kekurangan vitamin B12

Top PDF kekurangan vitamin B12:

Vitamin B12: Metabolisme Dan Fungsinya Dalam Tubuh

Vitamin B12: Metabolisme Dan Fungsinya Dalam Tubuh

Sampai saat ini masih banyak ditemukan masalah gizi pada anak-anak baik masalah gizi mikro maupun masalah gizi makro. Prevalensi anemia pada anak balita 47.0 %, kekurangan vitamin A subklinis yang ditandai dengan serum retinol < 20 mcg/dL 50 % anak balita (Depkes 2005). Kasus defisiensi vitamin B12 khususnya pada anak-anak di Indonesia belum ada dilaporkan, namun dari beberapa penelitian di negara lain prevalensi defisiensi vitamin B12 cukup tinggi pada anak-anak. Penelitian di Kenya menunjukkan bahwa 80,7 % anak usia sekolah (5 sampai 14 tahun) mengalami defisiensi vitamin B12 tingkat berat dan sedang (Siekmann JH et al. 2003) dan di Guatemala terdapat 33 % anak usia 8-12 tahun yang mengalami defisiensi vitamin B12 (Rogers LM et al 2003). Sementara pada kelompok dewasa dan usia lanjut sudah ada dilaporkan walaupun juga masih terbatas. Penelitian Shibly UF (1999) dari Bagian Kardiologi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta) menunjukkan bahwa terdapat 30 % defisiensi vitamin B12 pada penderita PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan 30 % pada non penderita PJK. Martoatmodjo S dkk (1973) menemukan 28 % ibu hamil mengalami kekurangan vitamin B12 di daerah dengan pola makan beras (Jawa Barat) dan 7 % pada ibu hamil di daerah dengan pola makan gaplek dan beras (Jawa Tengah). Disamping masalah gizi mikro, masalah gizi makro juga masih tetap menjadi permasalahan gizi anak balita di Indonesia. Prevalensi gizi kurang (underweight) terus mengalami kenaikan dari 24 % tahun 2000 menjadi 26,1 %, 27,3 % dan 27,5 % pada tahun 2001, 2002 dan 2003 (Depkes 2004) dan 28 % tahun 2005 (Atmarita 2006).
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Suplemen Vitamin B12 Terhadap Vitamin 12 Serum, Hemoglobin, Dan Daya Ingat Anak Prasekolah

Pengaruh Pemberian Suplemen Vitamin B12 Terhadap Vitamin 12 Serum, Hemoglobin, Dan Daya Ingat Anak Prasekolah

Sampai saat ini masih banyak ditemukan masalah gizi pada anak-anak baik masalah gizi mikro maupun masalah gizi makro. Prevalensi anemia pada anak balita 47.0 %, kekurangan vitamin A subklinis yang ditandai dengan serum retinol < 20 mcg/dL 50 % anak balita (Depkes 2005). Kasus defisiensi vitamin B12 khususnya pada anak-anak di Indonesia belum ada dilaporkan, namun dari beberapa penelitian di negara lain prevalensi defisiensi vitamin B12 cukup tinggi pada anak-anak. Penelitian di Kenya menunjukkan bahwa 80,7 % anak usia sekolah (5 sampai 14 tahun) mengalami defisiensi vitamin B12 tingkat berat dan sedang (Siekmann JH et al. 2003) dan di Guatemala terdapat 33 % anak usia 8-12 tahun yang mengalami defisiensi vitamin B12 (Rogers LM et al 2003). Sementara pada kelompok dewasa dan usia lanjut sudah ada dilaporkan walaupun juga masih terbatas. Penelitian Shibly UF (1999) dari Bagian Kardiologi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta) menunjukkan bahwa terdapat 30 % defisiensi vitamin B12 pada penderita PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan 30 % pada non penderita PJK. Martoatmodjo S dkk (1973) menemukan 28 % ibu hamil mengalami kekurangan vitamin B12 di daerah dengan pola makan beras (Jawa Barat) dan 7 % pada ibu hamil di daerah dengan pola makan gaplek dan beras (Jawa Tengah). Disamping masalah gizi mikro, masalah gizi makro juga masih tetap menjadi permasalahan gizi anak balita di Indonesia. Prevalensi gizi kurang (underweight) terus mengalami kenaikan dari 24 % tahun 2000 menjadi 26,1 %, 27,3 % dan 27,5 % pada tahun 2001, 2002 dan 2003 (Depkes 2004) dan 28 % tahun 2005 (Atmarita 2006).
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

Yoanita Pratiwi Budiwiyono 22010112130146 Lap.KTI Bab2

Yoanita Pratiwi Budiwiyono 22010112130146 Lap.KTI Bab2

mekanisme patofisiologi mendasari kondisi ini, termasuk terbatasnya ketersediaan besi untuk eritropoiesis, gangguan proliferasi sel prekursor eritroid, penurunan EPO dan reseptor EPO, dan terganggunya sinyal transduksi EPO. 15 Penyebab lain anemia pada pasien GGK adalah infeksi dan defisiensi besi mutlak. Kehilangan darah adalah penyebab umum dari anemia pada GGK. Hemolisis, kekurangan vitamin B12 atau asam folat, hiperparatiroidisme, hemoglobinopati dan keganasan, terapi angiotensin-converting-enzyme (ACE) inhibitor yang kompleks dapat menekan eritropoiesis. 4
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah

Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah

Anemia juga dapat terjadi jika tubuh seseorang terluka dan mengeluarkan banyak darah, misalnya skibat kecelakaan. Kekurangan darah ini dapat diatasi dengan transfusi darah. Anemia juga dapat terjadi karena kekurangan ion besi, atau kekurangan vitamin B12 (yang membantu pematangan sel darah merah), anemia ini disebut anemia pernisiosa. Anemia jenis ini dapat diatasi dengan pemberian vitamin B12 atau mengkonsumsi makanan sumber zat besi.

7 Baca lebih lajut

PERANAN MIKRONUTRIEN PADA MASA PERINATAL TERHADAP KEUTUHAN SUSUNAN SARAF PUSAT

PERANAN MIKRONUTRIEN PADA MASA PERINATAL TERHADAP KEUTUHAN SUSUNAN SARAF PUSAT

Kekurangan zat besi atau seng adalah salah satu gangguan gizi tunggal yang paling umum terjadi di dunia. Keduanya ditemukan di setiap sel dalam tubuh, dan terlibat dalam banyak proses sistem saraf pusat yang dapat mempengaruhi perilaku bayi dan perkembangannya. Perbedaan yang terkait dengan defisiensi anemia zat besi pada masa bayi tampaknya bertahan selama masa remaja awal, bahkan jika anemia dikoreksi dengan terapi besi. Remaja yang memiliki anemia kekurangan zat besi pada masa bayi menunjukkan hasil lebih rendah dibandingkan rekan-rekannya pada aspek mental secara keseluruhan, fungsi motorik, dan fungsi perilaku, menunjukkan transmisi yang lambat pada sistem pendengaran dan visual, dan memiliki perbedaan dalam siklus tidur/bangun. Meskipun hubungan kausal tetap harus dibuktikan, temuan ini konsisten dengan pemahaman efek zat besi pada perkembangan otak, khususnya neuroanatomi (mielinasi), neurokimia (fungsi dopaminergik), dan metabolisme saraf. 7,8
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

mklh farma

mklh farma

Sumber vitamin ini adalah makanan dari hewan: hati, daging, telur, susu, dalam bentuk ikatan dengan protein. Kebutuhan orang sehari 2-5 mcg. Dalam lambung vitamin B12 dilepas dari ikatan kompleksnya dengan protein oleh HCL yang segera diikat oleh glukoprotein yang disebut intrinsik factor (Castle 1929) yang dihasilkan oleh mukosa lambung bagian dasar. Dengan pengikatan ini zat tersebut baru dapat diserap oleh reseptor spesifik di usus halus (ileum). Setelah diserap vitamin B12 diangkut dan ditimbun dalam hati yang secara bertahap dilepas sesuai kebutuhan tubuh. Defisiensi vitamin B12 dengan gejala-gejala menglobaster, nyeri lidah, degenerasi otak, sumsum tulang dan depresi psikis. Pengobatan terutama dengan injeksi, oral vitamin B12 dengan kombinasi intrinsic factor (serbuk pylorus).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe,  TINGKAT KECUKUPAN ASAM FOLAT,  VITAMIN B Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Tingkat Kecukupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kerjo Kabupate

HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe, TINGKAT KECUKUPAN ASAM FOLAT, VITAMIN B Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Tingkat Kecukupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kerjo Kabupate

Status pekerjaan dalam penelitian ini dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu wiraswasta, petani dan ibu rumah tangga. Pada penelitian ini sebagian besar pekerjaan subjek adalah ibu rumah tangga dengan persentase sebesar 69,4%. Pekerjaan akan berpengaruh terhadap kesehatan terutama pada ibu yang bekerja dan kurang memperhatikan asupan makannya, sehingga akan mempengaruhi tingkat kecukupan nutrisi seperti tingkat kecukupan asam folat, vitamin B12, dan vitamin C (Winkjosastro, 2009).

14 Baca lebih lajut

734 Erizka Marwita Triyonate

734 Erizka Marwita Triyonate

Asupan vitamin C juga tidak terdapat hubungan setelah dilakukan uji statistik. Vitamin C membantu mereduksi besi feri menjadi fero dalam usus halus sehingga mudah diabsorbsi. Vitamin C menghambat pembentukan hemosederin yang sukar dimobilisasi untuk membebaskan besi bila diperlukan. Absorbsi besi dalam bentuk nonhem meningkat empat kali lipat bila ada vitamin C. Vitamin C berperan dalam memindahkan besi dari transferin di dalam plasma 34 ke feritin hati. Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian di India yang menyatakan adanya hubungan kekurangan vitamin C dengan kejadian anemia pada wanita dewasa. Asupan makanan dari sumber vitamin C bersama dengan sumber yang kaya zat besi seperti konsumsi buah-buahan dapat meningkatkan penyerapan besisecara signifikan. 14
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

UEU Undergraduate 10489 COVER.Image.Marked

UEU Undergraduate 10489 COVER.Image.Marked

SKRIPSI HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI PROTEIN, VITAMIN A, ASAM FOLAT, VITAMIN B12 DAN VITAMIN C DAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PANTI WERDHA WISMA MULIA KOANI JAKARTA BARAT TAHUN 20[r]

2 Baca lebih lajut

MAKALAH KIMIA BAHAN MAKANAN VITAMIN Kelo

MAKALAH KIMIA BAHAN MAKANAN VITAMIN Kelo

Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asamlemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur. Fungsinya memegang peranan penting dalam proses metabolisme karbohidrat dan lemak (Bajil, 2011).
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALES

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALES

Asupan dan Tingkat Kecukupan Gizi Hasil analisis konsumsi pangan dan gizi antar ketiga kelompok perlakuan relatif sama, baik antar kelompok perlakuan, sebelum dan sesudah suplementasi. Sebelum suplementasi, rata-rata asupan energi 1481 kkal, protein 36 g, vitamin A 621 RE, vitamin C 59,3 mg, Fe 13,7 mg per hari (Tabel 3). Dibandingkan dengan kecukupan gizi (AKG), maka tingkat kecukupan energi dan protein antara 71-78 persen. Hanya vitamin A yang sudah memenuhi AKG (>90%), dibandingkan vitamin C dan zat besi yaitu berturut-turut 68-90 persen dan 50-55 persen. Prevalensi kategori defisit asupan gizi mikro (vitamin A, C dan zat besi) masih sangat tinggi (35-86%). Dengan kebiasaan makan tersebut selama tinggal di Asrama, kemungkinan banyak ditemukan kasus defisiensi gizi seperti yang dilaporkan dari identifikasi kegiatan PMT, yaitu mahasiswi gizi kurang (IMT<18,5 kg/cm 2 ) 39,5 persen
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

331 Citta Cendani G2C006013 A

331 Citta Cendani G2C006013 A

Results : There were 32 subjects (80 %) categorized as very low and low from physical fitness. There were 10 subjects (25 %) categorized as anemia. Among the other things 8 subjects categorized as suffering low from physical fitness. There is a significant association between iron intake with hemoglobin level, zinc intake with hemoglobin level, copper intake with hemogloin level, folate intake with hemoglobin level and vitamin B 6 intake

3 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Tingkat Kecukupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kerjo Kabupaten Karanganyar.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Tingkat Kecukupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kerjo Kabupaten Karanganyar.

Berdasarkan data laporan tahunan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, jumlah ibu hamil di seluruh wilayah kerja puskesmas Kabupaten Karanganyar sampai bulan Juni 2012 sebanyak 739 orang. Berdasarkan data Pukesmas yang memiliki prevalensi anemia yang cukup tinggi adalah Puskesmas Kerjo dengan prevalensi anemia ibu hamil sebesar 14,48%. Hasil rekap skrining Hb ibu hamil Kecamatan Kerjo bulan Mei 2012 jumlah ibu hamil anemia sebesar 14,48%. Ibu hamil yang mendapat tablet Fe di Kabupaten Karanganyar sampai bulan Juni 2012 sebesar 46,59%, sedangkan Ibu hamil yang mendapat tablet Fe di wilayah kerja Puskesmas Kerjo sebesar 39,79%. Cakupan konsumsi Fe pada ibu hamil adalah 56,4% padahal cakupan yang ditetapkan dinas kesehatan karang anyar yaitu 80% . Berdasarkan prevalensi tersebut maka peneliti ingin mengetahui hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe, tingkat kecukupan asam folat, vitamin B 12 dan vitamin C dengan kejadian anemia
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PELATIHAN PEMERIKSAAN TAJAM PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS 5 SD GEDONGAN I, COLOMADU, KARANGANYAR

PELATIHAN PEMERIKSAAN TAJAM PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS 5 SD GEDONGAN I, COLOMADU, KARANGANYAR

Untuk mengantisipasi agar kerusakan mata tidak semakin parah maka pada ketiga orang tersebut disarankan: (1) merubah tempat duduknya dibagian depan dengan maksud agar mata tidak berakomodasi terus menerus yang akan menambah kerusakan mata; (2) meningkatkan asupan gizi dan vitamin terutama vitamin A; dan (3) kepada sekolah disarankan menambah penerangan dalam kelas

11 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Homosistein Serum Dengan Skor Vitiligo Area Scoring Index pada Pasien Vitiligo

Hubungan Antara Kadar Homosistein Serum Dengan Skor Vitiligo Area Scoring Index pada Pasien Vitiligo

58.Ubbink JB, Vermaak WJH, Merwe AVD, Becker PJ. Vitamin B- 12,vitamin b-6, and folate nutritional status in men withhyperhomocysteinemia. Am J Clin Nutr [Internet]. 1993 [ cited 2015 Dec 19] ; 57: 47-53. Availabe from: http://ajcn. nutrition, org/ content'/57/l/47.1ong.

6 Baca lebih lajut

Profil Kadar Homosistein Serum pada Pasien Vitiligo di RSUP H. Adam Malik Medan

Profil Kadar Homosistein Serum pada Pasien Vitiligo di RSUP H. Adam Malik Medan

52. Ubbink JB, Vermaak WJH, Merwe AVD, Becker PJ. Vitamin B- 12,vitamin b-6, and folate nutritional status in men withhyperhomocysteinemia. Am J Clin Nutr [Internet]. 1993 [ cited 2015 Oct23] ; 57: 47-53. Availabe from: http://ajcn. nutrition, org/ content' /57/l/47.1ong.

6 Baca lebih lajut

Korelasi Kadar Homosistein Paternal dan Fragmentasi DNA Sperma pada Pasangan dengan Keguguran Berulang Idiopatik Dini

Korelasi Kadar Homosistein Paternal dan Fragmentasi DNA Sperma pada Pasangan dengan Keguguran Berulang Idiopatik Dini

2.7 Penanganan hiperhomosisteinemia Dalam reaksi yang dikatalisis oleh vitamin B12-metil transferase, homosistein dapat memperoleh gugus metil dari methyltetrahydrofolate untuk mengh[r]

32 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI BESI, ASAM FOLAT, VITAMIN B12 Hubungan Asupan Zat Gizi Besi, Asam Folat, Vitamin B12, Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Pelajar Putri SMK Muhammadiyah 4 Surakarta.

HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI BESI, ASAM FOLAT, VITAMIN B12 Hubungan Asupan Zat Gizi Besi, Asam Folat, Vitamin B12, Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Pelajar Putri SMK Muhammadiyah 4 Surakarta.

Research Methods: This study is an observational research with crossectional approach. The number of samples is 55 selected by random sampling method. The data intake of iron, folic acid, vitamin B12 and vitamin C were collected through 24-hour recall for 3 days and food habit obtained through questions posed to research subjects. encode analysis using Pearson product moment test.

20 Baca lebih lajut

Free  | hmkuliah 16. KEP

Free | hmkuliah 16. KEP

Penyakit gizi lain yang menyertai KEP : • Defisiensi vitamin A • Defisiensi zat besi,folat dan B12 • Defisiensi vitamin B2 • Defisiensi seng/Zn • Pada KEP berat selalu disertai kek[r]

3 Baca lebih lajut

SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe,   Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Tingkat Kecukupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kerjo Kabupaten Karanganyar.

SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONSUMSI TABLET Fe, Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Tingkat Kecukupan Asam Folat, Vitamin B12 Dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Kerjo Kabupaten Karanganyar.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan segala karunia, nikmat dan rahmat Nya yang tak terhingga kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul :” Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi Fe, Tingkat kecukupan Asam Folat, Tingkat kecukupan Vitamin B12 Dan Tingkat kecukupan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kerjo Kabupaten Karanganyar”:, sebagai persyaratan untuk

17 Baca lebih lajut

Show all 4980 documents...