Daya Tahan Aerobik

Top PDF Daya Tahan Aerobik:

Hubungan Daya Tahan Aerobik dan Koordinasi Gerak dengan Keterampilan Jurus Tunggal - Universitas Negeri Padang Repository

Hubungan Daya Tahan Aerobik dan Koordinasi Gerak dengan Keterampilan Jurus Tunggal - Universitas Negeri Padang Repository

sama dengan keterampilan jurus tunggal atlet pencak silat satria muda Indonesia (SMI) Kota Pariaman (Y). Setelah dilakukan analisis korelasi ganda maka berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa hipotesis tiga penelitian dapat diterima kebenaranya secara empiris. Kesimpulannya adalah, terdapat hubungan yang signifikan dari daya tahan aerobik dan koordinasi gerak secara bersama-sama dengan keterampilan jurus tunggal atlet pencak

7 Baca lebih lajut

TINGKAT KEMAMPUAN DAYA TAHAN AEROBIK, KECEPATAN REAKSI DAN KELINCAHAN TERHADAP KETEPATAN BACKHAND DRIVE ATLET TENIS MEJA PEMBINAAN ATLET BERBAKAT (PAB) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

TINGKAT KEMAMPUAN DAYA TAHAN AEROBIK, KECEPATAN REAKSI DAN KELINCAHAN TERHADAP KETEPATAN BACKHAND DRIVE ATLET TENIS MEJA PEMBINAAN ATLET BERBAKAT (PAB) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Akan tetapi pada kenyataannya saat ini, daya tahan aerobik, kecepatan reaksi dan kelincahan bagi beberapa pelatih dirasa tidak begitu diperlukan untuk atletnya. Sehingga ketiga komponen tersebut jarang untuk dimasukkan dalam program latihan. Padahal ketiga komponen biomotor tersebut sangatlah dibutuhkan dalam permainan tenis meja terlebih untuk ketepatan backhand drive. Kecepatan reaksi dan kelincahan yang baik akan menunjang atlet mempunyai ketepatan memukul yang akurat serta dengan daya tahan yang baik maka atlet akan mempunyai energi yang cukup dalam mengikuti suatu pertandingan.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMAMPUAN DAYA TAHAN AEROBIK DENGAN PRESTASI ATLET CABANG OLAHRAGA TENIS MEJA.

KORELASI KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMAMPUAN DAYA TAHAN AEROBIK DENGAN PRESTASI ATLET CABANG OLAHRAGA TENIS MEJA.

Latihan daya tahan aerobik bertujuan untuk menekan denyut nadi istirahat ( Nadi Basal ) serendah mungkin dan mendorong denyut nadi kerja maksimal setinggi mungkin. Pada kerja maksimal sumber energi adalah aerobik dan anaerobik. Kapasitas anaerobik sangat terbatas kerja pada VO2Max hanya bisa dipertahankan beberapa menit saja, untuk mempertahankan kerja dalam waktu lama, kerja tersebut harus harus dilakukan dibawah 100% VO2Max. Kecerdasan emosional dalam konteks penelitian ini adalah bagaimana seorang atlet memainkan tempo, juga penggunaan taktik agar dapat mengontrol permainan sesuai dengan taktik yang diinginkan dalam waktu yang sangat lama.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENGARUH INTERVAL TRAINING DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK

PENGARUH INTERVAL TRAINING DAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan tes dan pengukuran dalam olahraga. Daya tahan aerobik dengan tes lari Multi Tahap atau Multistage Fitness Test. analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji perbedaan dengan rumus t-test dengan taraf signifikansi 5%. Sebelum menguji dengan rumus t-tes, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data dengan melakukan uji normalitas dan homogenitas.

59 Baca lebih lajut

Peningkatan daya tahan aerobik melalui circuit training dan dukungannya terhadap daya tahan kecepatan: studi eksperimen ekstrakulikuler futsal sma negeri 10 bandung.

Peningkatan daya tahan aerobik melalui circuit training dan dukungannya terhadap daya tahan kecepatan: studi eksperimen ekstrakulikuler futsal sma negeri 10 bandung.

secara berulang-ulang dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihan atau pekerjaanya”. Ada beberapa metode latihan dalam melatih daya tahan aerobik diantaranya, lari jarak jauh, cross-country, fartlek, interval training dan bisa juga menggunakan circuit training. Metode latihan daya tahan aerobik harus memaksa tubuh untuk bekerja dalam waktu yang lama (lebih dari enam menit), salah satunya circuit training, sedangkan pengertian circuit training menurut Rohmat (2013:21) “ circuit training adalah metode latihan dimana beberapa kelompok otot yang berbeda digerakan dengan urutan tertentu ” . Metode latihan circuit training dilakukan dengan cara membuat beberapa pos atau stations, di setiap pos atlet harus melakukan bentuk latihan tertentu sesuai dengan tujuan, biasanya berbentuk latihan kondisi fisik seperti kekuatan, kecepatan, agilitas, daya tahan dan sebagainya, bisa juga dikombinasikan dengan bentuk latihan teknik sebagai moment penurunan tempo latihan atau termasuk inti latihan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

latihan daya tahan aerobik siswa sso real madrid yogyakarta

latihan daya tahan aerobik siswa sso real madrid yogyakarta

dalam suasana aerobik. Jadi dapat berlaku bagi seluruh tubuh, suatu sistem dalam tubuh, daerah tertentu dan sebagainya. Maximal Aerobik Power dapat dikatakan penentu yang penting pada olahraga ketahanan (endurance). Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahragawan yang sukses dalam nomor endurance secara tetap menunjukkan nilai VO² Max yang tinggi. Nilai VO² Max tertinggi dicapai pada olahraga yang memerlukan penggunaan energi yang relatif sangat besar dalam jangka waktu yang lama. Penelitian lain telah mengamati hubungan yang erat antar VO² Max dan prestasi olahraga nomor endurance seperti lari jarak jauh, renang dan bersepeda
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TERHADAP VO2 MAX

PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TERHADAP VO2 MAX

Dari hasil post test dalam perlakuan latihan sirkuit (Circuit Training) daya tahan aerobik (VO2 Max) dapat diketahui seberapa besar nilai daya tahan aerobik (VO2 Max) dan termasuk dalam klasifikasi rendah, cukup, sedang, bagus dan tinggi untuk Mahasiswa PKO FIK UNY. Dari 12 Mahasiswa PKO FIK UNY untuk usia 20 s/d 22 tahun secara keseluruhan dalam klasifikasi Bagus (43 s/d 52) dan Tinggi (> 53). Daya tahan aerobik (VO2 Max) yang termasuk dalam klasifikasi bagus sebanyak 6 orang sedangkan untuk klasifikasi tinggi ada 6 orang. Dilihat dari prosentase rata-rata pre test menuju post test terjadi penigkatan secara signifikan sebesar 43, 10 %.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S KOR 1001508 Chapter1

S KOR 1001508 Chapter1

Penulis mempunyai ketertarikan untuk melakukan penelitian mengenai sejauh mana kontribusi dari kemampuan daya tahan aerobik, kekuatan maksimal, power , dan daya tahan kekuatan atlet PPLP Jawa Barat terhadap keberhasilan teknik dan prestasi pada cabang olahraga gulat yang dikarenakan keempat unsur tersebut mempunyai peran penting dalam keberhasilan sebuah pertandingan sehingga dapat dijadikan suatu bahan rujukan dalam suatu pelatihan demi meningkatkan prestasi yang diharapkan. Maka peneliti mengambil judul : “P rofil Kemampuan Daya Tahan Aerobik, Kekuatan Maksimal, Power dan Daya tahan Kekuatan Atlet Gulat PPLP Jawa Barat ”.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S IKOR 1001451 Chapter1

S IKOR 1001451 Chapter1

Bab II landasan teori, kajian pustaka, kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian. Kajian pustaka mempunyai peran yang sangat penting. Bab ini membahas teori yang melandasi permasalahan skripsi yang merupakan kerangka teoritis yang diterapkan dalam skripsi, serta posisi teoritik peneliti. Pada bab ini berisi tentang dampak metode latihan sirkuit terhadap peningkatan daya tahan kekuatan dan daya tahan aerobik (VO2MAX).

Baca lebih lajut

S KOR 1002039 Chapter5

S KOR 1002039 Chapter5

2. Bagi rekan mahasiswa yang akan mengadakan penelitian tentang aspek – aspek kondisi fisik khususnya tentang daya tahan aerobik dan daya tahan kecepatan, penulis menganjurkan untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan hal- hal lainnya yang mempengaruhi kondisi fisik atlet.

Baca lebih lajut

Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)

Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)

Khomarul Ninzar 744 resiko terkena penyakit jantung koroner, yaitu: mengurangi kegemukan, menurunkan hipertensi, dan mengurangi kadar kolesterol darah. Latihan daya tahan akan mengembangakan konsumsi oksigen. Willmore dan Costill (1994: 155) mengatakan bahwa subyek yang belum terlatih VO2 maksimal menunjukkan peningkatan sebesar 20% atau lebih setelah mengikuti program latihan selama 6 bulan. Nilai VO2 maksimal yang tinggi dapat meningkatkan unjuk kerja pada aktivitas daya tahan, yaitu meningkatkan kemampuan rata- rata kerja lebih besar atau lebih cepat. Tingkat status daya tahan aerobik atau kesegaran kardiorespirasi yang optimal dapat diperoleh melalui kegiatan olahraga secara teratur dan terukur, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi menjauhi kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak kesehatan seperti merokok, menggunakan obat terlarang, minum minuman keras, serta memperhatikan kebutuhan rekreasi sebagai pengimbang kondisi fisik dan mental.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

S KOR 1100999 Chapter5

S KOR 1100999 Chapter5

1. Fakta berupa data-data dari atlet tim sepakbola UPI Bandung sebagai subyek penelitian, diketahui kemampuan anaerobik dan daya tahan aerobik atlet tim sepakbola UPI Bandung sebagian besar adalah baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil test yang sebagian besar memperoleh nilai baik. 2. Dengan diketahuinya kemampuan anaerobik dan daya tahan aerobik atlet

2 Baca lebih lajut

PROTEIN DALAM NUTRISI OLAHRAGA.

PROTEIN DALAM NUTRISI OLAHRAGA.

Binaragawan dan orang-orang lain yang menginginkan penambahan optimal pada massa (otot) ramping hendaknya menuju kepada konsumsi satu dosis protein 1,5 gr/kg/hari selama program latihan daya tahan. Dosis ini hendaknya dibagi menjadi 4 atau 5 sajian yang lebih kecil dan dikonsumsi dalam makananan campuran zat- makronutrisi sepanjang harinya. Penelitian menunjukkan bahwa hadirnya karbohidrat dan lemak meningkatkan efek anabolik protein terhadap jaringan otot. Konsumsi protein dalam makanan campuran zatmakronutrisi terbukti memberikan penerimaan protein bersih yang lebih tinggi baik terhadap orang dewasa muda maupun lebih tua dibandingkan dengan protein berkualitas tinggi lainnya sepertikasein. (Dangin et all, 2003)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S KOR 1002039 Abstract

S KOR 1002039 Abstract

Tujuan yang diangkat pada penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan daya tahan aerobik melalui circuit training serta dukungannya terhadap daya tahan kecepatan. Kegunaan dari hasil penelitian ini secara teoritis dapat digunakan sebagai sarana untuk memperkaya dan mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya guna meningkatan kemampuan fisik (Latihan Fisik). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa ekstrakulikuler futsal SMA Negeri 10 Bandung sebanyak 20 orang yang terbagi menjadi 2 yaitu: 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka perhitungan uji signifikansi peningkatan hasil latihan kedua kelompok dilakukan dengan menggunakan uji signifikansi kesamaan dua rata-rata uji satu pihak dan uji korelasi serta determinasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan circuit training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya tahan arobik, serta daya tahan aerobik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap daya tahan kecepatan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

LATIHAN SIRKUIT DALAM PEMBINAAN FISIK OLAHRAGA BULUTANGKIS

LATIHAN SIRKUIT DALAM PEMBINAAN FISIK OLAHRAGA BULUTANGKIS

Kemampuan fisik salah satu komponen yang paling dominan dalam pencapaian prestasi olahraga bulutangkis. Prestasi bulutangkis tidak akan terlepas dari unsur-unsur taktik, teknik dan kualitas kondisi fisik. Pembulutangkis sangat membutuhkan kualitas kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, kecepatan, agilitas, dan koordinasi gerak yang baik. Aspek-aspek tersebut sangat dibutuhkan agar mampu bergerak dan bereaksi untuk menjelajahi setiap sudut lapangan selama pertandingan. Menurut Soekarman (1987: 119) syarat fisik untuk menjadi pemain bulutangkis yang baik adalah:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S IKOR 1001451 Abstract

S IKOR 1001451 Abstract

Daya tahan kekuatan dan daya tahan aerobik merukapan salah satu kondisi fisik yang penting untuk atlet basket, maka penelitian ini penulis teliti tentang Dampak Metode Latihan Sirkuit terhadap Peningkatan Daya Tahan Kekuatan dan Daya Tahan Aerobik (Vo2max). Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan metode latihan sirkuit terhadap peningkatan daya tahan kekuatan dan daya tahan aerobik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan sirkuit terhadap peningkatan daya tahan kekuatan dan daya tahan aerobik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian digunakan sampel jenuh, sampel yang digunakan 12 orang, dan instrumen yang digunakan yaitu bleep test (tes multi tahap) dan tes daya tahan kekuatan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan metode latihan sirkuit terhadap peningkatan daya tahan kekuatan dan daya tahan aerobik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode latihan sirkuit memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan daya tahan kekuatan dan daya tahan aerobik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S KOR 1001508 Abstract

S KOR 1001508 Abstract

Untuk mencapai prestasi maksimal dalam cabang olahraga gulat, seorang atlet dituntut banyak memiliki komponen. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang profil kemampuan daya tahan aerobik, kekuatan maksimal, power, dan daya tahan kekuatan atlet gulat PPLP Jawa Barat.. Penulis mengadakan penelitian untuk memecahkan masalah dengan menggunakan metode deskriptif. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah bleep test untuk mengukur vo2 max, bench pull untuk mengukur kekuatan lengan, medicine ball puth untuk mengukur power lengan, dan pull ups untuk mengukur daya tahan otot lengan. Sedangkan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian ini, digunakan populasi sebanyak 10 orang yang merupakan atlet gulat PPLP Jawa Barat. Hasil kemampuan daya tahan aerobic dengan persentase adalah sekitar 61,47%. Hasil test kekuatan maksimal dengan persentase adalah sekitar 76,66%. Power lengan dengan persentase adalah sekitar 33,75%. Daya tahan kekuatan dengan persentase adalah sekitar 60,8%. Hasil penghitungan telah membuktikan bahwa kemampuan kondisi fisik atlet gulat PPLP Jawa Barat 30% kategori Baik, dan 70% kategori Cukup.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Daya Tahan Kardiovaskuler pada Pegawai Wanita RS Semen Padang

Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Daya Tahan Kardiovaskuler pada Pegawai Wanita RS Semen Padang

sering diartikan sama dengan kesegaran jasmani itu sendiri. 3,4 Seseorang yang memiliki daya tahan kardiovaskuler yang baik akan memiliki kapasitas kerja aerobik yang tinggi sehingga tingkat produktivitas meningkat. 5 Penelitian NHANES USA terhadap masyarakat sipil mendapatkan prevalensi daya tahan kardiovaskuler yang rendah sebesar 21,2% dengan prevalensi lebih banyak pada wanita. 6 Hasil survey Depkes RI tahun 2002 pada PNS kantor dinas kesehatan dan pemerintah daerah provinsi di Sumatra Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, mendapatkan prevalensi daya tahan kardiovaskuler rendah sebesar 73%. 7 Daya tahan kardiovaskuler merupakan gabungan sistem jantung, pembuluh darah dan paru yang bekerjasama dalam mengambil oksigen secara maksimal dan menyalurkan ke jaringan aktif sehingga dapat digunakan pada proses metabolisme tubuh. 4,8 Banyak faktor yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler, diantaranya sel darah merah (hemoglobin). 9 Penurunan kadar hemoglobin dapat berdampak pada penurunan daya tahan kardiovaskuler. 8 Wanita rentan dengan kejadian anemia (kadar hemoglobin dibawah normal) karena wanita mengalami pengurangan volume darah yang dikeluarkan secara alamiah, seperti saat menstruasi. 10 Penelitian pada pegawai wanita di Nigeria Tenggara yang umumnya merupakan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan mendapatkan rata-rata pegawai dengan level junior dan intermediet mengalami anemia. 11 Berdasarkan observasi pendahuluan dari data Medical Check Up (MCU) pegawai wanita RS Semen Padang tahun 2013, didapatkan ± 15,5% pegawai mengalami anemia. Berdasarkan uraian diatas, perlu diteliti apakah terdapat hubungan kadar hemoglobin terhadap daya tahan kardiovaskuler pada pegawai wanita RS Semen Padang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

AFIFAH PREYANKA DUMI 22010111130115 Lap.KTI bab1

AFIFAH PREYANKA DUMI 22010111130115 Lap.KTI bab1

Komponen-komponen kondisi fisik terdiri dari kekuatan otot, daya tahan otot, daya tahan kardiorespirasi, fleksibilitas, kecepatan, akurasi, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan. Komponen kondisi fisik yang dibutuhkan berbeda antara satu cabang olahraga dengan cabang olahraga lainnya. Sebagai contoh, komponen yang menonjol pada cabang olahraga badminton antara lain komponen kecepatan gerak, kelincahan, daya ledak otot, dan daya tahan kardiorespirasi (komponen aerobik). 3 Sedangkan atlet cabang olahraga softball sebaiknya memiliki komponen kecepatan, kekuatan, fleksibilitas, daya ledak otot, dan daya tahan kardiorespirasi yang baik. 4
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...