Angkor Wat

Top PDF Angkor Wat:

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

warisan dunia UNESCO yang berada di wilayah teritorian Kamboja, yaitu AngkorWat. Angkor Wat sendiri telah dihapus dari daftar situs warisan dunia yang berbahaya setelah mendapatkan perbaikan dalam pengelolaan dan konservasi dari pihak UNESCO. Meskipun sudah dinyatakan lepas dari status bahaya oleh UNESCO, tetapi Angkor wat tetap saja di perebutkan oleh Thailand dan Kamboja sampai sekarang. Hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada tekstur bangunan dari angkorwat karena sering kali terjadi baku tembak antara tentara kedua negara tersebut. Sementara itu menurut konvensi Den Haag tahun 1954 setiap negara yang termasuk dalam konvensi tersebut bertanggung jawab untuk menjaga, merawat dan melestarikan setiap benda budaya yang berada diwilayah teritorialnya sendiri.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peran UNESCO dalam Perlindungan Angkor Wat Sebagai Warisan Budaya Dunia Tahun 2009-2013.

Peran UNESCO dalam Perlindungan Angkor Wat Sebagai Warisan Budaya Dunia Tahun 2009-2013.

Kamboja, sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi UNESCO Convention Text 1972 memiliki sebuah Warisan Budaya Dunia yang terkenal yaitu Angkor Wat. Sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia milik Kamboja, Angkor Wat telah mengalami berbagai masalah dari kurangnya perhatian dan manajemen yang mengakibatkan berbagai masalah terhadap kelangsungan Angkor Wat sebagai sebuah situs Warisan Budaya Dunia. Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih lanjut UNESCO sebagai organisasi internasional menjalankan perannya dan bersama Pemerintah Kamboja membentuk 2 buah dokumen kerjasama yang pada tahun 2009-2010 terbentuk Cambodia-UNESCO country programming document yang kemudian melalui dokumen ini direncanakan kerangka kerja yang lebih lanjut untuk melindungi Angkor Wat yaitu Heritage Management Framework yang terbentuk pada tahun 2010-2013 yang dibentuk oleh UNESCO, pemerintah Kamboja dan Australia. Heritage Management Framework berisi berbagai strategi manajemen dan kebijakan yang efektif dalam perlindungan Angkor Wat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran UNESCO dalam perlindungan Angkor Wat sebagai Warisan Budaya Dunia. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan konsep peran UNESCO dan Warisan Budaya Dunia. Lokus waktu penelitian adalah dari tahun 2009-2013.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Segala puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahnya Penulis mampu menyelesaikan skripsi ini serta teriring Shalawat dan Salam Penulis haturkan kepada Rasulullah SAW yang telah membawa umat manusia keluar dari zaman kebodohan ke zaman yang penuh dengan ilmu dan islam. Penulisan skripsi ini berjudul “ Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia ( World Heritage ), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat) ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi tugas dan memenuhi persyaratan mencapai gelar Sarjana Hukum (SH) di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Kemudian perundingan antara Kamboja dan Thailand mengalami kegagalan untuk mengakhiri sengketa soal Angkor Watt. Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendesak Thailand dan Kamboja agar menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh dan bisa menahan diri. ASEAN menawrkan diri untuk membantu mengatasi ketegangan diantara mereka. Sekjen ASEAN, Surin Pitsuan, menyatakan Phnom Penh juga membantah mengadu atau minta intervensi Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan sengketa.Kedua pihak mengungkapkan keinginannya untuk merespons niat baik, permintaan, dan desakan kolega-kolega mereka. Mereka berharap kedua pihak menemukan solusi yang baik bagi situasi itu. Kedua Negara dikenal sama-sama memiliki kekayaan warisan budaya dunia berbasis bangunan candi Hindu dan Buddha. Angkor Watt yang sekarang disengketakan merupakan salah satu symbol keagungan budaya masa lalu. Namun sengketa di lahan seluas 4,6 kilometer persegi di Angkor Watt
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2013 Burhan Stani , 1990 , Hukum dan Hubungan Internasional, Liberty ; Yogyakarta Dinstein, Yoram, 1977, The Conduct of Hostilities under the Law of I[r]

4 Baca lebih lajut

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Ruang Lingkup Cagar Budaya Menurut Hukum Internasional Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Si[r]

16 Baca lebih lajut

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Perlindungan Cagar Budaya Warisan Dunia (World Heritage), yang Dipersengketakan oleh Negara-negara Menurut Hukum Internasional (Studi Kasus: Sengketa Angkor Wat)

Syamsul Arifin, S.H., MH ** Arif, S.H., M.Hum.*** Cagar Budaya saat ini merupakan salah satu perhatian khusus masyarakat internasional, hal ini terjadi karena sangat banyak cagar buda[r]

1 Baca lebih lajut

Byōdōin Temple – The Amida (Buddhist)

Byōdōin Temple – The Amida (Buddhist)

Kuil Angkor Wat sejak abad 9 – 1431 pada saat diserang dan diruntuhkan  Kota Kuno Angkor merupakan kedudukan kekaisaran Khmer yang kuat dan pusat kerajaan yang kaya raya.. Kompleks kuil[r]

5 Baca lebih lajut

Monitoring dan Evaluasi Hasil Pemugaran Gapura Royal Palace Angkor Thom Kamboja (Tahap I)

Monitoring dan Evaluasi Hasil Pemugaran Gapura Royal Palace Angkor Thom Kamboja (Tahap I)

Kegiatan diskusi ini dilaksanakan selama 1 hari yaitu pada tanggal 28 Januari 2015 dengan melibatkan berbagai pemangku kebijakan antara lain Dirjen Kebudayaan, Direktur PCBM, Direktur INDB, Direktur PT.TWCBP, Eks Proyek ITASA. Adapun tujuan diadakannya diskusi ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai langkah ke depan apakah perlu dilanjutkan kembali program ITASA 2. Kegiatan diskusi ini diawali dengan paparkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan di Kamboja pada tanggal 12-19 Oktober 2014 selanjutnya tanggapan dari berbagai pemangku kebijakan. Berdasarkan hasil diskusi ini diperoleh masukan apabila proyek pemugaran ITASA Tahap 2 dilaksanakan kembali maka harus memperhatikan kepentingan (urgency dan keuntungan) serta diperlukan perencanaan sebaik-baiknya dengan memperhatikan kemampuan SDM, metode, teknik dan teknologi yang digunakan dalam melakukan pemugaran. Diharapkan bentuk kerjasama harus jelas sehingga tidak merugikan kedua belah pihak. Dari diskusi ini juga diperoleh masukan bahwa ke depan perlu dipelajari pengelolaan monumen dan pemberdayaan masyarakat di Angkor Wat Kamboja yang berjalan cukup baik sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan di Candi Borobudur.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Byōdōin Temple – The Amida (Buddhist)

Byōdōin Temple – The Amida (Buddhist)

Kuil Angkor Wat sejak abad 9 – 1431 pada saat diserang dan diruntuhkan  Kota Kuno Angkor merupakan kedudukan kekaisaran Khmer yang kuat dan pusat kerajaan yang kaya raya.. Kompleks kuil[r]

5 Baca lebih lajut

KLAS 6 Soal IPS Semester 2

KLAS 6 Soal IPS Semester 2

27.Kuil Angkor Wat terdapat di Negara … 28.Negara ASEAN yang bentuk pemerintahannya kerajaan adalah … 29.Dua Negara bagian Malaysia yang terdapat di Pulau Kalimantan adalah … 30.Provi[r]

6 Baca lebih lajut

Sumbangan tamadun india Sains dan Teknol

Sumbangan tamadun india Sains dan Teknol

Binaan tamadun India banyak berteraskan agama Hindu dan Buddha-- binaan kompleks kuil di Gua Ajanta mempunyai 20 buah kuil dan di Gua Ellora mempunyai 28 buah kuil-gua; Angkor Wat dan Ca[r]

1 Baca lebih lajut

KLAS 6 Soal IPS  Semester 1

KLAS 6 Soal IPS Semester 1

27.Kuil Angkor Wat terdapat di Negara … 28.Negara ASEAN yang bentuk pemerintahannya kerajaan adalah … 29.Dua Negara bagian Malaysia yang terdapat di Pulau Kalimantan adalah … 30.Provi[r]

6 Baca lebih lajut

MANAJEMEN ZAKAT INFAK DAN SHADAQAH (ZIS) DI BAITUL MAL WAT TAMWIL (BMT) AL-HASANAH LAMPUNG TIMUR (Studi Evaluasi Dakwah) - Raden Intan Repository

MANAJEMEN ZAKAT INFAK DAN SHADAQAH (ZIS) DI BAITUL MAL WAT TAMWIL (BMT) AL-HASANAH LAMPUNG TIMUR (Studi Evaluasi Dakwah) - Raden Intan Repository

Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan suatu lembaga yang terdiri dari dua istilah, yaitu baitulmal dan baitul tamwil. Baitulmal lebih mengarah kepada usaha-usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang nonprofit, seperti: zakat, infak dan sedekah (zis). Adapun baitul tamwil sebagai usaha pengumpulan dan penyaluran dana komersial. Usaha-usaha tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Baitul Mal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil dengan berlandaskan Islam. Prinsip operasinya didasarkan atas prinsip bagi hasil, jual beli (ijarah), dan titipan (wadiah). Karena itu, meskipun mirip dengan bank Islam, bahkan boleh dikata menjadi cikal bakal bank Islam, Baitul Mal wat Tamwil (BMT) memiliki pangsa pasar tersendiri, yaitu masyarakat kecil yang tidak terjangkau layanan perbankan serta pelaku usaha kecil yang mengalami hambatan”psikologis” bila berhubungan dengan pihak bank. 37
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

Penambahan Bahan Pengikat pada Nugget Itik Serati (The Addition of Binder Matter on Waterfowls Nugget)

Penambahan Bahan Pengikat pada Nugget Itik Serati (The Addition of Binder Matter on Waterfowls Nugget)

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan bahan pengikat pada nugget itik serati ( wat er f owl s ) terhadap penerimaan ( accept abi l i t y ) rasa dan untuk membuktikan bahwa pemanasan daging itik dengan temperatur 62,5° C tidak menyebabkan terjadinya susut masak. Bahan pengikat yang ditambahkan adalah tepung susu 0 g (T1), 10 g (T2), 20 g (T3), dan 30 g (T4). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget yang ditambahkan dengan tepung susu 10 g mempunyai penerimaan rasa yang paling baik dibanding dengan perlakuan lainnya. Tidak terdapat perbedaan antara semua perlakuan terhadap susut masak nugget.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAHP WAT GEDUNG RES DAN SEK 2015

BAHP WAT GEDUNG RES DAN SEK 2015

Papan Peng JAWA TENGAH SOR BLORA BERITA ACARA HASIL PELELA r : BAHP/109/VIII/2015/Pokja Layanan Pe Tentang WATAN GEDUNG DAN HALAMAN KANTO POLRES BLORA TAHUN ANGGARA tanggal Satu bu[r]

7 Baca lebih lajut

SURAT PENETAPAN WAT GEDUNG SEK 2016

SURAT PENETAPAN WAT GEDUNG SEK 2016

Rujukan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : BAHP/ 118/ VI / 2016/ Pokja Layanan Pengadaan Polres Blora tanggal 08 Juni 2016 tentang Pekerjaan Perawatan Gedung dan Halaman Kantor Polsek[r]

3 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN PEMENANG WAT GEDUNG SEK 2016

PENGUMUMAN PEMENANG WAT GEDUNG SEK 2016

240.400.000,-Kepada Peserta Pengadaan yang tidak puas dengan penetapan pengumuman pemenang untuk pekerjaan Perawatan Gedung dan Halaman Kantor Polsek Jajaran Polres Blora TA.. 2016 dapat[r]

3 Baca lebih lajut

PROTAP HAR WAT PAM DAN YAN DOK

PROTAP HAR WAT PAM DAN YAN DOK

Perlindungan terhadap dokumen dari musibah atau bencana dapat dilakukan dengan peralatan khusus antara lain: 1 menggunakan peralatan penyimpanan khusus, antara lain: almari besi, filin[r]

15 Baca lebih lajut

WAT TINI (Wahana Tani Tin dan Kelinci).

WAT TINI (Wahana Tani Tin dan Kelinci).

Dari uraian di atas latar belakang dan permasalahan yang mendasari program yang akan dilaksanakan ini adalah bahwasanya perlu wirausaha-wirausaha baru dalam bidang pertanian yang mampu memaksimalkan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. Dari program PKM-Kewirausahaan ini pengusul mengusulkan sebuah judul WAT TINI (Wahana Tani Tin dan Kelinci) “ Mini Farm Tin/Ara (Ficus Carica) dan Ternak Kelinci sebagai Roda Ekonomi Berkelanjutan dan Pengaplikasian Sistem Pertanian Terpadu”, yang memiliki satu keutamaan yang menonjol yakni dalam usaha ini menerapkan sistem pertanian terpadu. Dari praktek usaha mini farm yang dilengkapi peternakan, menjadikan kegiatan ini berupa miniatur aplikasi sistem pertanian secara terpadu. Diharapkan mini farm tanaman Tin dan ternak Kelinci menjadi tempat kami untuk belajar mengelola dan memanajemen sebuah sistem pertanian terpadu. Maka dari itulah kegiatan ini masih dalam tingkat miniatur agar lebih mudah pengelolaannya sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan. Jika berhasil mengelola sistem mini farm terpadu ini, sangat mungkin sekali jika mempunyai modal besar kegiatan akan dikembangkan menjadi farming yang berskala besar dan komponen akan semakin banyak. Tidak hanya budi daya dan peternakan, namun juga sistem lainnya.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 335 documents...