : amfetamin, methamphetamin 3. Golongan 3 : daya adhiksi sedang, unt pengobatan dan penelitian

Contoh : luminal, buprenorsina

(25)

Golongan 4 :daya adhiksi ringan, unt pengobatan dan penilitian

Contoh : BK, Mogadon Dumolid Pengelompokan berdasar Farmakologi 1. Depressant

2. Stimulant

3. Halusinogen

(26)

1. Kelompok Depressant

 Adalah obat untuk penekan

saraf pusat, obat penenang atau obat tidur

 Memberikan rasa tenang,

mengantuk, damai, tentram, menghilangkan rasa takut, was-was, dan gelisah

 Contoh : Valium, BK, Rohipnol,

mogadon,alkhohol

(27)

2. Kelompok Stimulant

Adalah obat yang mendatangkan rasa

riang, gembira, hilang rasa bermusuhan,

hilang rasa marah, ingin selalu aktif, badan merasa fitt dan tidak merasa lapar , daya otak menjadi serba cepat dan kurang

terkendali

Contoh :

1. Amfetamin 2. ecstasy

3. shabu (berbentuk tepung kristal (kasar), berwrna putih bersih

4. kafein, nikotin dan kokain

(28)

3. Kelompok Halusinogen

 Adalah obat atau zat yang dapat menimbulkan hayalan

 Mengakibatkan :

1. mendatangkan ilusi peristiwa menakutkan

2. mendatangkan khayalan nikmat

 Contoh :

1. LSD (Lysergic Acid Diethyltamide) 2. Ganja (narkotika alami ),

mariyuana

(29)

Mekanisme Kerja Narkoba

1. Melalui saluran pernafasan (dihirup, dihisap)

Di dalam alveolus, debu narkoba diserap pembuluh darah, ke jantung, dan tersebar keseluruh tubuh dan merusak organ tubuh seperti hati, ginjal, paru, usus, limpa, otak) 2. Melalui Saluran Pencernaan

Didalam usus halus, narkoba diserap darah melalui pembuluh balik, masuk kehati, ke jantung, menyebar keseluruh tubuh

3. Melalui aliran darah

Merupakan jalan pintas, langsung ke pembuluh balik, jantung, seluruh tubuh

(30)

Narkoba melalui pernafasan

Alveolus

Pembuluh Balik

Jantung

Seluruh Tubuh

Merusak : 1. Hati

2. Ginjal 3. Paru 4. Limpa 5. Otak

(31)

Narkoba Melalui Pencernaan

Mulut

Usus

Pembuluh Balik Seluruh Tubuh

Merusak : 1. Hati

2. Ginjal 3. Paru 4. Limpa 5. Otak

(32)

Narkoba Melalui Darah

Pembuluh Balik

Jantung

Seluruh Tubuh

Merusak : 1. Hati

2. Ginjal 3. Paru 4. Limpa 5. Otak

Meru pakan

Jalan Pintas

(33)

3 Sifat Jahat Narkoba

1. Habitual

Adalah sifat yang menyebabkan pemakai akan selalu ingat, terkenang dan terbayang sehingga akan terus mencari dan merindukan (seeking), karena SUGEST

Sifat ini menyebabkan pemakai yang sudah sembuh, kelak akan kambuh (RELAPS)

Juga mendorong mencari dalam jumlah yang banyak (CRAVING)= MEMBUTUHKAN

Habitual tertinggi adalah heroin karena mustahil bisa sembuh 100 %

(34)

2. ADIKS

Adalah membuat pemakai terpaksa memakai terus menerus dan tak dapat

menghentikannya

Jika diputus atau dikurangi, akan terjadi efeks putus asa (SAKAO = sakit karena kau). Sakao dapat dihentikan dengan 2 cara

- Kembali mengkonsumsi narkoba yang sama

dalam jumlah sama (menjadi budak atau abdi

setia)

- Bila tidak kembali memakai, namun tidak tahan

rasa sakit, maka akan BUNUH DIRI, dengan

menyutikkan over dosis (OD), melompat, menabrakkan diri

(35)

3. Tolerans

Adalah membuat tubuh pemakai semakin

menyatu dengan narkoba dan menyesuaikan diri dengan narkoba tersebut.

Hal ini menuntut dosis pemakai semakin

tinggi, bila tidak dinaikan, tak akan bereaksi bahkan membuat SAKAO.

Lama kelamaan dosis akan melebihi kemampuan tubuh dan over dosis (OD)

(36)

 Tiga sifat Narkoba *habitual, diks, tolerans mengakibatkan perubahan sikap dan sifat :

1. Tergila-gila pada narkoba

2. Tak dapat lepas dari narkoba 3. Dosis semakin bertambah

4. Perubahan menjadi ekslusif, egois, sombong, asosial

dan jahat (psikosis)

5. Kerusakan pada organ tubuh (hati, otak, ginjal dll)

6. Menderita penyakit maut seperti

hepatitis, HIV – AIDS, SIPHILIS

(37)

5 Pintu Kematian Narkoba

1. SAKAO, Bunuh diri dan mati

2. KRIMINAL, Mati terbunuh

3. OVER DOSIS (OD), Mati

4. PENYAKIT BERBAHAYA, Tak bisa sembuh, mati

5. SALAH TOLONG, Mati

(tak bisa dibedakan antara

sakao atau OD)

(38)

Narkoba Terhadap Mental

Karena kerusakan organ, maka akan

mengganggu fungsi organ tersebut yang mendatangkan perubahan sifat al :

1. Tertutup karena malu/ perbuatannya diketahui

2. Rendah diri dan sebagai pecundang

3. Merasa menjadi sampah, tak berguna

4. Egois

5. ekslusif

6. Paranoid (curiga)

7. Jahat (psikosis)

8. Asosial (tak peduli)

(39)

Narkoba Terhadap Moral

Karena 3 sifat jahat , terlebih akibat tuntutan kebutuhan narkoba yang semakin meningkat mengakibatkan degradasi moral antar lain :

1. Menipu

2. Mencuri, merampok

3. Memalak,

4. Kriminal / kekerasan (berkelahi dll)

5. Menjual diri (pelacur / gigolo)

6. Malas

7. Bodoh

8. Pembunuh

Kerusakan moral tersebut tidak terkecuali mengenai saudara, orang tua,.

(40)

Narkoba Paling Populer

1. Ganja

Reaksi : tenang, rilex, lupa masalah, mengantuk, logika berpikir kurang, bengong, berhayal.

OD : sangat mengantuk, pupil mengecil,

denyut nadi melemah, tekanan darah turun, kesadaran turun, pingsan, koma, mati

Sakao:

keluar keringat dingin pikiran

kacau, mudah tersinggung, pupil melebar, sulit tidur, hilang nafsu makan

(41)

2. OBAT (PSIKOTROPIKA)

Atartikum,

untuk mengobati kecemasan, kegelisahan sehingga menjadi tenang.

Efek : teler, tertidur, bertindak berubah-ubah, sadis , kejam. Seing diminum oleh orang yang berkelahi atau tawuran.

Contoh : Anatensol, Largactil, Stelazine, Haldol, Serenace

Anti Depressan :

untuk mengobati rasa tertekan

Tanda tanda : bicara kacau, pengendalian diri kacau

OD : nafas pendek, kulit dingin, pupil lebar Sakao : gelisah, sukar tidur, tertawa tak wajar

(42)

Stimulansia,

menghilangkan lelah, lapar, mengantuk, meningkatkan aktivitas

Sakao : lesu, tidur lama, cepat marah, depresi

OD : gelisah, suhu tubuh naik, berkhayal

Hipnotika (obat Tidur), Contoh : Halcion, BK,

Mogadon,Dalmadorm, Penenang,

Dipakai untuk orang yang akan tawuran

(43)

3. ECSTASY

Daya adiksi cukup tinggi, diproduksi pabrik gelap

Disalah gunakan untu mendapatkan perasaan senang, gembira, tubuh merasa fresh dan fit

Nama Perdagangan : INEX, XTC, Leon, Kancing, Benik, venus, Biscuit, Tango, Pink Lady, melon, dll

Isi : methyl dioxymeth amphetamin (MDMA) Reaksi : bila sedang ON, gembira berlebih, fit, sehat, reaksi 4 – 8 jam. Saat OFF =tak ada reaksi OD : hipertensi, hiperthermia, tak tidur, sekarat, meninggal

Sakao : putus asa, lemas, letih, sedih, hampa, kesadaran menurun berat, bunuh diri, mati

(44)

4. SHABU

Nama lain shabu-shabu, sasa, SS, coconut, crystal, gold river

Reaksi : euphoria sangat hebat, hilang rasa duka, hilang rasa sedih, kesal dan malu, hilang capek, ngantuk, badan terasa fit dan segar serta energik

Efek negatif : paranoid, ketakutan, sulit

konsentrasi, dan ketagihan. Narkoba jenis ini sering dipakai seniman(pelawak, penyanyi, pelukis), para profesional, mahasiswa, pelajar untuk menambah rasa percaya diri dan

meningkatkan kinerja seketika (instan)

Cara pakai: ngebong (dibakar dikertas, asap ditampung dicorong, ditampung dibotol baru dihisap dengan hidung

OD : gelisah, takut, panas, kepala pening, sesak nafas, kejang pupil lebar, sekarat, mati

(45)

Sakao : jika dihentikan, timbul reaksi putus asa, perasaan rendah diri, sangat sedih,

hampa, sepi, malu, tekanan darah menurun, pingsan, bunuh diri dan mati

5. PUTAU

Nama lain: heroin, PT, pete, etep, putih atau bedak

Cara Pemakaian

1. Disuntikan (dilarutkan dalam air terlebih dahulu)

Ini lebih cepat ON, hemat karena dosis rendah sudah

terasa.

2. Disayatbagian tertentu, kemudian ditaburi bubuk

heroin (termasuk hemat dan cepat ON) 3. Diminum/makan , namun ini cara boros

(46)

Daya toleran putau sangat tinggi sehingga dosis harus terus naik sehingga dipastikan meninggal karena OD

Reaksi : tenang, tentram, damai, rileks, bebas dari rasa sakit, bebas dari rasa sedih, hilang rasa pusing.

OD : gelisah, panik, sangat ketakutan, keluar keringat dingin, ngantuk berat, pipil mengecil, pucat, sesak

nafas, jantung melemah, nadi mengecil, sakit kepala, sekarat dan mati.

Sakao : jika dihentikan akan terjadi reaksi putus zat ditandai : perasaan gelisah, khawatir, takut, kejang, muntah, tekanan darah naik, nyeri tulang dan sendi, jantung bergetar.

Karena sakit luar biasa, banyak yang bunuh diri

dengan membenturkn keala, melompat, menyuntikkan dosis tinggi sampai mati

(47)

UPAYA PENCEGAHAN DIRI

Mengenal diri sendiri :

Menyadari kekuatan dan kelemahan Tahu tujuan hidup yang mau dicapai Meningkatkan harga diri :

Harga diri merupakan proses dalambelajar, membangun kreativitas, tanggung jawab dan hubungan positif terhadap orang lain

Meningkatkan rasa percaya diri

Terampil mengatasi masalah dan mengambilkeputusan

(48)

UPAYA PENCEGAHAN DIRI

Memilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran narkoba

Terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba

Menerapkan pola hidup sehat

Memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan

Melakukan kegiatan yang positif

Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga

(49)

Gambar

Gambar Coca
Gambar Opium
Gambar Morphin

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,