BAKTERI SALMONELLA TYPHI

Top PDF BAKTERI SALMONELLA TYPHI:

GAMBARAN SENSITIFITAS PRODUK MINYAK JINTAN HITAM (Nigella Sativa) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella Typhi (Studi Di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

GAMBARAN SENSITIFITAS PRODUK MINYAK JINTAN HITAM (Nigella Sativa) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella Typhi (Studi Di Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang) - STIKES Insan Cendekia Medika Repository

Puluhan ribu orang di seluruh dunia telah kehilangan keluarga, rumah, dan gaya hidup mereka karena biaya pengobatan yang sangat tinggi. Berdasarkan penelitian terdahulu biji jintan hitam mengandung zat aktif antimikroba. Ekstrak jintan hitam mempunyai efek antimikroba terhadap pertumbuhanSalmonella typhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sensitifitas produk minyak jintan hitam yang dijual di kecamatan Jombang pada pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.

68 Baca lebih lajut

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DARI BEBERAPA DAUN TANAMAN DI INDONESIA TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi SERTA  Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Salmonella typhi

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DARI BEBERAPA DAUN TANAMAN DI INDONESIA TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi SERTA Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Salmonella typhi

Ekstrak etanol dan ekstrak air daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sedangkan ekstrak etil asetat dan campuran etanol-etil asetat (1:1 v/v) memiliki aktivitas antibakteri (Mardianingsih and Aini, 2014). Ekstrak air, aseton, dan etanol daun tamarin (Tamarindus indica L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella paratyphi, Bacillus subtilis dan Salmonella typhi (Doughari, 2006). Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif (Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae) dan gram negatif (Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia) (Kalpana and Moorthi, 2013). Ekstrak hexane daun nilam (Pogostemoncablin (Blanco)Bth.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli, B. subtilis, Staphylococcus aureus dan Enterobacter (Pullagummi et al., 2014). Berdasarkan penelitian sebelumnya, sepuluh daun tanaman tersebut belum diketahui aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Salmonella typhi, sehingga perlu dilakukan skrining aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% beberapa daun tanaman di Indonesia terhadap bakteri Salmonella typhi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella typhi PADA DAGING AYAM POTONG DI PASAR TRADISIONAL CITRA NIAGA JOMBANG ( Studi di laboratorium STiKes ICMe Jombang ) KARYA TULIS ILMIAH

IDENTIFIKASI BAKTERI Salmonella typhi PADA DAGING AYAM POTONG DI PASAR TRADISIONAL CITRA NIAGA JOMBANG ( Studi di laboratorium STiKes ICMe Jombang ) KARYA TULIS ILMIAH

Pendahuluan Salmonella typhi merupakan bakteri patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia yang dapat menyebabkan Salmonellosis. Salmonellosis bersifat zoonosis, artinya penyakit ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Salmonella typhi menular kemanusiamelalui berbagai makanan asal ternak yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Gejala Salmonellosis diantaranya diare, mual, kedinginan dan sakit kepala selama 2-7 hari akibat terinfeksinya saluran pencernaan (gastroenteritis) oleh bakteri Salmonella typhi. Oleh karena itu, produk pangan tidak diperbolehkan mengandung Salmonella typhi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Salmonella typhi pada daging ayam potong di pasar Citra Niaga Jombang
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI INFUS RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val) TERHADAP DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi

PENGARUH KONSENTRASI INFUS RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val) TERHADAP DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi

dikulturkan di Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah bakteri Salmonella typhi dengan kepadatan sesuai dengan standart MacFarlan 0,5 yaitu 1,5 x 108 bakteri/ml. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah infus rimpang temu mangga dengan berbagai konsentrasi yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%,10%, variabel terikat dalam penelitian ini adalah diameter zona hambat Salmonella typhi setelah diberi infus rimpang temu mangga (Curcuma mangga Val) dalam berbagai konsentrasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan Anava Satu Arah.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Uji efektivitas ekstrak madu multiflora dalam menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi

Uji efektivitas ekstrak madu multiflora dalam menghambat pertumbuhan bakteri salmonella typhi

Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut. Sebagian bakteri mati dalam lambung dan sebagian lagi berhasil lewat dan masuk ke usus halus. 38 Salmonella typhi memasuki sistem host (pejamu) terutama melalui ileum distal. Mereka memiliki fimbriae khusus yang mengikuti epitel yang berada disekitar plakat Peyer, kemudian mereka menempel pada epitel tersebut. 39 Setelah itu bakteri ini menembus sel-sel epitel dan selanjutnya ke lamina propia. Di lamina propia bakteri ini di fagosit oleh makrofag. Salmonella typhi memiliki antigen kapsular Vi yang menutupi PAMPs (pathogen-associated molecular pattern) sehingga dapat menghindari sel imun mengenali bakteri tersebut. 40 Salmonella typhi dapat menggunakan sistem selular makrofag untuk reproduksi mereka. 41
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

ARC DISCHARGE SEBAGAI PROBA BAKTERI Salmonella typhi

ARC DISCHARGE SEBAGAI PROBA BAKTERI Salmonella typhi

was studied by dilution method. The analysis was performed by plate count method compared with UV-Vis spectroscopy. Analysis performed by UV-Vis spectroscopy provided the better results than by plate count method. Nanoparticle probe addition showed the significant increases of absorbance peak corresponded to the bacterial signal around 250 nm. Determination coefficient (R 2 ) of the linearity equations performed with nanoparticle concentration of 71.4 ppm and 1420 ppm were 0.7166 and 0.6002, respectively. This results showed that the lower nanoparticle concentration added, the better sensitivity obtained for Salmonella typhi detection.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN LAVENDER (Lavandula angustifolia) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN LAVENDER (Lavandula angustifolia) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi

Pada tahun 2004 Salmonella typhi diperkirakan menginfeksi 21,7 juta orang dan menyebabkan 217.000 kematian di seluruh dunia. Insidensi tinggi demam tifoid (>100 kasus/100.000 populasi/tahun) ditemukan di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Selatan, sebanyak 80% kasus berasal dari area kumuh di Bangladesh, Cina, India, Indonesia, Laos, Nepal, Pakistan, dan Vietnam (Crump, 2004). Insiden demam tifoid bervariasi di tiap daerah dan biasanya terkait dengan sanitasi lingkungan; di daerah rural (Jawa Barat) 157 kasus per 100.000 penduduk, sedangkan di daerah urban ditemukan 760-810 per 100.000 penduduk. Perbedaan insiden di perkotaan berhubungan erat dengan penyediaan air bersih yang belum memadai serta sanitasi lingkungan dengan pembuangan sampah yang kurang memenuhi syarat kesehatan lingkungan (Widodo, 2009).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz and Pav) Dan Kloramfenikol Terhadap Bakteri Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Dan Staphylococcus aureus Beserta Bioautografinya.

BAB 1 PENDAHULUAN Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz and Pav) Dan Kloramfenikol Terhadap Bakteri Salmonella typhi, Shigella dysenteriae, Dan Staphylococcus aureus Beserta Bioautografinya.

Staphylococcus aureus berkemampuan melakukan pembelahan dan menyebar luas ke dalam jaringan serta memproduksi bahan ekstraseluler seperti katalase, koagulase, eksotoksin, lekosidin, toksin eksfoliatif, toksin syok sindrom, dan enterotoksin (Juliantina dkk, 2010). Infeksi ringan Staphylococcus aureus terjadi pada kulit seperti bisul dan furunkulosis dan infeksi yang serius seperti pneumonia, meningitis, flebitis, dan mastitis. Selain itu dapat menyebabkan infeksi dalam saluran urin dan infeksi kronis, seperti osteomielitis dan endokarditis. Bakteri ini merupakan salah satu penyebab utama infeksi nosokomial akibat luka tindakan operasi dan pemakaian alat-alat perlengkapan perawatan di rumah sakit. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan keracunan makanan akibat produksi enterotoksin dan sindrom renjat toksik (toxic shock syndrome) (Radji, 2011).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Uji daya hambat ekstrak daun keji beling (Strobilanthes Crispa Bl.) terhadap pertumbuhan bakteri salmonella typhi secara in vitro.

Uji daya hambat ekstrak daun keji beling (Strobilanthes Crispa Bl.) terhadap pertumbuhan bakteri salmonella typhi secara in vitro.

Penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bakteri Salmonella typhi adalah demam tipoid. Mekanisme demam didahului oleh pelekatan Salmonella, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, pada protein reseptor yang ada di permukaan sel epitel usus. Setelah terjadi proses fagositosis bakteri oleh sel inang, bakteri akan berkolonisasi dan bermultiplikasi. Selanjutnya, terjadi invasi bakteri pada lapisan epitel intestin. Kemudian akan berkembang biak secara intraseluler dan masuk ke dalam saluran kelenjar getah bening. Setelah itu bakteri akan masuk ke dalam peredaran darah (bakterimia) lalu menyebar ke dalam organ tubuh (Darmawati, dkk, 2008).
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HABBATUSSAUDA, MADU KALIMANTAN DAN SARI KURMA TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi.

AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HABBATUSSAUDA, MADU KALIMANTAN DAN SARI KURMA TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi.

Honey is one of natural products that have been used in handling and preventing many diseases because of its activity to positive and negative Gram bacteria. In this research, antibacterial activities of habbatussauda honey, Kalimantan honey and date palm juice to Salmonella typhi were determined by agar difusion method; and Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bacterisidal Concentration (MBC) of them were determined using microdilution and agar difusion methods. The results show that habbatussauda honey, Kalimantan honey and date palm juice have inhibition zone to S. typhi in concentration 50%. The best activity showed by habbatussauda honey. Its MIC and MBC were 17,25% and 17,5% while Kalimantan honey and date palm juice were 22,75% and 23% , then 23,75% dan 24 %. The ratio value of habbatussauda honey, Kalimantan honey and date palm juice with chloramphenicol on S. typhi respectively is 1 : 0,1113; 1 : 0,4028; 1 : 0,0002.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI

PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI

Penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti didapatkan hasil Kadar Bunuh Minimal (KBM) pada konsentrasi 40% sedangkan Kadar Hambat Minimal (KHM) tidak dapat dievaluasi dikarenakan kekeruhan bahan alam. Berdasarkan data diatas, maka peneliti akan melakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak daun sirsak (A í íìíé ëô õóö éï é ÷ ) sebagai antimikroba terhadap bakteri è éê ëì í îêê é

25 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS EKTRAK PROPOLIS LEBAH KELULUT (Trigona spp) DALAM

EFEKTIVITAS EKTRAK PROPOLIS LEBAH KELULUT (Trigona spp) DALAM

Propolis mempunyai khasiat sebagai antikanker, antivirus, antifungi dan antibiotika (Haryanto et al., 2012). Penelitian Agustina (2007), dihasilkan ekstrak propolis lebah asal Malang dapat mempengaruhi dan menghambat pertumbuhan bakteri gram positif Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 60% dan bakteri gram negatif Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 70%. Penelitian mengenai efektivitas antibakteri dan anti jamur propolis dan lebah Trigona spp asal provinsi Kalimantan Selatan sejauh pengetahuan penulis belum pernah dilakukan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak propolis lebah kelulut (Trigona spp) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Hipotesis penelitian adalah Ekstrak propolis lebah kelulut (Trigona spp) efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true eksperiment berupa rancangan-rancangan eksperimen sungguhan dengan menggunakan rancangan Postest Only Control Group Design (Notoatmodjo, 2010). Bahan penelitian adalah propolis dari sarang lebah kelulut (Trigona spp) yang ada di daerah Banjarbaru, dengan kriteria sarang yang bertekstur rapuh dan berwarna gelap. Data yang diperoleh ditabulasikan dan dilakukan analisis secara statistik dengan one way anova dan Kruskal Wallis α 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian konsentrasi yang efektif dari ekstrak propolis untuk Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus adalah 100% dan tidak terdapat zone hambat untuk Candida albicans. Saran perlu dilakukan uji aktivitas antimikroba propolis lebah kelulut (Trigona spp) asal daerah Kalimantan Selatan terhadap candida albicans dengan metode dilusi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

POTENSI ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN BINTARO (Carbera odollam Gaertn.)  Potensi Antibakteri Dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Carbera Odollam Gaertn.) Terhadap Salmonella Typhi Dan Staphylococcus Aureus.

POTENSI ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN BINTARO (Carbera odollam Gaertn.) Potensi Antibakteri Dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Carbera Odollam Gaertn.) Terhadap Salmonella Typhi Dan Staphylococcus Aureus.

Daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn) adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri.Tanaman ini juga memiliki aktivitas sebagai analgesik, antikonvulsan, kardiotonik, diuretik, aktivitas hipotensi, antikanker, antioksidan, antifungi, dan antilarva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dari ekstrak etanol daun bintaro terhadap bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus serta senyawa kimia yang memiliki aktivitas antibakteri.

12 Baca lebih lajut

POTENSI ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN BINTARO (Carbera odollam Gaertn.) TERHADAP Salmonella typhi  Potensi Antibakteri Dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Carbera Odollam Gaertn.) Terhadap Salmonella Typhi Dan Staphylococcus A

POTENSI ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN BINTARO (Carbera odollam Gaertn.) TERHADAP Salmonella typhi Potensi Antibakteri Dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Bintaro (Carbera Odollam Gaertn.) Terhadap Salmonella Typhi Dan Staphylococcus A

Daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn) adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Tanaman ini juga memiliki aktivitas sebagai analgesik, antikonvulsan, kardiotonik, diuretik, aktivitas hipotensi, antikanker, antioksidan, antifungi, dan antilarva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dari ekstrak etanol daun bintaro terhadap bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus serta senyawa kimia yang memiliki aktivitas antibakteri. Ekstraksi daun Bintaro menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi sehingga diperoleh ekstrak kental. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi padat untuk menentukan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Identifikasi kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak menggunakan fase diam Silica gel GF 254nm dan fase gerak toluen:etil asetat (85:15) v/v. Penelitian ini dilanjutkan dengan metode
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asuhan Keperawatan Pada Ny.W Dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Demam Typhoid Di Ruang Multazam Rs Pku Muhammadiyah Surakarta.

PENDAHULUAN Asuhan Keperawatan Pada Ny.W Dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Demam Typhoid Di Ruang Multazam Rs Pku Muhammadiyah Surakarta.

minuman yang terkontaminasi, lalat, feses atau urin pasien dengan carier (orang yang sembuh dari demam typhoid, tapi dalam tubuhnya masih mengandung bakteri salmonella typhi kurang lebih dalam waktu 1 tahun), Sehingga dalam penanganannya memerlukan perawatan yang komprehensif, agar tidak menyebabkan komplikasi yang berat pada pasien hingga menyebabkan kematian.

Baca lebih lajut

PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum santum L.) TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi SECARA In Vitro

PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum santum L.) TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi SECARA In Vitro

Salmonella typhi menyebabkan demam tifoid. Pada Salmonella yang tertelan akan mencapai usus halus, kemudian memasuki saluran limfatik dan masuk ke aliran darah. Salmonella dibawa ke berbagai organ oleh darah, salah satunya adalah usus. Organisme ini akan memperbanyak diri di jaringan limfoid usus dan diekskresikan melalui feses. Periode inkubasi selama 10-14 hari, lalu akan timbul demam, malaise, sakit kepala, konstipasi, bradikardia, dan malgia. Rose spot jarang ada tetapi biasanya timbul sebentar pada kulit perut atau dada (Jawetz et al., 2010).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh pH Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi in vitro - MCUrepository

Pengaruh pH Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi in vitro - MCUrepository

Salmonella typhi suspension of 1/1. 000.000 dilution using streak plate method. The media were then incubated for 24 hours. The pH of the media were adjusted by adding concentrated HCl or NaOH 2N to the liquid SS Agar. The experiments were done 3 times. The number of the living Salmonella typhi was taken from the colony forming unit (cfu) times the dilution factor, and the average number was taken from the 3 experiments. The average number of each pH was then compared with the average number of the control (+) media. Control (+) media was made using the SS Agar without pH adjustment as a standard for the optimum Salmonella typhi growth.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

MAKALAH TENTANG SALMONELLA TYPHI (1)

MAKALAH TENTANG SALMONELLA TYPHI (1)

Makalah yang berjudul “ salmonella typhi ” ini, saya susun untuk memenuhi tugas Penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, baik itu dari segi penulisan, bahasa, maupun kosa kata yang digunakan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapar berguna bagi kita semua umumnya dan terlebih bagi kami penulis khususnya.

Baca lebih lajut

Perbedaan Aktivitas Antibakteri Flavonoid Total Dan Tanin Total Pada Daun Bangun-Bangun (Coleus Amboinicus Lour) Terhadap Bakteri Shigella Dysenteriae, Escherichia Coli Dan Salmonella Typhi

Perbedaan Aktivitas Antibakteri Flavonoid Total Dan Tanin Total Pada Daun Bangun-Bangun (Coleus Amboinicus Lour) Terhadap Bakteri Shigella Dysenteriae, Escherichia Coli Dan Salmonella Typhi

Infeksi saluran pencernaan disebabkan karena tertelannya mikroorganisme patogen yang dapat menimbulkan infeksi dan intoksikasi pada manusia dan menimbulkan penyakit misalnya disentri, diare dan demam tifoid (Gibson, 1996). Secara berturut- turut penyebab bakteri patogen yaitu Shigella dysenteriae, Escherichia coli, dan Salmonella typhi (Afset et al, 2003). Penyakit disentri masih merupakan salah satu masalah kesehatan umum bagi masyarakat Indonesia. Salah satu penyebab disentri adalah Shigella dysenteriae (Lay, 1994). Escherichia coli adalah bagian flora normal saluran usus yang diduga apabila dalam jumlah yang abnormal sebagai penyebab diare. Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Pada umumnya ketiga bakteri ini ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi atau dari feces dan urin orang yang terinfeksi (Gibson, 1996).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR VIRULENSI Salmonella enterica SEROVAR TYPHI.

FAKTOR VIRULENSI Salmonella enterica SEROVAR TYPHI.

Salmonella disebarkan melalui makanan (foodborne diseases), dengan gejala diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella. Gejala lainnya adalah demam, sakit kepala, mual dan muntah- muntah. Tiga serotipe utama dari jenis S. enterica adalah S. typhi, S. typhimurium, dan S. enteritidis. S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 8768 documents...