Evaluasi Tentang Pemilihan Umum

Top PDF Evaluasi Tentang Pemilihan Umum:

Evaluasi Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 Di Kabupaten Poso

Evaluasi Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 Di Kabupaten Poso

Evaluasi Kebijakan, adalah aktivitas yang hanya mengevaluasi aktivitas atau kegiatan tertentu, dimana dalam konteks penelitian ini aktivitas atau kegiatan tersebut adalah aktivitas atau kegiatan pelaksanaan pemilu legislatif tahun 2014 di Kabupaten Poso yang meliputi dari: Tahapan persiapan, yang termaktub dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2013 Tentang perubahan keempat atas peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2012 Tentang tahapan program dan jadual penyelenggaraan pemilihan umum anggota dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah yang meliputi: penataan oganisasi; pendaftaran pemantau dan pemantaun; pembentukan badan penyelenggara; seleksi anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota; rapat kerja, rapat koordinasi dan bimbingan teknis disetiap tingkatan; sosialisasi, publikasi dan pendidikan pemilih; pengelolaan data dan informasi; dan logistik.
Show more

11 Read more

Evaluasi Kinerja Kpu dalam Pemilihan Umum Legislatif di Kota Kotamobagu Tahun 2014

Evaluasi Kinerja Kpu dalam Pemilihan Umum Legislatif di Kota Kotamobagu Tahun 2014

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian dan informasi yang penulis peroleh dari hasil evaluasi dan kinerja KPU dalam pemilihan umum legislatif di Kota Kotamobagu Tahun 2014, mengambarkan kinerja KPU dalam mengoptimalkan pemilu profesional dan demokrasi cukup baik dan benar. Sebagaimana tertera dalam UU No 8 Tahun 2012 Bab I Pasal 1 Ayat 1 bahwa, pemilihan umum adalah sarana pelaksana kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Show more

11 Read more

EVALUASI SISTEM PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN BANJARNEGARA

EVALUASI SISTEM PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN BANJARNEGARA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjarnegara adalah lembaga penyelenggara Pemilihan Umum yang bertugas melaksanakan Pemilihan Umum di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem penggajian dan pengupahan pada KPU, kelebihan dan kelemahannya serta evaluasi penerapan sistem penggajian dan pengupahan PPNPN berdasarkan PMK No. 190/PMK.05/2012, dan penerapan sistem honorarium pemilu berdasarkan Keputusan Sekjen KPU No. 672/KPTS/Setjen/2015 pada KPU Kabupaten Banjarnegara. Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data yang didapat melalui wawancara secara langsung dengan staf keuangan yang mengelola dan menangani sistem penggajian dan pengupahan di KPU dan observasi langsung ke KPU. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil dan kesimpulan yaitu, KPU Kabupaten Banjarnegara telah melaksanakan sistem penggajian dan pengupahan berdasarkan PMK No. 190/PMK.05/2012 dan Sekjen KPU No. 672/KPTS/Setjen/2015, tetapi terdapat beberapa proses pelaksanaan penggajian dan pengupahan tidak sesuai dengan peraturan tersebut karena keterbatasan sumber daya manusia di KPU Kabupaten Banjarnegara.
Show more

17 Read more

EVALUASI PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF tahun

EVALUASI PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF tahun

Dengan pengaturan yang ambivalen, di satu sisi noken tidak dibolehkan, namun dalam praktiknya diperbolehkan dengan perbaikan mekanisme,”tetap saja menimbulkan ketidakpastian pengaturan. 15 Sebagian pihak menilai terlambat, seperti pernyataan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe bahwa penerapan one man one vote di Papua untuk pemilu tahun ini masih sulit diterapkan. Senada dengan Akademisi Universitas Cendrawasih (Uncen), YB. Panus Jingga, karena seluruh masyarakat di semua wilayah pegunungan hingga ke tingkat distrik telah siap menyukseskan sistem pemilu noken. Alasan waktu yang mendesak dan sosialisasi yang terlambat menyebabkan sulit untuk tidak mengamodir sistem noken pada Pemilu Legislatif 2014. 16 Dalam praktiknya, meski KPU telah menetapkan bahwa pada Pemilu Legislatif 2014 sistem noken tidak diakui, dalam praktiknya sistem noken tetap diterapkan disejumlah kabupaten sebagai suatu mekanisme pemberian suara. Persoalan electoral law di Provinsi Papua hampir didominasi oleh perdebatan yang dinamis dalam memahami dan menafsirkan posisi sistem noken dalam demokrasi dan pemilu. Tafsir yang berbeda antara KPU (Pusat dan Provinsi) dengan sebagian masyarakat, tokoh adat, politisi, dan juga pelaksana pemilu di tingkat bawah (khususnya TPS-KPPS-PPS—atau tingkat distrik) merupakan isu yang paling rawan dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2014 di Provinsi Papua. Mengapa demikian? Karena perbedaan penafsiran tersebut terkait dengan sah atau tidaknya pemberian suara yang diberikan melalui sistem noken. Pada sisi masyarakat, sistem noken bukan semata-mata “tempat,” tetapi sekaligus dapat menjadi bagian dari proses pemilihan. Namun—reduksi ini dilakukan oleh MK yang hanya mendorong sistem noken sebagai tempat suara,—bukan sebagai sebuah proses atau tata cara pemilihan. Hal itulah yang menjadi salah satu sebab atau masalah paling krusial yang terjadi di hampir seluruh wilayah pemilihan Papua karena beda tafsir tersebut. Perbedaan ini justru akan memengaruhi proses pemilu legislatif yang paling penting yakni kerahasiaan, kebebasan, dan terjaganya suara rakyat serta keabsahan hasil pemilu.
Show more

337 Read more

Evaluasi Pemilihan Umum Legislatif 2014

Evaluasi Pemilihan Umum Legislatif 2014

- Berbagai pelanggaran di atas, pada muaranya disebabkan karena masih terbangunnya sikap pragmatis antara pemilih dan caleg. Pemilih berasumsi bahwa hak politik dia hanya berlaku 5 (lima) menit ketika memilih dibilik suara, sleebihnya urusan calon yang terpilih. Bahkan masyarakat cenderung berpikir apatis bahwa pasca Pemilu bisa dipastikan caleg terpilih tidak peduli dnegan nasib para pemilih, sehingga dalam proses pra pemilihan tersebut menjadi kesempatan baik pemilih untuk memanfaatkannya. Lebih menariknya lagi, kini pemilih sudah beranggapan bahwa setiap caleg merupakan „bandar‟ berjalan atau sinterklas yang siap mengabulkan keinginan rakyat, sehingga pemilih „meminta permohonan‟ apapun kepada caleg dan caleg sendiri tidak kuasa menolaknya karena pada dasarnya caleg juga membutuhkan suaranya. Pada titik itulah, simbiosis mutualisme menjadi bagian yang sulit dihindari tanpa adanya kebijaksanaan politik dari para pemilih maupun caleg.
Show more

14 Read more

Evaluasi Pelaksanaan Tugas Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Riau Pada Pemilihan  Umum Gubernur Tahun 2013

Evaluasi Pelaksanaan Tugas Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Riau Pada Pemilihan Umum Gubernur Tahun 2013

setelah melakukan pengawasan pada proses penetapan persyatan maka bawaslu melakukan pengawasan pada penetapan ini, mengawasi benarkah hal yang di tetapkan dalam kaitan persyatan sesuai dengan peraturan yang di tetapkan yakni undang undang yang terbukti dengan gugurnya pasangan bakal calon yang tidak memenuhi persyaratan. Poin ke empat yakni tahapan penetapan calon diamna bawaslu mengaasi hasil erifikasi data yang telah di tetapkan dari persyatan administrasi lalu mengawasi benarkah seorang bakal calon di dapat di katakan lolos sebagai calon Gubernur dan menunjukkan standar sama dengan fakta . Poit ke lima yakni proses pelaksanaan kampanye pada tahapan ini bawaslu mengawasi proses kampanye yang di lakukan oleh pasangan calon yang telah di nyatakan lulus yakni dengan melakukan pengawasan baik pada kampanye engan jenis pertemuan terbuka, tatap mukaan dialok, penyiaran melalui media, penyiran melalui raio, pemasangan alat peraga kampanye, rapat umum, debat publik, dan kegiatan lain diamna menujukkan standar tidak sama dengan fakta yakni seperti masih adanya alat peraga kampanye yang melanggar aturan seperti alat peraga kamanye yang terpadang di jalan utama lalu masih adanya tugas lain yang di lakukan tidak sesuai dengan yang di tetapkan undang undang. Point terakhir yakni melaukan pengawasan pada tahapan pendisribusian logistik sebagaimana yang di jelaskan pada pembahasan maka di dapati bawaslu tidak dapat melakukan proses pengawasan secara maksimal misalnya pada ppendistribusian logistik di keulauan terdalam, atau pada kaasan pedalaman yang membutuhkan wwakktu dan menempuh jarak yang jauh dimana hal ini tidak dapat di lakukan karena personil bawaslu tidak berbanding sama dengan jumlah Temapat pemungutan suara yang terdapat di Provinsi Riau
Show more

24 Read more

EVALUASI PILKADA LANGSUNG (Studi di Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten Ngawi)

EVALUASI PILKADA LANGSUNG (Studi di Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten Ngawi)

Pilkada harus dijadikan momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat sipil bahwa pemilihan pemimpin membawa konsekuensi yang hasilnya akan berdampak jangka panjang. Sekali kita salah pilih terhadap pemimpin yang korup, pemimpin yang tidak memiliki etika dan nurani, pemimpin yang tidak memiliki konsep perubahan dan penegakkan keadilan, pemimpin yang tidak punya komitmen terhadap penderitaan rakyat, akibat yang harus dibayar sangat mahal. Pilkada tidak sekedar menusuk gambar atau memilih gambar, tetapi memilih yang terbaik yang mampu membawa pada perubahan kearah kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
Show more

2 Read more

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KAYONG UTARA LAPORAN EVALUASI PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KAYONG UTARA

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KAYONG UTARA LAPORAN EVALUASI PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KAYONG UTARA

Dalam pelaksanaannya, PPID KPU Kabupaten Kayong Utara melayani permintaan kebutuhan informasi dari berbagai macam lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Kayong Utara maupun dari daerah luar lainnya, seperti dari wilayah Pontianak , Ketapang dan lainnya. Pihak-pihak yang memohon informasi kepada PPID KPU Kabupaten Kayong Utara berasal dari berbagai unsur, antara lain unsur partai politik, wartawan, mahasiswa, wiraswasta, Instansi Pemerintah Pusat dan daerah, dan masyarakat umum. PPID KPU Kabupaten Kayong Utara dalam memberikan informasi kepada pihak – pihak yang memerlukannya tidak memungut dan meminta biaya dalam bentuk apa pun, karena semangat KPU adalah bagaimana untuk dapat memberikan pendidikan politik yang bertanggungjawab kepada seluruh lapisan dan peningkatan partisipasi masyarakat didalam proses pembangunan demokrasi Indonesia secara baik dan menyeluruh.
Show more

102 Read more

Evaluasi Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo Dalam Persiapan Pilkada Sukoharjo 2015.

Evaluasi Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo Dalam Persiapan Pilkada Sukoharjo 2015.

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senatiasa memberikan jalan dan kesempatan sehingga terselesaikannya penyusunan skripsi yang berjudul “Evaluasi Kinerja Komisi Pemiihan Umum Kabupaten Sukoharjo Dalam Persiapan Pilkada Sukoharjo 2015 ” . Skripsi ini disusun untuk memenuhi tanggung jawab penulis sebagai mahasiswa dalam memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

14 Read more

ANALISIS EVALUASI BADAN PENYELENGGARA AD HOC PEMILIHAN UMUM 2019 DI SULAWESI TENGGARA

ANALISIS EVALUASI BADAN PENYELENGGARA AD HOC PEMILIHAN UMUM 2019 DI SULAWESI TENGGARA

Penelitian ini dilatar belakangi oleh sakitnya 436 penyelenggara Pemilu dan meninggalnya 6 orang Badan Penyelenggara Ad Hoc pemilihan umum di Sulawesi Tenggara. Guna mengungkap hal itu, maka penelltian dirancang menggunakan pendekatan mix method. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada responden dengan teknik multi stage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan Badan Penyelenggara Ad Hoc Pada Pemilihan Umum 2019 Di Sulawesi Tenggara melaksanakan seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 sesuai dengan tugas dan wewenangnya yang telah diatur dalam peraturan. Pola rekruitmen Badan Penyelenggara Ad Hoc di Sulawesi Tenggara telah lakukan secara terbuka, mandiri, memenuhi persyatan kesehatan secara fisik dan mental serta memiliki pengetahuan tentang kepemiluan, sehingga hasil penelitian menunjukkan Badan Penyelenggara Ad Hoc di Sulawesi Tenggara telah bertugas yang bekerja secara mandiri, berintegritas dan profesional. Kondisi objektif beban kerja Badan Penyelenggara Ad Hoc di Sulawesi Tenggara, secara umum tahapan kegiatan pemilu yang dirasakan sangat membebani adalah berkaitan dengan perhitungan hasil pemilu dan pendataan daftar pemilih. Kedua hal ini, para penyelenggara membutuhkan energi yang ekstra untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan akurat. Beban kerja yang berat menyebabkan sakitnya penyelenggara Pemilu dan ada yang meninggal dunia.
Show more

16 Read more

Evaluasi Pengorganisasian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa Pada Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Tahun 2017

Evaluasi Pengorganisasian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa Pada Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Tahun 2017

Kabupaten Mamasa dalam peningkatan partisipasi pernilih pada pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubemur Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2017 tampak pada kegiatan sosialisasi pemiliha[r]

173 Read more

-2- Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum

-2- Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum

ABSTRAK : - Sebagai pelaksanaan atas Putusan MK Nomor 48/PUUXVII/2019, perlu melakukan penyesuaian terhadap ketentuan frasa Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota menjadi Badan Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota dan untuk menyesuaikan dengan ketentuan pembentukan dan masa kerja PPK, PPS, dan KPPS, pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan, pengumuman pendaftaran pasangan calon, pendaftaran pasangan calon, verifikasi persyaratan pencalonan dan syarat calon, pelaksanaan pemungutan suara, penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara, pengusulan pengesahan pengangkatan calon terpilih, serta evaluasi dan pelaporan tahapan, perlu dilakukan perubahan tahapan dan jadwal sebagaimana tercantum dalam Lampiran PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020, sebagaimana telah diubah dengan PKPU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.
Show more

65 Read more

Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat

Sebagai upaya mewujudkan penyelenggara Pemilihan Umum sebagaimana yang diharapkan, Komisi Pemilihan Umum Kota Bitung melakukan pengawasan kinerja secara rutin melalui monitoring dan pantauan langsung ke Kecamatan-Kecamatan dan Kelurahan-Kelurahan yang ada serta melakukan rapat evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Selain itu juga selalu melakukan koor- dinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum, instansi-instansi terkait dan pihak Kepolisian yang ada di Kota Bitung guna mempersiapkan hal-hal

5 Read more

Strategi Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum

Strategi Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum

Pemilihan umum di suatu ruang publik sampai pada sekarang sangat dominan membahas tentang pemilihan presiden. Dalam menghadirkan sebuah pelayanan public yang luar biasa, diperlukan sebuah wadah yang dapat menampung aspirasi masyarakat. Oleh sebab itu, sangat perlu dilaksanakan analisis yang mendalam terhadap wadah tersebut sehingga menghasilkan pemilihan umum yang optimal. Sangat banyak calon dalam sebuah pesta pemilihan umum yang sulit untuk kita kenal satu per satu. Oleh karena itu, masyarakat perlu melihat dan mengenali secara detail para calon yang akan bertarung. Fadli et al. (2018) Pemilihan umum adalah sebuah wadah yang sah untuk mengganti orang yang berkuasa. Selain itu, pemilihan umum juga memiliki faedah yang dapat melakukan evaluasi oleh rakyat atas sebuah kinerja yang telah dilakukan oleh sesorang dalam kepemimpinannya. Pemilihan umum juga adalah suatu cara memilih sesorang yang akan menduduki jabatan politik. Hal tersebut merupakan sebuah pertisipasi yang dilakukan secara legal.
Show more

13 Read more

Strategi Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum

Strategi Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Umum

Pemilihan umum di suatu ruang publik sampai pada sekarang sangat dominan membahas tentang pemilihan presiden. Dalam menghadirkan sebuah pelayanan public yang luar biasa, diperlukan sebuah wadah yang dapat menampung aspirasi masyarakat. Oleh sebab itu, sangat perlu dilaksanakan analisis yang mendalam terhadap wadah tersebut sehingga menghasilkan pemilihan umum yang optimal. Sangat banyak calon dalam sebuah pesta pemilihan umum yang sulit untuk kita kenal satu per satu. Oleh karena itu, masyarakat perlu melihat dan mengenali secara detail para calon yang akan bertarung. Fadli et al. (2018) Pemilihan umum adalah sebuah wadah yang sah untuk mengganti orang yang berkuasa. Selain itu, pemilihan umum juga memiliki faedah yang dapat melakukan evaluasi oleh rakyat atas sebuah kinerja yang telah dilakukan oleh sesorang dalam kepemimpinannya. Pemilihan umum juga adalah suatu cara memilih sesorang yang akan menduduki jabatan politik. Hal tersebut merupakan sebuah pertisipasi yang dilakukan secara legal.
Show more

13 Read more

KAJIAN DAN EVALUASI PEMILIHAN KONSULTAN DI LINGKUNGAN PENATAAN RUANG, KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

KAJIAN DAN EVALUASI PEMILIHAN KONSULTAN DI LINGKUNGAN PENATAAN RUANG, KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Merujuk pada tabel 1. hampir setiap tahun terdapat perbedaan faktor-faktor penilaian dalam meneliti dokumen pengadaan penyedia jasa. Perbedaan ini menggambarkan bahwa setiap tahun pandangan panitia pengadaan terhadap peraturan perundangan yang mengatur tentang tata cara evaluasi teknis selalu berubah, katakanlah kriteria evaluasi untuk “fasilitas pendukung” kriteria tersebut digunakan oleh panitia pengadaan dalam rentang waktu 2009 s/d 2012 kriteria tersebut digunakan sebagai salah satu kriteria untuk mengukur kemampuan penyedia jasa karena kriteria tersebut diatur dalam peraturan akan tetapi pada tahun 2013 kriteria tersebut tidak lagi digunakan dalam mengukur kemampuan penyedia jasa. Hal ini disebabkan karena belum adanya peraturan atau pedoman yang mengatur ketentuan dan prosedur pengadaan barang/jasa secara jelas dan rinci sehingga antar panitia pengadaan atau bahkan sesama panitia pengadaan memiliki pandangan yang sama terhadap peraturan perundangan yang berlaku.
Show more

19 Read more

PEMILIHAN UMUM MENURUT UUD 1945 (Argumentasi Antara Pemilihan Umum Serentak dan Pemilihan Umum Tidak Serentak)

PEMILIHAN UMUM MENURUT UUD 1945 (Argumentasi Antara Pemilihan Umum Serentak dan Pemilihan Umum Tidak Serentak)

Kata kunci : Pemilihan Umum dan Undang-Undang Dasar 1945 PENDAHULUAN Pemilihan umum (general election) merupakan salah satu sarana penyaluran hak asasi warga negara yang sangat prinsipil, oleh karena itu dalam rangka pelaksanaan hak-hak asasi warga negara merupakan keharusan bagi pemerintah untuk menjamin terlaksananya penyelenggaraan pemilihan umum sesuai dengan

6 Read more

- 2 - Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum;

- 2 - Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum;

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

80 Read more

Pemilihan Umum

Pemilihan Umum

Pada tahap awal pendaftaran, 150 partai mendaftar ke Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Jumlah ini lalu berkurang menjadi 50, dan akhirnya 24 setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengurangan ini dilakukan berdasarkan undang-undang pemilu baru yang hanya memperbolehkan partai dengan 2 persen kursi DPR atau 3 persen kursi di DPRD untuk ikut dalam pemilu 2004. Hanya enam partai yang memenuhi

17 Read more

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM, KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI, DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATENKOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM, KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI, DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATENKOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang

a. Pengisian jabatan Sekretaris KPU Provinsi dan Sekretaris KPU Kabupaten/Kota pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang telah dilaksanakan sebelum berlakunya Peraturan ini, dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, dengan ketentuan harus menyesuaikan dengan Peraturan ini paling lambat dalam waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak berlakunya Peraturan ini.

40 Read more

Show all 10000 documents...