Agama dan transgender

Top PDF Agama dan transgender:

LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAMPERSPEKTIF MASYARAKAT DAN AGAMA

LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAMPERSPEKTIF MASYARAKAT DAN AGAMA

Keberadaan kaum lesbian, gay, biseksual, transgender(LGBT) dalam agama islam dan agama lainnya seperti nashrani dan yahudi , disini yang harus diingat Indonesia adalah negara ketuhanan, LGBT tidak sesuai dengan ajaran agama dan sebuah kelainan/penyakit jiwa. Tetapi mereka mereka tidak boleh diolok-olok apalagi dihinakan, mereka perlu diayomi dan disembuhkan. Haramnya LGBT ini sudah menjadi ijma’ (ketetapan) ulama islam. Artimya , tak ada diantara mereka berselisih. Jadi, tidak ada seorang ulamapun yang berpendapat tentang kehalalan nya. Dan itu sudah menjadi ketetapan hukum sejak zaman nabi, sahabat sampai hari kemudian. Jadi tidak dapat diotak-atik apalagi dengan justifikasi rasional. Dan dalam pengelihatan kacamata saya, tindakan memperjuangkan LGBT ini jelas melanggar norma agama dan hukum positif. Dua hukum ini adalah pegangan kita dalam hidup bernegara, meskipun Indonesia tidak penganut agama tunggal tetapi makna semua agama di Indonesia sama karena Indonesia ini bukan Negara liberalisme apalagi penganut paham yang tanpa batas semuanya ada aturan yang harus ditaati.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Jaringan Sosial Organisasi Lesbian, Bisexual Dan Transgender

Jaringan Sosial Organisasi Lesbian, Bisexual Dan Transgender

Salah seorang aktivis organisasi Ardhanary Institute terpilih menjadi board female representative ILGA-ASIA. Tahun 2008 ada empat orang lesbian perwakilan dari Ardhanary Institute, Arus Pelangi, GAYa Nusantara dan Institute Pelangi Perempuan hadir dalam ILGA-Asia Conference di Chiang Mai, Thailand. Hal ini memper lihatkan suatu keberhasilan bagi organisasi lesbian Indonesia yang turut berkontribusi dalam gerakan LBT Internasional. Pada tahun yang sama, lahirlah Forum LGBTIQ Indonesia. Tahun 2010 ILGA-Asia Conferen ce dilaksanakan di Surabaya dimana perwakilan lesbian dari berbagai provinsi maupun dari negara Asia lainnya hadir dengan jumlah yang cukup banyak, walau konferensi itu gagal terlaksana karena penolakan dari kelompok masyarakat yang menggunakan atribut kelompok agama. Capaian lainnya adalah keterlibatan perwakilan lesbian di gerakan ASEAN tahun 2011 dengan mendorong isu SOGI dibahas dalam pertemuan-pertemuan gerakan civil ASEAN.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

transgender dalam novel calabai karya pe 082f801b

transgender dalam novel calabai karya pe 082f801b

Sebagian masyarakat Bugis masih meyakini seorang calabai bertentangan dengan ajaran agama Islam. Menjadi bissu bagian dari kepercayaan kuno yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Di dalam novel ini juga diceritakan pasu- kan yang membasmi para bissu disebut pasukan Kahar Muzakkar. Para bissu sempat mengungsi di hutan untuk menghindari penangkapan terhadap mereka. Selain itu, dalam novel ini juga diceritakan bahwa para bissu dikaitkan dengan keberadaan PKI di Sulawesi Selatan. Seluruh kegiatan adat dinyatakan terlarang. Para bissu dipaksa bertobat, mereka harus patuh terhadap patoba (upaya untuk mengembalikan para bissu dan kelompok adat ke jalan yang benar). Upacara adat yang selama ini kerap dilakukan dianggap sebagai bid’ah dan takhayul yang harus dihentikan. Watak keperem- puan para bissu menjadi sasaran empuk bagi para agamawan dalam upaya mengucilkan mereka dari masyarakat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Gambaran Optimsime Dalam Hubungan Romantis Pada Male To Female Transgender

Gambaran Optimsime Dalam Hubungan Romantis Pada Male To Female Transgender

“ yah artinya aku nyalahin negara, kalau kita lebih menyalahkan agama juga terkadang tidak, tidak fair gitu ya. Kenapa ya negara tidak apa ya tidak membuat warga negaranya lebih sejahtera, lebih bahagia, dan lain sebagainya seperti itu. Dengan keputusan warga negaranya gitu, contohnya kayak aku, izinkanlah aku menikah seperti ini walaupun catatan sipil gitu, tapi ya aku juga tidak mau apa dikatakan sebagai warga negara yang sangat egois mementingkan kepentinganku dengan aku yang notabene perempuan secara sosial bukan perempuan biologis, tapi ya itu tadi paling tidak kebahagiaan orang adalah kebahagiaanku ” (Komunikasi Personal, 25 Juni 2013)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Keadilan Sosial

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Keadilan Sosial

LGBT singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Individu yang termasuk dalam kaum LGBT jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kaum heteroseksual. Kaum LGBT seringkali mendapatkan serta menerima pandangan negatif, prasangka, serta kebencian dari lingkungan. Seperti kelompok yang termarginalkan lainnya, kaum LGBT mengalami penolakan, kekerasan, dan diskriminasi di berbagai area seperti pekerjaan, sekolah, layanan kesehatan, dan hak asasi mereka. Di Indonesia masih ada beberapa produk hukum di tingkat nasional maupun daerah yang mendiskriminasikan kelompok LGBT. Padahal jelas ada Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, pada sila ke-5 serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Bentuk ketidak adilan yang dialami dan dirasakan oleh kaum LGBT yaitu stigma, diskrimminasi, dan kekerasan. Bentuk lain dari diskriminasi dan penindasan yang secara eksplisit didukung oleh Undang-Undang mengakibatkan orang LGBT tidak dapat menikmati hak- hak dan perlindungan yang seharusnya mereka rasakan. Semua diskriminasi terhadap kaum LGBT disebabkan oleh stigma sosial yang dihasilkan dari doktrin dan pemahaman agama yang konservatif. Diskriminasi dan intoleransi masih terus menjadi konstruksi sosial dan pandangan dominan masyarakat terhadap kaum LGBT. Untuk dapat mewujudkan keadilan sosial dan tidak menindas kelompok minoritas serta mengembangkan budaya toleransi bisa ditempuh melalui pendidikan, perbaikan regulasi dan sejumlah kebijakan oleh pemerintah, serta partisipasi masyarakat dalam memahami kaum LGBT.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANCANGAN BUKU INTERPRETASI VISUAL MENGENAI TRANSGENDER TERINSPIRASI DARI FIKSIMINI | Linova | Jurnal DKV Adiwarna 670 1185 1 SM

PERANCANGAN BUKU INTERPRETASI VISUAL MENGENAI TRANSGENDER TERINSPIRASI DARI FIKSIMINI | Linova | Jurnal DKV Adiwarna 670 1185 1 SM

Kaum transgender masih merasa dipandang sebelah mata, dilecehkan masyarakat, didiskriminasikan, bahkan dibunuh karena mereka dianggap berbeda. Sampai saat ini, mereka masih tidak mendapatkan hak-hak sebagai warga negara, begitu pula kesempatan dan ruang kerja. Hal ini memaksa mereka untuk turun ke jalan, menjadi pengamen atau pekerja seks untuk menyambung hidup. Yang menjadi masalah, jalanan rupanya juga bukan tempat yang nyaman untuk mereka tinggali. Ketika mereka berusaha untuk hidup dan berkontribusi positif sebagai warga negara yang baik, seringkali dihalangi kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama ataupun dari kelompok-kelompok lainnya. Nyatanya,
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ISLAM PATRIARKI DAN TRANSGENDER   SATU A

ISLAM PATRIARKI DAN TRANSGENDER SATU A

(Surah Al-Baqarah ayat 228). Budaya masyarakat melayu juga terkenal dengan sistem patriarki yang diamalkan. Sistem ini sekian lama telah dipraktiskan dan menjadi amalan dominan bagi masyarakat melayu sehingga kini. Secara dasarnya kedudukan lelaki dan perempuan telah ditentukan dan dipengaruhi oleh ideologi budaya dan agama, ia telah diserap dan dihadam sejak wujudnya praktis kepada ideologi ini. Patriarchy order muncul sebagai bentuk kepercayaan atau ideologi bahawa lelaki lebih tinggi kedudukannya dibandingkan perempuan dan perempuan harus dikuasai bahkan dianggap sebagai harta milik lelaki. Sistem patriarki meletakkan kedudukan lelaki adalah sebagai ketua keluarga dapat diterima oleh semua masyarakat. Namun dominasi ini dicabar, menerusi sistem politik, ekonomi, sosiologi-budaya melayu dilihat telah melakukan toleransi terhadap kedudukan kaum wanita sejak ideologi feminisme menyerap masuk.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

REALITAS LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAM MAJALAH

REALITAS LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DALAM MAJALAH

Bila kita amati, kecenderungan baru di kalangan laki-laki di I ndonesia, yaitu banyak di antara mereka cenderung berjalan melenggok. Mereka yang bersangkutan pun berani dengan terbuka menyebut dirinya termasuk generasi ngondeg, (kata ini berakar dari kata konde sebutan kepada laki-laki yang bergaya seperti perempuan). Keterbukaan seperti ini sangat jarang terjadi dimasa lalu, karena stigma ‘tabu’ dan ‘dosa’ oleh sosial dan agama yang dilabelkan pada kelompok ini. Namun semakin ke sini, keterbukaan bahkan pengakuan secara jujur sudah sering dilakukan. Masih teringat bagaimana kisah perjalanan hidup yang panjang seorang Dorce Gamalama yang dengan gamblang diceritakan melalui media massa yang memilih menjadi seorang perempuan. Atau Rian, si jagal dari Jombang yang tanpa malu menceritakan dengan terbuka soal ketimpangan seksualnya dengan menyukai sesama jenis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KONSELING BAGI POPULASI TRANSGENDER Indah Lestari Siti Sefitri

KONSELING BAGI POPULASI TRANSGENDER Indah Lestari Siti Sefitri

Trangender dapat disebabkan dari faktor bawaan (hormon dan gen) dan faktor lingkungan. Untuk membedakan penyakit transgender kejiwaan dan bawaan, pada kasus ini keseimbangan hormon yang menyimpang (bawaan), menyeimbangkan kondisi hormonal guna mendekatkan kecenderungan biologis jenis kelamin bias dilakukan. Mereka yang sebenarnya normal karena tidak memiliki kelainan genetikal maupun hormonal dan memiliki kecenderungan berpenampilan dan berperilaku seperti lawan jenis hanya untuk mempreturutkan dorongan kejiwaan dan nafsu adalah sesuatu yang menyimpang dan tidak dibenarkan menurut syariat agama. Faktor lingkungan diantaranya adalah pendidikan dari keluarga yang salah pada masa kecil dengan membiarkan anak laki-laki berkembang tingkah laku peremuan, pada masa pubertas dengan homoseksual yang kecewa dan trauma, seperti trauma pergaulan seks dengan pacar maupun berhubungan intim antara suami istri.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  STATUS KEPERDATAAN KAUM TRANSGENDER YANG MELAKUKAN OPERASI KELAMIN.

PENDAHULUAN STATUS KEPERDATAAN KAUM TRANSGENDER YANG MELAKUKAN OPERASI KELAMIN.

Dalam, Genetikal, Obstetry dan Ginecology, setelah melalui serangkaian tes barulah seseorang dapat melakukan operasi perubahan. Operasi kelamin bisa digolongkan termasuk dalam operasi bedah plastik dan rekonstruksi organ tubuh. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Tentang kesehatan Pasal 37 ayat (2) bedah plastik dan rekonstruksi tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat 8 . Norma yang dimaksud dalam penjelasan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Tentang kesehatan Pasal 37 ayat (2) adalah norma hukum, agama, kesusilaan dan kesopanan, sedangkan dalam norma hukum tidak ada aturan mengenai transgender 9 . Begitu pula norma agama, dalam norma agama Islam contohnya, para ulama fiqih mendasarkan ketetapan hukum tersebut padadalil-dalil yaitu Hadits Nabi SAW, “Allah mengutuklaki -laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupailaki- laki.” (HR. Ahmad) 10 . Dalam norma kesusilaan dan kesopanan, masalah transgender atau kebingungan jenis kelamin masih dianggap sesuatu yang aneh dan selalu mendapat cemooh dan hinaan dari masyarakat. Bedah plastik atau rekonstruksi dalam penjelasan Pasal 37 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan adalah suatu tindakan medis yang dilakukan untuk memulihkan keadaan fisik seseorang dalam kondisi tubuhnya termasuk
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Gambaran Optimsime Dalam Hubungan Romantis Pada Male To Female Transgender

Gambaran Optimsime Dalam Hubungan Romantis Pada Male To Female Transgender

Male to female transgender yang menjalin hubungan romantis dengan pria secara seksual merupakan pasangan homoseksual. Di Indonesia, hal tersebut dianggap melanggar norma agama, sehingga biasanya pasangan tersebut dimarjinalkan dan diberi stigma oleh masyarakat (Oetomo, 2001). Peraturan negara dan agama juga tidak memperbolehkan pasangan ini untuk menikah. Padahal hubungan romantis atau berpacaran adalah proses seseorang menyeleksi pasangan hidupnya sebelum akhirnya menikah (DeGenova, 2008) dan menikah adalah tugas perkembangan yang harus dilalui oleh tiap individu yang sudah mencapai tahap dewasa awal (Hurlock, 1980). Hal ini menjadi stress dan masalah tersendiri bagi transgender tersebut (Green, 2004). Tidak adanya dukungan sosial terhadap hubungan romantis mereka akan memengaruhi optimisme dalam hubungan romantis male to female transgender dan pria ini.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Makalah Kewarganegaraan Hak Asasi Manusi

Makalah Kewarganegaraan Hak Asasi Manusi

Transgender sudah lebih dikenal di Indonesia dibandingkan gay atau lesbi. Indonesia hanya mengakui dua gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Transgender, gay, dan lesbian tidak diakui di Indonesia dan seringkali mendapatkan perlakuan diskriminatif seperti kekerasan fisik (penganiayaan, pengancaman, dan lain-lain) hingga kekerasan simbolik (pelecehan, pengejekan, hingga pemaksaan). Di Indonesia sensiri, komunitas gay dan lesbian sedikit banyak beum dapat diterima di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat berpandangan miring, benci, jijik, serta kotor. Bahkan ada yang mengusilkan dan mejauhkan mereka. Ada pula yang digusurkan oleh organisasi Islam seperti Front Pembela Islam dan Forum Betawi Rempug karena dianggap mengancam nilai dan norma dalam agama Islam.. 5
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

FAKTOR RESIKO TERJADINYA LGBT PADA ANAK

FAKTOR RESIKO TERJADINYA LGBT PADA ANAK

merupakan bentuk perilaku yang tidak wajar dan menerjang norma kehidupan bangsa Indonesia. Pengaruh yang ditimbulkan berdampak buruk bagi kesehatan psikologis anak dan remaja. Meskipun sudah 23 negara mengakui LGBT, bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi adat ketimuran serta berpedoman pada agama menolak keras perbuatan tersebut dan mencegah supaya pelaku tidak bertambah banyak. Berpijak pada deskrispsi di atas, maka diperlukan usaha serius agar anak-anak kita tidak terpengaruh dengan segala bentuk kampanye

8 Baca lebih lajut

STUDI FENOMENA TENTANG PEMBENTUKAN IDEAL DIRI TRANSGENDER DI DAERAH YOGYAKARTA

STUDI FENOMENA TENTANG PEMBENTUKAN IDEAL DIRI TRANSGENDER DI DAERAH YOGYAKARTA

Masalah ideal diri pada transgender merupakan persepsi seorang transgender tentang bagaimana seharusnya seorang transgender bertingkah laku sesuai dengan keinginan dirinya untuk menjadi seorang wanita yang bertingkah laku feminin dengan mengubah kesehariannya dan bertingkah seolah-olah mereka adalah wanita. Tujuan penelitian ini adalah menemukan pola pembentukan ideal diri pada transgender di wilayah perempatan lampu merah Sagan Yogyakarta melalui eksplorasi dan pendalaman terhadap fenomena yang terjadi pada mereka. Desain penelitian ini menggunakan studi fenomenologi kualitatif melalui tehnik wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan tiga orang transgender yang biasa bekerja di perempatan lampu merah Sagan. Hasil penelitian didapatkan pembentukan ideal diri pada transgender terkait dengan cita-citanya waktu kecil dan dewasanya mengalami perubahan berdasarkan keadaannya mereka saat ini. Harapan untuk berubah menjadi laki-laki hanya didapat oleh P1 Sedangkan P2 dan P3 sudah memiliki ideal diri yang paten untuk menjadi wanita. Berbagai upaya yang dilakukan P2 dan P3 untuk menjadi wanita dengan menggunakan terapi hormonal dan suntik silikon. Mereka juga berkeinginan untuk operasi ganti kelamin. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan ideal diri pada transgender disebabkan oleh pola asuh orang tua terhadap anaknya yang memperlakukannya seperti wanita dan dukungan dari teman sepermainan. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua terhadap anaknya dan dukungan dari teman sepermainan mempengaruhi pembentukan ideal diri sebagai seorang transgender.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL PRAKTIK RIAS FANTASI DI PRODI PENDIDIKAN TATA KECANTIKAN

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL PRAKTIK RIAS FANTASI DI PRODI PENDIDIKAN TATA KECANTIKAN

Rias fantasi karakter transgender menurut observasi awal yang banyak mengalami kesulitan. Rias wajah transgender memiliki tujuan berupa mengubah wanita menjadi pria ataupun pria menjadi wanita, tentunya riasan wajah transgender ini memiliki kesulitan tersendiri bagi mahasiswa. Rias wajah transgender memilik karakter yang berbeda dengan rias fantasi lainnya, rias wajah transgender mengubah bentuk wajah seorang laki laki yang tegas dan terkesan kaku menjadi wajah wanita yang cenderung halus ataupun sebaliknya mengubah wajah wanita yang halus menjadi wajah laki-laki yang tegas, disitulah letak kesulitan yang dialami mahasiswa. Pada rias karakter transgender sering terjadi kesulitan dalam praktik merubah penampilan wanita menjadi pria, dikarenakan karakter wajah wanita yang luwes dan memiliki struktur tulang yang tidak tegas harus dirubah menjadi penampilan pria yang cenderung memiliki wajah yang terkesan kaku dengan tulang yang tegas. Mahasiswa banyak mengalami kesulitan dalam membentuk kesan tegas pada wajah pria dan kesulitan dalam pembuatan alis, jambang dan kumis yang terkesan alami atau tidak dibuat buat. Oleh karena itu kurang lebih 40% dari seluruh mahasiswa masih mendapat nilai yang kurang optimal yaitu <75.
Baca lebih lanjut

123 Baca lebih lajut

STRATEGI CAMP DALAM NOVEL HIDING MY CANDY KARYA LADY CHABLIS | Saraswati | Jurnal POETIKA 13311 27383 1 SM

STRATEGI CAMP DALAM NOVEL HIDING MY CANDY KARYA LADY CHABLIS | Saraswati | Jurnal POETIKA 13311 27383 1 SM

Dalam novel Hiding My Candy, strategi humor Camp direpresentasikan dalam dua bentuk yaitu monolog (stand up comedy) dan situasi-situasi yang menggambarkan laughter in tears atau tawa dalam duka. Dalam setiap pertunjukkan stand up comedy yang dibawakan oleh The Doll, ia selalu mengangkat isu- isu tentang transgender yang seakan terlihat seperti mencemooh diri sendiri. Misalnya saja, ia membuat lelucon mengenai ‘kotex’ dan ‘clit’ atau klitoris yang tentu tidak dimiliki oleh seorang transgender karena mereka bukanlah perempuan ‘normal’. Selain itu, The Doll juga merayakan penderitaan cemoohan dan ejekan yang diterimanya sebagai sesuatu yang positif. Contohnya ketika orang-orang mengejeknya dengan panggilan ‘nigger’ dan Miss Pee-Wee karena penis yang masih dipertahankannya, ia justru menjadikan panggilan itu sebagai ‘nickname’.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

this PDF file Bagaimana Organisasi MSM dan Transgender Bertahan? Studi Tentang Organisasi MSM dan Transgender di Indonesia dan Timor Leste | Wattie | Populasi 1 PB

this PDF file Bagaimana Organisasi MSM dan Transgender Bertahan? Studi Tentang Organisasi MSM dan Transgender di Indonesia dan Timor Leste | Wattie | Populasi 1 PB

dalam seni pertunjukan, misalnya seni pertunjukan kadang melibatkan pemeran yang menjalankan peran homoseksual, seperti pada tari Seudati (Aceh), pertunjukan lenong Betawi, atau ludruk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Indonesia ada perbedaan cukup jelas antara transgender (yang biasa disebut waria) dan MSM. Waria adalah laki-laki yang berperilaku, berpenampilan (pakaian dan riasan), dan berganti nama dengan nama perempuan yang membuat mereka lebih terbuka tentang identitas seksual mereka. Sementara itu, MSM tetap dengan penampilan dan perilaku sebagai laki-laki, bahkan ada yang cenderung menonjolkan aspek maskulin secara fisik. MSM di Indonesia terdiri atas beberapa subkategori, seperti kaum gay serta laki-laki yang berhubungan seks dengan perempuan dan laki-laki lain (biseksual).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN HAK ATAS PEKERJAAN TERHADAP TRANSGENDER/TRANSSEKSUAL DI INDONESIA

PELAKSANAAN HAK ATAS PEKERJAAN TERHADAP TRANSGENDER/TRANSSEKSUAL DI INDONESIA

Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Peraturan tersebut menyebutkan persyaratan khusus bagi Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil, yaitu pelamar tidak cacat mental termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender). Pelarangan bagi kelompok transgender/transseksual juga terdapat dalam surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor 23/K/KPI/02/2016 yang secara tegas melarang program siaran mengenai “pria yang kewanitaan”. Selain membatasi kebebasan berekspresi, pelarangan tersebut secara tidak langsung melegitimasi penolakan hak atas pekerjaan kelompok waria, karena dalam surat edaran tersebut KPI meminta kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menampilkan pria sebagai pembawa acara ( host ), talent, maupun pengisi acara lainnya yang berpenampilan kewanitaan. Ketiga, selain pembatasan hak atas pekerjaan pada sektor formal, terdapat juga pelarangan terhadap transgender/transseksual untuk bekerja pada sektor informal. Sebagaimana yang di atur dalam Surat Edaran Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bierun nomor 451/149/2016 tentang pelarangan membuka dan mempekerjakan waria di Salon.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pekerjaan Untuk Transgender sebagai alternatif

Pekerjaan Untuk Transgender sebagai alternatif

untuk bekerja dan melakukan hal yang produktif terbuang hanya untuk membongkar apa yang sudah tertanam dan menjadi satu nilai di masyarakat. Akibatnya, bakat dan potensi para transgender cuma diketahui dirinya sendiri, bangsa kita kehilangan kesempatan untuk membangun dirinya menjadi lebih baik karena ada diskriminasi gender.

3 Baca lebih lajut

Paper KINKY BOOTH AND REALITA CINTA DAN ROCK 1

Paper KINKY BOOTH AND REALITA CINTA DAN ROCK 1

In Indonesia, the existence of transgender nowadays is more obviously seen than five or ten years ago. In public places, we could see males who perform in female gendered appearance, completed with distinctive female attributions and body gestures. On mass media, we watch male public figures who act femininely and may dress in “female motives and colors”. Apart from the number, which needs to be surveyed statistically, the celebration of freedom of expression, especially after the Reformation Era, becomes one of the factors why those transgender looks are back and forth in our surroundings.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...