abnormal return

Top PDF abnormal return:

ANALISIS ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITIES (TVA) SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN TERBUKA DI INDONESIA PERIODE 2007-2008.

ANALISIS ABNORMAL RETURN DAN TRADING VOLUME ACTIVITIES (TVA) SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT PADA PERUSAHAAN TERBUKA DI INDONESIA PERIODE 2007-2008.

1. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal returnn sebelum dengan sesudah stock split pada perusahan terbuka periode 2007- 2008. Meskipun terdapat penurunan rata-rata abnormal return sesudah stock split yang mengakibatkan terdapat perbadaan angka, tetapi penurunan tersebut tidak nyata secara statistik sehingga penurunan tersebut dianggap nol. Hal ini didasarkan atas hasil dari pengujian uji beda dua rata-rata dengan tingkat sigifikansi 95% ( α = 0,05) yang menghasilkan t hitung (2.042) lebih kecil dibandingkan t tabel (2.045) dan juga kasil signifikansi (0,59) > (0,05), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho1 diterima yang artinya bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata abnormal return sebelum dengan sesudah stock split. Selain itu, dengan menggunakan uji regresi dengan metode duumy variable juga menunjukan hasil yang sama yaitu tidak terdapat
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Dampak Publikasi Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelas (WTP-PP) Dan Opini Audit Wajar Dengan Pengecualian (WDP) Terhadap Abnormal Return Saham (Studi Pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012)

PENDAHULUAN Analisis Dampak Publikasi Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelas (WTP-PP) Dan Opini Audit Wajar Dengan Pengecualian (WDP) Terhadap Abnormal Return Saham (Studi Pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2012)

Reaksi pasar diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau abnormal return (Jogiyanto, 2012). Abnormal return adalah sebuah metodologi untuk meneliti atau menguji pengaruh kandungan informasi terhadap reaksi pasar dengan menggunakan event study (Moin, 2003). Kesimpulannya, publikasi opini audit diharapkan akan meningkatkan kinerja perusahaan dengan adanya abnormal return saham di sekitar tanggal publikasi serta meningkatnya kinerja keuangan perusahaan.

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN ABNORMAL RETURN ANTARA PERUSAH

PERBEDAAN ABNORMAL RETURN ANTARA PERUSAH

Praktik perataan laba (income smooting) merupakan suatu cara yang digunakan oleh manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba agar mencapai target yang diinginkan baik secara artificial (melalui akuntansi) maupun secara riil (melalui transaksi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan abnormal return perusahaan yang melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan perataan laba.

3 Baca lebih lajut

ABNORMAL RETURN PERUSAHAAN AKUISITOR DAN NON

ABNORMAL RETURN PERUSAHAAN AKUISITOR DAN NON

Para peneliti menemui kesulitan mencari metode yang tepat untuk mengevaluasi pengaruh akuisisi terhadap kemakmuran pemegang saham. Kinerja perusahaan pasca akuisisi bisa diidentifikasi melalui laporan keuangan dalam beberapa tahun setelah penggabungan. Namun teori keuangan modern memberikan justifikasi bahwa cara yang paling reliable dalam mengukur kinerja ekonomi perusahaan adalah dengan melacak harga sahamnya terhadap kinerja pasar secara keseluruhan. Dalam pasar yang efisien, nilai yang diharapkan dari sebuah akuisisi akan diestimasi dengan menganalisis perubahan pasar segera sesudah pengumuman transaksi akuisisi. Pengujian seperti ini biasa menggunakan pengukuran abnormal return.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN ABNORMAL RETURN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN PERINGKAT OBLIGASI DI INDONESIA

ANALISIS PERBEDAAN ABNORMAL RETURN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN PERINGKAT OBLIGASI DI INDONESIA

Dalam penelitian ini melakukan pengujian efisiensi secara informasional bentuk setengah kuat, dalam hal ini jika terdapat abnormal return maka pasar harus bereaksi secara cepat untuk menyerap abnormal return dan menuju ke harga keseimbangan yang baru. Maka dengan adanya pengumuman peringkat obligasi yang mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu penggumuman peringkat obligasi tersebut diterima oleh pasar. Reaksi tersebut ditunjukan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan dengan menggunakan pengukuran abnormal return, sehingga dapat dikatakan bahwa penggumuman peringkat obligasi yang memiliki kandungan informasi akan memberikan abnormal return kepada pasar dan sebaliknya.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN ABNORMAL RETURN DAN T

ANALISIS PERBEDAAN ABNORMAL RETURN DAN T

Tidak signifikannya antara rata-rata abnormal return sebelum dengan sesudah peristiwa gempa di Yogyakarta 27 Mei 2006 karena gempa tersebut merupakan suatu peristiwa yang sifatnya tidak terduga. Jadi tidak ada investor yang memperoleh informasi yang lebih dari peristiwa ini atau dapat di katakan bahwa informasi tersebut tersebar secara simetris. Tersebarnya informasi yang simetris mengakibatkan tingkat ekspektasi para pelaku pasar terhadap return saham adalah sama. Dalam kondisi seperti ini pelaku pasar tidak bisa memperoleh keuntungan di atas normal. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Beaver dalam Jogianto (2000:287) yang menyatakan bahwa pasar adalah efisisen jika harga-harga sekuritas terjadi jika setiap orang mempunyai informasi yang sama. Dimana dalam kondisi pasar yang efisien investor tidak akan memeperoleh abnormal return atau excessive return. Jadi dapat dikatakan bahwa pasar modal Indonesia masih dalam keadaan pasar yang efisien meskipun terjadi gempa di Yogyakarta 27 Mei 2006 karena tidak ada pelaku pasar yang mampu mendapatkan keuntungan di atas normal dari peristiwa ini.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

064 Abnormal Trading dan Abnormal return

064 Abnormal Trading dan Abnormal return

The amount of disclosure required by the company to external users increased significantly (Lehavy et al., 2011). This study aimed to examine the impact of the complexity of annual reports on abnormal returns and abnormal trading. The study also analyzed the impact of the company's performance in the relationship between the complexity of the annual report on abnormal returns and abnormal trading. This research analyzes using ordinary least squares. Using a sample of 159 companies, the study found that there is a negative influence of the complexity of the annual report on the abnormal stock return. But for abnormal trading (either abnormal volume or abnormal value) there is no influence. The study also found that the performance does not affect the relationship between the complexity of the annual report and abnormal trading or abnormal return. This study contributes to the evaluation of disclosure policies carried out so far. Disclosure is a good policy for transparency but at some point it will have a negative impact for investors. As presented by Levitt (1997) that in many cases, the problemis not a lack of information; quite the opposite. Too much information can be as much a problemas too little. More disclosure does not always mean better disclosure.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH  INFORMASI PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN  ANALISIS PENGARUH INFORMASI PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2005.

ANALISIS PENGARUH INFORMASI PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN ANALISIS PENGARUH INFORMASI PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2005.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengumuman laporan keuangan terhadap abnormal return saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta ( BEJ ) tahun 2005 dengan melihat reaksi pasar terhadap pengumuman laporan keuangan yang diukur dengan menggunakan abnormal return peerusahaan manufaktur.

12 Baca lebih lajut

PERBEDAAN ABNORMAL RETURN DAN VOLUME PER (1)

PERBEDAAN ABNORMAL RETURN DAN VOLUME PER (1)

This research aimed to provide empirical evidence a difference of abnormal return and Trading Volume Activity by before and after receiving the award A RA , ICA, ISRA on companies listed in the Indonesia Stock Exchange in 2014.This research is secondary data in the form of the company's daily closing price and number of outstanding shares can be obtained from www.idx.co.id and Indonesian Capital Market Directory (ICMD). With a sample of ARA award recipient, ICA, ISRA on companies listed in the Indonesia Stock Exchange in 2014. The data analysis method used in this study is event study analysis techniques and different test t- test.The results shows that there is no difference of abnormal return and trading volume of activity before and after the announcem ent of the award Annual Report Award (ARA), Indonesian CSR Award (ICA), and the Indonesian Sustainability Reporting Award (ISRA) in 2014.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Kinerja Takeover di Indonesia pada Periode 2009-2011.

Kinerja Takeover di Indonesia pada Periode 2009-2011.

Gambaran besar mengenai takeover tampaknya mendukung kelompok neoclassical bahwa manajer memaksimumkan kekayaan pemegang saham, takeover menciptakan nilai, dan pasar modal efisien. Kecilnya average abnormal return bagi pemegang saham perusahaan pengakuisisi bisa menjadi argumen untuk mendukung pasar modal yang efisien. Tetapi, dibutuhkan pengembalian dalam nominal mata uang atau langkah-langkah lain untuk membantu mengimbangi kelemahan equally weighted average abnormal returns. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui apakah asumsi dan prediksi neoclassical berlaku untuk takeover di Indonesia pada periode 2009-2011 bahwa manajer memaksimumkan kekayaan pemegang saham, takeover menciptakan nilai, dan pasar modal efisien. Penulis mengambil judul “Kinerja Takeover di Indonesia pada Periode 2009-2011”
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penggunaan Dividend Signaling Theory Dan Rent Extraction Hypothesis Dalam Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2005-2010

Penggunaan Dividend Signaling Theory Dan Rent Extraction Hypothesis Dalam Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2005-2010

Pengujian hipotesis yang dilakukan pada abnormal return (AR) dapat diketahui dengan periode pengamatan (event window) selama 5 hari sebelum terjadinya pengumuman dan 5 hari setelah terjadinya pengumuman. Hasil dari pengujian One Sample T-Test yaitu abnormal return yang signifikan muncul pada hari ketiga sebelum adanya pengumuman peningkatan dividen dengan abnormal return yang signifikan sebesar 0,01424 dengan t hitung 1,805 serta tingkat probabilitasnya 0,0385, selain itu terjadi pada hari pertama setelah adanya pengumuman peningkatan dividen dengan abnormal return yang signifikan sebesar 0,02065 dengan t hitung 1,788 serta tingkat probabilitasnya 0,04 , kemudian terjadi pada hari kelima setelah adanya pengumuman peningkatan dividen dengan abnormal return yang signifikan sebesar 0,05090 dengan t hitung 1,916 serta tingkat probabilitasnya 0,0305. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebocoran informasi di pasar yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut akan melakukan kenaikan dividen, namun setelah pengumuman dividen terjadi pasar akan tetap bereaksi secara positif.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP ABNORMAL RETURN DAN VOLUME SAHAM PADA PERUSAHAAN BERTUMBUH DAN TIDAK BERTUMBUH - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP ABNORMAL RETURN DAN VOLUME SAHAM PADA PERUSAHAAN BERTUMBUH DAN TIDAK BERTUMBUH - Perbanas Institutional Repository

Adanya reaksi tersebut menunjukkan bahwa pengumuman dividen mengandung informasi, yang dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh investor dalam pengambilan keputusan investasi. Hasil tersebut sesuai dengan teori signaling yang menyatakan bahwa pembayaran dividen merupakan sinyal bagi investor luar mengenai prospek perusahaan masa datang. Investor menganggap bahwa pengumuman dividen yang diberikan oleh perusahaan bertumbuh sebagai sinyal yang dapat dipercaya. Jika dilihat rata-rata abnormal return pada perusahaan bertumbuh cenderung bernilai positif, hanya empat hari yang bernilai negatif yaitu pada saat t-5, t-1, t+3 dan t+4. Nilai positif menunjukkan adanya kenaikan permintaan saham oleh investor sehingga harga saham pun juga ikut meningkat, sebaliknya nilai negatif menunjukkan adanya penurunan jumlah permintaan saham sehingga harga ikut turun, yang akibatnya nilai abnormal return negatif. Adanya reaksi investor sebelum pengumuman dividen menunjukkan adanya kebocoran informasi, dimana para investor telah memperoleh informasi dari orang dalam. Pada saat t-4 dan t0 pengumuman dividen pada perusahaan bertumbuh memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap abnormal return. Hasil
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGUJIAN REAKSI PASAR TERHADAP PELAPORAN LABA AKUNTANSI BERKONDISI GOOD NEWS DAN BAD NEWS PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGUJIAN REAKSI PASAR TERHADAP PELAPORAN LABA AKUNTANSI BERKONDISI GOOD NEWS DAN BAD NEWS PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA.

Dipandang dari sudut kandungan informasi, penelitian ini membuktikan bahwa laba akuntansi memiliki kandungan informasi tambahan. Hal ini mendukung penelitian Beaver (1989) yang menunjukkan bahwa terdapat reaksi pasar terhadap pengumuman laba. Reaksi tersebut ditunjukkan oleh lebih tingginya varians tingkat keuntungan abnormal pada periode pengumuman laba dibanding periode lainnya. Selain itu hal ini juga mendukung penelitian Jogiyanto (2000) yang menunjukkan bahwa pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. Jika pengumuman mengandung informasi maka diharap pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan abnormal return. Jika abnormal return digunakan, maka dapat dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan memberikan abnormal return kepada pasar. Sebaliknya, yang tidak mengandung informasi tidak memberikan abnormal return kepada pasar.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

this  file 2004 8051 1 PB

this file 2004 8051 1 PB

This research is proposed to find out market reaction about Employee Stock Options Program (ESOP) implementation which is showed as significant differences on abnormal return and trading volume activity. Type of research used is comparative method with quantitative approach. This research is also belonged to event study, which is financial research technique using financial market data. Event study is used to test an event that can effected on corporate value, where showing by abnormal return and trading volume activity in the capital market. Time period is done during 11 days about 5 days before and after announcement of ESOP implementation, and a day (event date) when ESOP implementation was announced. The research samples are company listed in Indonesia Stock Exchange 2011-2015 period. There are 10 samples with 38 announcement date which have been implemented an announcement of ESOP price. The result is based on hypothesis test that showing there is no significant difference of average abnormal return and it was tended to increase after ESOP implementation. While there is significant difference for trading volume activity was tended to decrease after ESOP implementation.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGUJIAN KANDUNGAN INFORMASI TERHADAP PENGUMUMAN OMISI DIVIDEN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

PENGUJIAN KANDUNGAN INFORMASI TERHADAP PENGUMUMAN OMISI DIVIDEN PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

This study examined whether the dividend omissions announcement had information content around the event date. This study used event study method to analyze market reaction. The reaction was indicated by the presence of significant abnormal return around the dividend omissions announcement date and the difference of trading volume activity before and after the event date. The population of this research was all go public companies listed in Indonesia Stock Exchange period 2008-2013. Purposive sampling was used to select particular sample of a population. The sample of this research amounted to 10 samples. One sample t-test was used for abnormal return while Wilcoxon signed ranks test was used to find the difference of trading volume activity. The result showed that dividend omissions announcement had no information content. It was proven by the absence of significant abnormal return around the event date. The result also showed that there was no difference of trading volume activity before and after the event date. It was showed by the result of Z-value -0,375 with the result of p value (Asympt. Sig. 2 tailed) 0,721.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MMB 1402533 Chapter3

T MMB 1402533 Chapter3

Uji hipotesis penelitian ini menggunakan tiga metode analisis, yaitu metode event study, uji beda, dan one way anova. Metode event study digunakan dalam uji hipotesis 1 dengan peristiwa kebijakan pengendalian tembakau untuk menganalisis reaksi pasar terhadap informasi dengan indikator abnormal return. Metode uji beda digunakan dalam uji hipotesis 2 untuk rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa untuk melihat ada tidaknya perbedaan signifikan yang disebabkan oleh kebijakan pengendalian tembakau. Metode One Way Anova digunakan dalam uji hipotesis 3 untuk melihat perbedaan abnormal return yang dihasilkan masing-masing kebijakan. Tahap-tahap dalan pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek dan Ruang Lingkup Penelitian - PENGARUH PERATAAN LABA, TOTAL ARUS KAS DAN LEVERAGE TERHADAP REAKSI PASAR PADA PERUSAHAAN PUBLIK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek dan Ruang Lingkup Penelitian - PENGARUH PERATAAN LABA, TOTAL ARUS KAS DAN LEVERAGE TERHADAP REAKSI PASAR PADA PERUSAHAAN PUBLIK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

b. Return ekspektasian merupakan return yang harus diestimasi. Brown dan Warner (dalam Jogianto, 2009: 558) mengestimasi return ekspektasian menggunakan tiga model estimasi, yaitu mean-adjusted model, market model dan market-adjusted model. Dalam penelitian ini menggunakan market model, dikarenakan model ini secara teoritis memiliki potensial untuk menghasilkan kemampuan mendeteksi lebih baik disbanding model lain yang lebih sederhana (mean-adjusted model dan market-adjusted model ). Langkah-langkah pengukuran abnormal return dengan market model adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

this  file 2114 8493 1 PB

this file 2114 8493 1 PB

This research uses Event Study analysis method. The research period used was 6 trading days, covering 3 days before the event and 3 days after the second round of DKI Jakarta Regional Head Election 2017. The research is tested by using one sample t-test, paired sample t test, and wilcoxon signed rank test. One sample t test result indicates that abnormal return is significant negative on a day around time period, but it is only affect temporary and not prolonged. However, the result of Paired Sample t-test shows that there is no significant difference between Average Abnormal Return (AAR) before and after political event of the second round of DKI Jakarta Regional Head Election 2017. Wilcoxon Signed Rank Test results also show that there is no significant difference between Average Trading Volume Activity (ATVA) in the period before and after political event of the second round of DKI Jakarta Regional Head Election 2017.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Dampak Stock Split Terhadap Abnormal Return dan Likuiditas Saham T2 912012021 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Dampak Stock Split Terhadap Abnormal Return dan Likuiditas Saham T2 912012021 BAB V

Pelaku pasar diharapkan peka terhadap informasi aksi perusahaan dan tidak terlambat bereaksi terhadap rencana aksi tersebut, tidak perlu menunggu sampai pengumuman resmi dipublikasikan. Karena, pada hari-hari disekitar pengumuman resmi (3 hari sebelum pengumuman dan 3 hari sesudah pengumuman) tidak ada perbedaan abnormal return. Sedangkan volume perdagangan disekitar hari-hari tersebut terjadi reaksi pasar positif dengan tingkat sig. 10%. Sehingga bila pelaku pasar bereaksi disekitar hari- hari pengumuman tersebut tidak akan mendapatkan keuntungan sesuai yang diharapkan
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - KINERJA PORTOFOLIO SAHAM BERDASARKAN STRATEGI INVESTASI CONTRARIAN PADA SAHAM LQ - 45 DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN - KINERJA PORTOFOLIO SAHAM BERDASARKAN STRATEGI INVESTASI CONTRARIAN PADA SAHAM LQ - 45 DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi tambahan serta acuan yang dapat membantu para investor dalam menganalisis investasi dengan menggunakan strategi investasi contrarian untuk memperoleh abnormal return.

Baca lebih lajut

Show all 8099 documents...