abad ke-8 Masehi

Top PDF abad ke-8 Masehi:

SEJARAH AGAMA HINDU DAN BUDDHA DI INDONE (1)

SEJARAH AGAMA HINDU DAN BUDDHA DI INDONE (1)

Berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh Hindu. Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya kerajaan Majapahit merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari India itu berakhirlah zaman prasejarah Indonesia karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa Indonesia ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 913 Masehi yang menyebutkan kata "Walidwipa". Demikian pula dari prasasti-prasasti Raja Jayapangus, seperti prasasti Buwahan D dan prasasti Cempaga A yang berangka tahun 1181 Masehi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ISLAMISASI NUSANTARA (Analisis Terhadap Discursus Para Sejarawan) | Husda | Jurnal Adabiya 1202 2321 1 SM

ISLAMISASI NUSANTARA (Analisis Terhadap Discursus Para Sejarawan) | Husda | Jurnal Adabiya 1202 2321 1 SM

Penting diketahui, bahwa Coromandel dan Malabar, menurut Arnold bukanlah satu-satunya tempat Islam dibawa ke Nusantara. Islam di Indonesia juga dibawa oleh para pedagang dari Arabia. Para pedagang Arab ini terlibat aktif dalam penyebaran Islam ketika mereka dominan dalam perdagangan Barat-Timur sejak awal abad ke- 7 dan ke- 8 Masehi. Asumsi ini didasarkan pada sumber-sumber China yang menyebutkan bahwa menjelang perempatan ketiga abad ke- 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab Muslim di pesisir barat Sumatera. Bahkan, beberapa orang Arab ini telah melakukan perkawinan campur dengan penduduk pribumi yang kemudian membentuk inti sebuah komunitas Muslim yang para anggotanya telah memeluk agama Islam.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Islam di Nusantara pada Abad ke-10 Masehi sebagaimana Tercermin dalam Tinggalan Budaya

Islam di Nusantara pada Abad ke-10 Masehi sebagaimana Tercermin dalam Tinggalan Budaya

Bukti-bukti arkeologis yang mengindikasikan kehadiran peda- gang Po-sse di Nusantara ( Ś r ī wijaya dan M ā layu) adalah ditemu- kannya artefak dari gelas dan kaca berbentuk vas, botol, jambangan dan lain-lain di situs Barus (pantai barat Sumatra Utara) 8 dan situs- situs di pantai timur Jambi (Muara Jambi, Muara Sabak, Lambur). Barang-barang tersebut merupakan komoditi penting yang dida- tangkan dari Persia atau Timur Tengah dengan pelabuhan-pela- buhannya antara lain Siraf, Musqat, Basra, Kufah, Wasit, al-Ubulla, Kish, dan Oman. Dari Nusantara para pedagang tersebut membawa hasil bumi dan hasil hutan. Hasil hutan yang sangat digemari pada masa itu adalah kemenyan dan kapur barus.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

SEJARAH GERONTOLOGI | Karya Tulis Ilmiah SEJARAH GERONTOLOGI

SEJARAH GERONTOLOGI | Karya Tulis Ilmiah SEJARAH GERONTOLOGI

Orang Jepang, yang tinggal berdekatan dengan Cina, mencontoh cara berbakti kepada orang tua dari kebudayaan cina. Pada abad ke-8 sebelum masehi, kekaisaran Congo menciptakan pelayanan kesehatan tidak hanya untuk para orang sakit tapi juga bagi para orang tua dan tidak mampu, dari hal-hal yang telah disebut diatas, terlihat bahwa budaya Cina lebih unggul dan merupakan contoh terbaik dari peradaban dimana para orang tua dianggap mulia dan diberi perlakuan khusus serta patut dihormati. Dari awal mereka telah menetapkan sistem patriakal dimana orang tua adalah inti dan sumber dari kebijaksanaan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Sejarah Gerontologi | Karya Tulis Ilmiah Sejarah Gerontologi

Sejarah Gerontologi | Karya Tulis Ilmiah Sejarah Gerontologi

Orang Jepang, yang tinggal berdekatan dengan Cina, mencontoh cara berbakti kepada orang tua dari kebudayaan cina. Pada abad ke-8 sebelum masehi, kekaisaran Congo menciptakan pelayanan kesehatan tidak hanya untuk para orang sakit tapi juga bagi para orang tua dan tidak mampu, dari hal-hal yang telah disebut diatas, terlihat bahwa budaya Cina lebih unggul dan merupakan contoh terbaik dari peradaban dimana para orang tua dianggap mulia dan diberi perlakuan khusus serta patut dihormati. Dari awal mereka telah menetapkan sistem patriakal dimana orang tua adalah inti dan sumber dari kebijaksanaan.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Gereja dan Pembaharuan Sosial kyai

Gereja dan Pembaharuan Sosial kyai

Pendekatan sosial memberikan kontribusi yang penting dan berharga dalam memahami tulisan PB. Pendekatan ini memberikan kontribusi dalam melihat kaitan antara tulisan-tulisan PB dengan pergumulan sosial masyarakat zamannya. Dalam tulisan ini, penulis akan menelaah mengenai kaitan pergumulan sosial dari masyarakat Yahudi serta Yunani-Romawi era abad pertama masehi; hal ini penting sebab hal tersebut akan menolong kita untuk melihat beberapa konteks ril dari pergumulan gereja abad pertama masehi yang menjadi penerima/pembaca tulisan PB; dan dengan mengetahui adanya pengaruh dari pergumulan sosial dari gereja mula-mula dalam tulisan PB, kita akan dibawa kepada pemahaman untuk melihat kitab suci bukan hanya sebagai kumpulan rumusan ajaran, namun me- mahami rumusan ajaran tersebut dalam konteksnya yakni pergumulan jemaat; pemahaman ini akan memberikan kontribusi bagi orang-orang Kristen masa kini untuk membangun teologi dalam konteks.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Masa Awal hingga Berkembangnya Kerajaan

Masa Awal hingga Berkembangnya Kerajaan

Kajian tentang persekutuan Ajatappareng telah banyak diulas oleh banyak peneliti, salah satunya adalah Muahammad Amir (2013) dalam bukunya Konfederasi Ajatappareng, dalam buku tersebut mulai membahas asal mula berdirinya kerajaan, seperti kisah datangnya To Manurung untuk mendamaikan konflik-konflik diantara kerajaan-kerajaan kecil. Juga dibahas latar belakang terbentuknya konfederasi kerajaan Ajatappareng, yaitu perkembangan perdagangan dan tingginya permintaan hasil-hasil pertanian, hingga munculnya konflik antar kerajaan dalam perluasan wilayah kekuasaan, sehingga kerajaan Sidenreng, Suppa, Rappang, Sawitto dan Alitta, melakukan pertemuan di Suppa pada abad ke-16 M, untuk melakukan persekutuan Ajatappareng. Paska persekutuan terbentuk, nampak eksistensi persekutuan Ajatappareng makin maju, itu ditandai hadirnya beberapa pedagang dari luar antara lain Antonio De Paiva pada Tahun 1544, seorang pedagang asal Portugis. Kemajuan perdagangan hasil-hasil pertanian telah mengundang kerajaan yang lebih besar untuk melakukan penguasaan, hal itu terjadi ketika kerajaan Gowa yang dipimpin oleh raja Tunipallanga Ulaweng (1546-1565), menginvasi Suppa, Sawitto, dan Alitta dan berhasil ditaklukkan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU. docx

RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU. docx

Alexander Aphrodisias sekitar permulaan abad ke-3 sesudah Masehi adalah orang pertama yang mempergunakan kata ‘logika’ dalam arti ilmu yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita Sel[r]

7 Baca lebih lajut

MAKALAH SEJARAH KEMARITIMAN INDONESIA docx

MAKALAH SEJARAH KEMARITIMAN INDONESIA docx

Siam, Ayuthia, Lagor, Campa (Kamboja), Anam, India, Filipina, China. Kilasan sejarah itu memberi gambaran, betapa besarnya kerajaan-kerajaan di Nusantara. Mereka mampu menyatukan wilayah Nusantara dan disegani bangsa lain. Paradigma masyarakatnya mampu menciptakan visi maritim sebagai bagian utama dari kemajuan budaya, ekonomi, politik dan sosial. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas bahwa Sriwijaya dan Majapahit pernah menjadi kiblat di bidang maritim, kebudayaan, dan agama di seluruh wilayah Asia. Namun di masa kekuasaan Kolonial Belanda dan pengaruh ilmu pengetahuan dari dataran Eropa yang berkuasa di Indonesia kurang lebih selama 3,5 abad., sangat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap semangat maritim nusantara. Pengikisan semangat bermaritim akhirnya menggiring bangsa ini hanya berkutat di sektor agraris demi kepentingan kaum kolonialis.Kesuraman budaya maritim Indonesia semakin parah dan berlanjut pada masa orde baru sampai sekarang.keberpihakan Pemerintah semakin jelas condong ke wilayah pertanian. Minimnya keberpihakan pemerintah pada sektor maritim (maritime policy) menyebabkan masih semrawutnya penataan Selat Malaka yang sejatinya menjadi sumber devisa. Hal lainnya adalah pelabuhan negeri ini belum menjadi international hub port, Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang telantar, penamaan dan pengembangan pulau-pulau kecil, terutama di wilayah perbatasan negara tidak kunjung tuntas.Ditambah, semakin maraknya praktik illegal fishing, illegal drug traficking, illegal people, dan penyelundupan di perairan Indonesia. Padahal, sejatinya posisi strategis Indonesia banyak memberikan manfaat, setidaknya dalam tiga aspek, yaitu alur laut kepulauan bagi pelayaran internasional (innocent passage, transit passage, dan archipelagic sea lane passage) berdasarkan ketentuan IMO; luas laut territorial yang dilaksanakan sejak Deklarasi Djuanda 1957 sampai dengan Unclos 1982 yang
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Asal muasal Penamaan Gunung Salak

Asal muasal Penamaan Gunung Salak

Maka Gunung Salak bermakna 'Gunung Perak'. Versi lain menyebut di lereng gunung tersebut pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Salakanagara pada abad IV dan V Masehi. Nama Gunung Salak pun diduga berasal dari kata depan kerajaan tersebut. Menurut sumber sejarah, kerajaan Salakanagara dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Dewawarman I-VIII. Terungkapnya kerajaan Salakanagara bermula dari penemuan tulisan Raja Cirebon yang berkuasa tahun 1617 Wangsakerta, yang ditemukan pada abad ke-19 Masehi.

1 Baca lebih lajut

SEJARAH SINGKAT PROPINSI SULAWESI TENGAH

SEJARAH SINGKAT PROPINSI SULAWESI TENGAH

Bukti bahwa kaerajaan Banggai sudah di kenal sejak zaman Mojopahit dengan nama Benggawi setidaknya dapat di lihat dari apa yang telah di tulis seorang pujangga Mojopahit yang bernama Mpu Prapanca dalam bukunya ”Negara Kartagama”, buku bertarikh caka 1478 atau tahun 1365 Masehi,yang dimuat dalam seuntai syair nomor 14 bait kelima sebagai berikut “Ikang Saka Nusa-Nusa Mangkasara, Buntun Benggawi, Kuni, Galiayo, Murang Ling Salayah, Sumba, Solor, Munar, Muah, Tikang, I Wandleha, Athawa Maloko, Wiwawunri Serani Timur Mukadi Ningagaku Nusantara”. (Mangkasara = Makasar, Buntun = Buton, Benggawi = Banggai, Kunir = Pulau Kunyit, Salayah = Selayar, Ambawa = Ambon, Maloko = Maluku ). Hayam Wuruk ingin mempersatukan Nusantara lewat sumpah Palapa yang di ucapkan sang Pati Gajah Mada. Dengan sumpah tersebut Hayam Wuruk makin terkenal dengan programnya mempersatukan Nusatara.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

MAKALAH SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASUKNY

MAKALAH SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASUKNY

Agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut. Setidaknya ada tiga teori yang mencoba menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia. Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

VIHARA DAN PLURALISME PADA MASA JAWA KUNA ABAD VIII – XI MASEHI (Tinjauan Data Prasasti)

VIHARA DAN PLURALISME PADA MASA JAWA KUNA ABAD VIII – XI MASEHI (Tinjauan Data Prasasti)

Bukti tertua keberadaan Buddhisme di Indonesia ditemukan di pantai utara Jawa Barat, yaitu di situs Batujaya yang berupa tsa tsa (Manguin & Agustijanto 2011, 113- 18). Tsa tsa adalah votive tablet yang memiliki relief Dhyanibuddha Amitabha. Tsa tsa tersebut diperkirakan berasal dari sekitar abad VI – VII M karena memiliki kesamaan dengan yang ditemukan Dwarawati, Thailand (Indradjaja 2005, 54). Bukti tertua kedua adalah sebuah prasasti batu yang ditemukan di Dusun Tekarik, Kalimantan Barat. Prasasti ini ditemukan di daerah aliran Sungai Kapuas. Prasasti ini bergambar tujuh buah stūpa yang dipahatkan pada sebuah batu besar. Pada setiap stūpa dan di antara stūpa ketiga dan keempat terdapat tulisan mantra Buddhis. Berdasarkan analisis paleografi, prasasti tersebut berasal dari abad VI – VII M (Utomo 2007, 10-11). Bukti tertua ketiga ditemukan di Sulawesi Barat, berupa arca Buddha dari perunggu yang bergaya Amarāvati. Sebelumnya arca ini diperkirakan dari sekitar abad II-V M (Utomo 2007, 12) dan dianggap sebagai artefak bercorak Buddhis tertua di Indonesia, tetapi penelitian terbaru menyebutkan bahwa arca ini tidak lebih tua dari abad VIII M (Guy 2014, 8).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

1 BAB. I PENGANTAR A. Latar Belakang - Sejarah Desa Sampaka di Banggai Kepulauan - Tugas Akhir

1 BAB. I PENGANTAR A. Latar Belakang - Sejarah Desa Sampaka di Banggai Kepulauan - Tugas Akhir

Sebelum terbentuknya daerah otonom Sulawesi Tengah, kekuasaan pemerintahan masih dipegang oleh raja-raja yang tersebar di seluruh Sulawesi Tengah. Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada masa itu merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan, terdiri dari Tujuh Kerajaan di wilayah Timur dan Delapan Kerajaan di wilayah Barat, dan raja-raja ini mempunyai daerah dan kekuasaan sendiri-sendiri. Namun dengan adanya perkembangan sistem pemerintahan kerajaan dan hubungan sosial ekonomi (perdagangan), maka kerajaan-kerajaan ini perlahan-lahan mendapat pengaruh dari luar, antara lain dari kerajaan Bone, Gowa, Luwu, Mandar dan Ternate. Bahkan pada akhir abad XIX kerajaan di Wilayah Sulawesi Tengah sudah ada yang menjalin hubungan dengan luar negeri seperti Portugis, Spanyol dan VOC (Belanda). 1
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Bagian 2

Bagian 2

Pengaruh Hindu yang paling menonjol jelas sekali pada lapisan masyarakat keraton Hindu kuno di Pulau Jawa, yaitu nampak pada konsep susunan kenegaraan yang hierarkhis dengan berbagai bagian, meliputi 4 sampai 8 tingkatan yang tersusun secara piramidal simetris, di mana raja berada di puncaknya sebagai keturunan dewa, sehingga raja memiliki sifat yang keramat dan sebagai pusat alam semesta.

16 Baca lebih lajut

Ayo Belajar Soal UAS Sejarah Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil uas sejarah xi

Ayo Belajar Soal UAS Sejarah Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil uas sejarah xi

Dari banyak teori yang menyatakan Masuknya kebudayaan dan agama Hindu ke Indonesia, Teoii yang Dianggap kuat adalah teori..... Agama Budha masuk ke Indonesia sejak abad ke 2 Masehi, deng[r]

7 Baca lebih lajut

Resensi buku Dunia Sophie

Resensi buku Dunia Sophie

Safari sejarah itulah kesan paling kuat yang akan didapatkan oleh pembacanya, novel ini membuka dunia sejarah filsafat dari jaman sebelum masehi hingga awal abad ke-21, tokoh-tokoh filsafat seperti Democritus yang menemukan bahwa semua yang ada dialam ini merupakan kumpulan-kumpulan dari atom hingga sampai Sigmund Freud dengan

2 Baca lebih lajut

Bab 2 Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia

Bab 2 Sejarah Masuknya Islam Di Indonesia

Berdasarkan data sejarah, perdagangan merupakan media dakwah yang paling banyak dilakukan oleh para penyebar Islam di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari adanya kesibukan lalu lintas perdagangan pada abad ke 7 M hingga ke 16 M. Jalur ini dimungkinkan karena orang-orang Melayu telah lama menjalin kontak dagang dengan orang Arab. Apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan Samudra Pasai di Aceh, maka makin ramai para ulama dan pedagang Arab datang ke Nusantara (Indonesia). Disamping berdagang mereka juga menyiarkan agama Islam. Fakta sejarah ini dapat diketahui berdasarkan data dan informasi yang dicatat oleh Tome’Pires, bahwa seorang musafir asal Portugis menceritakan tentang penyebaran Islam antara tahun 1512 sampai tahun 1515 Masehi yang meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga kepulauan Maluku. Ia juga menyatakan bahwa pedagang muslim banyak yang bermukim di pesisir Pulau Jawa yang ketika itu masih penganut Hindu dan Budha maupun animisme dan dinamisme. Para penyebar agama Islam berhasil mendirikan masjid-masjid dan mendatangkan para ahli agama dari luar sehingga jumlah mereka semakin bertambah banyak.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Soal UAS Sejarah Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil uas sejarah xi

Soal UAS Sejarah Kelas X XI XII Semester 1 Ganjil uas sejarah xi

Dari banyak teori yang menyatakan Masuknya kebudayaan dan agama Hindu ke Indonesia, Teoii yang Dianggap kuat adalah teori..... Agama Budha masuk ke Indonesia sejak abad ke 2 Masehi, deng[r]

7 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kontestasi “Citra Islam” dalam Film “?” Tanda Tanya T1 362008093 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kontestasi “Citra Islam” dalam Film “?” Tanda Tanya T1 362008093 BAB II

Film ditemukan pada akhir abad 19, awalnya digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan hiburan, serta menyajikan cerita, peristiwa, musik, drama, lawak serta sajian lainnya kepada masyarakat umum. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, filmpun ikut berkembang, yang awalnya hanya film hitam putih tanpa suara kemudian di tahun 1920-an mulai dikenal film bersuara, dan menyusul film warna pada akhir 1930-an. Perkembangan teknologi dalam pembuatan film beserta alat produksinya yang semakin maju menjadikan film sebagai sebuah tontonan menarik.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...