kepemilikan manajerial

Top PDF kepemilikan manajerial:

KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN INSTITUSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN INSTITUSIONAL PENGARUHNYA TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan hutang perusahaan manufaktur di BEI dengan nilai thitung -3.304 dan angka signifikansi sebesar 0.003, karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka H0 di tolak dan Ha di terima. Hal ini sesuai dengan pendapat Jensen dan Meckling yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial akan mensejajarkan kepentingan manajemen dan pemilik sehingga manajer akan merasa langsung manfaat dan keputusan yang benar dan akan merasakan kerugian sebagai konsekuensi atas pengambilan keputusan yang salah.Dengan adanya kepemilikan manajerial maka akan memberikan kesempatan kepada manajer untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan hutang. (Nuringsih, dikutip dalam Wahidawati, 2002).Koefisien regresi X 1 sebesar (0.46)
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Kepemilikan Manajerial Kepemili

Pengaruh Kepemilikan Manajerial Kepemili

Fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, pembiayaan, dan dividen. Kepemi- likan manajerial akan menentukan dividen yang dibayarkan pada pemegang saham. Pengelolaan manajemen harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat. Menggunakan metode kuantitatif - regresi berganda dan dengan bersumber pada Bursa Effek Indonesia yang terdiri dari 197 perusahaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan; 2) kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signiikan terhadap kebijakan hutang dan 3) kebijakan deviden memiliki pengaruh negatif dan signiikan terhadap kebijakan hutang perusahaan. Peneliti menyarankan: 1) perusahaan hendaknya mengurangi pendanaan dari hutang sehingga dapat mengurangi inancial distress; 2) penyebaran kepemilikan saham dan 3) memperluas penelitian pada sektor industri lain untuk mencerminkan kondisi industri Indonesia.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING TERHADAP KINERJA INTELLECTUAL CAPITAL

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KEPEMILIKAN ASING TERHADAP KINERJA INTELLECTUAL CAPITAL

Struktur kepemilikan menjadi aspek yang mencerminkan kinerja intellectual capital. Hal ini disebabkan karena struktur kepemilikan akan mendorong terjadinya pertentangan manajer perusahaan. Pertentangan ini terjadi karena manajer harus memilih untuk menciptakan nilai lebih bagi perusahaan atau memaksimalkan kepentingan pribadinya. Dalam kepemilikan manajerial, manajer cenderung akan terlibat dalam aktivitas penciptaan nilai yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif jangka panjang bagi perusahaan (Saleh et al, 2009). Kepemilikan institusional adalah saham yang dimiliki investor institusional. Investor institusional akan lebih memilih dan mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan insentif jangka panjang bagi perusahaan, salah satunya adalah kebijakan peningkatan dan pengelolaan intellectual capital (Novitasari dan Januarti, 2009). Kepemilikan asing mempunyai peran hampir sama dengan investor institusional karena kepemilikan asing dapat digunakan sebagai cara yang tepat untuk mengawasi manajemen (Saleh et al, 2009). Berdasarkan asumsi tersebut investor asing akan lebih memilih dan mendukung kebijakan yang meningkatkan insentif jangka panjang bagi perusahaan,
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan struktur modal terhadap Kinerja perusahaan pada perusahaan Food and beverage - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan struktur modal terhadap Kinerja perusahaan pada perusahaan Food and beverage - Perbanas Institutional Repository

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dimana penelitian mengenai beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan sendiri telah banyak dilakukan, antara lain kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan struktur modal. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan adalah kepemilikan manajerial.

8 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN INVESTASI  Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Deviden, Kebijakan Hutang dan Kebijakan Investasi Terhadap Nilai

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN INVESTASI Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Deviden, Kebijakan Hutang dan Kebijakan Investasi Terhadap Nilai

Kepemilikan manajerial adalah para pemegang saham yang juga berarti dalam perusahaan dari pihak manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan pada suatu perusahaan yang bersangkutan. Manajer dalam hal ini memegang peranan penting karena manajer melaksanakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan serta pengambilan keputusan (Goodman Downes dan Goodman (1999) dalam Sukirni, 2012), menyatakan variabel kepemilikan manajerial diukur dengan MOWN. . Rumus yang digunakan:

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG   Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

Melalui mekanisme kepemilikan institusional, efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan oleh manajemen dapat diketahui dari informasi yang dihasilkan melalui reaksi pasar atas pengumuman laba. Kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga mengurangi kemungkinan manajemen melakukan tindakan-tindakan yang tidak diharapkan. Kepemilikan saham tertentu yang dimiliki oleh institusi dapat mempengaruhi proses penyusunan laporan keuangan yang tidak menutup kemungkinan terdapat akrualisasi sesuai kepentingan pihak manajemen. Hal ini dikarenakan investor institusional merupakan pihak yang dapat memonitor agen dengan kepemilikan yang besar, sehingga motivasi manajer untuk mengatur laba atau meningkatkan hutang menjadi berkurang. Hasil analisis data menunjukkan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan hutang. Pengaruh negatif menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengawasan oleh institusi ini akan mengurangi tindakan-tindakan oportunistik manajemen dalam penggunaan dana perusahaan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Industri, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Asing Terhadap Kinerja Modal Intelektual.

Pengaruh Jenis Industri, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Asing Terhadap Kinerja Modal Intelektual.

Jenis industri, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing menjadi aspek yang menentukan kinerja modal intelektual. Jenis industri yang berbeda akan mempunyai pandangan yang berbeda dalam pengelolaan aset dan kapabilitas perusahaan, serta mengoperasikan bisnis. Beberapa perusahaan akan lebih mengandalkan aset berupa modal intelektual, sementara yang lain akan lebih bergantung pada physical assets untuk keberhasilan usahanya. Struktur kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing mencerminkan pihak - pihak yang mempunyai kekuasaan untuk menentukan kebijakan sebagai pedoman bagi dewan direksi dalam menjalankan perusahaan. Perbedaan kebijakan pengelolaan modal intelektual akan menghasilkan kinerja modal intelektual yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jenis industri, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing terhadap kinerja modal intelektual.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 - Pengaruh kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap kinerja intellectual capital - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 - Pengaruh kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan kepemilikan asing terhadap kinerja intellectual capital - Perbanas Institutional Repository

Penelitian menggunakan metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria terdaftar perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009, 2010 dan 2011. Perusahaan memuat data yang dibutuhkan secara lengkap tentang penelitian ini dan memiliki tiga unsur kepemilikan, yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan kepemilikan asing. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 unit analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan asing dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja intellectual capital, sedangkan umur perusahaan berpengaruh terhadap kinerja intellectual capital.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE

PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE

Nilai terendah dari kepemilikan manajerial (KM) sebesar 0,0000 disebabkan karena banyak perusahaan food and beverage yang tidak memiliki presentase kepemilikan manajerial. Salah satu contoh dimiliki oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food pada tahun 2012-2016 tidak memiliki kepemilikan manajerial. Nilai maksimum sebesar 0,2522 dimiliki oleh PT Mayor Indah pada tahun 2016. Sedangkan nilai rata-rata dibawah nilai standar deviasi maka data termasuk data heterogen.

17 Baca lebih lajut

PENGARUH DIVERSIFIKASI KORPORAT TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAN RISIKO DENGAN MODERASI KEPEMILIKAN MANAJERIAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGARUH DIVERSIFIKASI KORPORAT TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DAN RISIKO DENGAN MODERASI KEPEMILIKAN MANAJERIAL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kepemilikan manajerial merupakan salah satu mekanisme good corporate governance (GCG) untuk membantu mengendalikan terjadinya konflik keagenan. Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antara pemilik dan pengelola perusahaan Kepemilikan manajerial ini mampu mempengaruhi jalannya perusahaan yang akhirnya berpengaruh terhadap kinerja perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kepemilikan manajerial merupakan kepemilikan saham yang dimiliki manajemen perusahaan yang diukur dengan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh manajemen. Besar kecilnya jumlah kepemilikan manajerial dalam perusahaan akan mengindikasikan adanya kesamaan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham atau pemilik.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, STRUKTUR ASET, FREE CASH FLOW DAN RISIKO BISNIS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG - Perbanas Institutional Repository

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu - PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DIVIDEN, STRUKTUR ASET, FREE CASH FLOW DAN RISIKO BISNIS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG - Perbanas Institutional Repository

Dengan adanya kepemilikan manajerial dapat menekan masalah keagenan, dan semakin besar kepemilikan manajerial dalam perusahaan maka manajemen akan lebih giat untuk meningkatkan kinerjanya karena manajemen mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi keinginan dari pemegang saham yang tidak lain adalah dirinya sendiri dengan mengurangi risiko keuangan perusahaan melalui penurunan tingkat hutang. Perusahaan merupakan titik temu dari hubungan agensi antara pemilik perusahaan (principal) dengan manajemen perusahaan (agen) di mana masing-masing pihak berusaha untuk memaksimalkan kegunaannya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis Industri, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Asing Terhadap Kinerja Modal Intelektual.

Pengaruh Jenis Industri, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Kepemilikan Asing Terhadap Kinerja Modal Intelektual.

Jenis industri, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing menjadi aspek yang menentukan kinerja modal intelektual. Jenis industri yang berbeda akan mempunyai pandangan yang berbeda dalam pengelolaan aset dan kapabilitas perusahaan, serta mengoperasikan bisnis. Beberapa perusahaan akan lebih mengandalkan aset berupa modal intelektual, sementara yang lain akan lebih bergantung pada physical assets untuk keberhasilan usahanya. Struktur kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing mencerminkan pihak - pihak yang mempunyai kekuasaan untuk menentukan kebijakan sebagai pedoman bagi dewan direksi dalam menjalankan perusahaan. Perbedaan kebijakan pengelolaan modal intelektual akan menghasilkan kinerja modal intelektual yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh jenis industri, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan kepemilikan asing terhadap kinerja modal intelektual.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Pengaruh kepemilikan manajerial,profitabilitas, struktur aset, dan kebijakan dividen terhadap kebijakan hutang - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh kepemilikan manajerial,profitabilitas, struktur aset, dan kebijakan dividen terhadap kebijakan hutang - Perbanas Institutional Repository

Fenomena yang mendasari penelitian ini bahwasannya ada perusahaan property yang mengalami masalah keuangan serius setelah beberapa kali mengalami kegagalan pembayaran bunga obligasi yang diterbitkannya. Perusahaan mengalami masalah kesulitan likuiditas akibat penurunan kinerja bisnisnya. Seperti pada berita yang dipublikasikan oleh www.kontan.co.id (06/06/2015) kasus yang terjadi di PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) terbelit hutang besar. Salah satu hutang yang harus dituntaskan segera adalalah obligasi konversi atau equity linked bonds sebesar US$ 155 juta atau setara Rp 2,07 triliun yang telah jatuh tempo pada 23 Maret 2015. Menurut Ardika Daud (2015), kepemilikan manajerial adalah situasi dimana manajer memiliki saham perusahaan atau dengan kata lain manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham perusahaan. Dalam laporan keuangan, keadaan ini ditunjukkan dengan besarnya persentase kepemilikan saham perusahaan oleh manajer. Kepemilikan manajerial dalam kaitannya dengan kebijakan hutang berperan dalam mengendalikan kebijakan keuangan perusahaan agar sesuai dengan keinginan pemegang saham atau sering disebut bonding mechanism (Diana dan Irianto, 2008). Pada penelitian Megawati dan Suci Kurnia (2015) menjelaskan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Namun terdapat penelitian yang menolak bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kebijakan hutang yaitu pada penelitian Eva Larasati (2011) dan Ardika Daud (2015).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG   Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Hutang Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

Kebjakan hutang tentunya dikeluarkan oleh manajemen setelah melalui mekanisme pengambilan keputusan yang sesuai dengan strukturnya. Melalui pertimbangan berbagai aspek termasuk pemegang saham dan kinerja laba. Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh bukti empiris tentang struktur kepemilikan ekuitas (insider ownership dan institusional ownership ) terhadap kebijakan utang perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

14 Baca lebih lajut

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

terhadap nilai perusahaan (studi tentang nilai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2010). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahn 2008-2010. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, kebijakan hutang sebagai variabel independen, sedangkan nilai perusahaan sebagai variabel dependen. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Penelitian ini membuktikan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif secara signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan institusional berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen berpengaruh positif tidak signifikan terhdap nilai perusahan, kebijakan hutang berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan dividen, keijakan hutang berpengaruh secara bersama-sama terhadap nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Earnings Management (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Periode 2009-2011).

PENDAHULUAN Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Earnings Management (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Periode 2009-2011).

kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dewan komisaris dan kepemilikan saham publik berpengaruh terhadap manajemen laba (earnings management).Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada (1) objek penelitian, yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. (2) variabel independen kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan dewan komisaris dan kepemilikan saham publik (Ambarwati & Hikmah, 2009), (3) Tahun penelitian, yaitu perusahaan sektor manufaktur yang ada di BEI berturut-turut tahun 2009- 2011.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - ENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS - repository perpustakaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - ENGARUH MEKANISME GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS - repository perpustakaan

Salah satu karakteristik yang menentukan pelaksanaan corporate governance adalah struktur kepemilikan perusahaan, yang diantaranya yaitu kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional. Kepemilikan manajerial adalah kepemilikan saham yang dimiliki oleh manajemen atau pengelola perusahaan tersebut. Kepemilikan saham oleh manajer dalam perusahaan dan sekaligus pengelola perusahaan (Mayangsari, 2015). Kepemilikan saham dalam manajemen akan menimbulkan efektivitas aktivitas monitoring perusahaan. Sedangkan kepemilikan istitusional akan membuat manajer memfokuskan perhatian pada kinerja perusahaan, sehingga dapat mengurangi tindakan manajer perusahaan yang meningkatkan dirinya
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB V KESIMPULAN - PENGARUH PENGUNGKAPAN GCG DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN CSR TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DI BEI - Perbanas Institutional Repository

BAB V KESIMPULAN - PENGARUH PENGUNGKAPAN GCG DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN CSR TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DI BEI - Perbanas Institutional Repository

Variabel kepemilikan manajerial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kinerja perusahaan (ROA), dengan tingkat nilai dari rata-rata kepemilikan manajerial cenderung masih cukup kecil dan nilai rata-rata yang meningkat salama periode penelitian. Hasil yang didapat dari pengujian hipotesis variabel kepemilikan manajerial mengindikasikan adanya management entrenchment, digambarkan dari rata-rata kepemilikan manajerial yang cukup tinggi sehingga berdampak pada kecenderungan manajer untuk bertindak demi kepentingannya sendiri.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh profitabilitas, likuiditas, struktur kepemilikan, dan firm size terhadap Ketepatan waktu pelaporan Keuangan - Perbanas Institutional Repository

Pengaruh profitabilitas, likuiditas, struktur kepemilikan, dan firm size terhadap Ketepatan waktu pelaporan Keuangan - Perbanas Institutional Repository

Kepemilikan manajerial menunjukkan seberapa besar kepemilikan yang dimiliki oleh manajemen terhadap saham dalam sebuah perusahaan. Kepemilikan manajerial diukur dengan menggunakan variabel dummy, dimana kategori 0 (nol), untuk perusahaan yang tidak mempunyai presentase kepemilikan manajerial dan kategori 1 (satu), untuk perusahaan yang mempunyai presentase kepemilikan manajerial. Kepemilikan pihak dalam oleh manajer merupakan suatu hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perusahaan karena dapat mencegah kemungkinan munculnya masalah agency. Hal ini disebabkan oleh (1) kepemilikan pihak dalam akan menyelaraskan kepentingan antara manajer dan pemilik lainnya, (2) kepemilikan pihak dalam juga akan mengarahkan keleluasaan manajer pada proses konsistensi dengan kepentingan pemilik.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Riil

Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Riil

Setelah menghitung manajemen laba riil ketemu maka mencari komponen dari corporate government yang meliputi variable (1) Kepemilikan Institusional (KI) diukur dengan menggunakan indikator persentase jumlah saham yang dimiliki institusi dari seluruh modal saham yang beredar (2) Kepemilikan Manajerial (KM) yang diukur dengan menggunakan dummy , indikator untuk mengukur kepemilikan manajerial adalah ada atau tidak ada kepemilikan manajerial. Jika perusahaan sampel terdapat kepemilikan manajerial maka dinilai 1, dan jika tidak terdapat kepemilikan manajerial maka dinilai 0 (3) Proporsi Dewan Komisaris Independen (PDKI) yang diukur dengan menggunakan indikator persentase jumlah dewan komisaris independen terhadap jumlah total komisaris yang ada dalam susunan dewan komisaris perusahaan sampel (4) Ukuran Dewan Komisaris (UDK) yang diukur dengan menggunakan indikator jumlah total anggota dewan komisaris, baik yang berasal dari internal perusahaan maupun dari eksternal perusahaan sampel (5) Keberadaan Komite Audit (KKA) adalah ada tidaknya komite audit di perusahaan, dengan skala ordinal, bila perusahaan sampel memiliki komite audit maka dinilai 1, dan jika tidak memiliki komite audit dinilai 0.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 7178 documents...