Etil Alkohol

Top PDF Etil Alkohol:

PENDAHULUAN  PRARANCANGAN PABRIK ETIL ALKOHOL DARI MOLASE KAPASITAS 40.000 TON PER TAHUN.

PENDAHULUAN PRARANCANGAN PABRIK ETIL ALKOHOL DARI MOLASE KAPASITAS 40.000 TON PER TAHUN.

Pembuatan etil alkohol dari molase ini menggunakan proses fermentasi dengan bantuan ragi (yeasts). Reaksi yang dihasilkan bersifat eksotermal. Proses fermentasi dijalankan dalam reaktor (fermenter) pada suhu 35 o C dengan tekanan l atm dan pH 4,8-5 dengan lama proses fermentasi 48 jam.

6 Baca lebih lajut

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Etil alkohol adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsi – OH dan berbentuk dan berbentuk cairan bening.Ditinjau dari sifatnya,peredaran etil alkohol beserta kadar konsumsinya harus diperhatikan,hal ini disebabkan karena etil alkohol bersifat memabukkan dan berbahaya bagi tubuh dengan sifat karsinogeniknya.Untuk itu harus benar-benar ada penanganan khusus untuk menentukan kadar minuman alkohol yang beredar,diantaranya metode kromatografi gas dan berat jenis (Martin,1983).

3 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK  PRARANCANGAN PABRIK ETIL ALKOHOL DARI MOLASE KAPASITAS 40.000 TON PER TAHUN.

LAPORAN TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRARANCANGAN PABRIK ETIL ALKOHOL DARI MOLASE KAPASITAS 40.000 TON PER TAHUN.

Dalam produksi etil alkohol digunakan utilitas sebagai unit pendukung proses.Di mana pendukung proses tersebut adalah air yang diperoleh dari sungai sebesar 187.154,6378 kg/jam, steam 66.767.052,8459 kg/jam, udara tekan 50 m 3 /jam dan kebutuhan listrik sebesar 350 kw/jam.

16 Baca lebih lajut

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Telah dilakukan analisa kadar etil alkohol pada minuman SOJU yang dilakukan di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Medan.Analisa dilakukan dengan 2 metode yaitu metode pengukuran berat jenis dan metode kromatografi gas. Metode pengukuran berat jenis dilakukan dengan destilasi kemudian hasil destilat diukur berat jenisnya dengan menggunakan piknometer selanjutnya hasil dicocokkan pada tabel. Pada metode instrumen kromatografi gas menggunakan detektor ionisasi nyala. Hasil menunjukkan bahwa analisa kadar etil alkohol pada minuman SOJU dengan metode pengukuran berat jenis sebanyak 17,29% dan metodekromatografi gas sebanyak 18,26%. Kadar etil alkohol pada minuman SOJU telah memenuhi syarat SNI yang ditetapkan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Etil alkohol (C2H5OH) atau etanol adalah alkohol utama yang digunakan dalam minuman.Ini adalah satu dari beberapa jenis alkohol yang diproduksi secara alami dan industri dengan menggunakan proses fermentasi.Alkohol juga terjadi secara alami didalam tubuh,jumlah diproduksi oleh sistem enzim dan dibuang oleh tubuh.Semua jenis alkohol memabukkan dan memengaruhi otak bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.Etil alkohol mengandung racun yang lebih sedikit dibandingkan dengan metil dan butyl alkohol,karena tubuh mengubahnya kedalam substansi yang tidak berbentuk karbondioksida dan air.Sebagai contoh ketika metil alcohol dioksidasi didalam tubuh,kemudian diubah menjadi asam formiat dan formaldehid.Formaldehid memiliki afinitas yang special yang dapat menyebabkan kebutaan.Terjadinya fermentasi alkohol ketika buah,jus ataupun sereal yang diletakkan lama dalam tempat yang panas.Pertama akan terbentuk kapang,lalu secara alamiah terdeposit oleh udara,dan diubah kdalam bentuk gula yang akhirnya akan difermentasikan menjadi alcohol (Hafen,1977).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TUGAS PRARANCANGAN PABRIK  PRARANCANGAN PABRIK ETIL ALKOHOL DARI MOLASE KAPASITAS 50.000 TON PER TAHUN.

TUGAS PRARANCANGAN PABRIK PRARANCANGAN PABRIK ETIL ALKOHOL DARI MOLASE KAPASITAS 50.000 TON PER TAHUN.

Judul Tugas Akhir ini adalah ‘Prarancangan Pabrik Etil alkohol dari Molase kapasitas 50.000 Ton/Tahun’. Tugas Prarancangan Pabrik Kimia merupakan tugas akhir yang harus diselesaikan oleh setiap mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai prasyarat untuk menyelesaikan jenjang studi sarjana. Dengan tugas ini diharapkan kemampuan penalaran dan penerapan teori-teori yang telah diperoleh selama kuliah dapat berkembang dan dapat dipahami dengan baik.

15 Baca lebih lajut

Kemungkinan Penggunaan Gel Etil Alkohol Sebagai Pengganti Cuci Tangan Biasa.

Kemungkinan Penggunaan Gel Etil Alkohol Sebagai Pengganti Cuci Tangan Biasa.

Gel etil alkohol (GEA) sebagai pencuci tangan sangat praktis dalam penggunaannya, GEA cukup dioleskan sebanyak 3-5 ml pada kedua telapak tangan dan dibiarkan sampai kering, tidak seperti halnya cuci tangan biasa, yang menggunakan sabun biasa dan air mengalir (B), sambil menggosok ke dua telapak tangan selama 20 detik.

13 Baca lebih lajut

Sistem Pengawasan Pabrik Etil Alkohol oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta Halaman Awal

Sistem Pengawasan Pabrik Etil Alkohol oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta Halaman Awal

Tujuan pengamatan yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pengawasan pabrik etil alkohol dari sebelum produksi hingga pengangkutan etil alkohol oleh Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai Surakarta. Jenis pengamatan yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif. Pengamatan ini mengambil lokasi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Surakarta. Sumber data diperoleh dari narasumber (informan), peristiwa atau aktifitas, dokumen dan arsip, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan dan verifikasi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Telah dilakukan analisa kadar etil alkohol pada minuman SOJU yang dilakukan di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Medan.Analisa dilakukan dengan 2 metode yaitu metode pengukuran berat jenis dan metode kromatografi gas. Metode pengukuran berat jenis dilakukan dengan destilasi kemudian hasil destilat diukur berat jenisnya dengan menggunakan piknometer selanjutnya hasil dicocokkan pada tabel. Pada metode instrumen kromatografi gas menggunakan detektor ionisasi nyala. Hasil menunjukkan bahwa analisa kadar etil alkohol pada minuman SOJU dengan metode pengukuran berat jenis sebanyak 17,29% dan metodekromatografi gas sebanyak 18,26%. Kadar etil alkohol pada minuman SOJU telah memenuhi syarat SNI yang ditetapkan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Analisa Kadar Etil Alkohol Pada Minuman Soju Dengan Metode Kromatografi Gas dan Pengukuran Berat Jenis di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Medan

Martin,A,,Swarbrick,J., and Cammarata,A.1983.Farmasi Fisik.Edisi 38.Penerjemah Yoshita.Jakarta:UI Press Prima,N.H.2015.Pengaruh Durasi Evaporasi Etanol Low Grade Terhadap Kadar Etanol[r]

2 Baca lebih lajut

PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR P-13/BC/2007

PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR P-13/BC/2007

(3) Setelah masa berlaku keputusan sebagai pengguna etil alkohol dengan fasilitas pembebasan cukai berakhir, terhadap sisa etil alkohol yang masih berada di tempat penimbunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), tidak boleh digunakan sebelum mendapat keputusan sebagai pengguna etil alkohol dengan fasilitas pembebasan cukai etil alkohol yang baru, kecuali sebelum digunakan telah mendapat izin dari Kepala Kantor Pelayanan.

20 Baca lebih lajut

PKM   UPAYA PENGGUNAAN BUAH SAWO SEBAGAI

PKM UPAYA PENGGUNAAN BUAH SAWO SEBAGAI

lebih dikenal sebagai Etil Alkohol berupa bahan kimia yang diproduksi dari bahan baku tanaman yang mengandung karbohidrat (pati) seperti ubi kayu, ubi jalar,jagung,sorgum,beras,ganyong dan sagu yang kemudian dipopulerkan dengan nama Bioethanol.

12 Baca lebih lajut

Bab II   Landasan Teori

Bab II Landasan Teori

permohonan pemesanan pita cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol MMEA. Permohonan Pita Cukai Hasil Tembakau (CK-1) adalah dokumen cukai yang digunakan pengusaha untuk mengajukan permohonan pemesanan pita cukai hasil tembakau. Jika pengusaha telah mengajukan P3CHT tetapi tidak direalisasikan dengan CK-1 maka pengusaha wajib membayar biaya pengganti. Untuk menjalakankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur atau pengusaha tempat penjualan eceran pengusaha wajib memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Aplikasi yang dapat diakses oleh pihak berkepentingan adalah Sistem Aplikasi Cukai Sentralisasi (SAC-S). Bukti penerimaan negara adalah dokumen yang diterbitkan oleh Bank atau Pos Presepsi atas transaksi penerimaan negara dengan teraan NTPN dan NTB atau NTP sebagai sarana administrasi lain kedudukannya disamakan dengan surat setoran. Syarat yang harus dimiliki oleh pengusaha yang akan mengajukan permohonan pemesanan pita cukai hasil tembakau adalah telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dan tidak dalam keadaan dibekukan, tidak memiliki utang cukai yang tidak dibayar pada waktunya, kekurangan cukai, atau sanksi administrasi berupa denda yang belum dibayar sampai dengan tanggal jatuh tempo, telah melunasi biaya pengganti penyediaan pita cukai dalam waktu yang ditetapkan, tidak adanya dugaan melakukan pelanggaran pidana dibidang cukai berdasarkan rekomendasi dari salah satu unit kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

SURAT EDARAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR SE-45/BC/2008

SURAT EDARAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR SE-45/BC/2008

Program Audit Kode Program : PA-20 Objek Audit : Pengusaha Tempat Penyimpanan Etil Alkohol NO SASARAN AUDIT Ref TUJUAN Ref PROSEDUR 1 Evaluasi struktur pengendali[r]

32 Baca lebih lajut

PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR P-17/BC/2006

PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR P-17/BC/2006

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor P-90/PMK.04/2006 tentang Penetapan Tarif Cukai Minuman Dan Konsentrat Yang Mengandung Etil Alkohol perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal tentang Penetapan Harga Jual Eceran Minuman Mengandung Etil Alkohol;

9 Baca lebih lajut

ALKOHOL DALAM MAKANAN   sekilas fakta alkohol

ALKOHOL DALAM MAKANAN sekilas fakta alkohol

Kini, setelah dilakukan tahqiiq al manath (penelitian fakta), oleh para kimiawan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa zat yang memilki sifat memabukkan dalam khamr adalah etil alkohol atau etanol. Zat inilah yang memiliki khasiat memabukkan. Minuman yang mengandung alkohol ini, dikenal dengan terminologi “minuman beralkohol”. Walaupun bermacam-macam namanya dan kadar alkoholnya, semuanya termasuk kategori khamr yang haram hukumnya (Lihat Tabel 1).

8 Baca lebih lajut

PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR P-14/BC/2007

PERATURAN DIRJEN BEA DAN CUKAI NOMOR P-14/BC/2007

Pada hari ini,....................... tanggal....... bulan.........................tahun............ berdasarkan Surat Perintah Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe...... Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di................................... bertempat di.................................................................................. telah dilaksanakan pencampuran etil alkohol dengan bahan tertentu sehingga tidak layak untuk diminum namun masih baik untuk dipakai sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan Barang Hasil Akhir yang bukan Barang Kena Cukai milik: Nama Pabrik/Tempat Penyimpanan
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 2363 documents...