Hasil Perangkingan Warga Miskin dengan Metode SAW

Top PDF Hasil Perangkingan Warga Miskin dengan Metode SAW:

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching

The problem of poverty is one of the problems that exist in people’s life. The government is responsible for the welfare of society and alleviate poverty. Various assistance programs are already widely given by the government, but the assistance often was not on target because the process of determining the poor is not yet optimal because still use manual way and spent a long time to record the poor. Therefore the author aimed to build an application “Determination of the poor with SAW and Profile Matching Method” so can help the village clerks to determine the poor so that the decision-making results more accurate and more effective. The case studies are in Kelurahan Desa Martebing. The process of determining the poor are determined based on the criteria that have been set by the government, among others : spacious house, land status, house status, house condition, income of the household head, education of the household head, the cost of electricity bills and the number of children. The complexity of the time required to execute SAW method is faster than profile matching method with the results of the time complexity SAW method = θ (n 2 ) and profile matching = θ (n 1 ). In terms of speed, SAW method is faster than the profile matching method with the results of SAW method = 171 ms and profile matching method = 254 ms.
Show more

122 Read more

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching

2012 : Peserta Seminar dan Lokakarya Mobile Application iii and Networking Universitas Sumatera Utara.[r]

28 Read more

Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Pada Kota Pekalongan.

Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Pada Kota Pekalongan.

Kemiskinan merupakan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan dalam kesejahteraan rakyat dan mengentaskan kemiskinan. Berbagai program dalam upaya penanggulangan kemiskinan pada Kota Pekalongan memang telah banyak, tetapi berbagai bantuan yang sampai di tangan rakyat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut disebabkan karena penentuan warga miskin yang belum optimal sehingga pemerintah dalam memberikan bantuan kemiskinan masih belum sesuai dengan realita yang ada. Tujuan penelitian ini adalah membuat sebuah sistem pendukung keputusan penentuan warga miskin sehingga dapat menjadi alat bantu bagi Pemerintah Kota Pekalongan dalam hal penentuan warga miskin. Subjek penelitian ini adalah sistem informasi penentuan warga miskin dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting(SAW). Dan penelitian ini menggunakan model waterfall yang meliputi analisa kebutuhan sistem, design atau perancangan, coding, testing, implelemtasi, serta pemeliharaan. Sistem dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP menggunakan database MySQL. Hasil penelitian ini berupa implementasi metode Simple Additive Weighting untuk penentuan warga miskin di Kota Pekalongan yang telah melalui pengujian black box.
Show more

7 Read more

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN WARGA MISKIN DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN PROFILE MATCHING SKRIPSI JUANITA CHRISTIE PURBA 131421095

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN WARGA MISKIN DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DAN PROFILE MATCHING SKRIPSI JUANITA CHRISTIE PURBA 131421095

iv PENGHARGAAN Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat- Nya sehingga dengan usaha yang maksimal akhirnya dapat dilaksanakan penelitian serta penyusunan skripsi ini yang berjudul: “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching”. Tulisan ini masih jauh dari sempurna, hal ini disebabkan oleh keterbatasan dan kemampuan penulis.

12 Read more

ANALISIS USABILITY WEBSITE PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN ENTROPI SERTA METODE PERANGKINGAN SAW DAN KAITANNYA DENGAN RILIS WEBOMETRICS

ANALISIS USABILITY WEBSITE PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN ENTROPI SERTA METODE PERANGKINGAN SAW DAN KAITANNYA DENGAN RILIS WEBOMETRICS

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan peringkat website 15 perguruan tinggi di Indonesia khususnya di provinsi Jawa Tengah yang dihitung dengan metode pembobotan Entropi dan metode perankingan SAW berdasarkan kriteria usability dengan hasil peringkat yang dirilis Webometrics. Hal ini dikarenakan perangkingan yang dilakukan oleh Webometrics tidak disertai dengan nilai usability sebagai salah satu kriteria penilaian, padahal usability merupakan suatu aspek penting dalam sebuah website dilihat dari perspektif pengguna dan memiliki kriteria-kriteria yang dapat digunakan untuk melakukan perangkingan terhadap sebuah website diantaranya yaitu Accessibility, Customization & Personalization, Download Speed, Ease of Use, Errors, Navigation dan Site Content. Data dari ketujuh kriteria tersebut diambil dengan menggunakan web tools yang memang dikhususkan untuk melakukan pencarian data yang dimaksudkan. Setelah data dikumpulkan kemudian dilakukan perhitungan untuk memperoleh hasil perankingan dengan metode pembobotan Entropi dan metode perankingan SAW. Hasil perankingan kemudian dibandingkan dengan ranking Webometrics yang dirilis bulan Januari 2018 dengan menggunakan Spearman Test untuk dilakukan uji hipotesis. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa rangking website perguruan tinggi yang dihitung dengan metode pembobotan Entropi dan perankingan SAW hasilnya signifikan sama dengan pola perankingan Webometrics.
Show more

7 Read more

Sistem Pendukung Keputusan Perangkingan Penerima BSM dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product Model (WPM)

Sistem Pendukung Keputusan Perangkingan Penerima BSM dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product Model (WPM)

b. Analisis dan Perancangan Sistem Analisis masalah yang dimulai dengan tahap mengindentifikasikan masalah, dilakukan pengumpulan data - data yang berkaitan dengan kriteria pemilihan calon penerima BSM, memahami kerja sistem yang akan dibuat, manganalisis dan membuat laporan tentang hasil implementasi kedua algoritma. Kemudian dilakukan perancangan untuk pengambilan keputusan calon penerima BSM yang memenuhi kriteria sehingga menjadi suatu informasi. Proses ini meliputi pembuatan algoritma program, Unified Modelling Language (UML), flowchart sistem, rancangan aplikasi, dan pembuatan user interface aplikasi.
Show more

92 Read more

Aplikasi Perangkingan Untuk Memilih Media Iklan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Studi Kasus PT SidoMuncul

Aplikasi Perangkingan Untuk Memilih Media Iklan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Studi Kasus PT SidoMuncul

3. Menggunakan structural data internal untuk jaminan validitasnya a. Hasil Pengujian White Box Untuk pengujian menggunakan metode white box adalah pengujian basis path. Dengan menggunakan basis path ini memungkinkan desainer test case mengukur kompleksitas logis dari desain procedural dan menggunakannya sebagai pedoman untuk menetapkan basis set dari setia jalur eksekusi. Test case yang dilakukan untuk menggunakan basis set tersebut dijamin untuk menggunakan setiap statemen di dalam program paling tidak sekali selama pengujian, sebagai contoh pengujian diambilkan dari program proses data aplikasi pengaduan online. Dari hasil pengujian ini dapat dilihat pada langkah-langkah berikut ini.
Show more

12 Read more

APLIKASI PERANGKINGAN UNTUK MEMILIH MEDIA IKLAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) STUDI KASUS PT SIDO MUNCUL.

APLIKASI PERANGKINGAN UNTUK MEMILIH MEDIA IKLAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) STUDI KASUS PT SIDO MUNCUL.

Untuk pengujian menggunakan metode white box adalah pengujian basis path. Dengan menggunakan basis path ini memungkinkan desainer test case mengukur kompleksitas logis dari desain procedural dan menggunakannya sebagai pedoman untuk menetapkan basis set dari setia jalur eksekusi. Test case yang dilakukan untuk menggunakan basis set tersebut dijamin untuk menggunakan setiap statemen di dalam program paling tidak sekali selama pengujian, sebagai contoh pengujian diambilkan dari program proses data aplikasi pengaduan online. Dari hasil pengujian ini dapat dilihat pada langkah-langkah berikut ini.
Show more

12 Read more

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) - Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) - Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Warga Miskin Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Profile Matching

Sistem pendukung keputusan dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan dan menentukan [r]

10 Read more

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN RUMAH TANGGA MISKIN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN RUMAH TANGGA MISKIN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

Keywords: BPS (Central Statistics Agency); Poor Households; SAW; User; Web Abstrak: Terbentuknya kemiskinan dikarenakan adanya tingkat pendidikan yang rendah, tingkat pengangguran yang tinggi, perbedaan pendapat dan lain-lain. Persoalan ini juga ditemukan dinegara indonesia. Untuk melakukan penanganan kemiskinan tersebut banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta dalam memberikan bantuan- bantuan terhadap keluarga miskin. Tetapi pada kenyataan yang dihadapi banyak bantuan- bantuan yang telah diberikan untuk upaya penanganan kemisikinan yang banyak tidak tepat pada sasaran. Penulis membuat sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan untuk menentukan keluarga miskin yang dapat membantu pihak yang terkait dalam mendata dan menentukannya secara cepat dan efisien, sehingga hasil pendataan yang didapatkan akan akurat. Aplikasi sistem pendukung keputusan ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yang digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan yang tidak terstruktur secara sederhana. Sehingga dengan menerapkan metode tersebut, akan membantu proses pengambilan keputusan dalam penentuan rumah tangga miskin di Kota Medan .
Show more

8 Read more

IMPLEMENTASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING UNTUK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN WARGA MISKIN PADA KOTA PEKALONGAN

IMPLEMENTASI METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING UNTUK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN WARGA MISKIN PADA KOTA PEKALONGAN

Kemiskinan merupakan merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan dalam kesejahteraan rakyat dan mengentaskan kemiskinan. Berbagai program dalam upaya penanggulangan kemiskinan pada Kota Pekalongan memang telah banyak, tetapi berbagai bantuan yang sampai di tangan rakyat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal tersebut disebabkan karena penentuan warga miskin yang belum optimal sehingga pemerintah dalam memberikan bantuan kemiskinan masih belum sesuai dengan realita yang ada. Tujuan penelitian ini adalah membuat sebuah sistem pendukung keputusan penentuan warga miskin sehingga dapat menjadi alat bantu bagi Pemerintah Kota Pekalongan dalam hal penentuan warga miskin. Subjek penelitian ini adalah sistem informasi penentuan warga miskin dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting(SAW). Dan penelitian ini menggunakan model waterfall yang meliputi analisa kebutuhan sistem, design atau perancangan, coding, testing, implelemtasi, serta pemeliharaan. Sistem dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP menggunakan database MySQL. Hasil penelitian ini berupa implementasi metode Simple Additive Weighting untuk penentuan warga miskin di Kota Pekalongan yang telah melalui pengujian black box.
Show more

7 Read more

Analisa Sistem Keputusan Identifikasi Keluarga Miskin Pada Desa Sanghiangdengdek Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Berbasis Web

Analisa Sistem Keputusan Identifikasi Keluarga Miskin Pada Desa Sanghiangdengdek Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Berbasis Web

Hal | 59 Fakultas Teknologi dan Informatika UNMA Banten Desa Sanghiangdengdek adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dengan jumlah jiwa 2.411 dan 551 kepala keluarga, Desa Sangiangdengdek termasuk desa yang masih menggunakan sistem manual dalam melakukan pendataan keluarga miskin yang ada di desanya, sehingga seringkali bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak tepat sasaran dan membutuhkan waktu yang lama ketika mendata keluarga miskin. Data yang dihasilkan juga seringkali belum akurat. Untuk itu diperlukan sebuah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan sehingga dapat membantu aparatur desa untuk mendata dan menentukan rumah tangga sangat miskin, miskin dan tidak miskin secara tepat dan akurat. Jika hasil pendataan keluarga miskin di Desa Sanghiangdengdek akurat maka pemberian bantuan dari pemerintah pusat akan tepat sasaran.
Show more

17 Read more

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) DI SDN 3 PONCOKRESNO MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) DI SDN 3 PONCOKRESNO MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

Dari hasil penelitian,maka penulis mengambil beberapa kesimpulan,antara lain: 1.Sistem Pendukung Keputusan penerima BSM di SDN 3 Poncokreno dapat melakukan pendataan siswa penerima BSM dengan cara meng-import file yang telah berisi data-data yang diperlukan oleh system tanpa harus meng-input satu persatu.

6 Read more

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERANGKINGAN KAWASAN KUMUH MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DAN SAW

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERANGKINGAN KAWASAN KUMUH MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DAN SAW

Analisa perangkingan dapat dilakukan dengan cara menyusun setiap kriteria dari nilai yang paling kecil. Sehingga dari data tersebut dapat dilihat nilai dari setiap bagian yang memiliki nilai paling kecil. Pada kumpulan data tersebut bagian sel yang di blok merupakan data milik RT001-RW011. Dapat dilihat bahwa dari kawasan RT001-RW011 yang menempatkan tingkat kekumuhan paling tinggi pada preferensi saw juga menduduki rangking pertama pada preferensi topsis dari kriteria kriteria KBG (Kondisi Bangunan Gedung), KDL (Kondisi Drainase Lingkungan), KPL (Kondisi Pengelolaan Limbah) dan KPS (Kondisi Pengelolaan Sampah). Yang mana pada proses normalisasi pada tahapan metode saw kriteria- kriteria tersebut akan menghasilkan nilai 1 dan menunjukan bahwa kriteria itu adalah nilai yang paling tinggi. Sedangkan pada kriteria KJL (Kondisi Jalan Lingkungan) kawasan ini menempati peringkat ke 9. Sehingga dari data ini dapat dilihat bahwa kawasan RT001-RW011 memiliki 4/7 atau 57% kemungkinan untuk menjadi kawasan dengan tingkat kekumuhan paling tinggi. Adapun data dari nilai preferensi akhir topsis yang telah disusun perkriteria dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Show more

99 Read more

PERBANDINGAN PERANGKINGAN 30 UNIVERSITAS DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS DENGAN HASIL PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTREE DAN METODE VIKOR.

PERBANDINGAN PERANGKINGAN 30 UNIVERSITAS DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS DENGAN HASIL PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTREE DAN METODE VIKOR.

Penelitian ini adalah penelitian survey bersifat Deskriptif Kuantitatif, yang bertujuan untuk membuat pemberitaan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai peringkat Universitas. Dalam penelitian ini digunakan metode Electree dan juga metode Vikor, yaitu metode yang digunakan setelah mendapatkan data peringkat dalam Webometrics. Electree dan Vikor merupakan metode yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan Multi Kriteria Decision Making (MCDM), khususnya Multi Attribute Decision Making (MADM). Multi Attribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode dengan mengambil banyak kriteria sebagai dasar dari pengambilan keputusan, dengan penilaian yang subyektif menyangkut masalah pemilihan, di mana analisa matematis tidak terlalu banyak dibutuhkan. Dan digunakan untuk pemilihan hanya terhadap sejumlah kecil alternatif saja. Metode Electree dan metode Vikor ini termasuk dalam metode outranking yang digunakan untuk permasalahan perankingan alternatif. Ada pun dalam menentukan peringkat di Webometrics digunakan beberapa kriteria seperti : a. Size (S) atau Ukuran Website, yaitu jumlah halaman yang terindeks oleh
Show more

98 Read more

PERBANDINGAN PERANGKINGAN 30 UNIVERSITAS DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS DENGAN HASIL PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTREE DAN METODE VIKOR.

PERBANDINGAN PERANGKINGAN 30 UNIVERSITAS DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS DENGAN HASIL PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTREE DAN METODE VIKOR.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan peringkat antara perangkingan website universitas di Indonesia dengan menggunakan metode electree dan vikor dengan hasil perangkingan webometrics . Pengambilan data dalam pelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu Search engine Google dan Google Scholar .

1 Read more

PERBANDINGAN PERANGKINGAN 30 UNIVERSITAS DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS DENGAN HASIL PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTREE DAN METODE VIKOR

PERBANDINGAN PERANGKINGAN 30 UNIVERSITAS DI INDONESIA VERSI WEBOMETRICS DENGAN HASIL PERANGKINGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTREE DAN METODE VIKOR

13 alternatif lengkap. Metode Electree mengakomodasi ketidaktepatan dan ketidakpastian dalam cara yang mirip dengan proses pembuatan keputusan manusia pada penggunaan ketidakpedulian, preferensi dan hak veto (Natividade-Yesus et al., 2007). Dalam metode Electree hasil akhir yang didapatkan bukanlah suatu hasil yang pasti dimana suatu alternatif pasti lebih baik dari alternatif lainnya dalam segala kondisi. Namun, lebih mengarah pada pemilihan alternatif mana yang lebih disukai dalam kondisi tertentu. Konsep dasar metode Electree adalah pengelompokam suatu kondisi ke dalam kelompok tertentu dengan batasan yang ditetapkan pengambil keputusan sebelumnya. Alternatif yang memenuhi batasan tersebut merupakan alternatif yang lebih disukai. Jadi dalam metode ini hasil maksimal yang yang mungkin dicapai adalah urutan alternatif dari yang paling disukai sampai alternatif paling tidak disukai. (Udisubakti dan Vivi Triyanti, 2006)
Show more

98 Read more

JAMINAN KESEHATAN BAGI WARGA MISKIN

JAMINAN KESEHATAN BAGI WARGA MISKIN

kiri yang sangat berbahaya. Jika ter- jadi kemacetan mereka tidak sabar menunggu, tetapi tetap mencari jalan menerobos kenderaan di depannya bahkan trotoar dan jalanan rumput dekat paritpun dilaluinya. Pokoknya, mereka ingin secepatnya keluar dari kemacetan itu. Kondisi tersebut menunjukkan kepada kita semakin menipisnya etika berlalu lintas di ka- langan masyarakat pengguna jalan. Berbeda dengan jalur Tanjung Mora- wa – Perbaungan dengan badan jalan yang sudah lebar, kondisi jalan Per- baungan – Tebing Tinggi lebih parah. Sepanjang jalan tetap akan dijumpai kemacetan yang menyebalkan peng- guna kenderaan, karena sempitnya badan jalan. Titik kemacetan yang normal terjadi berada di Kota Per- baungan, sepanjang ruas jalan beng- kel pusat pemasaran hasil kerajinan rakyat. Selanjutnya, memasuki Kota Rampah dan dan Kampung Pon. Sempitnya badan jalan mengakibat- kan hanya dua kenderaan yang da- pat mengisi bahu jalan. Dampaknya kenderaan berjalan perlahan-lahan, terlebih truk kontainer dan bus besar yang konvoi, kecepatan mobil hanya bisa dipacu 30 – 40 km perjam. Lam- bannya jalan kenderaan kemudian diiringi kemacetan, juga mengaki- batkan gangguan kejiwaan (stress) akan dialami para pengemudi kend- eraan. Belum lagi mobil ambulance luar kota dari Tapanuli, Pematang Siantar, Tebing Tinnggi dan lain-lain membawa pasien yang kritis untuk segera diberi pertolongan secepat- nya di Medan terjebak macet. Bisa- bisa pasien kritis tersebut meninggal sebelum mendapat pertolongan. Di samping sempitnya badan jalan, jalur jalan Perbaungan – Tebing Tinggi sangat rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Bisa dikatakan jalur ini merupakan “jalur maut”. Artinya frekuensi kecelakaan lalu lintas cu- kup tinggi. Tingginya laka lintas da- pat dilihat dari data Polres Serdang Bedagai, tahun 2011 laka lantas di
Show more

36 Read more

PERANGKINGAN TULISAN ILMIAH DENGAN METODE PROFILE MATCHING

PERANGKINGAN TULISAN ILMIAH DENGAN METODE PROFILE MATCHING

Seminar ilmiah merupakan salah satu forum diseminasi pengetahuan dan informasi hasil penelitian yang dapat digunakan bagi peneliti. Berbagai tulisan ilmiah akan muncul, baik dari lingkungan perguruan tinggi maupun berbagai instansi lainnya. Untuk menjada kualitas seminar, pihak penyelenggara seminar berhak untuk melakukan seleksi terhadap tulisan ilmiah yang diajukan oleh para peneliti. Seleksi menjadi rumit dengan beberapa alasan. Alasan pertama, jumlah tulisan ilmiah yang besar (lebih dari 50 tulisan ilmiah untuk setiap penyelenggaraannya). Alasan kedua, biaya akibat kesalahan dapat menjadi lebih besar karena reaksi dapat datang dari berbagai pihak yang terlibat pada seminar, terutama pemakalah.Sistem pendukung keputusan menjadi salah satu alternatif agar keputusan yang dihasilkan dapat objektif dan berada dalam kondisi pasti.
Show more

10 Read more

Show all 10000 documents...