Information Ratio

Top PDF Information Ratio:

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA REKSA DANA SAHAM DENGAN METODE SHARPE, JENSEN, TREYNOR, M² DAN INFORMATION RATIO DI BURSA EFEK INDONESIA.

ANALISIS PENGUKURAN KINERJA REKSA DANA SAHAM DENGAN METODE SHARPE, JENSEN, TREYNOR, M² DAN INFORMATION RATIO DI BURSA EFEK INDONESIA.

menghasilkan persaingan yang ketat antar perusahaan penyedia jasa investasi. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan sebelum menghitung kinerja Reksa Dana, yang pertama adalah mengumpulkan data NAB bulanan rata-rata dari masing-masing Reksa Dana untuk menghitung return Reksa Dana, kemudian data IHSG yang digunakan sebagai return bencmark dan data suku bunga Bank Indonesia untuk menghitung suku bunga bebas risiko (risk free). Kemudian dari data yang diperoleh dilakukan pengukuran kinerja Reksa Dana saham menggunakan Risk- Adjusted Return. Metode Risk-Adjusted Return yang digunakan adalah Indeks Sharpe, Indeks Treynor, Indeks Jensen , M² dan Information Ratio dengan penjelasan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

296 Baca lebih lajut

Penilaian Kinerja Reksadana dengan Menggunakan Metode Perhitungan Jensen Alpha, Sharpe Ratio, Treynor Ratio, M2, Sortino, Raw Return dan Information Ratio (Studi Kasus: PT. NISP Asset Management Bandung Tahun 2008 - 2012).

Penilaian Kinerja Reksadana dengan Menggunakan Metode Perhitungan Jensen Alpha, Sharpe Ratio, Treynor Ratio, M2, Sortino, Raw Return dan Information Ratio (Studi Kasus: PT. NISP Asset Management Bandung Tahun 2008 - 2012).

Risiko yang ada dalam reksadana menjadi pertimbangan tersendiri bagi investor. Oleh sebab itu, investor memerlukan alat ukur untuk menilai kinerja reksadana. Dalam menilai kinerja sebuah investasi, terdapat dua pengukuran kinerja yaitu melalui return reksadana itu sendiri dan Model Risk Adjusted Return. Adapun metode untuk melakukan penilaian kinerja dengan menggunakan return reksadana itu sendiri adalah raw return. Sedangkan Risk Adjusted Return adalah perhitungan return yang disesuaikan dengan risiko yang harus ditanggung (Hartono, 2010:640), adapun metodenya antara lain : Treynor Ratio, Sharpe Ratio, Jensen Alpha, Roy Safety First Ratio, M 2 , Sortino Ratio, MSR, FPI, dan Information Ratio. Menurut Aragon (2006), sebagaimana dikutip oleh Arifin (2010), kemampuan market timing adalah kemampuan manajer investasi untuk menggunakan informasi dari atasan tentang realisasi masa depan yang mempengaruhi keseluruhan return pasar.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Portfolio Management 03 Residual Risk and Return   The Information Ratio

Portfolio Management 03 Residual Risk and Return The Information Ratio

Hehas gatheredthefollowing datafromthe previous period: Manager Residual Risk Aversion Information Ratio Roobini 0.05 0.52 Durse 0.10 0.60 Lurten 0.15 0.78 Themanager withthehighest[r]

5 Baca lebih lajut

ANALISIS PENILAIAN KINERJA BLACK-LITTERMAN MENGGUNAKAN INFORMATION RATIO DENGAN BENCHMARK CAPITAL ASSETS PRICING MODEL.

ANALISIS PENILAIAN KINERJA BLACK-LITTERMAN MENGGUNAKAN INFORMATION RATIO DENGAN BENCHMARK CAPITAL ASSETS PRICING MODEL.

Penelitian sebelumnya telah banyak mengembangkan tentang portofolio mengenai perbandingan metode sharpe, jensen, treynor, � 2 dan information ratio yaitu Nita Nurjanah (2016) yang membahas tentang analisis pengukuran kinerja reksa dana saham dengan metode metode sharpe, jensen, treynor, � 2 dan information ratio di bursa efek indonesia. Selanjutnya, penelitian information ratio yang dikemukakan oleh Erik Nordin (2012) yaitu menjelaskan secara teoritis langkah-langkah untuk mengevaluasi kinerja portofolio information ratio. Serta penelitian mengenai pembentukan portofolio optimal di pasar saham Indonesia dengan kalibrasi estimasi parameter Model Black-Litterman (BL) yang membahas kalibrasi dengan parameter � dan � oleh Retno Subekti, Fitriana Yuli S, dan Nur Insani (2012). Parameter � adalah parameter yang mempengaruhi tingkat keyakinan investor dan � adalah parameter toleransi terhadap risiko. Penentuan estimasi � dan � masih variatif dari berbagai peneliti sehingga perlu dilakukan penelusuran tentang parameter dalam model Black-Litterman dan perbandingan penentuan berbagai estimasi parameter tersebut.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Pengaruh Kinerja Reksadana Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, M2, dan Information Ratio Terhadap Jumlah Net Asset Value dan Unit Penyertaan

Pengaruh Kinerja Reksadana Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, Jensen, M2, dan Information Ratio Terhadap Jumlah Net Asset Value dan Unit Penyertaan

Selanjutnya pada pengujian secara parisal menunjukan bahwa kinerja reksadana dengan metode Information tidak dapat menunjukan pengaruh terhadap Net Asset Value dengan ditunjukan nilai pengujian t 0.315 melebihi angka signifikansi 0.05. Menurut Rudiyanto (2013:76) pada ilustrasi aset, kewajiban dan biaya kaitannya dengan perhitungan NAB/UP diambil kesimpulan bahwa jika Indeks Harga Saham naik maka Net Asset Value reksadana akan naik. Pada variabel ini dihitung kinerja reksadana saham dengan mengukur return tidak normal per unit didiversifikasikan dengan memegang portofolio pasar atau IHSG, namun didominasi hasil kinerja reksadana dengan information ini tidak dapat mengguli IHSG, menurut Anwar (2010) kenaikan indeks harga saham gabungan akan diikuti dengan turunnya kinerja reksadana saham. Hal ini dikarenakan naiknya indeks harga saham gabungan, lebih disebabkan pada naiknya harga harga saham yang tidak blue chip sedangkan saham saham yang blue chip beberapa mengalami penurunan padahal investasi di reksadana saham sebagian besar ekuitasnya akan di investasikan pada saham saham yang blue chip, hal inilah yang diduga menyebabkan turunya kinerja reksadana saham, dan dalam kata lain perhitungan kinerja reksadana dengan metode ini tidak dapat menunjukan pengaruh terhadap jumlah Net Asset Value.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Portfolio Management 04 The Fundamental Law of Active Management

Portfolio Management 04 The Fundamental Law of Active Management

A market timer who uses independent information to make predictions about market movements on a monthly basis and has an information ratio of 0.20 must have an information coefficient higher than a stock selector with the same information ratio who follows 10 stocks and revises his forecast quarterly A market timer who uses independent information to make predictions about market movements on a monthly basis and has an information ratio of 0.20 must have an information coefficient lower than a stock selector with the same information ratio who follows 10 stocks and revises his forecast quarterly
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Analisis perbandingan kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran dengan menggunakan Model sharpe, treynor, dan jensen

Santoso, Magdalena dan Sjam, 2012. “Penilaian Kinerja Produk Reksa dana dengan Menggunakan Metode Perhitungan Jensen Alpha, Sharpe Ratio, Treynor Ratio, M 2 , dan Information Ratio”, Jurnal Manajemen, Vol. 12 No. 1, PP. 63-76.

3 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Dan Kebijakan Moneter Terhadap Persetujuan Pemberian Kredit Modal Kerja Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan

Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Dan Kebijakan Moneter Terhadap Persetujuan Pemberian Kredit Modal Kerja Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan

d. Variabel Rasio Kewajiban Jangka Panjang atas Modal (Debt to Equity Ratio) Sama halnya dengan rasio hutang jangka panjang atas harta yang dimiliki oleh perusahaan, rasio ini bertujuan untuk melihat berapa besar (%) utang jangka panjang operasi dibandingkan dengan modal perusahaan. Menurut Helfert (1996) rasio hutang terhadap ekuitas adalah suatu upaya untuk memperlihatkan, dalam format lain, proporsi relatif dari klaim pemberi pinjaman terhadap hak kepemilikan, dan digunakan sebagai ukuran peranan hutang. Semakin kecil angka rasio, semakin baik solvabilitas perusahaan. Besarnya utang yang terdapat pada struktur modal sangat penting untuk memahami perimbangan antara risiko dan laba yang diperoleh. Utang membawa risiko karena setiap hutang akan menimbulkan keterikatan yang tetap bagi perusahaan dalam bentuk kewajiban untuk membayar beban bunga dan angsuran pokok (principle) secara periodik. Skala pengukuran yang digunakan adalah rasio. Debt to Asset Ratio=
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Hubungan Rasio Likuiditas dan Leverage dengan  Return on Investment Pada PT Agro Nusa Medan.

Hubungan Rasio Likuiditas dan Leverage dengan Return on Investment Pada PT Agro Nusa Medan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan rasio likuiditas yang terdiri dari current ratio dan cash ratio dan leverage yang terdiri dari debt to assets ratio (debt ratio), debt to equity ratio, dan long term debt to equity ratio dengan return on investment (ROI) pada PT Agro Nusa Medan. Rasio likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (hutang) jangka pendeknya. Rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kebutuhan keuangan perusahaan dibelanjai dengan dana pinjaman.

71 Baca lebih lajut

analisis rasio keuangan perusahaan. pdf

analisis rasio keuangan perusahaan. pdf

Operating ratio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan, sehingga rasio yang tinggi menunjukkan keadaan yang kurang baik karena berarti bahwa setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi, dan yang tersedia untuk laba kecil. Tetapi rasio yang tinggi mungkin tidak hanya disebabkan oleh faktor intern yang dapat dikendalikan oleh manajemen, tetapi juga faktor ekstern misalnya faktor harga yang sulit dikendalikan oleh manajemen. Rumus perhitungannya :

9 Baca lebih lajut

FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI HAR

FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI HAR

1. Secara simultan atau bersama-sama variabel current ratio, quick ratio, debt to equity ratio, total assets turn over, return on investment, net profit margin, dan earning per share berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di Daftar Efek Syari’ah selama tahun 2006- 2008, yaitu sebesar 0,764 atau 76,4%, sedangkan sisanya sebesar 23,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini. 2. Berdasarkan hasil regresi diperoleh koefisien regresi current ratio sebesar

75 Baca lebih lajut

PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL (CURRENT RATIO, LEVERAGE RATIO, DAN DEVIDEND PAYOUT RATIO) TERHADAP PRICE EARNING RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2005-2007.

PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL (CURRENT RATIO, LEVERAGE RATIO, DAN DEVIDEND PAYOUT RATIO) TERHADAP PRICE EARNING RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2005-2007.

Agus Sutikno, Nofa. 2010. Pengaruh Faktor Fundamental (Current Ratio, Leverage Ratio,dan Devidend Payout Ratio) terhadap Price Earning Ratio pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007. Jurusan Manajemen Keuangan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. 82 hal.

1 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK  Analisis Kinerja Keuangan Pada Pt. Indofood Sukses Makmur Tbk.

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK Analisis Kinerja Keuangan Pada Pt. Indofood Sukses Makmur Tbk.

The purpose of this research was to determine the financial performance at PT. Indofood Sukses Makmur Tbk from 2012 to 2014. Data analysis method used is the documentation and the data obtained from www.indofood.co.id. The ratio is a tool used in this study to compare the amount of data one with another amount of data used to assess the financial position in a given period. The ratio used of which is the liquidity ratio as represented by the current ratio and the quick ratio, the solvency ratio is represented by the debt ratio and total debt to equity ratio and profitability ratio represented by return on assets and return on equity.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pendapatan dan Gain ratio information

Pendapatan dan Gain ratio information

Pendapatan dan Gain FASB membedakan antara pendapatan dan gain, meskipun FASB setuju bahwa kedualanya adalah income.Gain adalah kenaikan aset yang berasal dari kejadian atau transaksi s[r]

1 Baca lebih lajut

The Urban Information Toolkit The Urban Information Toolkit

The Urban Information Toolkit The Urban Information Toolkit

3 FROM WHERE DOES ONE ACCESS URBAN INFORMA- TION? Users access and manipulate urban information in different contexts and via a myriad of sources, services, and tools. For example social media (most often Facebook, also Twitter), accessed via a computer or a mobile device, is one of the most popular ways of accessing online information. Such channels make it possible for citizens to get information that has already been curated into a collection of some kind. They are places where citizens’ own knowledge can be easily shared. Additionally, the amount of urban information-based services that organizations provide online is constantly increasing. Cur - rently, mobile apps, such as the popular HSL Route Finder or the weather forecast, are seen as one of the most convenient ways to provide urban information to citizens. Finally, it is im - portant to remember that interaction between people also happens offline, for example reading circles, snail mail and email correspondence as well as message board discussions and traditional pinboards all play a role in the circulation of urban information.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk.

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk.

In this study used a descriptive approach and calculation of quantitative data recorded in the balance sheet and income statement at PT . Indofood . Tbk in the period 2008-2012 . Data were analyzed using financial ratios include : liquidity ratios ( current ratio , quick ratio , cash ratio ) solvency ratio ( total debt to total assets ratio , debt to equity ratio ) profitability ratios ( profit margin , return on assets , return on equity ) activity ratio ( Total Asset Turn Over , Inventory Turn Over ) and the ratio of the market ( earnings per share , price -book value ) and also using trend analysis .
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

The Impact of Financial Ratio toward Stock Return of Property Industry in Indonesia | Stefano | iBuss Management 3727 7054 1 SM

The Impact of Financial Ratio toward Stock Return of Property Industry in Indonesia | Stefano | iBuss Management 3727 7054 1 SM

Total asset turnover is found out insignificantly impacting the stock return on property industry. This result is consistent with the findings from two previous researches of Ika (2013) and Ulupui (2007), while Kusumo (2011) stated otherwise. The reason why TAT is such insignificant factor for investors in estimating stock return is because TAT might give false expectation of profitability of a company. Companies with high TAT do not necessarily produce better return or higher profit. If the profit margin of companies is very low, then the high turnover of asset might lead to nothing. Thus, the risk of misperception surely leads to investors reluctant to use this ratio to predict stock return. PER is found to be insignificant on its impact toward stock return. This finding is not consistent with the research of Ika (2013), yet consistent with the findings from Savitri (2003). The reason why it is insignificant is because this ratio represents the result that investors enjoy and thus hardly used to predict the expected stock return of company (Savitri, 2003).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Information Sheet

Information Sheet

Department of Justice; 950 Pennsylvania Avenue, NW; Criminal Division, OEO; Gambling Device Registration Program; JCK Building; Washington, DC 20530-0001. Registration is effective upon receipt of all required information. The Act does not authorize the Department of Justice to issue any certificate or license. Likewise, the Act does not authorize the Department of Justice to grant to anyone any exemptions from its requirements and prohibitions for any reason whatever.

3 Baca lebih lajut

PERAN INFORMATION CONSCIOUSNESS DAN NUTRIENT INFORMATION DALAM MENINGKATKAN KINERJA INDIVIDUAL

PERAN INFORMATION CONSCIOUSNESS DAN NUTRIENT INFORMATION DALAM MENINGKATKAN KINERJA INDIVIDUAL

Konsep nutrient information dapat menjelaskan mengapa informasi berupa umpan balik atas kinerja karyawan sangat penting dalam membentuk kepuasan kerja. Tingkat kepuasan kerja ini akan tercapai ketika dua kebutuhan saling bertemu yaitu ketika klien membutuhkan suatu informasi dan pada saat yang sama akuntan merasa mampu memberikan informasi tersebut secara profesional (Salanik and Prefier 1977, Hersbeg 1966, Stedham et al. 2002). Akan tetapi penelitian dilakukan oleh Soedibyo (2010) membuktikan bahwa evaluasi dan perencaan karir itu keduanya tidak berpen- garuh terhadap kepuasan kerja. Alasan ini yang mendasari dilakukan penelitian atas pengaruh nutrient information terhadap kepuasan kerja karyawan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...