kepemilikan manajerial

Top PDF kepemilikan manajerial:

KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN INSTITUSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN INSTITUSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Martono dan Harjito (2004:4) menjelaskan bahwa manajemen keuangan adalah segala aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. Husnan (2004:4) manajemen keuangan adalah menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan.Christiawan dan Josua (2007) menyatakan bahwa kepemilikan manajerial adalah situasi dimana manajer memiliki saham perusahaan atau dengan kata lain manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham. Dengan adanya kepemilikan manajerial menunjukkan adanya peran ganda seorang manajer, yakni manajer bertindak juga sebagai pemegang saham.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH DIVERSIFIKASI KORPORAT TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAN RISIKO DENGAN MODERASI KEPEMILIKAN MANAJERIAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH DIVERSIFIKASI KORPORAT TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAN RISIKO DENGAN MODERASI KEPEMILIKAN MANAJERIAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kepemilikan manajerial merupakan salah satu mekanisme good corporate governance (GCG) untuk membantu mengendalikan terjadinya konflik keagenan. Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antara pemilik dan pengelola perusahaan Kepemilikan manajerial ini mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang akhirnya berpengaruh terhadap kinerja perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepemilikan manajerial merupakan kepemilikan saham yang dimiliki manajemen perusahaan yang diukur dengan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh manajemen. Besar kecilnya jumlah kepemilikan manajerial dalam perusahaan akan mengindikasikan adanya kesamaan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham atau pemilik.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, STRUKTUR ASET, FREE CASH FLOW DAN RISIKO BISNIS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, STRUKTUR ASET, FREE CASH FLOW DAN RISIKO BISNIS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG - Perbanas Institutional Repository

1. Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kebijakan Hutang Semakin tinggi saham yang di miliki oleh manajer, maka semakin tinggi pula kontrol terhadap suatu perusahaan dimana dampaknya akan dapat mengurangi agency cost pada perusahaan (Rizka, 2009). Dengan adanya kontrol terhadap perusahaan membuat manajer menggunakan hutang pada tingkat yang rendah untuk dapat mengantisipasi adanya kemungkinan terjadi kebangkrutan pada perusahaan. Apabila perusahaan tidak mampu melunasi hutang maka akan mengancam likuiditas perusahaan dan posisi manajemen.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemilikan Manajerial Kepemili

Pengaruh Kepemilikan Manajerial Kepemili

Fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, pembiayaan, dan dividen. Kepemi- likan manajerial akan menentukan dividen yang dibayarkan pada pemegang saham. Pengelolaan manajemen harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat. Menggunakan metode kuantitatif - regresi berganda dan dengan bersumber pada Bursa Effek Indonesia yang terdiri dari 197 perusahaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan; 2) kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signiikan terhadap kebijakan hutang dan 3) kebijakan deviden memiliki pengaruh negatif dan signiikan terhadap kebijakan hutang perusahaan. Peneliti menyarankan: 1) perusahaan hendaknya mengurangi pendanaan dari hutang sehingga dapat mengurangi inancial distress; 2) penyebaran kepemilikan saham dan 3) memperluas penelitian pada sektor industri lain untuk mencerminkan kondisi industri Indonesia.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN INVESTASI  Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Deviden, Kebijakan Hutang dan Kebijakan Investasi Terhadap Nilai

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN INVESTASI Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Deviden, Kebijakan Hutang dan Kebijakan Investasi Terhadap Nilai

Kepemilikan manajerial adalah para pemegang saham yang juga berarti dalam perusahaan dari pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan pada suatu perusahaan yang bersangkutan. Manajer dalam hal ini memegang peranan penting karena manajer melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan serta pengambilan keputusan (Goodman Downes dan Goodman (1999) dalam Sukirni, 2012), menyatakan variabel kepemilikan manajerial diukur dengan MOWN. . Rumus yang digunakan:

13 Baca lebih lajut

1 PENGARUH KARAKTERISTIK KEPEMILIKAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ARTIKEL

1 PENGARUH KARAKTERISTIK KEPEMILIKAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ARTIKEL

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Menganalisis Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return On Equity (ROE.), (2) Menganalisis Pengaruh Kepemilikan Keluarga terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return On Equity (ROE), (3) Menganalisis Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return On Equity (ROE), (4) Menganalisis Pengaruh Kepemilikan Asing terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return On Equity (ROE), (5) Menganalisis Kualitas Audit memoderasi pengaruh Karakteristik Kepemilikan terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return On Equity (ROE). Populasi dalam penelitian ini adalah 26 Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2007 sampai 2010. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga di dapat sampel sebanyak 25 perbankan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis (MRA) dengan EVIEWS. Hasil pengujian menunjukkan 1 Kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return on Equity (ROE) perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dari Tahun 2007-2010. 2) Kepemilikan keluarga tidak berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return on Equity (ROE) perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dari Tahun 2007-2010. 3) Kepemilikan institusional berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return on Equity (ROE) perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dari Tahun 2007-2010. 4) Kepemilikan asing tidak berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return on Equity (ROE) perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dari Tahun 2007-2010. 5) Kualitas audit berpengaruh signifikan positif terhadap Kinerja Keuangan yang diukur dengan Return on Equity (ROE) perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI dari Tahun 2007-2010.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang - MEITY FITRIANA BAB I

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang - MEITY FITRIANA BAB I

Kepemilikan manajerial dalam penelitian Darwis (2009) dan Yusriati dkk (2010) yang menemukan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.Herawaty (2008) menemukan hasil bahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Wardhani (2006) dalam Darwis (2009) menyimpulkan bahwa semakin kecil jumlah komisaris dalam suatu perusahaan maka kemungkinan perusahaan tersebut mengalami tekanan keuangan akan semakin besar.

Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - BAB I      DODIT JULRIS

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - BAB I DODIT JULRIS

Dari pemaparan diatas, dapat diuraikan beberapa penelitian telah dilakukan dalam membahas pengaruh kepemilikan manajerial, leverage dan profitabilitas terhadap kebijakan investasi perusahaan. Selama ini hasil penelitian yang dilakukan masih berbeda-beda. Hasil penelitian Suranta dan Midiastuty (2003) menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kebijakan investasi perusahaan. Wahyudi dan Pawestri (2006) juga menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kebijakan investasi perusahaan, juga didukung penelitian Haruman (2008). Hal ini berbeda dengan Wijaya dan Murwani (2011) melakukan pengujian pada dampak kepemilikan manajerial terhadap kebijakan investasi perusahaan menyatakan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan investasi perusahaan. Didukung oleh penelitian Setiadi (2008) dengan kesimpulan investasi perusahaan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kepemilikan manajerial.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

terhadap nilai perusahaan (studi tentang nilai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahn 2008-2010. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, kebijakan hutang sebagai variabel independen, sedangkan nilai perusahaan sebagai variabel dependen. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Penelitian ini membuktikan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan institusional berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen berpengaruh positif tidak signifikan terhdap nilai perusahan, kebijakan hutang berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, keijakan hutang berpengaruh secara bersama-sama terhadap nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh penelitian terdahulu memiliki tujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan (studi tentang perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2010-2013. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kebijakan deviden tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori - Pengaruh Struktur Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori - Pengaruh Struktur Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI

Kepemilikan manajerial dalam perusahaan akan menentukan kebijakan dan strategi yang akan diambil dalam menentukan pencapaian tujuan dalam perusahaan. Secara teoritis, jika kepemilikan manajemen rendah maka terjadinya perilaku oportunistik manajemen semakin besar (Jao dan Gagaring, 2011).Kepemilikan manajerial dapat mengurangi masalah agensi karena kinerja manajer akan lebih baik seiring dengan peningkatan saham manajer dalam perusahaan. Manajer akan berusaha untuk memperbaiki kinerja perusahaan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.

Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI

Struktur kepemilikan dipercaya mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Hal ini disebabkan oleh karena adanya kontrol yang mereka miliki. Hubungan antara kinerja keuangan dan nilai perusahaan akan diperkuat oleh kepemilikan manajerial karena semakin besar proporsi kepemilikan manajerial pada perusahaan, maka manajemen cenderung lebih giat untuk kepentingan pemegang saham dimana pemegang saham adalah dirinya sendiri (Gray et.al,1998). Dengan adanya motivasi tersebut, maka manajer akan berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Riil

Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Riil

Setelah menghitung manajemen laba riil ketemu maka mencari komponen dari corporate government yang meliputi variable (1) Kepemilikan Institusional (KI) diukur dengan menggunakan indikator persentase jumlah saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal saham yang beredar (2) Kepemilikan Manajerial (KM) yang diukur dengan menggunakan dummy , indikator untuk mengukur kepemilikan manajerial adalah ada atau tidak ada kepemilikan manajerial. Jika perusahaan sampel terdapat kepemilikan manajerial maka dinilai 1, dan jika tidak terdapat kepemilikan manajerial maka dinilai 0 (3) Proporsi Dewan Komisaris Independen (PDKI) yang diukur dengan menggunakan indikator persentase jumlah dewan komisaris independen terhadap jumlah total komisaris yang ada dalam susunan dewan komisaris perusahaan sampel (4) Ukuran Dewan Komisaris (UDK) yang diukur dengan menggunakan indikator jumlah total anggota dewan komisaris, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan sampel (5) Keberadaan Komite Audit (KKA) adalah ada tidaknya komite audit di perusahaan, dengan skala ordinal, bila perusahaan sampel memiliki komite audit maka dinilai 1, dan jika tidak memiliki komite audit dinilai 0.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan struktur modal terhadap Kinerja perusahaan pada perusahaan Food and beverage - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan struktur modal terhadap Kinerja perusahaan pada perusahaan Food and beverage - Perbanas Institutional Repository

Ketidakkonsistenan dari beberapa hasil penelitian terdahulu menjadikan alasan pentingnya penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan pengaruh struktur kepemilikan, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan yang berfokus pada perusahaan sektor food and beverage. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan dan melihat

8 Baca lebih lajut

PEN Pengaruh Kepemilikan Saham Manajerial Dan Kepemilikan Saham Intitusional Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2011-2014).

PEN Pengaruh Kepemilikan Saham Manajerial Dan Kepemilikan Saham Intitusional Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2011-2014).

Kepemilikan saham manajerial berpengaruh terhadap nilai dari perusahaan, hal ini ditunjukkan oleh nilai Unstandardized Beta Coefficients Kepemilikan Saham Manjaerial (MANJ) sebesar -0,017 dengan signifikansi 0,044. Nilai Signifikansi kepemilikan saham manajerial yang lebih kecil dari signifikansi yang diharapkan (0,05) menunjukkan bahwa variabel kepemilikan saham manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan manufaktur di BEI periode 2011-2014,Nilai variabel kepemilikan manajerial (X1) sebesar -0,017 berarti bahwa setiap kenaikan 1 % kepemilikan manajerial akan menurunkan nilai perusahaan sebesar 0,017 dengan mengasumsikan variabel yang lain konstan. Dengan demikian secara parsial kepemilikan manajerial (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (Y) atau dengan kata lain H1 yang menyatakan terdapat pengaruh antara kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan dapat diterima.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

169082 ID struktur kepemilikan ukuran perusahaan d

169082 ID struktur kepemilikan ukuran perusahaan d

Agency theory memiliki asumsi bahwa manajer sebagai agen dan pemilik sebagai principal termotivasi oleh kepentingan diri sendiri sehingga menimbulkan konflik kepentingan antara principal dan agent (Jensen dan Meckling, 1976). Agar terhindar dari perilaku oportunistik manajer tersebut, pemegang saham melakukan pengawasan atas tindakan manajer, yang menyebabkan timbulnya agency cost. Salah satu cara untuk mengurangi agency cost adalah dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi. Pemegang saham besar memiliki kekuasaan dan kepentingan yang besar untuk mengawasi perilaku manajer agar bertindak diatas kepentingan pemegang saham. Dengan demikian, kepemilikan yang lebih terkonsentrasi menekan terjadinya praktek manajemen laba. Hasil ini sejalan dengan Usman dan Yero (2012) yang menemukan hubungan yang negatif signifikan antara
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN   Pengaruh Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI tahun 2009-2012).

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Pengaruh Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI tahun 2009-2012).

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2009-2012. Total sampel penelitian ini adalah 109 perusahaan yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda untuk menguji pengaruh corporate governance (kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, proporsi komisaris indepeden) terhadap nilai perusahaan.

Baca lebih lajut

Pengaruh Karakteristik Pinjaman, Karakteristik Perusahaan, Struktur Kepemilikan Saham dan Kualitas Audit Terhadap Proporsi Jaminan - Unika Repository

Pengaruh Karakteristik Pinjaman, Karakteristik Perusahaan, Struktur Kepemilikan Saham dan Kualitas Audit Terhadap Proporsi Jaminan - Unika Repository

Berdasarkan tabel 4.10. pada variabel kepemilikan saham manajerial diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,004 (kurang dari alfa 0,05) dengan koefisien regresi beta sebesar 0,317 dan nilai t sebesar 2,683. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa kepemilikan saham manajerial berpengaruh positif terhadap proporsi jaminan, artinya semakin tinggi kepemilikan saham manajerial perusahaan maka semakin besar proporsi jaminan. Dengan demikian, hipotesis ketujuh pada penelitian ini tidak terdukung secara statistik sehingga H7 ditolak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 - Pengaruh kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap kinerja intellectual capital - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 - Pengaruh kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap kinerja intellectual capital - Perbanas Institutional Repository

2.2.6 Pengaruh Kepemilikan Asing terhadap Kinerja Intellectual Capital Kepemilikan asing dapat sebagai salah satu cara yang efektif dimana digunakan untuk mengawasi manajemen dari kegiatan curang karena peranan kepemilikan asing mirip dengan investor institusional. Investor asing cenderung memilih kebijakan untuk meningkatkan keuntungan jangka panjang bagi perusahaan. Kepemilikan asing dapat juga menjadi monitor efektif bagi manajer dalam pasar yang sedang tumbuh, karena kepemilikan asing meminta standar corporate governance yang tinggi. Sehingga, investor asing akan lebih memilih dan mendukung kebijakan yang meningkatkan insentif jangka panjang bagi perusahaan, salah satunya kebijakan pengelolaan intellectual capital. Dengan adanya dukungan penuh dan pengawasan yang optimal dari para pemegang saham asing maka efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan intellectual capital akan semakin meningkat. Pengelolaan dan pemanfaatan intellectual capital secara optimal pada akhirnya akan menghasilkan kinerja intellectual capital yang tinggi.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

BAB V KESIMPULAN - PENGARUH PENGUNGKAPAN GCG DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN CSR TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DI BEI - Perbanas Institutional Repository

BAB V KESIMPULAN - PENGARUH PENGUNGKAPAN GCG DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN CSR TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DI BEI - Perbanas Institutional Repository

Variabel kepemilikan institusional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja perusahaan (ROA), dengan tingkat nilai dari rata-rata kepemilikan institusional cenderung masih cukup kecil dan nilai rata-rata yang mengalami fluktuasi salama periode penelitian. Secara umum, tidak berpengaruhnya kepemilikan institusi terhadap kinerja keuangan juga dapat disebabkan keikutsertaan investor mayoritas dalam mengendalikan perusahaan sehingga cenderung bertindak untuk kepentingan mereka sendiri meskipun dengan mengorbankan kepentingan pemilik minoritas. Dikaitkan dengan teori keagenan, hal ini juga dapat disebabkan oleh adanya asimetri informasi antara pihak pemegang saham dengan manajer.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 7178 documents...