citra digital

Top PDF citra digital:

Sistem Visual Manusia dan Pengolahan Citra Digital

Sistem Visual Manusia dan Pengolahan Citra Digital

12 Laboratorium Computer Vision Pengertian Citra Digital Pengertian Citra Digital • Citra Digital – Citra digital merupakan fungsi intensitas cahaya fx,y, dimana harga x dan y merup[r]

40 Baca lebih lajut

Deteksi Pornografi Pada Citra Digital

Deteksi Pornografi Pada Citra Digital

Untuk mendeteksi pola pornografi pada citra digital, maka Jaringan Saraf LVQ melakukan pembelajaran pada vector (hasil konversi dari matrix citra m x n) yang diinputkan dan dibagi ke dalam beberapa kelas. Data pelatihan yang diinpukan ke Jaringan Saraf LVQ untuk tahap pembelajaran menggunakan pola yang didapat dari hasil deteksi tepi pada citra payudara wanita dengan ukuran citra 100 x 100. Seperti pada Gambar 5 yang merupakan kumpulan citra pelatihan 100 x 100 sebanyak 24 data hasil deteksi tepi dari citra asli.

7 Baca lebih lajut

Transformasi fourier diskrit dan aplikasinya pada kompresi citra digital.

Transformasi fourier diskrit dan aplikasinya pada kompresi citra digital.

Citra merupakan suatu kombinasi antara titik-titik, garis, bidang dan warna untuk menciptakan sebuah tiruan dari obyek nyata. Citra dapat difungsikan sebagai suatu simbol untuk menyampaikan pesan antar manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, citra hanya tampak dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi. Citra dalam wujud dua dimensi dapat berupa suatu citra digital, sedangkan citra dalam wujud tiga dimensi dapat berupa patung atau ukiran. Citra digital merupakan gambar tiruan dari suatu obyek nyata yang diciptakan oleh perangkat optik seperti kamera, akan tetapi ukuran resolusi dari citra digital sangat besar sehingga akan berdampak dalam penyimpanan dan proses pengiriman gambar. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu dilakukan minimisasi ukuran resolusi yang dikenal dengan kompresi.
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Steganografi dan Watermarking pada Citra Digital

Steganografi dan Watermarking pada Citra Digital

Bab 13_Steganografi dan Watermarking pada Citra Digital 209 Pada dasarnya, teknik watermarking adalah proses menambahkan kode identifikasi secara permanen ke dalam data digital. Kode identifikasi tersebut dapat berupa teks, gambar, suara, atau video. Selain tidak merusak data digital produk yang akan dilindungi, kode yang disisipkan seharusnya memiliki ketahanan ( robustness) dari berbagai pemrosesan lanjutan seperti pengubahan, transformasi geometri, kompresi, enkripsi, dan sebagainya. Sifat robustness berarti data watermark tidak terhapus akibat pemrosesan lanjutan tersebut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

RPS Pengolahan Citra Digital

RPS Pengolahan Citra Digital

Mata kuliah ini membahas mengenai tentang apa itu citra digital, konsep – konsep fundamental citra dua dimensi dan manfaatnya, bagaimana melakukan perbaikan kualitas citra digital, serta menghubungkan teori dan hasil pemrosesan citra digital.

19 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan dan Implementasi Self Embedding pada Citra Digital dengan Kemampuan Restorasi

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan dan Implementasi Self Embedding pada Citra Digital dengan Kemampuan Restorasi

Citra digital merupakan salah satu media digital yang memiliki resiko untuk dimanipulasi. Informasi yang disampaikan dapat disalahgunakan oleh pihak lain, demi keuntungan pihak tersebut atau untuk tujuan merugikan pihak yang menerima. Salah satu teknik yang pada umumnya digunakan untuk mengamankan citra digital adalah watermarking yang bekerja dengan cara menyisipkan informasi kedalam citra digital tersebut. Citra digital dinyatakan utuh ketika pada proses verifikasi, informasi yang disisipkan asli. Pada penelitian ini diimplementasikan teknik watermarking self embedding, yaitu dengan menyisipkan salinan dari gambar tersebut kedalam dirinya sendiri. Salinan yang disisipkan juga dapat digunakan untuk melakukan restorasi ketika manipulasi/kerusakan terjadi pada citra digital. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi self embed dengan kemampuan untuk merestorasi citra digital yang telah dimanipulasi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Penerapan Algoritma K-Means Clustering Untuk Pengelompokkan Citra Digital Dengan Ekstraksi Fitur Warna RGB

Penerapan Algoritma K-Means Clustering Untuk Pengelompokkan Citra Digital Dengan Ekstraksi Fitur Warna RGB

Selama ini untuk melakukan proses clustering citra digital dengan ekstraksi fitur warna RGB biasanya harus dilakukan secara manual dengan cara memilih satu per satu data. Mengelompokkan citra digital dalam jumlah yang besar sangatlah memerlukan waktu yang lama. Untuk mepermudah pengelompokkan citra digital diterapkan sebuah teknik pengelompokkan dengan menerapkan algoritma K-Means Clustering

9 Baca lebih lajut

Implementasi High-Boost Filtering Untuk Memperbaiki Kualitas Citra Digital

Implementasi High-Boost Filtering Untuk Memperbaiki Kualitas Citra Digital

Citra biner adalah citra digital yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai pixel yaitu hitam dan putih. Citra biner juga disebut sebagai citra B&W (black and white) atau citra monokrom. Hanya dibutuhkan 1 bit untuk mewakili nilai setiap pixel dari citra biner. Citra biner sering kali muncul sebagai hasil dari proses pengolahan seperti segmentasi ,pengambangan, morfologi, ataupun dithering. (Putra, 2010)

11 Baca lebih lajut

Bab 2 Tinjauan Pustaka - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan dan Implementasi Aplikasi Steganografi Citra Digital Menggunakan Metode Least Significant Bit (LSB) Berbasis Mobile Android: studi kasus: PT Jasa Raharja (P

Bab 2 Tinjauan Pustaka - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan dan Implementasi Aplikasi Steganografi Citra Digital Menggunakan Metode Least Significant Bit (LSB) Berbasis Mobile Android: studi kasus: PT Jasa Raharja (P

Pada penelitian lainnya yang berjudul “Steganography in Mobile Phone Over Bluetooth” , dibahas mengenai metode pengiriman pesan secara tersembunyi, melalui bluetooth. Pada penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi yang dikembangkan dapat menghasilkan citra digital tersisipi yang tidak dapat dibedakan dengan citra digital semula, selain itu juga disimpulkan aplikasi steganografi dapat dikembangkan pada smartphone dan pertukaran informasi dilakukan melalui

13 Baca lebih lajut

Buku Pengolahan Citra Digital

Buku Pengolahan Citra Digital

Citra dalam format BMP lebih bagus dari pada citra dalam format JPEG, Terjemahan bebas dari bitmap adalah pemetaan bit. Artinya, nilai intensitas pixel di dalam citra dipetakan ke sejumlah bit tertentu. Peta bit yang umum adalah 8, artinya setiap pixel panjangnya 8 bit. Delapan bit ini merepresentasikan nilai intensitas pixel. Dengan demikian ada sebanyak 28 = 256 derajat keabuan, mulai dari 0 sampai 255. Citra dalam format BMP ada tiga macam : citra biner, citra berwarna, dan citra hitam-putih (grayscale). Citra biner hanya mempunyai dua nilai keabuan, yaitu 0 dan 1. Oleh karena itu, 1 bit sudah cukup untuk merepresentasikan nilai pixel. Citra berwarna adalah citra yang lebih umum. Warna yang terlihat pada citra bitmap merupakan kombinasi dari tiga warna dasar, yaitu merah, hijau, dan biru. Setiap pixel disusun oleh tiga komponen warna : R (red), G (green), dan B (blue). Kombinasi dari tiga warna RGB tersebut menghasilkan warna yang khas untuk pixel yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

255 Baca lebih lajut

Implementasi Contra Harmonic Mean Filter Untuk Mereduksi Noise Pada Citra Digital

Implementasi Contra Harmonic Mean Filter Untuk Mereduksi Noise Pada Citra Digital

Many disorders that can occur digital camera image recordings.Such as the lens does not focus, appear spots caused by the capture process is not perfect, uneven lighting intensity which not uniform, and the image contrast is too low so it is difficult to separate objects from the background or disruption that caused by dirt on the image. One of image disturbance is in the form of spots that can reduce the beauty of image. The effects of noise to an image varies depending on the type of the noise, because some affects the image display and some are not so affecting. One of technique that used to reduce noise is a noise filter that performs the separation of objects in image. The algorithm that used in this experiment is Contra Harmonic Mean Filter that performs noise reduction by replacing the pixel value with the median value (average) intensity pixel image containing noise. The test results obtained with the three images show the results of noise reduction and PSNR values varying average is 8,528.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengantar Pengolahan Citra Digital

Pengantar Pengolahan Citra Digital

CITRA 11/12/2018 6 • Menurut Kamus Webster Citra image adalah suatu representasi, kemiripan, atau imitasi dari suatu objek atau benda • Secara harpiah citra adalah gambar pada [r]

53 Baca lebih lajut

T1 672011045 Full text

T1 672011045 Full text

LSB embedding merupakan teknik steganografi yang menggunakan pendekatan tergolong sederhana dan langsung. Sesuai dengan namanya, teknik LSB embedding menyisipkan pesan ke dalam LSB (least significant bit). Hal ini hanya akan mempengaruhi nilai warna pada piksel sebesar + 1, maka secara umum diasumsikan bahwa degradasi warna yang terjadi dapat tidak dikenali oleh mata[11]. LSB embedding memiliki kelebihan dibandingkan dengan algoritma EOF steganography [3], dalam hal perubahan ukuran dokumen yang disisipi. LSB embedding tidak menambahkan ukuran dokumen, karena proses yang terjadi adalah mengganti bit akhir tiap warna. EOF bekerja dengan menambahkan informasi pada akhir dokumen. Algoritma steganografi yang lain adalah algoritma DCT. Algoritma ini menggunakan frekuensi domain dari citra digital untuk menyisipkan informasi. Kelemahan dari algoritma DCT adalah mata manusia dapat mengenali perubahan yang terjadi pada frekuensi rendah [12]. Karena kelebihan - kelebihan dari algoritma LSB embedding, maka pada penelitian ini dipilih LSB embedding dalam proses penyisipan Digital signature dalam dokumen digital.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Teknik Pengamanan Pesan dengan Algoritma

Teknik Pengamanan Pesan dengan Algoritma

Aspek fidelity yang dimaksud adalah bahwa mutu berkas citra digital hasil penyisipan pesan rahasia tidak jauh berubah jika dibandingkan dengan berkas citra digital asli (Munir, 2006). Pengujian terhadap aspek fidelity pada perangkat lunak ini dilakukan dengan menghitung nilai Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) pada citra digital. PSNR merupakan nilai (rasio) yang menunjukan tingkat toleransi noise tertentu terhadap banyaknya noise pada suatu sinyal video/citra. PSNR menyatakan tingkat kemiripan antara citra terekonstruksi dengan citra digital asli (Sianipar dan Muliani, 2003). Nilai PSNR yang semakin tinggi akan menghasilkan kualitas kemiripan yang semakin baik. Nilai PSNR yang wajar mempunyai angka minimal 30 dB (decibel). Nilai PSNR ini akan dihitung dengan menggunakan software MSU Video Quality Measurement Tool Version 2.7.3.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Implementasi Harmonic Mean Filter Untuk Mereduksi Noise Pada Citra BMP Dan PNG

Implementasi Harmonic Mean Filter Untuk Mereduksi Noise Pada Citra BMP Dan PNG

Reduksi noise merupakan suatu proses untuk mengurangi noise pada sebuah citra digital untuk meningkatkan kualitas citra yang merupakan langkah awal dalam citra digital. Dalam mengurangi noise tersebut diperlukan suatu metode untuk mereduksi noise yaitu dengan metode Harmonic Mean Filter. Dalam Harmonic Mean Filter nilai warna setiap piksel diganti dengan nilai warna pada setiap piksel diwilayah terdekat. Pada proses reduksi noise ini objek yang digunakan adalah citra berwarna yang berformat .bmp dan .png, dimana sistem akan menambahkan noise yang terdapat pada sistem tersebut, yaitu Gaussian Noise atau Salt and Pepper Noise dengan nilai persentase noise yang berkisar antara 1-100%. Dalam mengukur nilai perbandingan kualitas citra hasil reduksi noise tersebut digunakan perhitungan nilai MSE, PSNR, dan Running Time. Berdasarkan dari hasil pengujian pada citra hasil reduksi noise dengan Harmonic Mean Filter berformat .bmp dan .png, nilai Running Time terkecil dimiliki oleh citra hasil reduksi noise Salt and Pepper. Harmonic Mean Filter juga sangat baik digunakan pada citra dengan Gaussian Noise karena menghasilkan nilai MSE dan PSNR lebih baik dibandingkan dengan citra dengan Salt and Pepper Noise.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Hasil Algoritma Homogeneity Dan Algoritma Prewitt Untuk Deteksi Tepi Pada Citra BMP

Analisis Perbandingan Hasil Algoritma Homogeneity Dan Algoritma Prewitt Untuk Deteksi Tepi Pada Citra BMP

Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan, atau imitasi dari suatu objek. Citra merupakan salah satu komponen multimedia dimana memegang peranan yang sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimilki oleh data teks, yaitu citra kaya dengan informasi. Ditinjau dari sudut pandang matematis, citra merupakan fungsi berkelanjutan (continue) dari intensitas cahaya pada bidang dwimatra (dua dimensi) [7]. Pada Gambar 2.1 adalah citra digital dengan objek Mesjid Raya Al Mashun atau lebih dikenal Mesjid Raya Medan.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI EKSTRAKSI FITUR TEKSTUR GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRICES (GLCM) UNTUK PENGELOMPOKAN CITRA TENUN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS - UDiNus Repository

IMPLEMENTASI EKSTRAKSI FITUR TEKSTUR GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRICES (GLCM) UNTUK PENGELOMPOKAN CITRA TENUN MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS - UDiNus Repository

Pengolahan citra digital adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan perbaikan kualitas gambar (peningkatan kontras, transformasi warna, restorasi citra), transformasi gambar (rotasi, translasi, skala, transformasi geometrik), melakukan pemilihan citra ciri (feature images) yang optimal untuk tujuan analisis, melakukan proses penarikan informasi atau deskripsi objek atau pengenalan objek yang terkandung pada citra, melakukan kompresi atau reduksi data untuk tujuan penyimpanan data, transmisi data, dan waktu proses data. Input dari pengolahan citra adalah citra, sedangkan output-nya adalah citra hasil pengolahan [28].
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI METODE CANNY DAN SOBEL UNTUK MENDETEKSI TEPI CITRA

IMPLEMENTASI METODE CANNY DAN SOBEL UNTUK MENDETEKSI TEPI CITRA

Analisa proses yang akan dilakukan disini adalah analisa tentang bagaimana proses deteksi tepi citra digital dengan metode sobel. Untuk mendeteksi tepi dengan metode Sobel, kita akan menggunakan gradien G(x,y) sama halnya dengan canny, yang merupakan sebuah vektor yang terdiri dari dua unsur yaitu Gx dan Gy. Deteksi tepi dilakukan dengan cara membaca setiap pixel pada citra dengan cara membaca dari pixel paling kiri atas (timur utara) dan bergerak ke pixel paling kanan bawah (barat selatan). Oleh karena itu, untuk membantu penelusuran tepi, gradien Gx dan Gy masing-masing dihitung dengan matrix metode sobel Mask 3x3. metode ini mengambil prinsip dari fungsi laplacian dan gaussian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF. Kelebihan dari metode sobel ini adalah kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi. Nilai C konstanta bernilai dua, sehingga terbentuk matriks operator sobel seperti tabel di bawah ini :
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR  Kompresi Image Menggunakan Vector Quantization.

TUGAS AKHIR Kompresi Image Menggunakan Vector Quantization.

Salah satu yang termasuk dalam bagian pengolahan citra digital adalah kompresi citra yang merupakan suatu teknik untuk mempresentasikan citra ke dalam bentuk yang lebih tereduksi, baik terhadap ukuran file, segi pewarnaan maupun yang lainya. Selama ini telah banyak dikembangkan algoritma untuk proses kompresi, salah satunya Vector Quantization merupakan metode baru yang mulai dikembangkan.

15 Baca lebih lajut

2.1 Pengertian Citra - Analisis Perbandingan Kompresi Citra Menggunakan Metode Joint Photographic Experts Group (Jpeg) Dan Burrows-Wheeler Transform (Bwt)

2.1 Pengertian Citra - Analisis Perbandingan Kompresi Citra Menggunakan Metode Joint Photographic Experts Group (Jpeg) Dan Burrows-Wheeler Transform (Bwt)

Kompresi citra dapat meminimalkan jumlah bit yang diperlukan untuk merepresentasikan citra. Apabila sebuah foto berwarna berukuran 3 inci × 4 inci dengan tingkat resolusi sebesar 500 dot per inch (dpi), maka diperlukan 3 × 4 × 500 × 500 = 3.000.000 dot (piksel). Setiap piksel terdiri dari 3 byte dimana masing-masing byte merepresentasikan warna merah, hijau, dan biru. Sehingga citra digital tersebut memerlukan volume penyimpanan sebesar 3.000.000 × 3 byte + 1080 = 9.001.080 byte setelah ditambahkan jumlah byte yang diperlukan untuk menyimpan format (header) citra. Oleh karena itu diperlukan kompresi citra sehingga ukuran citra tersebut menjadi lebih kecil dan waktu pengiriman citra menjadi lebih cepat (Lidya, 2012).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...